Anda di halaman 1dari 3

1

Andi Rahman Nugraha (145060607111019)

INFRASTRUKTUR PARIWISATA

Pengembangan suatu destinasi wisata harus melalui perencanaan


yang tepat melalui aksesibilitas, kondisi infrastruktur pariwisata, dan
interaksi sosial masyarakat dengan wisatawan. Hasil yang optimal dalam
pengembangan kawasan wisata dapat diperoleh apabila didukung oleh
pembangunan infrastruktur kepariwisataan yang memadai.
Menurut Suwantoro (2004:19), unsur pokok yang harus mendapat
perhatian guna menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan
wisata yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan
pengembangannya meliputi 5 unsur:
1. Objek dan daya tarik wisata,
2. Prasarana wisata,
3. Sarana wisata,
4. Tata laksana/infrastruktur,
5. Masyarakat/lingkungan.
Infrastruktur menurut Suwantoro (2004:22) adalah situasi yang
mendukung fungsi sarana dan prasarana wisata, baik yang berupa sistem
pengaturan maupun bangunan fisik di atas permukaan tanah dan di
bawahnya tanah seperti:
1. Sistem pengairan, distribusi air bersih, sistem pembuangan air
limbah yang membantu sarana perhotelan/ restoran.
2. Sumber listrik dan energi serta jaringan distribusinya yang
merupakan bagian vital bagi terselenggaranya penyediaan
sarana wisata yang memadai.
3. Sistem jalur angkutan dan terminal yang memadai dan lancar
akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi objek-objek
wisata.
4. Sistem komunikasi yang memudahkan para wisatawan untuk
mendapatkan infromasi mampu mengirimkan informasi secara
cepat dan tepat.
5. Sistem keamanan atau pengawasan yang memberikan
kemudahan di berbagai sektor bagi para wisatawan. Keamanan
di terminal, di perjalanan, dan di objek-objek wisata, di pusat-
pusat perbelanjaan, akan meningkatkan daya tarik suatu objek
wisata maupun daerah tujuan wisata. Disini perlu adanya
kerjasama yang mantap antara petugas keamanan, baik
swasta maupun pemerintah, karena dengan banyaknya orang
di daerah tujuan wisata dan mobilitas manusia yang begitu
cepat membutuhkan sistem keamanan yang ketat dengan para
petugas yang selalu siap setiap saat.
Menurut Afandi (2013) Pembangunan infrastruktur merupakan suatu
strategi dalam penyediaan sarana dan prasarana. Peran infrastruktur tidak
hanya berpengaruh pada pengembangan wilayah, tetapi juga pada bidang
kepariwisataan. Infrastruktur berperan sangat penting dalam mendorong
kualitas wisata itu sendiri serta pada lingkungan sekitarnya.
Walaupun hanya bersifat sebagai pendukung, infrastruktur memiliki
posisi yang amat penting bagi keberlangsungan kegiatan masyarakat di
suatu wilayah. Aktivitas yang ditampung dalam suatu ruang tidak akan
berjalan dengan baik tanpa didukung oleh pelayanan infrastruktur yang
memadai seperti jaringan jalan, air bersih, persampahan, listrik, sanitasi,
dan telekomunikasi. Kegiatan perekonomian suatu wilayah yang didukung
2

Andi Rahman Nugraha (145060607111019)

oleh pelayanan infrastruktur yang baik, dapat mendorong peningkatan


intensitas dan kualitas kegiatan tersebut, yang berakibat pada peningkatan
kesejahteraan penduduknya (Button, 2002).
Mc. Intosh (1995) berpendapat bahwa infrastruktur beserta fasilitas
pendukungnya termasuk dalam komponen penunjang pariwisata. Menurut
Musenaf (1995) infrastruktur yang termasuk dalam komponen suatu
kawasan wisata meliputi prasarana jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi,
dan sarana wisata yang meliputi sarana akomodasi, restoran, dan rumah
makan.
Sementara Yoeti (1985) menyebutkan bahwa salah satu obyek
penawaran dalam pemasaran pariwisata adalah infrastruktur penunjang
wisata, antara lain:
1. Recreative and Sportive Plan
2. Residential Tourist Plan, terdiri dari penginapan/hotel dan
tempat makan/restoran
3. Sarana pelengkap atau penunjang kepariwisataan untuk
membuat wisatawan dapat lebih lama tinggal di tempat wisata
4. Sarana penjualan, berupa toko-toko yang menjual barang-
barang souvenir atau benda lain khusus wisatawan
5. Utilitas, yaitu terkait dengan ketersediaan jaringan air bersih,
listrik, drainase, dan sanitasi (tersedianya fasilitas toilet/MCK)
6. Prasarana sosial, seperti sarana pendidikan dan kesehatan
7. Transportasi, yaitu ketersediaan sarana trasnportasi (moda
kendaraan yang digunakan menuju tempat wisata) dan
aksesibilitas (kemudahan mencapai kawasan wisata)
RENCANA
1. Studi kasus : Upaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota
Samarinda dalam Pengembangan Objek Wisata Desa Budaya Pampang
Infrastruktur di Desa Budaya Pampang sudah mendapatkan perbaikan
yaitu perbaikan jalan berupa pengecoran/semenisasi. Kemudian sistem
pengairan air diperoleh dari sumur bor yang warga buat. Namun di dalam
kegiatan pengecoran/semenisasi ini masih sebagian saja belum
sepenuhnya terealisasi karena dilaksanakannya secara bertahap.
Kegiatan pengembangan infratruktur dalam mendukung kegiatan
pariwisata di Desa Budaya Pampang masih terkendala oleh dana.
Rencana kedepannya yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo
Kota Samarinda akan mengupayakan objek wisata Desa Budaya Pampang
agar dapat menerima suntikan dana melalui program PNPM untuk
melanjutkan perbaikan infrastruktur pariwisata desa tersebut.

2. Studi kasus : Strategi Pengembangan Infrastruktur Penunjang


Pariwisata di Kawasan Wisata Pantai Jumiang Kabupaten Pamekasan
Strategi pengembangan infrastruktur penunjang kawasan wisata
Pantai Jumiang, Kabupaten Pamekasan adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana
dasar wisata dengan meningkatkan kapasitas parasarana
sarana; serta membangun prasarana dan sarana sesuai
dengan prioritas, tujuan, dan sasaran pengembangan kawasan
wisata Pantai Jumiang.
Meningkatkan kualitas dan pelayanan infrastruktur penunjang
wisata dengan membangun kapasitas masyarakat untuk ikut
memelihara dan memperbaiki bangunan fasilitas umum yang
3

Andi Rahman Nugraha (145060607111019)

rusak. Dengan demikian pengembangan prasarana sarana


penunjang kepariwisataan menjadi berkelanjutan dan
berorientasi jangka panjang.
Melibatkan masyarakat dalam upaya pengembangan
infrastruktur penunjang wisata sehingga masyarakat menjadi
bagian dalam upaya tersebut.
Pengimplementasian produk hukum atau kebijakan yang
memuat ketentuan pengembangan prasarana dan sarana
wisata melalu mekanisme insentif dan disinsentif
Mengembangkan kemitraan dengan lembaga pendanaan (bank
maupun non-bank) baik lembaga pemerintah maupun swasta
untuk menciptakan investasi baru dalam rangka
mengembangkan infrastruktur kawasan wisata Pantai Jumiang