Anda di halaman 1dari 6

Stadium III : Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran

menurun dari somnolen sampai koma. Bisa berakibat fatal

berupa terjadinya ensefalopati wernickke dengan gejala

nistagmus, diplopia dan perubahan mental

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan pada kehamilan muda dan

muntah terus-menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun harus

dipikirkan pula kehamilan muda dengan penyebab lain seperti neoplasma,

hipertiroidisme, gangguan saluran cerna, pielonefritis, infeksi keracunan dan

lain-lain.

Penatalaksanaan

Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum dengan jalan memberikan

penjelasan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologis,

berikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan hal yang

fisiologis pada kehamilan muda dan akan hilang kemudian.

1. Penggunaan obat-obatan

Dapat diberikan obat golongan sedatif seperti phenobarbital, vitamin B5

dan B6, intravena, anti histamin dan anti emetik.

2. Isolasi

Penderita dirawat dalam kamar yang terang dan perputaran udara yang

baik. Hanya dokter dan perawat yang masuk kamar penderita sampai

muntah berhent dan penderita mau makan.


3. Terapi Psikologik

Yakinkan penderita bahwa penyakitnya bisa disembuhkan dan hilangkan

rasa takut terhadap kehamilan.

4. Cairan Parenteral.

Untuk koreksi hipovolemia, elektrolit dan ketosis.

5. Penghentian kehamilan

Dipertimbangkan bila keadaan medik dan psikiatrik makin memburuk.

Prognosa

Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gravidarum sangat

memuaskan. Namun demikian pada tingkat yang berat penyakit ini dapat

mengancam jiwa ibu dan janin.


LAPORAN KASUS

Seorang pasien wanita umur 29 tahun masuk KB IGD RS.Dr. M.Djamil

Padang tanggal 8 Agustus 2005 dengan :

Keluhan Utama

Muntah sejak 7 hari yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang

Sejak 7 hari yang lalu, pasien muntah-muntah dan tidak mau makan

sehingga tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Tidak haid sejak 1,5 bulan yang lalu. HPHT lupa, TP sukar ditentukan

Riwayat perdarahan pervaginam disangkal

Mempunyai satu orang anak berumur 5 tahun

Riwayat demam tidak ada, riwayat trauma tidak ada

Buang air besar dan buang air kecil normal

Riwayat Penyakit Dahulu

Tidak ada riwayat penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM dan hipertensi

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada dalam keluarga yang menderita penyakit keturunan, kejiwaan

dan penyakit menular.


Riwayat Perkawinan

Kawin I : tahun 1999

Riwayat Kehamilan / Abortus / Persalinan : 2 / 0 /1

Riwayat Imunisasi : tidak ada

Peineriksaan Fisik

Status Generalis

Keadaan Umum : sedang

Kesadaran : CMC

Tekanan Darah : 90/60 mmhg

Frekwensi Nadi : 105x/menit

Nafas : 24 x/menit,

Suhu : 37,8 0 C.

Mata : konjungtiva : tak anemis , sklera : tak ikterik

Leher : JVP 5 - 2 cm H20 , kel thyroid tak membesar

Kulit : Tak ada kelainan

Thorak :

Jantung

Inspeksi : Ictus tak tampak kuat angkat

Palpasi : Iktus teraba 1 jari med LMCS, RIC V tak kuat angkat

Perkusi : Batas j antung dalam batas normal.

Auskultasi : Irama teratur, bising ( - )


Paru

Inspeksi : Simetris kiri dan kanan.

Palpasi : Fremitus kini sama dengan kanan.

Perkusi : Sonor kiri dan kanan.

Auskultsi : Vesikuler normal, Rhonki (-), Whezing

Abdomen : Status obstetrikus

Genetalia : Status obstetrikus

Ektremitas : Edema -/-, RF +/+ , RP -/-

Status Obstetrikus

Muka : Cloasma Gravidarum (+)

Mamae : Membesar, tegang, areola dan papil hiperpigmentasi,

kolostrum (-)

Abdomen

Inspeksi : Tidak tampak membuncit

Palpasi : FUT 3 jari atas simpisis ossis pubis, Nyeri tekan (-) Nyeri

lepas (-), turgor

Perkusi : timpani

Auskultasi : Bising usus (+) normal

Genitalia

Inspeksi : V/U: tenang


Laboratorium :

Darah : Hb : 15,8 grO/o

Leukosit : 17.000/mm3

Trombosit : 381.000/min3

CT : 4

Urine : Protein (+)

Reduksi (-)

Benda Keton (+)

Hasil USG : Gravid 7-8 minggu

Janin hidup tunggal intra uterine

D/ : G2P1AoH1 Gravid 8-10 minggu + Hiperemesis gravidarum

S/ : Rawat KR

Konsul internis