Anda di halaman 1dari 3

Akuntansi Sektor Publik

Prof.Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt

Nama : Anissa Hakim Purwantini

NIM : 371661

PERBEDAAN PENENTUAN HARGA DI SEKTOR SWASTA DAN PUBLIK

NO FAKTOR SEKTOR SWASTA SEKTOR PUBLIK


. PEMBEDA

1. Intervensi politik Dalam penentuan harga sedikit Dalam penentuan kebijakan


intervensi politik/ campur tangan penetapan harga barang dan jasa
pemerintah, karena penentuan harga publik, tidak lepas dari proses
sepenuhnya diberikan kepada politik karena pemerintah memiliki
perusahaan. andil yang besar dalam penentuan
harga. Intervensi politik yang kuat.
2. Tujuan penentuan Untuk memperoleh profit/keuntungan Non financial, tidak mengutamakan
harga maksimal, mempertahankan profit. Lebih mengutamakan untuk
kelangsungan perusahaan. Contoh pelayanan masyarakat, terciptanya
dalam BSC perspektif financial kesejahteraan mayarakat. Dalam
berada paling atas. BSC perspektif pelanggan berada
paling atas.
3. Pertimbanngan - Penetapan harga barang berkaitan - Penetapan harga pada barang
dalam penentuan dengan pertimbangan seberapa publik ditujukan untuk
harga besar profit yang diinginkan. mengganti biaya penyediaan
- Mempertimbangkan faktor
barang tersebut, bukan untung.
internal dan eksternal perusahaan - Mempertimbangkan kondisi
seperti tujuan pemasaran, bauran eksternal seperti kondisi
pemasaran, sifat pasar, ekonomi, politik.
persaingan.
4. Waktu dan proses Tidak membutuhkan waktu yang Dalam proses penetapan harga
dalam penetapan lama dalam proses penentuan memakan waktu yang lama karena
harga penetapan harga, karena sudah ada harus melakukan kajian-kajian
rumus-rumus yang pasti dalam untuk memperoleh kebijakan yang
menentukan harga produk dan tepat sasaran. Sangat birokratis.
Akuntansi Sektor Publik
Prof.Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt
terserah perusahaan dalam
mengambil kebijakan harga.
Penentuan harga tidak rumit.
5. Pertimbangan harga Dalam pertimbangan penetapan Lebih mempertimbangkan tingkat
terhadap Daya Beli harga, penyesuaian harga terhadap kemampuan daya beli masyarakat
daya beli masing-masing konsumen secara keseluruhan.
sudah ada tingkatannya.
6. Aturan penentuan Dalam penentuan harga tidak terlalu Terikat oleh aturan-aturan yang
harga terikat aturan, lebih fleksibel. ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang seperti adanya peraturan
Perundang-undangan.
7. Strategi - Cost pricing, mark-up pricing, - Terdapat beberapa alternatif dalam
(pertimbangan) cost-plus pricing, target pricing menentukan harga seperti: two
- Penetapan harga berdasarkan
penentuan harga part tariffs, peak-load tariffs, full
suatu kombinasi barang secara
cost recovery, diskriminasi
fisik ditambah beberapa jasa lain,
harga.
serta profit yang diinginkan.
- Terdapat pertimbangan dasar
penetapan harga dengan
pendekatan geografis
8. Transparansi dan - Tidak dibutuhkan transparansi ke - Sangat menekankan
rincian pembebanan publik dalam rincian penetapan transparansi kaitannya dengan
harga harga, hanya internal perusahaan Undang-Undang No. 14 Tahun
saja. 2008 tentang keterbukaan
informasi publik.
- Rincian pembebanan harga
lebih rinci.
9. Pertimbangan selera Individual choice, dituntut Pilihan kolektif.
dalam menentukan untuk memenuhi selera dan Berdasarkan pada tuntutan
harga pilihan individu, sehingga masyarakat, sehingga dalam
penentuannya harganya menentukan penetapan
bervariasi sesuai permintaan harga lebih rumit.
individu.
10. Subsidi Tidak mempertimbangkan Mempertimbangkan subsidi
subsidi dalam penetapan dalam penetapan harga,
harga, hanya kebijakan harga terutama terhadap barang
Akuntansi Sektor Publik
Prof.Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt
melalui diskon. yang menguasai hajat hidup
orang banyak seperti BBM.

Sumber: Halim, Abdul. 2012. Teori, Konsep, dan Aplikasi Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat