Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN

Tema : Macam Macam Imunisasi dan Manfaatnya

Tanggal : 12 November 2016

Tempat: Posyandu Balita Kelurahan Bukir

I. LATAR BELAKANG MASALAH

Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit

melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh

lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di

rumah sakit.

Dat terakhir WHO, terdapat kematian balita sekitar 1,4 juta jiwa per tahun akibat

penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya: batuk rejan 294.000(20%), tetanus

198.000(14%), campak 540.000(38%). Di Indonesia sendiri, UNICEF mencatat sekitar

30.000-40.000 anak di Indonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak, ini berarti

setiap du puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak.

Saat ini pemberian imunisasi untuk masyarakat dilakukan di tempat-tempat pelayanan

kesehatan seperti rumah sakit, klinik bersalin, puskesmas, posyandu dan praktek dokter

swasta. Setiap tahun dilayani imunisasi rutin kepada sekitar 4,5 juta (4.485.000) anak usia 0-1

tahun (diberikan vaksin BCG satu kali, polio empat kali, DT/HB tiga kali dan campak pada

usia 9 bulan satu kali).

Hal yang penting diperhatikan adalah keteraturan dalam pemberian imunisasi. Jadwal

disesuaikan dengan kelompok umur yang paling banyak terjangkit penyakit tersebut. Hasil

beberapa penelitian melaporkan bahwa kadar kekebalan (antibodi) yang terbentuk pada bayi

lebih baik daripada anak yang lebih besar, maka sebagian besar vaksin diberikan pada umur 6

bulan pertama kehidupan.

1
Reaksi samping imunisasi dapat disebabkan factor penyimpanan yang kurang

memperhatikan system rantai dingin (cold chain), cara menyuntiknya karena ada vaksin

yang harus disuntikkan ke dalam otot ada juga yang ke lemak. Reaksi samping setelah

imunisasi dapat ditemukan reaksi umum (sistemik) seperti demam ringan setelah imunisasi

DPT. Demam itu sendiri adalah suatu reaksi tubuh ketika membentuk kekebalan. Untuk

mengurangi demam dan rasa tidak nyaman bias diberian obat penurun panas.

Masa depan bangsa Indonesia ditentukan anak-anak yang sehat. Anak-anak sehat akan

menciptakan dunia yang sehat. Sebagai penurus bangsa, anak Indonesia harus sehat secara

fisik maupun mental. Imunisasi adalah pilihan terbaik untuk mencegah penyakit.

Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka

memiliki kesempatan beraktifitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan.

Namun demikian, sampai saat ini masih terdapat masalah-masalah dalam pemberian

imunisai, antara lain sulitnya menjangkau populasi yang tidak dapat terakses fasilitas

kesehatan, pemahaman orang tua yang masih kurang pada sebagian masyarakat, menolak

imunisasi, imunisasi yang terlambat, imunisasi ulangan tidak diberikan, mitos yang salah

tentang imunisasi dan persepsi negative terhadap imunisasi, misalnya pemikiran bahwa

imunisasi dapat menyebabkan efek samping berbahay, yang seharusnya orang tua lebih tajut

kepada penyakitnya daripada efek samping yang pada umunya ringan, kegagalan vaksin-

vaksin baru dank arena takut pada keamanan imunisasi.

Masyarakat seringkali sangat khawatir akan efek samping imunisasi seperti pegal-

pegal dan demam daripada penyakitnya sendiri dan komplikasinya yang dapat menyebabkan

kecatatan dan kematian. Misalnya anak yang terkena campak akan mengalami demam tinggi

yang berpotensi menimbulkan kejang untuk anak yang mempunyai riwayat kejang demam

dan dapat mengalami radang paru atau radang otak sebagai komplikasi campak. Sedangkan

beratnya demam akibat imunisasi campak tidak seberapa apabila dibandingkan penyakitnya.

2
Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan kerja sama lebih erat lagi anatara

masyarakat, orang tua, petugas kesehatan dan pemerintah. Keberhasilan upaya imunisasi

telah terbukti dapat menyelamatkan jiwa manusia dari penyakit infeksi berat seperti polio,

difteri, pertusis, tetanus, campak, hepatitis, dll. Untuk mencapai cakupan tinggi dan merata di

setiap daerah, tentunya tidak bias bekerja sendiri, sangat dibutuhkan kemitraan dengan pihak

professional seperti dengan para petugas medis lainnya. Perawat, bidan dan dokter untuk

turut membantu memberikan pelayanan dan penjelasan pentingnya imunisasi kepada

masyarakat dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya kepada orang tua.

Hambatan yang beruapa rumor dan isu-isu negative tentang imunisasi, amak dengan

pemberian penyuluhan diharapkan memberikan informasi bahwa vaksin yang disediakan

pemerintah aman, telah melalui tahapan-tahapan uji klinik dan izin edar dari BPOM. Vaksin

yang dipakai program imunisasi juga sudah mendapat pengakuan dari Badan International

WHO dan lolos PQ (praqualifikasi).

Berdasarkan latar belakang diatas, sangat diperlukan kegiatan penyuluhan guna

peningkatan pengetahuan masyarakat kuhusnya orang tua mengenai pentingnya imunisasi,

mengetahui jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya, penyakit yang dapat dicegah dengan

pemberian imunisasi, kapan imunisasi tidak boleh diberikan, dan perawatan yang diberikan

setelah imunisasi

II. PERMASALAHAN DI KALANGAN MASYARAKAT

A. Banyak orang tua yang belum mengetahui jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya.
B. Banyak orang tua yang belum mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan
pemberian imunisasi.
C. Banyak orang tua yang belum mengetahui kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
D. Banyak orang tua yang belum mengetahui perawatan yang diberikan setelah
imunisasi.
III. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

3
Metode penyuluhan : Penyuluhan dilakukan dengan dialog dua arah yang

memungkinkan peserta untuk bertanya bebas kepada penyuluh.


Prioritas masalah : Memberikan pemahaman tentang pengertian imunisasi, tujuan

imunisasi, penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, jenis-jenis

imunisasi dan manfaatnya, kapan imunisasi tidak boleh diberikan, keadaan yang

timbul setelah imunisasi, dan perawatan yang diberikan setelah imunisasi.


Intervensi masalah : Penyuluhan tentang pengertian imunisasi, tujuan imunisasi,

penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi, jenis-jenis imunisasi dan

manfaatnya, kapan imunisasi tidak boleh diberikan, keadaan yang timbul setelah

imunisasi, dan perawatan yang diberikan setelah imunisasi.

IV. PELAKSANAAN

Penyuluhan mengenai Imunisasi dilakukan pada tanggal 12 November 2016 di

Posyandu Balita Kelurahan Bukir. Peserta penyuluhan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki

balita yang rutin mengikuti Posyandu Balita di Kelurahan Bukir, peserta berjumlah 28 orang.

Pernyuluhan berlangsunmg dua arah, dimana peserta bebas bertanya.

V. MONITORING DAN EVALUASI DI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pada sesi terakhir, penyuluh memberikan kesempatan untuk peserta menanyakan

tentang imunisasi. Penyuluh juga mengingatkan akan pentingnya imunisasi pada bayi, waktu

pemberian imunisasi, dan penyuluh juga memberitahukan agar ibu-ibu tidak takut dengan

keadaan bayi yang timbul setelah imunisasi.

Mengetahui

Penyuluh Kepala Puskesmas Gading Rejo

4
Kota Pasuruan

dr. Amalia Rosdiani dr. Emmi Wijayanti

NIP 19730828 200604 2 012

LAPORAN PENYULUHAN

Nama Pserta dr. Amalia Rosdiani Tanda Tangan

5
Nama Pendamping dr. Ahmad Shohib, MM Tanda Tangan

Nama Wahana Kota Pasuruan (Puskesmas Bugul Kidul)


Tema Penyuluhan Macam-macam Imunisasi dan Manfaatnya
Tujuan Penyuluhan Agar ibu-ibu mengetahui pengertian, tujuan imunisasi,

macam-macam imunisasi, penyakit yang dapat dicegah,

kapan imunisasi tidak boleh diberikan, keadaan yang timbul

setelah imunisasi, dan perawatan yang diberikan setelah

imunisasi.
Hari/Tanggal Sabtu, 12 November 2016
Waktu 09.30 WIB
Tempat Posyandu Balita Kelurahan Bukir
Jumlah Peserta 24

DOKUMENTASI