Anda di halaman 1dari 3

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA

UPT PUSKESMAS KECAMATAN ALAS


Jl. Pahlawan No. 45 Alas 84353 Telp. (0372) 91122

KERANGKA ACUAN KERJA


PEMBENTUKAN KONSELOR SEBAYA

1. PENDAHULUAN
Remaja Indonesia dengan jumlah yang mencapai 42,2 juta (proyeksi tahun 2002)
atau sekitar 20% dari populasi mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya
muncul dalam bentuk perilaku yang berisiko terhadap kesehatannya. Perilaku berisiko
yang mempengaruhi masalah kesehatan remaja meliputi tumbuh kembang (perubahan
fisik dan psikososial), gizi, penyalahgunaan NAPZA, dan kesehatan reproduksi termasuk
IMS/ISR dan HIV/AIDS.
Upaya Departemen Kesehatan RI untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut
dilakukan melalui pendekatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di
puskesmas. Mengingat jumlah remaja cukup besar dengan permasalahan yang kompleks
serta berdampak sangat besar terhadap kualitas hidup bangsa, maka pengembangan
PKPR di setiap puskesmas tidak dapat ditunda lagi.
2. LATAR BELAKANG

Remaja berada dalam masa transisi/peralihan dari masa kanak-kanak untuk menjadi
dewasa. Secara fisik, remaja dapat dikatakan sudah matang tetapi secara psikis/kejiwaan
belum matang. Beberapa sifat remaja yang menyebabkan tingginya resiko antara lain: rasa
keingintahuan yang besar tetapi kurang mempertimbangkan akibat dan suka mencoba hal-
hal baru untuk mencari jati diri.
Bila tidak diberikan informasi/pelayanan remaja yang tepat dan benar, maka
perilaku remaja sering mengarah kepada perilaku yang beresiko, seperti: penyalahgunaan
NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku yang menyebabkan
mudah terkena infeksi HIV/AIDS, Infeksi menular seksual (IMS), masalah gizi
(anemia/kurang darah, kurang energi kronik (KEK), obesitas/kegemukan) dan perilaku
seksual yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Salah satu upaya PKPR dalam mengikutsertakan remaja adalah melalui pelatihan
konselor sebaya (peer counselor). Konselor sebaya dibutuhkan sebagai tempat curahan
hati(curhat) karena remaja lebih mudah mengkomunikasikan masalahnya kepada
sebayanya. Selain itu, konselor sebaya diharapkan dapat memotivasi dan memberikan
informasi yang benar mengenai kesehatan remaja.

3. TUJUAN
a. Tujuan umum
Membantu petugas PKPR atau pendampingmu untuk menemukan sedini mungkin
masalah kesehatan yang dialami klien sebayamu.
b. Tujuan khusus
1. Meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan masalah
kesehatan khusus remaja,
3. Meningkatkan keterlibatan remaja dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi
pelayanan kesehatan remaja.
4. Menambah wawasan dan teman melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan, dialog
interaktif, Focus Group Discussion (FGD), seminar, jambore, dll
5. Konseling/curhat masalah kesehatan dan berbagai masalah remaja lainnya (dan
kerahasiaannya dijamin)
6. Remaja dapat menjadi peer counselor/kader kesehatan remaja agar dapat ikut
membantu teman yang sedang punya masalah.
4. KEGIATAN POKOK
1. Pemberian informasi dan edukasi
Dilaksanakan di dalam gedung atau di luar gedung secara perorangan atau kelompok
Dilaksanakan oleh guru, pendidik sebaya yang terlatih mengunakan materi dari
puskesmas
Menggunakan metode ceramah Tanya jawab, FGS ( focus group discussion ), diskusi
interaktif yang dilengkapi dengan alat bantu media cetak atau elektronik.
Menggunakan bahasa yang sesuai denga sasaran dan mudah di mengerti.
2. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan
3. Konseling
4. Pendidikan keterampilan hidup sehat ( PKHS )
5. Pelatihan pendidik dan konselor sebaya
6. Pelayanan rujukan : Rujukan kasus ke pelayanan medis yang lebih tinggi, rujukan
social, dan rujukan pranatta hukum.

5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Cara melaksanakan kegiatan
Pemilihan langsung oleh petugas PKPR pada kegiatan pembentukan konselor di
sekolah.
b. Sasaran
Semua remaja dimana saja berada baik di sekolah atau di luar sekolah seperti karang
taruna, remaja mesjid/gereja/vihara/pura, pondok pesantren, asrama, dan kelompok
remaja lainnya.
6. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Evaluasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan disusun pelaporan tentang
hasil hasil yang dicapai.
7. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan

Pelaporan dan evaluasi dilakukan dengan membuat suatu dokumen laporan secara
komprehensif di akhir kegiatan

Alas, Januari 2017


Pengelola Program PKPR Penanggung jawab UKM

(Fatri Herlina, Amd.Keb) (dr. Is Muttaqien)