Anda di halaman 1dari 22

STANDAR 5

KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK

5.1 Kurikulum

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, bahan kajian, bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian hasil belajar
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan
tinggi.

Kurikulum seharusnyamemuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam


kompetensi utama, pendukung dan lainnyayang mendukung tercapainya tujuan,
terlaksananya misi, dan terwujudnya visiprogram studi. Kurikulummemuatmata
kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan
keleluasaan pada peserta didik untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian
sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus,
rencana pembelajaran dan evaluasi.
Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan
kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills
danketerampilan kepribadian dan perilaku (soft skills)yangdapat diterapkan dalam berbagai
situasi dan kondisi.

5.1.1 Kompetensi

Uraikan secara ringkas kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang merupakan
kekhususan atau keunggulan program studi.
Program pendidikan dokter spesialis Radiologi FK UGM mendasarkan pada kurikulum
Kolegium Radiologi Indonesia 2012 yang berbasis pada organ yang dalam
pembelajarannya dengan pendekatan multi modalitas. Kolegium Radiologi Indonesia
memakai istilah kompetensi umum dan komptensi khusus, setara dengan kompetensi
utama, pendukung dan lainnya, yang meliputi :

A. BIDANG PENDIDIKAN
1. Menguasai kompetensi dokter spesialis Radiologi sehingga mampu memberikan
pelayanan Radiologi secara paripurna tingkat spesialistik berdasarkan Evidence Based
Medical Imagingyang bertaraf nasional dan internasional.
2. Menguasai dan mengembangkan kompetensi unggulan Woman Imaging,biomolecular
imaging dan radiologi intervensi.
3. Mampu menerapkan aspek etika, komunikasi efektif, kerjasama tim, dan keselamatan
pasien dalam implementasi pengembangan ilmu yang diraih.
4. Melakukan pengembangan diri melalui karya ilmiah serta berpartisipasi dalam
pertemuan dan acara ilmiah baik nasional dan internasional sehingga memiliki daya
saing global.
5. Memiliki kemampuan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi khususnya
Sistem Informasi Radiologi termasuk teleradiologi yang terintegrasi dengan Sistem
Informasi Rumah Sakituntuk kegiatan belajar mengajar.
6. Mempraktikkan belajar seumur hidup secara mandiri (long-life self directed learning).

B. BIDANG PENELITIAN
1. Memiliki kemampuan merancang, mengorganisasikan serta melaksanakan penelitian
kedokteran di bidang Radiologi.
2. Menghasilkan produk penelitian kedokteran di bidang Radiologi sesuai prioritas
pembangunan yang meliputi penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian
kebijakan serta unggul di tingkat nasional dan internasional.

C. BIDANG PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


1. Menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan
masalah kesehatan masyarakat di bidang Radiologi.
2. Menghasilkan lulusan yang mampu bekerja sama baik internal maupun lintas sektoral
dalam pembangunan bangsa dan negara terutama di bidang Radiologi.
3. Menghasilkan lulusan yang memiliki kreativitas dan inovasi untuk menyesuaikan
dengan kondisi tempat bekerja berdasarkan kompetensi standar dalam ruang lingkup
sistem pelayanan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional.

Kompetensi yang menjadi unggulan program studi Radiologi FK UGM adalah kompetensi
Woman Imaging dan Radiologi Intervensi. Pelayanan Woman Imaging didukung oleh
sarana dan prasarana di RSUP Dr. Sardjito berupa alat mammografi dan gedung
Integrated Cancer Centre (ICC). Jumlah kasus, penelitan dan pertemuan tim multidisipiner
di bidang Woman Imagingsangat banyak, khususnya kanker payudara. Radiologi
Intervensi di Instalasi Radiologi RSUP DR.Sardjito/FK UGM didukung oleh fasilitas dua
ruangan Radiologi Intervensi (cathteterization suite/cathlab). Prosedur tindakan yang rutin
dilakukan antara lain adalah Digital Substraction Angiography (DSA), phlebography,
Transarterial Chemoembolization (TACE) dan Transarterial Chemoinfusion (TACI),
drainage bilier dan biopsy guided. Pelayanan Radiologi Intervensi meliputi penanganan
kasus yang variatif.Jumlah prosedur radiologi intervensi setiap bulan rata-rata sebanyak 20
tindakan, terutama pada kasus-kasus tindakan TACE, yang telah menghasilkan penelitian
program doktor (S3).
Kompetensi unggulan lainnya berupa biomolecular imaging sedang dalam pengembangan.
Kompetensi lainnya berupa penugasan ilmiah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
kurikulum di sampaikan pada forum rutin ilmiah pagi, penilaian profesional behaviour
dilakukan secara objektif dengan sistem pelaporan presensi dan penilaian 360 derajat.

Catatan:Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung dan lainnya dapat dilihat pada
Kepmendiknas Nomor 045/U/2002, dan Standar Kompetensi DokterSpesialis dan
Dokter Gigi Spesialis Tahun 2008 dari Kolegium Dokter Spesialis dan
Dokter Gigi Spesialis Indonesia.

Dokumen pendukung 5.1.1adalah sebagai berikut:


1. Permenristekdikti 44 Tahun 2015
2. Permenristekdikti 2 Tahun 2016
3. Rencana Strategis FK UGM 2013-2017
4. Rencana Strategis Bagian Radiologi FK UGM
5.1.2 Jelaskan struktur kurikulum (perkuliahan, tugas khusus, operasi,bedside teaching,
case presentation, laporan jaga, dll),keterkaitan di antaranya, serta ketepatan
waktu pelaksanaannya.
Beban studi program studi Radiologi sejumlah 114SKS yang ditempuh dalam 7 semester
sesuai dengan SK Kepmendiknas No. 045/U/2002, yang terbagi menjadi 3 tahapan yaitu
tahap I, tahap II, dan tahapIII. Secara garis besar proses penyampaian tujuan pembelajaran
melalui perkuliahan, diskusi interaktif, book reading, laporan jaga; penugasan ilmiah berupa
journal reading (9 buah), laporan kasus (3 buah), referat (3 buah), penelitian akhir (1 buah);
dan pelayanan Radiologi diagnostik di Instalasi Radiologi RSUP DR. Sardjito berupa photo
reading, bedside teaching, case based discusion.
Seluruh proses pembelajaran dijabarkan dalam struktur kurikulum.
Pelaksanaan seluruh proses di atas terdapat pada berita acara ilmiah harian dan daftar
presensi ilmiah.

PETA KURIKULUM RADIOLOGI FK UGM


SEME
ROTASI STASE PENUGASAN ILMIAH
STER

UJIAN KOMPETENSI TAHAP 3


(NASIONAL)
KAR
Penen
YA Bimbi
Pra tuan
ILMI ngan
RI III RA II KUN Akhir
AH dan
KRI kandi
AKH ujian
dat
IR 3
Bulan Bulan Bula Bula Bulan Bulan
1 2 n3 n4 5 6
TANGG
UNG
JAWAB KARYA ILMIAH
UJIAN : STASE, ILMIAH, P. Behaviour 2 AKHIR 2
(Jaga
on call)

Toraks Msk UG Neuro


RI II GI V
V V V IV

Bulan Bulan Bula Bula Bulan Bulan


1 2 n3 n4 5 6
NEU
MSK Nuklir
UG IV PD II RO RI I
IV II *
III
Bulan Bulan Bula Bula Bulan Bulan
1 2 n3 n4 5 6

UJIAN KOMPETENSI TAHAP 2


MENDI
1
DIK 2
UJIAN : STASE, ILMIAH, P. Behaviour (Jaga
Lap 1 Referat
sus
on site)
NUK
R.TER TORA
RA I LIR I KL II GI IV
API X IV
*
Bulan Bulan Bula Bula Bulan Bulan
Kolegium Radiologi Indonesia menetapkan modul yang kemudian disesuaikan dengan
subdivisi yang berlaku di Departemen Radiologi FK UGM yaitu: Fisika dan Proteksi Radiasi,
Kegawatdaruratan Radiologi,Radiologi Toraks, Radiologi Muskuloskeletal, Radiologi
Abdomen, Radiologi Pencitraan Payudara dan Reproduksi Perempuan, NeuroRadiologi
dan Radiologi Kepala dan Leher, Radiologi Anak, Radiologi Kardiovaskular dan Intervensi,
Radiologi Forensik, Radiologi Biomolekuler.
Pada semester pertama, peserta PPDS Radiologi akan menjalani Tahap 1 yang akan
mendapatkan materi-materi dasar dari modul-modul yang diperuntukkan untuk Tahap
tersebut, kemudian peserta PPDS akan menjalani ujian jenjang dasar. Bila lulus ujian
jenjang dasar, peserta PPDS akan masuk ke Tahap 2 selama 15 bulan berikutnya. Di akhir
masa Tahap 2, peserta kembali akan menjalani ujian jenjang lanjut; dan bila lulus,
mahasiswa PPDS akan masuk ke Tahap 3 selama 13 bulan berikutnya.

Dalam pelaksanaannya mahasiswa PPDS akan melewati proses pembelajaran dan


pelatihan keterampilan di setiap stase/divisi. Proses pembelajaran dan pelatihan
keterampilan yang diberikan dalam bentuk foto reading, laporan pagi, laporan kasus,
presentasi jurnal, presentasi referat, kuliah umum, kuliah pakar, dan kegiatan
praktikum/keterampilan.

Lama Pendidikan PPDS Radiologi


Berdasarkan Surat Keputusan Kolegium Radiologi Indonesia (KRI) No. 4/SK/X/2011
tertanggal 8 November 2011, lama pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis
Radiologi di FK UGM adalah 7 (tujuh) semester.

Kegiatan Pembelajaran
Tujuan pendidikan diharapkan tercapai melalui beberapa program pembelajaran sebagai
berikut:
1. Tahap 1
Program pendidikan semester pertama yang terdiri dari modul-modul dasar yang
membekali mahasiswa PPDS tentang aspek Radioanatomi dasar, pengembangan
keterampilansoftskill, dan pengenalan awal pengetahuan keprofesionalan seperti dasar-
dasar Fisika dan Proteksi Radiasi, Kegawatdaruratan RadiologiRadiologi Toraks,
Radiologi Muskuloskeletal, Radiologi Abdomen,Neuroradiologi dan Radiologi Kepala
dan Leher.

2. Tahap 2
Program pendidikan semester kedua sampai pertengahan semester keempat yang
terdiri dari modul-modul lanjut yang membekali mahasiswa PPDS tentang aspek
pengenalan lanjutan pengetahuan keprofesionalan sepertiRadiologi Toraks, Radiologi
Muskuloskeletal, Radiologi Abdomen,Neuroradiologi dan Radiologi Kepala dan Leher,
Radiologi Kardiovaskular dan Intervensi, Radiologi Forensik, Radiologi Biomolekuler.

3. Tahap 3
Program pendidikan semester kelima sampai ketujuh yang terdiri dari modul- modul
yang melatih kemandirian mahasiswa PPDS dalam mengenali, menganalisis dan
mendiagnosis melalui pengetahuan keprofesionalan seperti Radiologi Toraks,
RadiologiMuskuloskeletal, Radiologi Abdomen, Radiologi Pencitraan Payudara dan
Reproduksi Perempuan, Neuroradiologi dan Radiologi Kepala dan Leher, Radiologi
Anak, Radiologi Kardiovaskular dan Intervensi, Radiologi Forensik, Radiologi
Biomolekuler, Radiologi Nuklir, Radioterapi.

Dalam mempelajari modul-modul dan pelatihan keterampilan tersebut, mahasiswa PPDS


terbagi ke dalam 38 stase selama jangka waktu pendidikan.

Rincian proses pembelajaran dan pelatihan keterampilan yang dilakukan PPDS Radiologi
FK UGM:
1. Kegiatan photo reading: dilakukan setiap hari di dalam masing-masing stase
dibimbing oleh Dosen yang telah ditentukan.
2. Kegiatan laporan pagi: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
menjalani tugas jaga malam sebelumnya dibimbing oleh Dosen.
3. Kegiatan book reading: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
terjadwal untuk presentasi sebuah bab dari buku teks yang telah ditentukan.
4. Kegiatan laporan kasus: pemaparan sebuah kasus yang telah disetujui oleh Dosen
pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang peserta
PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 kasus selama masa pendidikan.
5. Kegiatan presentasi jurnal: pemaparan sebuah jurnal internasional yang telah
disetujui oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara
ilmiah. Seorang peserta PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 9 jurnal
internasional selama masa pendidikan.
6. Kegiatan presentasi referat: pemaparan sebuah referat yang telah disetujui oleh
Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang
peserta PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 referat selama masa pendidikan.
7. Kegiatan kuliah umum: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen pengampu
Radiologi baik untuk kalangan internal Departemen Radiologi maupun terbuka untuk
kalangan eksternal. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan minimal 1 x
dalam setiap bulannya.
8. Kegiatan kuliah pakar: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa atau
Pakar Bidang tertentu. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan minimal
1 x dalam 3 bulan.
9. Kegiatan bedside teaching: diskusi per kelompok stase dipandu oleh seorang dosen
pembimbing yang dilakukan setiap hari dengan dosen yang telah terjadwal pada setiap
stase.
10. Kegiatan konferensi klinis: pemaparan sebuah kasus yang dibahas bersama-sama
dengan departemen lain sesuai permasalahan kasus klinis yang diangkat dan
disampaikan dalam jam acara ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PPDS beserta
seorang Dosen pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
11. Kegiatan jaga on site dan oncall: kegiatan yang dijalani oleh mahasiswa PPDS
secara terjadwal di luar jam kerja setiap bulannya selama 5 semester pertama.
12. Kegiatan pembuatan presentasi ilmiah: pemaparan sebuah kasus yang telah
disetujui oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam bentuk poster
atau presentasi dalam suatu pertemuan ilmiah.
13. Kegiatan keterampilanstase lapangan: semua jenis keterampilan yang disesuaikan
dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang PPDS Radiologi sesuai jadwal
stasenya masing-masing (kemampuan/keterampilan anamnesis, keterampilan
ultrasonografi, keterampilan melaksanakan prosedur-prosedur pemeriksaan Radiologi,
interpretasi foto konvensional, dan lain-lain).
14. Kegiatan magang: kegiatan komprehensif pengaplikasian ilmu yang dijalani seorang
mahasiswa PPDS di rumah sakit atau instansi yang telah memiliki perjanjian kerjasama.
15. Kegiatan penelitian/tugas akhir: di akhir masa pendidikan, peserta PPDS Radiologi
diwajibkan membuat 1 buah penelitian dengan judul yang sudah disetujui oleh Dosen
pembimbing dan disampaikan dalam sidang usulan penelitian serta sidang tugas akhir,
sebagai syarat ujian nasional (BPNRI/KUNKRI)

Dokumen pendukung 5.1.2adalah sebagai berikut:


1. Buku Panduan PPDS Radiologi Tahun 2017
2. Tabel Pengajuan Presentasi Karya Ilmiah PPDS Radiologi FK UGM
3. Standar Prosedur Operasional Referat
4. Standar Prosedur Operasional Tesis Penelitian
5. Standar Prosedur Operasional Textbook Reading
6. Standar Prosedur Operasional Journal Reading
7. Standar Prosedur Operasional Laporan Kasus
8. Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Radiologi Tahun 2012
9. Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi 2016
10. Notulensi Rapat Kurikulum PPDS Radiologi FK UGM (6 Feb 2016)
11. Kerangka Dasar Kurikulum Universitas Gadjah Mada

5.1.3 Pencapaian kompetensi lulusan tiga tahun terakhir.


5.1.3.1 Lengkapi tabel berikut untuk data lulusan tiga tahun terakhir.

Prosedur Pencapaian Kompetensi Rata-rata Pencapaian Selama Pendidikan per


No.
Umum Lulusan
(1) (2) (3)
1 Etika : Peserta PPDS dinilai oleh staf pendidik,
Etika profesionalisme Peserta kolega, paramedic dan radiographer
didikKedokteran Radiologiadalah secara menyeluruh melalui penilaian 360
untuk menjadi dokter Spesialis
Kedokteran Radiologiyang baik dan
bermanfaat bagi masyara kat yang
mempunyai kemampuan yang baik:

1. Sikap terhadap penderita 1. Sangat baik : 95% Baik : 5%


2. Sikap terhadap Staf pendidik 2. Sangat baik : 95% Baik : 5%
&Kolega
3. Sikap terhadap paramedis dan non 3. Sangat baik : 95% Baik : 5%
paramedis
4. Disiplin dan tanggung jawab 4. Sangat baik : 95% Baik : 5%
5. Ketaatan pengisian dokumen medik 5. Sangat baik : 95% Baik : 5%
6. Ketaatan tugas yang diberikan 6. Sangat baik : 95% Baik : 5%
7. Ketaatan melaksanakan pedoman 7. Sangat baik : 95% Baik : 5%
penggunaan obat dan alat

2 Komunikasi : Peserta PPDS dinilai oleh staf pendidik,


Komunikasi terhadap kolega, pasien/ kolega, paramedic dan radiographer
keluarga, paramedis dan staf pengajar secara menyeluruh melalui penilaian 360
dilakukan dengan :
1. Jujur 1. Sangat baik: 96% Baik: 2%Cukup: 2%
2. Terbuka 2. Sangat baik: 96% Baik: 2% Cukup: 2%
3. Bersikap baik 3. Sangat baik: 96% Baik: 2% Cukup: 2%

3 Kerjasama Tim : Peserta PPDS dinilai oleh staf pendidik,


kolega, paramedic dan radiographer
secara menyeluruh melalui penilaian 360

1. Kerjasama yang baik antara kolega, 1. Sangat baik: 96% Baik : 2%Cukup : 2%
dokter, perawat, karyawan
kesehatan, pasien dan keluarga
pasien
2. Bisa bekerjasama dalam bentuk tim 2. Sangat baik: 96% Baik : 2% Cukup : 2%
secara harmonis untuk pelayanan
secara optimal

4 Patient safety Peserta PPDS dinilai oleh staf pendidik,


Mengikuti kaidah-kaidah Patient kolega, paramedic dan radiographer
Safety secara menyeluruh melalui penilaian 360
IPSG 1-6: Identifikasi, Cuci tangan,
Time Out, Komunikasi efektif, Sangat baik : 98% Baik : 2%
Prosedur Pencapaian Kompetensi Rata-rata Pencapaian Selama Pendidikan per
No.
Umum Lulusan
(1) (2) (3)
Pencegahan Infeksi, Pemberian
Obat.

5.1.3.2 Lengkapi tabel berikut untuk data lulusan tiga tahun terakhir.

Rata rata Pencapaian Selama Pendidikan


No. Kompetensi
per angkatan Lulusan
(1) (2) (3)
Kompetensi Radiologi Dasar : Lulusan masuk kompetensi Tahap II
1. Mampu menerapkan Fisika 1. Lulus : 100%Tidak lulus : 0%
radiologi
2. Mampu menerapkan Proteksi 2. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
radiasi
3. Mampu menerapkan Radiologi 3. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
anatomi
4. Mampu menerapkan Radiologi 4. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
positioning
5. Mampu melaksanakan 5. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
tindakan Radiologi
konvensional dan pemeriksaan
kontras hingga membuat
ekspertise

5.1.3.3. Lengkapi tabel berikut untuk data lulusan tiga tahun terakhir.

Kompetensi Radiologi Lanjut Lulusan masuk kompetensi Tahap III


1. Mampu meakukan 1. Lulus : 100%Tidak lulus : 0%
pemeriksaan dan tindakan
ultrasound serta turunannya
2. Mampu melakukan 2. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
pemeriksaan dantindakan CT
serta hybridanya
3. Mampu melakukan 3. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
pemeriksaan dan tindakan
MRI serta hybridanya
4. Mampu melakukan 4. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
pemeriksaan dan tindakan
Radionuklir serta hybridanya
5. Mampu melakukan 5. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
pemeriksaan dan
tindakanIntervensi radiologi
serta hybridanya
6. Mampu meakukan 6. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
pemeriksaan
7. Dexa (Dual x-ray) Bone 7. Lulus : 100% Tidak lulus : 0%
densitometry

Dokumen pendukung 5.1.3adalah sebagai berikut:


1 Daftar Kompetensi Residen PPDS Radiologi FK UGM
2 Daftar Nilai Tesis Residen Radiologi FK-UGM
3 Data Kegiatan Ilmiah Tahun 2016
5.1.4Proses pembelajaran dalam upaya pencapaian kompetensi.

Dalam rangka pencapaian kompetensi, jelaskan pelaksanaan:


(1) Photo reading / Desk side teaching (informasi frekuensi kegiatan per minggu)
(2) Bed side teaching (informasi frekuensi kegiatan per minggu)
(3) Laporan kasus(informasi jumlah kegiatan per bulan)
(4) Tinjauan pustaka (informasi jumlah kegiatan per bulan)
(5) Journal reading(informasi frekuensi journal reading per tahun)
(6) Laporan jaga / laporan pagi
(7) Diskusi multi disiplin (informasi frekuensi kegiatan per tahun)

Pelaksanaan kegiatan ilmiah dilakukan setiap hari pukul 07.00-09.00 WIB di ruang kuliah
Kedokteran Nuklir, Gedung Radioterapi dan Kedokteran Nuklir RSUP DR. Sardjito.
Dalam setiap pertemuan ilmiah harian, pukul 07.00-08.00 diisii dengan laporan kasus
jaga dan book reading, pukul 08.00-09.00 diisi dengan journal reading, laporan kasus
dan/atau referat.
Kegiatan pelayanan Radiologi dignostik dilaksanakan sejak pukul 09.00-16.00 meliputi
photo reading, bedside teaching, dan tutorial case base discusion.
Konferensi klinis multidisiplin berupa pemaparan sebuah kasus yang dibahas bersama-
sama dengan program studi lain, yaitu Bagian Anak, Bedah Digestif, Orthopedi, PA, PK
dll. Jadwal dan frekuensi kegiatan diskusi menyesuaikan dengan permasalahan kasus
klinis yang diangkat.
Pertemuan rutin regional PDSRI dilakukan setiap 6 bulan sekali.
Seluruh data ilmiah dapat diakses secara online melalui http://ppdsrad-ugm.com.

Rincian proses pembelajaran dan pelatihan keterampilan yang dilakukan PPDS Radiologi
FK UGM:
1. Kegiatan photo reading: dilakukan setiap hari di dalam masing-masing stase
dibimbing oleh Dosen yang telah ditentukan.
2. Kegiatan laporan pagi: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
menjalani tugas jaga malam sebelumnya dibimbing oleh Dosen.
3. Kegiatan book reading: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
terjadwal untuk presentasi sebuah bab dari buku teks yang telah ditentukan.
4. Kegiatan laporan kasus: pemaparan sebuah kasus yang telah disetujui oleh Dosen
pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang peserta
PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 kasus selama masa pendidikan.
5. Kegiatan presentasi jurnal: pemaparan sebuah jurnal internasional yang telah
disetujui oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara
ilmiah. Seorang peserta PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 9 jurnal
internasional selama masa pendidikan.
6. Kegiatan presentasi referat: pemaparan sebuah referat yang telah disetujui oleh
Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang
peserta PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 referat selama masa
pendidikan.
7. Kegiatan kuliah umum: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen pengampu
Radiologi baik untuk kalangan internal Departemen Radiologi maupun terbuka untuk
kalangan eksternal. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan minimal 1
x dalam setiap bulannya.
8. Kegiatan kuliah pakar: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa atau
Pakar Bidang tertentu. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan
minimal 1 x dalam 3 bulan.
9. Kegiatan bedside teaching: diskusi per kelompok stase dipandu oleh seorang dosen
pembimbing yang dilakukan setiap hari dengan dosen yang telah terjadwal pada
setiap stase.
10. Kegiatan konferensi klinis: pemaparan sebuah kasus yang dibahas bersama-sama
dengan departemen lain sesuai permasalahan kasus klinis yang diangkat dan
disampaikan dalam jam acara ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PPDS
beserta seorang Dosen pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
11. Kegiatan jaga on site dan oncall: kegiatan yang dijalani oleh mahasiswa PPDS
secara terjadwal di luar jam kerja setiap bulannya selama 5 semester pertama.
12. Kegiatan pembuatan presentasi ilmiah: pemaparan sebuah kasus yang telah
disetujui oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam bentuk poster
atau presentasi dalam suatu pertemuan ilmiah.
13. Kegiatan keterampilanstase lapangan: semua jenis keterampilan yang disesuaikan
dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang PPDS Radiologi sesuai jadwal
stasenya masing-masing (kemampuan/keterampilan anamnesis, keterampilan
ultrasonografi, keterampilan melaksanakan prosedur-prosedur pemeriksaan
Radiologi, interpretasi foto konvensional, dan lain-lain).
14. Kegiatan magang: kegiatan komprehensif pengaplikasian ilmu yang dijalani seorang
mahasiswa PPDS di rumah sakit atau instansi yang telah memiliki perjanjian
kerjasama.
15. Kegiatan penelitian/tugas akhir: di akhir masa pendidikan, peserta PPDS Radiologi
diwajibkan membuat 1 buah penelitian dengan judul yang sudah disetujui oleh Dosen
pembimbing dan disampaikan dalam sidang usulan penelitian serta sidang tugas
akhir, sebagai syarat ujian nasional (BPNRI/KUNKRI).

Dokumen pendukung 5.1.4adalah sebagai berikut:


1. Undangan dan Absen Clinico Radiology Conference (CRC)
2. Jadwal Ilmiah Residen Radiologi 2015-2016
3. RPKPS

5.2 Penilaian seluruh buku panduan/buku modul/ logbook dalam satu tahun terakhir.

Tidak Ada/
Status:
Ada
Nama Mata Kuliah/ Baru/ Berlaku Mulai
No. Perubahan Alasan
Modul/Logbook Lama/ Sem./Th.
pada
Hapus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Log book Ada revisi Perubahan format Baru Januari 2015
2015 log book dari hard
copy menjadi log
book digital (e-log
book)
2 Buku raport Tidak ada Masih sesuai Lama -
revisi kurikulum
3 Buku panduan Ada revisi Perubahan lama Baru Januari 2015
2015 2015 masa studi
penyesuaian
kurikulum tahun
2014
4 Modul Fisika Tidak ada Masih sesuai Lama -
Radiologi dan revisi kurikulum
Proteksi Radiasi
5 Modul Pencitraan Tidak ada Masih sesuai Lama -
Thoraks revisi kurikulum
6 Modul Tidak ada Masih sesuai Lama -
Muskuloskletal revisi kurikulum
7 Modul Urogenital Tidak ada Masih sesuai Lama -
revisi kurikulum
8 Modul Tidak ada Masih sesuai Lama -
Gastrointestinal revisi kurikulum
9 Modul Tidak ada Masih sesuai Lama -
NeuroRadiologi revisi kurikulum
10 Modul Head and Tidak ada Masih sesuai Lama -
Neck revisi kurikulum
11 Modul Radiologi Ada revisi Penyesuaian Baru Januari 2017
Vascular dan tahun 2016 dengan kurikulum
Intervensional baru
12 Modul Ada revisi Penyesuaian Baru Januari 2017
Biomolecular tahun 2016 dengan kurikulum
Imaging baru
13 Modul Kedokteran Ada revisi Penyesuaian Baru Januari 2017
Nuklir tahun 2016 dengan kurikulum
baru
14 Modul Pencitraan Ada revisi Penyesuaian Baru Januari 2017
Payudara tahun 2016 dengan kurikulum
baru
15 Standar Ada revisi 2 Penyesuaian Baru Januari 2013
Operational Januari dengan evidence
Procedure 2013 based terbaru

Dokumen pendukung 5.2 adalah sebagai berikut:


1. Buku Laporan Kegiatan Residen Radiologi
2. Draft Kurikulum Radiologi Tahun 2015
3. Kurikulum PPDS Radiologi Tahun 2006
4. Panduan Kurikulum PPDS Radiologi Tahun 2012
5. Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Radiologi Tahun 2012
6. Jadwal Kuliah Fisika Radiasi
7. Materi Kuliah Dasar Fisika Radasi
8. Modul Breast Radiology, biomolecular imaging, vaskuler dan radiologi intervensi

5.3 Pelayanan RS Pendidikan Utama dan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit

Kinerja pelayanan institusi merupakan jumlah operasi/tindakan yang dilakukan institusi


pendidikan baik di dalam institusi maupun di lahan pendidikan lainnya (RS Pendidikan Afiliasi
dan Satelit).

Lengkapi tabel berikut untuk data dalam satu tahun terakhir.


Instalasi Radiologi Diagnostik RSUP DR. Sardjito tahun 2016
Jumlah
No. Jenis Tindakan
Tindakan Morbiditas Mortalitas
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pemeriksaan Polos 44027 0 0
2 Pemeriksaan Kontras 2549 0 0
3 Intervensi Radiologi 96 0 0
4 Pemeriksaan USG 14284 0 0
Total 60956 0 0

Instalasi Radioterapi RSUP DR. Sardjito tahun 2016


Jumlah
No. Jenis Tindakan
Tindakan Morbiditas Mortalitas
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Cobalt 5236 0 0
2 Linac 15455 0 0
3 Brachytherapy 0 0 0
Total 20691 0 0
Instalasi Radiologi Diagnostik RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro tahun 2016
Jumlah
No. Jenis Tindakan
Tindakan Morbiditas Mortalitas
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pemeriksaan Polos 968 0 0
2 Pemeriksaan Kontras 92 0 0
3 Pemeriksaan USG 52 0 0
Total 1112 0 0

Instalasi Radiologi RS Bethesda tahun 2016


Jumlah
No. Jenis Tindakan
Tindakan Morbiditas Mortalitas
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pemeriksaan MRI 1528 0 0
Total 1528 0 0

Dokumen pendukung 5.3 adalah sebagai berikut:


1. Pelayanan Radiologi RSS Tahun 2016
2. Jumlah Layanan Radiologi Tahun 2016
3. Laporan Pelayanan Radiologi RSUP Klaten
4. Laporan Radiologi Pelayanan MRI RS Bethesda
5. Rekap Tindakan AJH dan Biopsi Guiding tahun 2015 dan 2016

5.4Pelaksanaan pembimbingan karya tulis ilmiah yang diterapkan pada PS ini.

5.4.1 Jelaskan ketersediaan panduan pembimbingan karya tulis ilmiah, sertakonsistensi dan
efektivitas pelaksanaannya.

Program Studi Radiologi FK UGM menggunakan buku panduan karya tulis ilmiah yang
dimiliki oleh program S2 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Untuk menjaga konsistensi dan efektifitas pelaksanaan disusun pula SOP pelaksanaan
kegiatan ilmiah yang terdiri dari textbook reading, journal reading, referat, dan laporan kasus
sebagai dasar pendukung penulisan karya tulis ilmiah akhir.
Pengawasaan terhadap pelaksanaan SOP dilakukan oleh tim pengendali mutu karya ilmiah
yang dibentuk dengan tugas utama merekomendasi suatu karya ilmiah boleh
dipersentasikan atau tidak berkaitan dengan konten, metodologi dan format karya ilmiah.
Proses tersebut dicatat dalam buku kendali penugasan karya ilmiah PPDS Radiologi FK
UGM.
Program studi menyediakan berbagai panduan tertulis yang digunakan sebagai acuan oleh
mahasiswa maupun pembimbing dalam sistem pembimbingan penelitian karya ilmiah akhir.
Pengelola program studi memastikan panduan tertulis disosialisasikan kepada mahasiswa
dan pembimbing untuk dilaksanakan dengan konsisten. Selain itu, program studi
juga menetapkan kebijakan pembimbingan, mekanisme penunjukan pembimbing dan
mahsiawa bimbingan serta proses pembimbingan dalam sistem pembimbingan penelitian
karya ilmiah akhir.

Ketersediaan Panduan
Berbagai panduan yang berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan kualitas penelitian
karya ilmiah akhirtelah disediakan oleh program studi seperti:
1. Panduan penulisan proposal dan penulisan karya ilmiah akhir sebagai acuan bagi
mahasiswa untuk dapat menulis proposal dan karya ilmiah akhir yang baik dan benar
2. Panduan untuk mengajukan surat kelayakan penelitian dari Komisi Etik Kedokteran
dan Kesehatan FK UGM
3. Instruksi kerja penggunaan alat tersedia untuk setiap alat yang ada di masing-masing
ruang pemeriksaan
4. Kartu kendali penelitian sebagai panduan bagi mahasiswa untuk mendokumentasikan
setiap kegiatan penelitian yang dilakukan
5. Panduan penulisan naskah publikasi dari hasil penelitian karya ilmiah akhir

Kebijakan Pembimbingan
Program studi menerapkan kebijakan pembimbingan karya ilmiah akhir sesuai dengan
kebijakan yang berlaku baik ditingkat fakultas, universitas maupun nasional. Beberapa
kebijakan tentang pembimbingan karya ilmiah akhir adalah sebagai berikut:
1. Dalam melakukan penelitian karya ilmiah akhir, mahasiswa mendapatkan
bimbingan sekurang-kurangnya dua orang pembimbing yang bertindak sebagai
pembimbing utama dan pembimbing pendamping
2. Syarat akedemik pembimbing utama karya ilmiah akhir adalah dosen program studi
yang sekurang-kurangnya bergelar doktor (S3) dengan jabatan akademik sekurang-
kurangnya lektor
3. Syarat pembimbing pendamping adalah dosen yang sekurang-kurangnya bergelar
spesialis konsultan [Sp. (K)]
4. Pembimbing akademik dapat juga sekaligus menjadi pembimbing karya ilmiah akhir
apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan di atas dan mempunyai bidang
ilmu yang sesuai dengan topik penelitian karya ilmiah akhir mahasiswa
5. Setiap dosen yang memenuhi syarat sebagai pembimbing karya ilmiah akhir dapat
membimbing mahasiswa dengan jumlah maksimal 10 mahasiswa dalam satu tahun.
6. Penentuan pembimbing karya ilmiah akhir oleh ketua program studi.

Proses Pembimbingan
Proses pembimbingan penelitian karya ilmiah akhir dimulai sejak mahasiswa mencari topik
penelitiankarya ilmiah akhirnya sampai karya ilmiah akhir tersebut ditandatangani oleh tim
penguji dan pengelola program studi.
1. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan pembimbing akademik, ketua program studi
atau dosen untuk mencari topik penelitian karya ilmiah akhirnya
2. Pembimbing akademik, ketua program studi atau dosen dapat mengarahkan
mahasiswa dalam mencari topik penelitian dengan menjamin kebebasan akademik
mahasiswa menentukan topik penelitiannya
3. Apabila topik penelitian telah diperoleh mahasiswa dapat memulai penyusunan
proposal berdasarkan bimbingan dari dosen pembimbing utama dan pendamping
4. Pembimbing utama dan pendamping bertanggung jawab terhadap proses
pembimbingan mulai dari penyusunan proposal, seminar proposal, pelaksanaan
penelitian karya ilmiah akhir, penulisan karya ilmiah akhir, seminar hasil sampai ujian
akhir
5. Dalam proses pembimbingan penelitian karya ilmiah akhir mahasiswa dapat
berkonsultasi setiap saat kepada pembimbing karya ilmiah akhir agar penelitian karya
ilmiah akhir berjalan sesuai dengan yang direncanakan dalam proposal dengan
menggunakan acuan buku/kartu kendali
6. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen lain yang mempunyai keahlian tertentu
yang diperlukan untuk mendukung kelancaran penelitian karya ilmiah akhirnya apabila
diperlukan.

Dokumen pendukung 5.4.1adalah sebagai berikut:


1. Standar Prosedur Operasional Journal Reading
2. Standar Prosedur Operasional Laporan Kasus
3. Standar Prosedur Operasional Referat
4. Standar Prosedur Operasional Tesis-Penelitian
5. Standar Prosedur Operasional Textbook Reading
6. Daftar Journal Reading Residen Radiologi
7. Jadwal Ilmiah Residen Radiologi 2015-2016
8. Buku panduan karya tulis ilmiah
5.4.2.Tuliskan nama-nama dosen yang menjadi pembimbing karya tulis ilmiah dan jumlah
peserta didik bimbingan pada satu tahun terakhirdengan mengikuti format tabel
berikut.

Dosen Pembimbing
No Jumlah Peserta Bimbingan
Nama Pendidikan Terakhir
(1) (2) (3) (4)
1 Prof. dr. Arif Faisal, Sp.Rad(K) Sp. (K), Prof.
6
DHSM
2 Dr. dr. Bagaswoto P, Sp.Rad(K), Sp. (K), S3
3
Sp.KN, M.Kes, FICA
3 dr. Henry Kusumo Husodoputro, Sp. (K)
2
Sp.Rad(K)
4 Dr. dr. Lina Choridah, Sp. (K), S3
6
Sp.Rad(K)
5 dr. Wigati Dhamiyati, Sp.Rad Sp. (K)
2
(K) Onk
6 dr. Sudarmanta, Sp.Rad(K) Sp. (K) 3
7 dr. Anita Ekowati, Sp.Rad(K) Sp. (K) 3
8 dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp. (K), S3
5
Sp.Rad(K)
9 dr. Sri Retna Dwidanarti, Sp. (K)
2
Sp.Rad (K) Onk
10 dr. Hesti Gunarti, Sp.Rad(K) Sp. (K) 2
Total 34

Dokumen pendukung 5.4.2adalah sebagai berikut:


1. Daftar Dosen Pembimbing & Penguji Penelitian Residen Radiologi Tahun 2011-2014
2. Daftar Dosen Pembimbing Akademik
3. Grafik Pembimbing Ilmiah Tahun 2014

5.5 Sistem Supervisi dan Evaluasi


5.5.1 Jelaskan sistem monev kurikulum untuk menjamin terlaksananya program pendidikan
sehingga mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Jelaskan jumlah bimbingan
tindakan Radiologi / operasi per tahun, ketersediaan log book dan mutunya.

Kegiatan monev kurikulum untuk menjamin terlaksananya program pendidikan telah


dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Supervisi atau bimbingan program pendidikan
prodi Radiologi dilakukan secara internal dan eksternal. Supervisi internal secara berjenjang
dilakukan oleh Tim Quality Assurance Radiologi FK UGM, Tim koordinasi PPDS, Unit
Jaminan mutu tingkat Fakultas dan Kantor Jaminan Mutu Universitas Gadjah Mada.
Supervisi program pendidikan secara nasional dilakukan oleh Bidang Akreditasi Kolegium
Radiologi Indonesia.

Pengembangan kurikulum pendidikan dokter radiologi bersifat nasional dan dilakukan melalui
mekanisme dari Bidang Kurikulum Kolegium Radiologi Indonesia. Proses pengembangannya
dilakukan berdasarkan proses evaluasi dari setiap pusat pendidikan dokter radiologi di
Indonesia, termasuk di dalamnya adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi FK
UGM.

Kegiatan evaluasi kurikulum tersebut dilakukan dengan beberapa proses, yaitu melalui
proses bimbingan tindakan Radiologi, penyusunan sebuah log book elektronik (e-logbook)
dan evaluasi pelaksanaan, mutu dan tindak lanjutnya.

Penilaian sistem pendidikan secara regular setiap akhir stase dan sesuai dengan tahapan
pendidikan sebanyak 2 kali selama masa pendidikan, yaitu:
1. Tahapan Tahap I ke Tahap II, dilakukan pada akhir semester 2
2. Tahapan Tahap II ke Tahap III, dilakukan pada akhir semester 4
Sistem monev akhir dilakukan melalui kegiatan ujian nasional PPDS Radiologi yang
dilaksanakan oleh Kolegium Radiologi Indonesia beserta seluruh pengurus prodi Radiologi di
Indonesia (7 prodi) setiap 6 bulan sekali.
Kegiatan monev dari hasil pencapaian peserta didik dilakukan dengan menggunakan
instrument e-logbook. E-logbook yang digunakan berisikan kompetensi yang telah dikuasai
oleh peserta didik selama menjalani masa pendidikan di masing-masing stase. Kualitas
pengisian e-log book sudah cukup baik di mana seluruh peserta didik telah mengisi dengan
cukup lengkap dibawah supervisi konsulen masing-masing stase. Waktu pengisian sesuai
dengan stase yang sedang ditempuh.
Proses supervisi pendidikan dalam mencapai komptensi dilakukan dengan memberikan
bimbingan konsultasi teknik dan interpretasi pemeriksaan radiologis pada setiap peserta
didik. Setiap tindakan, interpretasidan pembuatan ekspertise radiologis yang dilakukan oleh
peserta didik berada dalam bimbingan supervisor. Proses bimbingan dilakukan setiap hari
satu kali pada setiap stase lapangan (sejumlah 10 stase lapangan, yaitu radiologi toraks,
muskuloskeletal, gastrointestinal, urogenital, kepala leher, neuroradiologi, anak, payudara,
radionuklir dan radioterapi). Rata-rata jumlah bimbingan tersebut adalah sebanyak 2400 kali
setiap tahunnya (240 hari kerja aktif).
Sementara tindakan Radiologis yang dikerjakan di luar jam kerja akan diawasi oleh konsulen
yang sedang jaga saat itu.

5.5.2 Jelaskan sistem supervisi pendidikan untuk menjamin terlaksananya program


pendidikan sehingga mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Jelaskan jumlah
bimbingan tindakan Radiologi / operasi per tahun, ketersediaan log book dan mutunya.

Pendidikan dokter spesialis Radiologi memakai kaidah pendidikan tinggi (higher education)
yang bersifat aktif dan mandiri dengan motivasi, kreativitas, dan integritas peserta yang
tinggi. Proses pendidikan terutama ditekankan pada pendekatan student centered,
problem solving oriented, dan self-directed learning; sehingga dosen lebih berperan
sebagai fasilitator.
Proses supervisi pendidikan dalam mencapai komptensi dilakukan dengan memberikan
bimbingan konsultasi teknik dan interpretasi pemeriksaan radiologis pada setiap peserta
didik. Setiap tindakan, interpretasidan pembuatan ekspertise radiologis yang dilakukan oleh
peserta didik berada dalam bimbingan supervisor. Proses bimbingan dilakukan setiap hari
satu kali pada setiap stase lapangan (sejumlah 10 stase lapangan, yaitu radiologi toraks,
muskuloskeletal, gastrointestinal, urogenital, kepala leher, neuroradiologi, anak, payudara,
radionuklir dan radioterapi). Rata-rata jumlah bimbingan tersebut adalah sebanyak 2400 kali
setiap tahunnya (240 hari kerja aktif).
Kegiatan monev dari hasil pencapaian peserta didik dilakukan dengan menggunakan
instrument e-logbook. E-logbook yang digunakan berisikan kompetensi yang telah dikuasai
oleh peserta didik selama menjalani masa pendidikan di masing-masing stase. Kualitas
pengisian e-log book sudah cukup baik di mana seluruh peserta didik telah mengisi dengan
cukup lengkap dibawah supervisi konsulen masing-masing stase. Waktu pengisian sesuai
dengan stase yang sedang ditempuh.
Supervisi program pendidikan prodi Radiologi dilakukan secara internal dan eksternal.
Supervisi internal secara berjenjang dilakukan oleh Tim Quality Assurance Radiologi FK
UGM, Tim koordinasi PPDS, Unit Jaminan mutu tingkat Fakultas dan Kantor Jaminan Mutu
Universitas Gadjah Mada Supervisi program pendidikan nasional dilakukan oleh Bidang
Akreditasi Kolegium Radiologi Indonesia
Dokumen pendukung 5.5.1 dan 5.5.2adalah sebagai berikut:
1. Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi Dokter Spesialis
2. Daftar Lulusan PPDS MS PPDS sejak Tahun 2001
3. Draft Dokumen Akademik Program Pascasarjana
4. Kerangka Acuan Kerja
5. Kuitansi Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak
6. Rapat Kerja Bagian Radiologi Semester 1 Tahun 2013
7. Rekomendasi Pembinaan Untuk Program Studi Dokter Spesialis
8. Sertifikat Akreditasi Dan Hasil Penilaian Borang
9. Jadwal konsulen radiodiagnostik di luar jam kerja 2015
10. Jadwal konsulen radiodiagnostik di luar jam kerja 2016
11. Print out logbook elektronik (e-log book)
12. Kurikulum PPDS Radiologi Tahun 2006
13. Panduan Kurikulum PPDS Radiologi Tahun 2012
14. Draft Kurikulum Radiologi Tahun 2015
15. Buku Laporan Jumlah Kasus per Tahun (2014-2016)

5.5.3 Jelaskan sistem evaluasi peserta didik dan kriteria kelulusan (yang terukur) untuk
menilai kompetensi peserta didik yang meliputi kemampuan kognitif, keterampilan,
dan perilaku. Jelaskan pula keberadaan dokumennya.

Evaluasi peserta didik didasari oleh tiga aspek penilaian, yaitu aspek kemampuan kognitif,
psikomotor dan attitude.
1. Aspek kognitif dinilai dengan menggunakan metode evaluasi kemampuan
akademik berupa ujian tulis, computer based test dan wawancara.
2. Aspek attitude digunakan metode penilaian 360 derajat.
3. Aspek psikomotor dinilai dalam suatu kesatuan kemampuan profesi yang
menggunakan instrumen penilaian ujian tulis, computer based test, wawancara
dan work place based assessment.
Evaluasi dilakukan secara periodik pada saat awal dan akhir stase, serta pada akhir masa
studi dilakukan Ujian Nasional oleh Komisi Ujian Nasional Kolegium Radiologi Indonesia
(BPNRI/KUNKRI), dengan nilai kelulusan ujian nasional 70.
Nilai hasil belajar dinyatakan dalam bentuk huruf dan angka mutu. Hasil evaluasi diberikan
dalam bentuk sertifikat kompetensi.

Deskripsi sistem penilaian secara detil adalah sebagai berikut:

Dokumen pendukung 5.5.3adalah sebagai berikut:


1. Daftar Nilai Stase, Kuliah Tambahan dan Ujian Akhir peserta PPDS Radiologi
2. Judul Jurnal Reading, Referat dan Lapsus
3. Kegiatan Ilmiah Residen Radiologi
4. National Board of Indonesian College of Radiology
5. Penilaian Profesionalisme Peserta PPDS
6. Rekapitulasi Lulusan Radiologi FK UGM
7. Tabel Penilaian 360 Lulusan PPDS 1 Radiologi FK UGM

5.6 Upaya Peningkatan Suasana Akademik.

Berikan gambaran yang jelas mengenai upaya dan kegiatan untuk menciptakan suasana
akademik yang kondusif di lingkungan PS, khususnya mengenai hal-hal berikut.

5.6.1 Kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan akademik,


kebebasan mimbar akademik), ketersediaan dokumen dan konsistensi
pelaksanaannya.
Kebijakan umum tentang suasana akedemik di Program Studi Radiologi FK UGM merujuk pada
Peraturan Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada Nomor 4/SK/MWA/2015 tentang
Kebijakan Umum Universitas Gadjah Mada tahun 2012-2037.
Rincian kebijakan umum terkait suasana akademik tersebut meliputi :

a. Otonomi Keilmuan
Untuk mencapai kompetensi khusus, Program Studi Radiologi FK UGM memberi otonomi
keilmuan pada setiap minat dan dosen untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan
stakeholders. Kurikulum yang diterapkan di program studi selalu dievaluasi dan disesuaikan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

b. Kebebasan Akademik
Untuk mendukung kebebasan akademik dalam kegiatan pendidikan, mahasiswa diminta untuk
terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran. Mahasiswa diminta aktif dalam setiap proses
pembelajaran dengan diskusi dua arah untuk berdiskusi langsung dengan staf pengajar di
ruang kelas.

c. Kebebasan Mimbar Akademik


Program studi mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penulisan-penulisan sesuai
dengan kaidah ilmiah yang dapat dipublikasikan di media massa seperti koran, jurnal
penelitian yang berskala nasional maupun internasional. Mahasiswa juga aktif menulis buku,
abstrak yang diikutsertakan dalam seminar dan pertemuan ilmiah.

d. Kemitraan Dosen-Mahasiswa
Hubungan antara dosen dan mahasiswa terjalin sangat baik. Bimbingan dan konsultasi dapat
terlaksana dengan baik. Mahasiswa dan dosen bisa mengatur waktu yang tepat untuk
melakukan diskusi. Mahasiswa dapat mengakses data dosen, khusunya email atau nomer
telpon. Mahasiswa dan dosen pada saat perkuliahan mampu membangun suasana yang
objektif dan ilmiah.

Untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, maka pengelola PPDS Radiologi FK
UGM memiliki rincian kebijakan yang mendorong terwujudnya hal tersebut, yaitu :
1. Kebebasan menyampaikan opini, bertanya dan berdiskusi dalam mimbar akademik
2. Kebebasan dalam pemilihan judul tugas karya akhir bagi peserta didik
3. Memberikan kesempatan peserta didik untuk mempublikasikan karya ilmiah ke dalam
jurnal yang bertaraf nasional maupun internasional
4. Memberi kesempatan mengikuti acara ilmiah dalam tingkat lokal, nasional, maupun
internasional
5. Mekanisme umpan balik dari peserta didik terhadap pendidik
6. Memberikan kesempatan menimba pengalaman dengan memberlakukan stase di RS
jejaring
7. Memberikan kesempatan pada staf jejaring untuk memberikan penilaian dan umpan
balik terhadap kinerja peserta didik
8. Melakukan kegiatan rutin dalam bidang olahraga yang diikuti pendidik dan peserta didik
9. Melakukan kegiatan silaturahmi dan kegiatan-kegiatan non-ilmiah yang bertujuan
meningkatkan kemitraan pendidik dan peserta didik.
10. Evaluasi berkala baik secara harian, mingguan, bulanan dan per semester.
11. Rapat rutin dosen untuk mengevaluasi proses belajar mengajar, persiapan ujian dan
hasil pembelajaran.
12. Meningkatkan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan
pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh FK UGM atau bekerjasama dengan
lembag-lembaga masyarakat lainnya.
13. Mengikutsertakan mahasiswa PPDS untuk mengikuti kegiatan karya ilmiah seperti
pameran, poster, presentasi makalah bebas/laporan kasus/penelitian pada kegiatan-
kegiatan nasional dan internasional.
14. Pembimbingan mahasiswa dalam program kreativitas peserta PPDS antara lain
penyusunan proposal penelitian dan penyusunan laporan kasus serta tersedianya buku
penulisan/logbook tugas akhir/karya ilmiah akhir yang membantu mahasiswa PPDS
menyusun rencana dan pelaksanaan penelitian serta penulisan laporan yang sesuai
dengan prosedur , format dan tata cara penulisan yang ditetapkan.
15. Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung kegiatan
akademik yang kondusif seperti modul, buku pegangan dan referensi perpustakaan,
ruang dosen dan ruang kuliah yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang antara lain :
computer, akses internet, dll.

Dokumen pendukung 5.6.1 adalah sebagai berikut:


1. Peraturan Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada nomor 4/SK/MWA/2015
tentang Kebijakan Umum Universitas Gadjah Mada tahun 2012-2037
2. Notulen rapat bagian
3. Hasil workshop pendidikan Radiologi
4. Seminar luar residen Radiologi
5. Daftar keikutsertaan dalam Presentasi/ Makalah Bebas/ Laporan Kasus/ Penelitian
pada kegiatan Nasional dan Internasional
6. Foto-foto kegiatan Bakti Sosial dan Outbond

5.6.2 Ketersediaan prasarana, sarana dan status kepemilikannya serta dana yang
memungkinkan terciptanya interaksi akademik antar sivitas akademika.
Ketersediaan Prasarana
Program Studi Radiologi FK UGM menyediakan lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa untuk
mendukung proses belajar.
Terdapat 5 ruang dosen, 1 ruang residen, 2 ruang konsultasi, 2 ruang perpustakaan, 5 ruang
kuliah yang berada di RSUP DR. Sardjito, 1 ruang perpustakaan dan 2 ruang kuliah yang
berada di Fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Ruang pemeriksaan pasien Departemen Radiologi RSUP Dr. Sardjito meliputi :


1. Ruang periksa Urogenital, IVP, Uretrografi, Uretrosistografi
2. Ruang Digital Radiologi
3. Ruang Computed Radiologi
4. Ruang X Ray
5. Ruang OPG
6. Ruang Pemeriksaan Gastrointestinal
7. Ruang Interventional
8. Ruang Pemeriksaan Ultrasonografi
9. Ruang Jaga Residen
10. Ruang Baca Foto
11. Ruang CT Scan
12. Ruang MRI
13. Ruang Bone Densitometry
14. Ruang Mamografi di Gedung Integrated Cancer Center (ICC) RSUP Dr Sardjito
15. Ruang Radioterapi
16. Ruang Kedokteran Nuklir

Ruang kuliah Departemen Radiologi RSUP Dr. Sardjito meliputi :


1. Ruang ilmiah Kedokteran Nuklir I
2. Ruang ilmiah Kedokteran Nuklir II
3. Ruang ilmiah Radioterapi
4. Ruang ilmiah I (SMF)
5. Ruang ilmiah II (Workstation)
6. Ruang ilmiah III (Instalasi)

Perpustakaan Departemen Radiologi RSUP Dr. Sardjito meliputi :


1. Perpustakaan Radiologi
2. Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM
3. Perpustakaan RSUP Dr. Sardjito

Prasarana Fakultas Kedokteran UGM yang dipakai Departemen Radiologi RSUP Dr Sardjito
meliputi :
1. Ruang Kuliah dan Auditorium Fakultas Kedokteran UGM
2. Ruang Konferensi Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM
3. Ruang Multimedia Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM
4. Ruang Komputer Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM
5. Gedung Radiopoetro Fakultas Kedokteran UGM
6. Gedung Grha Wiyata Fakultas Kedokteran UGM
7. Gedung Pascasarjana Fakultas Kedokteran UGM

Terdapat ruang perpustakaan program studi Radiologi FK UGM yang mencakup koleksi buku-
buku Radiologi.

Inventaris perpustakaan:

No. Materi Perpustakaan Jumlah Judul

(1) (2) (3)


1 Buku teks 168 buku
2 Majalah profesi internasional 1. Radiological Society of North
Dokumen pendukung 5.6.2adalah sebagai berikut:
1. Daftar prasarana, sarana, status kepemilikannya dan dana
2. Foto-foto fisik prasarana
3. Bukti pembayaran jasa telekomunikasi

5.6.3 Program dan kegiatan akademik dan non-akademik (di dalam maupun di luar kelas)
untuk menciptakan suasana akademik (seminar, simposium, lokakarya, penelitian
bersama, dll.).

Kegiatan akademik terdiri dari kegiatan ilmiah rutin harian, kuliah pakar satu bulan sekali
dengan mendatangkan pembicara dari senter pendidikan lain baik dalam dan luar negeri,
seminar, symposium dan lokakarya rutin yang diselenggarakan oleh kolegium sub bagian
Radiologi, dan pertemuan rutin ilmiah Radiologi regional (Jogjakarta, Solo dan Semarang).
Selain mengikuti proses belajar sesuai dengan kurikulum yang ada, mahasiswa juga di dorong
untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berupa seminar, workshop, simposium/lokakarya.
Untuk menjaga agar mahasiswa mendapat tambahan wawasan dalam penyusunan karya ilmiah
akhir. setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti seminar proposal mahasiswa lain minimal
sebanyak tiga kali, Seminar hasil mahasiswa lain minimal sebanyak tiga kali. Dengan mengikuti
seminar ini peserta diharapkan dapat belajar mengenai cara presentasi maupun untuk
menambah wawasan ilmu.
Rincian kegiatan akademik rutin program studi Radiologi adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan foto reading: dilakukan setiap hari di dalam masing-masing stase dibimbing
oleh Dosen yang telah ditentukan.
2. Kegiatan laporan pagi: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
menjalani tugas jaga malam sebelumnya dibimbing oleh Dosen.
3. Kegiatan bedah buku teks: dilakukan setiap hari, disampaikan oleh peserta PPDS yang
telah terjadwal untuk membedah sejumlah bab dari buku teks yang dirujuk, diantaranya
adalah Grainger Textbook of Radiology, Sutton Textbook of Radiology dan Clinical MRI.
4. Kegiatan laporan kasus: pemaparan sebuah kasus yang telah disetujui oleh Dosen
pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang peserta
PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 kasus selama masa pendidikan.
5. Kegiatan presentasi jurnal: pemaparan sebuah jurnal internasional yang telah disetujui
oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang
peserta PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 9 jurnal internasional selama masa
pendidikan.
6. Kegiatan presentasi referat: pemaparan sebuah referat yang telah disetujui oleh Dosen
pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam jam acara ilmiah. Seorang peserta
PPDS Radiologi diwajibkan menyampaikan 3 referat selama masa pendidikan.
7. Kegiatan kuliah umum: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen pengampu Radiologi
baik untuk kalangan internal Departemen Radiologi maupun terbuka untuk kalangan
eksternal. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan minimal 1 x dalam
setiap bulannya.
8. Kegiatan kuliah pakar: perkuliahan yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa atau
Pakar Bidang tertentu. Kegiatan perkuliahan ini terjadwal dan diselenggarakan minimal 1
x dalam 3 bulan.
9. Kegiatan tutorial: diskusi khusus per kelompok dipandu oleh seorang Dosen
pembimbing yang dilakukan terjadwal 1 x per bulan.
10. Kegiatan konferensi klinis: pemaparan sebuah kasus yang dibahas bersama-sama
dengan departemen lain sesuai permasalahan kasus klinis yang diangkat dan
disampaikan dalam jam acara ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PPDS beserta
seorang Dosen pembimbing yang telah ditentukan sebelumnya.
11. Kegiatan jaga malam: kegiatan di unit emergensi yang dijalani oleh mahasiswa PPDS
secara terjadwal setiap bulannya selama 5 semester pertama. Di hari kerja mulai dari
pukul 15.30 sampai pukul 07.00, serta di hari libur.
12. Kegiatan pembuatan poster ilmiah/free paper: pemaparan sebuah kasus yang telah
disetujui oleh Dosen pembimbing sebelumnya dan disampaikan dalam bentuk poster atau
presentasi free paper dalam suatu seminar. Seorang peserta PPDS Radiologi diwajibkan
menyampaikan 1 poster ilmiah atau 1 free paper selama masa pendidikan.
13. Kegiatan praktikum/keterampilan: semua jenis keterampilan yang disesuaikan dengan
kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang PPDS Radiologi (kemampuan/keterampilan
anamnesis, keterampilan ultrasonografi, keterampilan melaksanakan prosedur-prosedur
pemeriksaan Radiologi, interpretasi foto konvensional, dan lain-lain).
14. Kegiatan magang: kegiatan komprehensif pengaplikasian ilmu yang dijalani seorang
mahasiswa PPDS di rumah sakit atau instansi jejaring.
15. Kegiatan penelitian/tugas akhir: di akhir masa pendidikan, peserta PPDS Radiologi
diwajibkan membuat 1 buah penelitian dengan judul yang sudah disetujui oleh Dosen
pembimbing dan disampaikan dalam sidang usulan penelitian serta sidang tugas akhir,
sebagai syarat ujian nasional (BPNRI/KUNKRI).

Kegiatan non-akademik meliputi sarapan residen bersama dalam kegiatan rapat residen,
pengajian rutin di bulan Ramadhan, acara silaturrahmi Syawalan keluarga besar Bagian
Radiologi, pisah sambut spesialis baru dan residen baru, outbound bersama residen Radiologi,
kegiatan olahraga rutin bersama berupa bulu tangkis dan tenis meja.
Dokumen pendukung 5.6.3adalah sebagai berikut:
1. Keterlibatan dosen dan residen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat
2. Data seminar luar residen Radiologi
3. Daftar keikutsertaan dalam Presentasi/ Makalah Bebas/ Laporan Kasus/ Penelitian pada
kegiatan Nasional dan Internasional
4. Halaman login hotspot FK UGM

5.6.4 Jelaskan upaya pengembangan perilaku profesional yang mencakup aspek: (1) etika
kedokteran, (2) kemampuan kerjasama dalam tim, dan (3) hubungan dokter-pasien.
Jelaskan pula keberadaan panduan serta konsistensi pelaksanaannya.

Perilaku profesional meliputi aspek etika kedokteran, kemampuan kerjasama dalam tim, dan
hubungan dokter-pasien mengacu pada Buku Panduan Radiologi FK UGM.
1. Etika kedokteran : Kuliah dilakukan setiap awal semester pertama setiap angkatan.
Dalam melakukan setiap tindakan keprofesian, mahasiswa PPDS diberi pelatihan-
pelatihan keterampilan etika kedokteran yang penting untuk dimiliki setiap mahasiswa
PPDS. Pelatihan keterampilan dilakukan secara profesional dengan pembimbingan
langsung oleh Dosen pembimbing yang ditunjuk.Pengembangan sikap profesional
dilakukan melalui pembentukan karakter dokter yang baik, pembentukan hubungan
dokter-pasien yang baik, kemampuan kerjasama dalam tim denganmenjunjung tinggi
etika kedokteran. Tindakan keprofesian sebagian besar dilakukan pada kegiatan stase
lapangan ultrasonografi, prosedur radiologi, CT scan, MRI, radioterapi dan radiologi
nuklir. Dalam setiap workshop, seminar/simposium dan pelatihan-pelatihan, serta
kegiatan-kegiatan ilmiah selalu diawali dengan sesi kuliah etika dan profesionalisme.
2. Kemampuan kerjasama dalam tim : Kuliah dilakukan setiap awal semester pertama
setiap angkatan. Pelatihan kemampuan komunikasi pada peserta didik dilakukan setiap
awal semester pertama setiap angkatan. Dalam melakukan setiap tindakan keprofesian,
mahasiswa PPDS diberi pelatihan-pelatihan keterampilan kerjasama dalam timyang
penting untuk dimiliki setiap mahasiswa PPDS. Pelatihan keterampilan dilakukan secara
profesional dengan pembimbingan langsung oleh Dosen pembimbing yang
ditunjuk.Pengembangan sikap profesional dilakukan melalui pembentukan karakter
dokter yang baik, pembentukan hubungan dokter-pasien yang baik, kemampuan
kerjasama dalam tim. Tindakan kerjasama tim dilakukan pada setiap kegiatan stase
lapangan ultrasonografi, prosedur radiologi, CT scan, MRI, radioterapi dan radiologi
nuklir.
3. Hubungan dokter-pasien : Kuliah dilakukan setiap awal semester pertama setiap
angkatan. Pelatihan pelayanan prima untuk meningkatkan performa hubungan dokter-
pasien dilakukan di setiap awal semester pertama setiap angkatan. Dalam melakukan
setiap tindakan keprofesian, mahasiswa PPDS diberi pelatihan-pelatihan keterampilan
etika kedokteran yang penting untuk dimiliki setiap mahasiswa PPDS. Pelatihan
keterampilan dilakukan secara profesional dengan pembimbingan langsung oleh Dosen
pembimbing yang ditunjuk.Pengembangan sikap profesional dilakukan melalui
pembentukan karakter dokter yang baik, pembentukan hubungan dokter-pasien yang
baik, kemampuan kerjasama dalam tim denganmenjunjung tinggi etika kedokteran.
Tindakan keselamatan pasien, hubungan dokter-pasien dilakukan pada kegiatan stase
lapangan ultrasonografi, prosedur Radiologi, CT scan, MRI, radioterapi dan radiologi
nuklir. Dalam setiap workshop, seminar/simposium dan pelatihan-pelatihan, serta
kegiatan-kegiatan ilmiah ada sesi kuliah keselamatan pasien.
Pelaksanaan pengembangan perilaku professional etika kedokteran, kemampuan kerjasama
dalam tim, dan hubungan dokter-pasiendilakukan secara berkesinambungan di sepanjang
masa pendidikan dengan metode evaluasi 360 derajat.

Dokumen pendukung 5.6.4adalah sebagai berikut:


1. Materi kuliah disiplin, etika dan hukum
2. Buku Undang-Undang Kesehatan
3. Buku Undang-Undang Praktek Kedokteran
4. Publikasi seminar dan workshop radiologi