Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
dan rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan karya ilmiah ini yang
berjudul PENGOLAHAN SAMPAH.Karya ilmiah ini di susun sebagai salah
satu tugas mata pelajaran biologi.
Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang
dianggapnya sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukannya sebagai barang
buangan yang disebut sampah. Sampah secara sederhana diartikan sebagai
sampah organik dan anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai
lokasi di suatu daerah. Sumber sampah umumnya berasal dari perumahan dan
pasar.
Pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair
organik yang didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman,
perbaikan struktur tanah dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan
dalam tanah. Pupuk organik biasanya tidak meninggalkan residu / sisa dalam
tanaman sehingga hasil tanaman akan aman bila dikonsumsi.
Dalam penyusunan karya ilmiah,ini kami telah berusaha semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuankami. Namun sebagai manusia biasakami
tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan
maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin
menyelesaikan karya ilmiah meskipun tersusun sangat sederhana.
Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para
pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai
pihak yang bersifat membangun.
PERAWANG, 24 FEBRUARI 2017

Penulis
DAFTAR ISI
Cover ..................................................................................
Kata pengantar.........................................................................
BAB I pendahuluan ......................................................................................
1.Latar Belakang .....................................................................
2.Rumusan masalah................................................................
3.Tujuan ..................................................................................
4 Manfaat.................................................................................
BAB II landasan teori ....................................................................................
A.Kajian Teori........................................................................
B.Penelitian relevan...............................................................
BAB III Deskripsi kasus ..............................................................................
BAB IV
PENUTUP...............................................................................
A.Kesimpulan.........................................................................
B.Saran...................................................................................
C.Daftar pustaka....................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kebersihan pangkal kesehatan, kata-kata ini sudah tidak asing bagi kita.Di
suatu lingkungn sekoah seringkali sebuah sekolah mengalami permasalahan
tentang kebersihan.Hal ini di sebabkan oleh para siswa yang membuang sampah
sembarangan.
Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia.
Tidak hanya di Negara-negara berkembang, tetapi juga di Negara-negara maju,
sampah selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di
Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh
truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah
disediakan tanpa diapa-apakan lagi. Dari hari ke hari sampah itu terus
menumpuk dan terjadilah bukit sampah seperti yang sering kita lihat.

Sampah yang menumpuk itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di


sekitarnya. Selain baunya yang tidak sedap, sampah sering dihinggapi lalat. Dan
juga dapat mendatangkan wabah penyakit. Walaupun terbukti sampah itu dapat
merugikan, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat
mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi
barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari
penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya.

1.2 Rumusan Masalah


Dari identifikasi masalah di atas,di rumuskan suatu masalah yang akan di bahas
dalam kary ilmiah ini yaitu :
Bagaimana cara penanggulangan sampah di sekitar kita serta cara pengelolaan
sampah tersebut agar dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan hal yang hendak di capai dalam pedoman untuk
melakukan suatu kegiatan yang telah di rumuskan.Adapun tujuan di adakannya
penelitian ini adalah :

1.Untuk membangkitkan kesadaran kita untuk tidak membuang sampah


sembarangan.
2. Untuk memberikan pengarahan bahwa membuang sampah pada tempatnya
itu sangat penting.
4. Untuk mengetahui pengaruh sampah dalam kehidupan sehari-hari
5. Untuk mengetahui jenis-jenis sampa
7. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sampah
8. Untuk mengetahui cara mengolah sampa
9. Mencoba menganalisis dan memecahkan masalah tentang sampah.

1.5 Manfaat Penelitian


1.Penelitian ini dapat membuka wawasan kita tentang kondisi lingkungan di
sekitar kita.
2.Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca serta memperkenalkan
manfaat pengolahan sampah.
3.Hasil penelitian ini di harapkan menjadi sumbangan ba siswa mengenai latar
belakang pengololan sampah.
BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.KAJIAN TEORI

1. Pengertian sampah
Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh
pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan
prosedur yang benar.Menurut kamus istilah lingkungan,sampah adalah bahan
yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama
dalam pembikinan atau pemkaian barang rusak atau bercatat dalam pembikinan
manufaktur atau materi berkelebihan atau di tolak atau buangan.Sedangkan kata
bapak Dr.Tandjung,M.sc,sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi,di
buang oleh pemiliknya atau pemakai semula.
Penumpukan sampah disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya
adalah volume sampah yang sangat besar sehingga malebihi kapasitas daya
tampung tempat pembuangan sampah akhir (TPA), pengelolaan sampah
dirasakan tidak memberikan dampak positif kepada lingkungan, dan
kuranganya dukungan kebijakan dari pemerintah, terutama dalam
memanfaatkan produk sampingan dari sampah yang menyebabkan
tertumpuknya produk tersebut di tempat pembuangan akhir (TPA).

Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan, dapat diartikan


sebagai masalah kultural karena dampaknya mengenai berbagai sisi kehidupan,
terutama di kota besar. Berdasarkan perkiraan,volume sampah yang di hasilkan
oleh manusia rata-rata sekitar 0,5 kg/perkapita/hari,sehingga untuk kota besar
seperti Jakarta yang memiliki penduduk sekitar 10 juta orang menghasilkan
sampah sekitar 5000 ton/hari. Bila tidak cepat ditangani secara benar, maka
kota-kota besar tersebut akan tenggelam dalam timbunan sampah berbarengan
dengan segala dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pencemaran air,
udara, tanah, dan sumber penyakit.Pada pengolahan sampah tidak ada teknologi
tanpa meninggalkan sisa. Oleh sebab itu, pengolahan sampah membutuhkan
lahan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA).
Sampah sebagai barang yang memiliki nilai tidak seharusnya diperlakukan
sebagai barang yang menjijikan, melainkan harus dapat dimanfaatkan sebagai
bahan mentah atau bahan yang berguna lainnya.Pengolahan sampah harus
dilakukan dengan efisien dan efektif, yaitu sedekat mungkin dengan sumbernya,
seperti RT/RW, sekolah, rumah tangga sehingga jumlah sampah dapat
dikurangi.
Pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair
organik yang didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman,
perbaikan struktur tanah dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan
dalam tanah. Pupuk organik biasanya tidak meninggalkan residu / sisa dalam
tanaman sehingga hasil tanaman akan aman bila dikonsumsi.

2. Jenis jenis sampah


a.Berdasarkan sumbernya
1. Sampah alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses
daur ulang alami,seperti halnya daun-daunan kering di hutan yang terurai
menjaditanah . Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi
masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
2.Sampah manusia
Sampah manusia adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil
pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi
bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor(sarana
perkembangan) penyakit yang disebabkanvirus dan bakteri. Salah satu
perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan
penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higenis dansanitasi.
Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing).
Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem
urinoir tanpa air.
3.Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia)
pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke
tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun
demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan
sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

b.Berdasarkan sifatnya
1.Sampah organic (degradable)
Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa
makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah
lebih lanjut menjadi kompos.
2.Sampah anorganik (undegradable)
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti
plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas
minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah
komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya.
Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah
pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan
kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
c.Berdasarkan bentuknya
1.Sampah padat
Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi
dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan
sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun,
plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini
dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah
organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-
bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan
kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada
waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat
dibagi lagi menjadi:
1. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna
oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur,
sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh
proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:

Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena


memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-
lain.

Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak


dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper,
thermo coal dan lain-lain.

2.Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan
kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini
mengandung patogen yang berbahaya.

Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar
mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.

Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.Dalam kehidupan
manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga
dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi.
Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan
jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.

untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah
sembarangan misalnya membuang ke selokan.

3.Prinsip pengolahan sampah

Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah.


Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4M, yaitu:

a.Mengurangi (Reduce)

Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan.


Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang
dihasilkan.

b.Menggunakan kembali (Reuse)

Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari


pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).

c.Mendaur ulang (Recycle)

Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi.
Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri
tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang
memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

d.Mengganti (Replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya
bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

4.Pengolahan Sampah

Alternatif Pengelolaan Sampah :

Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan


alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang
sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah
lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua
permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah
yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat
mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut,
ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga
prinsipprinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan
menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus
dijadikan prioritas utama.

Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan
atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan
limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus
mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang
produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.

Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari


material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik
dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di
daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai
tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk
sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang;
perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan
penghapusan penggunaan.

Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar


berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama
program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja
mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju,
mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya.
Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu
komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan
peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem
penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah
zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan
daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah
yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.

Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan
sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem
penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan
kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan
ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini
menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak
terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif
pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan
per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu
aliran material yang dapat mensuplai industri.

Melalui proses dekomposisi terjadi proses daur ulang unsur hara secara alamiah.
Hara yang terkandung dalam bahan atau benda-benda organik yang telah mati,
dengan bantuan mikroba (jasad renik), seperti bakteri dan jamur, akan terurai
menjadi hara yang lebih sederhana dengan bantuan manusia maka produk
akhirnya adalah kompos (compost).

Setiap bahan organik, bahan-bahan hayati yang telah mati, akan mengalami
proses dekomposisi atau pelapukan. Daun-daun yang gugur ke tanah, batang
atau ranting yang patah, bangkai hewan, kotoran hewan, sisa makanan, dan lain
sebagainya, semuanya akan mengalami proses dekomposisi kemudian hancur
menjadi seperti tanah berwarna coklat-kehitaman. Wujudnya semula tidak
dikenal lagi. Melalui proses dekomposisi terjadi proses daur ulang unsur hara
secara alamiah. Hara yang terkandung dalam bahan atau benda-benda organik
yang telah mati, dengan bantuan mikroba (jasad renik), seperti bakteri dan
jamur, akan terurai menjadi hara yang lebih sederhana dengan bantuan manusia
maka produk akhirnya adalah kompos (compost).

Pengomposan didefinisikan sebagai proses biokimiawi yang melibatkan jasad


renik sebagai agensia (perantara) yang merombak bahan organik menjadi bahan
yang mirip dengan humus. Hasil perombakan tersebut disebut kompos. Kompos
biasanya dimanfaatkan sebagai pupuk dan pembenah tanah.

Kompos dan pengomposan (composting) sudah dikenal sejak berabad-abad


yang lalu. Berbagai sumber mencatat bahwa penggunaan kompos sebagai pupuk
telah dimulai sejak 1000 tahun sebelum Nabi Musa. Tercatat juga bahwa pada
zaman Kerajaan Babylonia dan kekaisaran China, kompos dan teknologi
pengomposan sudah berkembang cukup pesat.

Namun demikian, perkembangan teknologi industri telah menciptakan


ketergantungan pertanian terhadap pupuk kimia buatan pabrik sehingga
membuat orang melupakan kompos. Padahal kompos memiliki keunggulan-
keunggulan lain yang tidak dapat digantikan oleh pupuk kimiawi, yaitu kompos
mampu:

(1)Mengurangi kepekatan dan kepadatan tanah sehingga memudahkan


perkembangan akar dan kemampuannya dalam penyerapan hara.

(2)Meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air sehingga tanah dapat


menyimpan air lebih ama dan mencegah terjadinya kekeringan pada tanah.

(3)Menahan erosi tanah sehingga mengurangi pencucian hara.

(4)Menciptakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan jasad penghuni tanah


seperti cacing dan mikroba tanah yang sangat berguna bagi kesuburan tanah.

5.Cara pengolahan sampah

Pengolahan sampah erat kaitannya dengan masyarakat karena dari


sampah tersebut akan hidup mikroorganisme penyebab
penyakit(bakteri,pathogen) jadi sampah harus betul-betul dapat diolah agar
tidak menimbulkan masalah. Pengolahan sampah meliputi pengumpulan,
pengangkutan, sampai pemusnahan.

Cara pengolahan sampah adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan dan pengangkutan


Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah tanggung jawab
msing-masing rumah tangga / institusi penghasil sampah harus
membangun tempat pembuangan dan pengumpulan sampah, lal diangkat
keTSP(tempat pembuangan sementara, lalu ketempat pembuangan akhir).
2. .Pemusnahan dan pengolahan
Pemusnahan dan pengolahan sampah padat dapat dilakukan dengan
berbagai cara antara lain :
1.Ditanam( land fill),yaitu membuat lubang didalam tanah kemudian
ditimbun dalam tanah.
2.Dibakar(incineration) yaitu membakar sampah dalam incinerator.
3.Dijadikan pupuk misalnya kotoran hewan dikumpulkan menjadi pupuk
kompos.
Berikut adalah salah satu contoh pengolahan sampah yang dapat di
manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut :
B.PENELITIAN RELEVAN

JUDUL:CARA MEMGELOLAH SAMPAH

NAMA PENGARANG: SAUTMO NIPANTA BERUTU

TEMPAT: SMA NEGERI 1 STTU JULU

PENJELASAN:

Sampah menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah barang-barang buangan


atau kotoran seperti daun-daun kering, kertas-kertas kotor dan sebagainya atau
barang yang tidak berharga lagi dalam dunia masyarakat. Atau sampah adalah
suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sedangkan bahaya adalah sesutu yang dipandang mungkin akan mendatangkan
kecelakaan, bencana, kesengsaraan dan kerugian. Berangkat dari pandangan
tersebut dapat dirumuskan bahwa bahaya sampah adalah barang-barang atau
kotoran hasil aktivitas mahluk hidup yang dapat mengakibatkan kerugian bagi
kehidupan mahluk hidup itu sendiri.

Sampah sangatlah berbahaya bagi kehidupan manusia terutama di lingkungan


kehidupan wiatamandala yang belum mengenal betul apa arti dari bahaya
sampah itu sesungguhnya. Hal tersebut dapat dilihat karena begitu jelas dan
transparannya pencemaran lingkungan melalui sampah yang terjadi dan
dilakukan oleh sekolah itu sendiri.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh penulis, hampir seluruh jenis ragam
sampah yang dapat ditemui di lingkungan masayarakat juga dapat ditemu di
sekolah ini. Dalam kehidupan sosial masayarakat, sampah dapat digolongkan
menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sampah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa
terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah
jenis ini juga biasa disebut sampah basah.

2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit
terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan
lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah
jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) yaitu limbah dari bahan-bahan
berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

Dalam lingkungan SMA ini sampah organik dan sampah anorganiklah yang
paling dan selalu dapat ditemui seperti sampah organik daun-daunan, kertas-
kertas, karton dan lain sebagainya dan sampah anorganik seperti kaleng-kaleng,
plastik, besi, aluminium dan seng yang pastinya akan berdampak buruk atau
bisa dikatakan berbahaya bagi kesehatan, keindahan, kenyamanan serta
keamanan dalam melakukan proses belajar-mengajar di sekolah. Hal tersebut
biasanya terjadi karena seiring perkembangan terknologi dan kebudayaan antar
sesama manusia yang semakin canggih yang mengakibatkan penghasilan
sampah semakin bertumpuk dan merajalela yang tertuju langsung ke tingkat
bahaya sampah yang semakin tinggi di lingkungan sekolah tersebut. Adapun
bahaya sampah itu sendiri sangatlah banyak dan sangatlah berbahaya tetapi
akan penulis rangkum ke dalam dua bagian besar yaitu sebagai berikut:

1. Dampak bagi kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan


sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi
beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan
anjing yang dapat menimbulkan penyakit di lingkungan sekolah yang
tentunya dapat menggangu serta memberi respon negativ bagi warga sekolah.
Pengolahan sampah yang kurang memadai dapat menyebabkan tersebarnya
virus berbahaya yang sangat akan menggannggu aktifitas belajar mengajar
disekolah. Timbunan sampah di sekitar lingkungan sekolah menjadi tempat
sarang nyamuk alhasil sekolah akan menjadi tempat yang tidak aman dan
nyaman lagi karena akan terjadi penyebaran penyakit bagi warga sekolah itu
sendiri.

2. Dampak bagi lingkungan

Pembuangan sampah secara sembarangan, kurangnya peran sekolah atupun


OSIS dalam pengontrolan dan pengendalian sampah serta kurang adanya sikap
saling menjaga kebersihan di lingkungan sekolah menjadi pemicu utama
tercemarnya lingkungan. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat
ternyaman berdirinya segala jenis mahluk hidup, sekarang telah berbaur dengan
bongkahan-bongkahan sampah yang di hasilkan mahluk hidup itu sendiri setiap
harinya. Manusia yang diberikan Tuhan akal dan pikiran malahan menjadi pusat
utama pencemaran terhadap lingkungan terutama lagi pelajar yang seharusnya
menjadi pedoman kepada masayrakat yang ada disekelilingnya malahan
menjadi propokator dalam pembuangan sampah secara sembarangan. Bila
dipahami secara mendetail akan sangat merugikan apabila kita tidak menjaga
lingkungan kita. Memang sekarang SMA STTU JULU belum terlalau dipenuhi
oleh tumpukan-tumpukan sampah tapi bayangkan saja 5 tahun kedepan tanpa
pengendalian sampah tidak diragukan lagi akan terjadi berbagai masalah di
SMA ini seperti longsor akibat tumpukan-tumpukan sampah. Jadi sekarang kita
harus bisa mengontrol dan tetap menjaga nilai-nilai estetika terhadap
lingkungan kita sendiri agar sekolah tidak menjadi sarang bencana bagi
generasi-generasi pelajar SMA STTU JULU berikutnya.

B. PERAN WARGA SEKOLAH DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH

Inti utama proses pembelajaran pada jaman ini adalah untuk menciptakan siswa-
siswi yang memiliki moral dan etika baik terhadap sosial maupun
lingkungannya. Peran guru sangatlah penting dalam menciptakan SMA
STTUJULU yang indah dan nyaman sebagai tempat belajar bagi siswa-
siswinya. Pengontrolan sampah oleh guru sangatlah penting dalam upaya
menciptakan pelajar yang cinta terhadap lingkungannya sendiri. Bimbingan dari
guru dan contoh baik dari guru sangatlah dibutuhkan. Perhatian yang ketat serta
pemberian hukuman kepada siswa yang membuang sampah secara sembarangan
merupakan contoh kongkrit yang harus dan segera harus dilaksanakan di
lingkungan sekolah. Disamping itu setiap siswa seharusnya selalu memiliki rasa
cinta terhadap lingkungannya, selalu berperan aktif dalam kegiatan
penanggulangan sampah dan selalu menumbuhkan kreatifitas-kretifitas baru
dalam pencegahan bahaya sampah karena sebagai siswa yang baik seharusnya
memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme serta taat akan aturan sekolah yang
melarang pembuanagan sampah secara sembarangan.

Pengembangan kreatifitas siswa harus dibarengi dengan peningkatan


pengetahuan siswa. Pengembangan ini dapat dilakukan dengan memberiakan
motivasi seperti sosialisasi dari dalam sekolah itu sendiri seperti OSIS atupun
pengarahan guru atau dari luar sekolah itu seperti instansi pemerintahan dan
orangtua siswa. Dengan mengadakan pemberian informasi pembinaan
mengenai bahaya sampah tersebut, tentunya siswa akan merasa tedorong dan
dibebankan tanggungjawab akan bahaya sampah yang harus di tanggulangi
sedemikian rupa untuk menghasilakan sekolah yang aman, nyaman, dan indah.

Dalam penanggulangan sampah setiap warga sekolah khususnya para pelajar


harus rela mengorbankan tenaga, waktu dan materi. Dan ada baiknya jikalau
peraturan dalam hal ini diperkuat dalam bimbingan siswa, dan memberi
hukuman pada setiap siswa yang membuang sampah secara sembarangan.
Dengan perihal tersebut warga sekolah akan mampu beradaptasi terhadap
bahaya sampah di sekolah.

C. PENGENDALIAN SAMPAH

Pengendalian sampah di lingkungna sekolah tidak semudah yang dipikirkan


karena setiap warga sekolah harus mamiliki pola pikir atau pemikiran yang
sama mengenai bahaya sampah tersebut. Misalnya warga SMA STTU Julu
setiap warga sekolahnya harus sepikir dan konsisten akan pengendalian sampah
tersebut. Apabila setiap warga sekolah tidak memiliki pemikiran yang sama
akan pengendalian sampah tentunya harapan untuk mencapai sekolah yang
bebas akan sampah hanya akan tinggal impian. Pengendalian sampah harus
dimulai dari tata aturan pengendalian sampah yang baik. Ini diartikan
bahwasanya harus ada terlebihdahulu satu aturan yang diciptakan oleh atasan
(kepala sekolah, guru atau badan pemerintahan) kemudian diterapkan dalam
aktifitas yang berlangsung disekolah. Sesungguhnya pengendalian sampah
sangat sederhana untuk dilaksanakan apabila pola pikir warga sekolah tersebut
sederhana juga dan akan sangat sulit dilakukan apabila pola pikir sekolah
tersebut rumit.

Menurut Manejer pengolahan sampah Greenaration Indonesia Zulfikar,


pengolahan sampah atau pengendalian sampah dapat bermulai dari lingkungan
sekolah. Langkah pengendalian sampah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pahami jenis sampah

Dalam pengendalian sampah disekolah, terlebih dahulu harus memehami jenis


sampah apakah sampah tersebut. Karena setiap sampah memiliki usia yang
berbeda. Usia yang berbeda tersebut dikarenakan jenis kandungan yang
berbeda-beda pada setiap jenis sampah. Misalnya sampah plastik yang sering
digunakan warga sekolah SMA STTU Julu dalam melakukan aktifitas sekolah
yang kandungan kimia berbahayanya sangat tinggi yang menyebabkan lama
penguraiannya di alam selama 80-100 tahun ke depan yang pastinya dapat
merusak alam. Tapi misalkan sampah daunan yang hanya mambutuhkan waktu
< 1 bulan untuk terurai yang sangat berbeda dengan sampah plastik. Jadi kita
harus memahami sampah tersebut. Dengan pemahaman tersebut kita dapat
memilahnya apakah masih dapat didaur ulang atau tidak.

2. Kurangi kantong plastik

Plastik adalah satu dari beberapa jenis sampah yang paling berbahaya dan
paling banyak digunakan yaitu 170 kantong per tahun yang dihabiskan setiap
orang padahal butuh 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon per tahun untuk
memproduksi plastik. Sebagai contoh bayangkan saja warga SMA STTU Julu
adalah 200 orang X 170 plastik= 3400 kantong plastik yang digunakan warga
SMA STTU Julu dalam setahun tanpa pengendalian. Bagaimana dengan seluruh
manusia di dunia? Mungkin tidak terhitung lagi. Kandungan bahaya plastik
yaitu BPA (Bisphenol-A). BPA adalah materi pengikat untuk membentuk
polycarbonate (PC), yang merupakan bahan alternatif untuk membuat berbagai
perangkat plastik, seperti peralatan makan dan minum yang sering digunakan
untuk kemasan jajanan kantin atau yang lainnya. Zat kimia ini merupakam zat
beracun yang sering ditemui pada botol minuman yang dijual bebas di pasaran
dan yang lebih ekstrimnya lagi zat ini akan sangat bereaksi apabila sering
dipanaskan/ disteril. Dan apabila dipanaskan zat ini akan melumer dan masuk
kedalam makanan dan minuman yang kita komsumsi akibatanya sangat fatal
karena BPA akan merusak system reproduksi ovarium, otak, dan sistem saraf
manuasia. Beda lagi dengan platik kresek dan plastik PVC sebagai wadah
makana siap santap yang paling sering kita lihat beredar di sekolah kita.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh badan POM kantong plastik dan
PVC banyak mengandung unsur kimia yang sangat berbahaya yaitu senyawa
timbal (Pb), cadmium (Cd), timah putih (Sn) yang dapat menyebabkan kangker
dan penyakit berbahaya lainya bagi warga sekolah yang menggunakannya dan
tentunya setelah dibuang unsur kimia berbahaya tersebut akan mengendap
dilingkungan sekolah kita yang menyebabkan tanah sekolah menjadi gersang
dan tandus.

3. Hemat kertas

Kertas sebagai kebutuhan pokok setiap siswa di seluruh dunia merupkan salah
satu sampah yang paling banyak di SMA STTU Julu. Pengendalian kertas
sangatlah penting pada pengendalian sampah di SMA kita. Kertas merupakan
sampah organik karena terbuat dari tumbuhan tetapi dapat juga dikelompokkan
kedalam sampah anorganik karena dapat didaur ulang tetapi lebih mengacu
pada sampah organik karena dilihat juga dari sisi lama penguraiaanya. Jadi kita
sebagai pelajar sudah semestinya menggunakan dan memanfaatkan kertas
seperlunya, jangan menyianyiakan kertas karena kita harus mengingat fakta
bahwasanya 1 rim kertas (500 lembar) setara dengan 1 batang pohon dan
diperkirakan 2,75 miliar pohon dibutuhkan setiap tahun untuk memproduksi
kertas. Jadi kita sebagai siswa SMA STTU Julu bermulailah berpikir akan
bagaimana generasi berikutnya tanpa pohon karena telah habis untuk
memproduksi kertas. Jadi dengan hemat kertas maka sampah kertas akan
berkurang di sekolah kita alhasil sekolah kita bebas dari sampah kertas.

4. Hemat air

Air di SMA STTU Julu sangatlah minim bukan? Faktanya 100 % air yang ada
di bumi, 97 % adalah air laut dan 3 % adalah air tawar itupun tidak seluruhnya
yang bisa dikomsumsi. Bayangkan saja jikalau sampah beracun banyak maka
air tersebut akan kotor dan tidak dapat lagi di komsumsi maka air di lingkungan
sekolah kita akan semakin minim. Begitupula dengan dunia kita jikalau sampah
banyak maka air bersih tidak akan banyak lagi. Karena kita mengetahui
bahwasanya Air adalah sumber hidup. Jadi bagaimana bisa hidup apabila air
tidak ada lagi? Jadi kita mulai dari sekolah kita untuk hemat akan air dan
membuang sampah secara tidak sembarangan agar sumber hidup kita semakin
bersih.

Jadi ada 4 cara pengendalian sampah yang harus kita lakuakan di sekolah kita
agar sekolah kita mencapai kesuksesannya dalam pengendalian sampah. Ubah
pola pikir lama menjadi pola pikir baru yang penuh dengan harapan bebas dari
sampah agar sekolah kita asri, sejuk, bersih dan kreatif dalam hal sampah.

D. METODE PENANGGULANGAN SAMPAH

1. Pengertian Pengelolaan Sampah


Pengelolaan sampah adalah Pengumpulan, Pengangkutan, Pemrosesan,
Pendaur-ulangan atau Pembuangan dari Material Sampah. Pengolahan sampah
bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dari keahlian
khusus untuk masing-masing jenis zat.

2. Tujuan

Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan :

Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis

Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi


lingkungan hidup.

Pengolahan sampah dengan metode yang baik hampir belum ada di SMA kita.
Metode pemusnahan sampah di lingkungan sekolah kita hanya menggunakan
metode bakar saja padahal pemusnahaan sampah menggunakan metode bakar
sangat berbahaya apalagi pembakaran sampah tersebut tercampur dengan
sampah yang non-biodegradable seperti plastik. Meskipun pembakaran
dilakukan dengan jenis sampah tersebut, hasil dari pembakaran sampah tersebut
akan sangat sulit untuk di urai di lingkungan kita. Pembakaran limbah jenis
non-biodegradable ini menghasilakan senyawa yang sangat merusak kesehatan
dan lingkungan kita. Apalagi pembakaran sampah di sekolah kita akan sangat
mengganggu proses belajar mengajar kita karena baunya yang sangat
menyengat karena tercampur dengan sampah berbahaya dan lain lagi asap yang
mengepul di sekolah kita. Pembakaran sampah jenis seperti plastik akan
menambah jenis pencemaran yang ada. Pembakaran ini juga faktanya sangat
besar bahayanya karena menurut penelitian para pakar kimia jumlah
pembakaran 1 ton sampah plastik akan menghasilkan jumlah karbon dioksida
yang sama dengan 1 ton. Gas-gas berbahaya yang dihasilakan oleh pembakaran
sampah plastik adalah antara lain gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida
(NOx), sulfur dioksida (SO2), dioxin dan furan. Gas- gas ini dapat
menyebabkan kangker, perubahan system hormon, perubahan pertumbuhan
janin, menurunkan kapasitas reproduksi, penekanan terhadap system kekebalan
tubuh dan yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan penyakit chlorance.
Tetapi untunglah di lingkungan sekolah kita masih banyak tumbuh pepohonan
yang dapat menampung jenis gas berbahaya tersebut. Tapi bayangkan saja jika
dilakukan pembakaran yang terus menerus dan sampah semakin banyak
dihasilkan dari sekolah kita bahkan tumbuhanpun akan mati dan layu karena
tidak dapat menahan semua jenis gas tersebut. Jadi ada baiknya jika kita
melakukan metode pengolahan sampah dengan cara yang baik dan tidak
mencemari lingkungan. Metode pengolahan sampah yang dapat kita lakukan
adalah sebagai berikut:

1. Metode pembuanagan

Metode pembuangan adalah salah satu metode paling populer dikalangan


sekolah-sekolah dimana kita disarankan untuk membuang sampah-sampah
tersebut kemudian menguburnya atau membuang sampah ke temapt
penampungan sampah. Tetapi dilakukan dengan cara yang tetap ramah terhadap
lingkungan. Hal ini bukan semata-mata dilakukan dengan membuang sampah
secara sembarangan yang sekolah kita biasa lakukan. Tetapi hal ini dilakukan
dengan teknik yang akan memenuhi tujuan dari pengolahan sampah.

Metodenya adalah sebagai berikut:

Mengumpulkan semua jenis sampah

Memilah-milah sampah artinya apakah sampah tersebut jenis sampah


organik atau anorganik.

Mengumpulkan sampah organiknya saja seperti daunan dan menyisihkan


sampah anorganik ke tempat yang telah disediakan

Melubangi tanah

Menuangkan sampah organik tersebut kedalam lubang tersebut

Menimbun sampah tersebut dengan tanah

Setelah melakukan proses tersebut maka kita hanya perlu menunggu kira-kira 1
atau 2 bulan setelah mikroorganisme-mikroorganisme memprosesnya didalam
tanah hasilnya kita dapat menggali kembali tanah tersebut dan sampah telah
berubah menjadi tanah yang hitam dan tentunya kaya akan unsur hara yang
dapat kita gunakan untuk memupuk bunga atau pekarangan yang ada disekolah
kita. Hal pengolahan ini telah memenuhi tujuan pengolahan sampah.

2. Metode 3-R

3-R yaitu singkatan dari Reuse, Reduce, dan Recycle.


Reuse belarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk
fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.

Contoh: menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis,


menggunakan botol bekas sebagai tempat pulpen, dan menggunakan e-mail
untuk mengirim surat

Reduce belarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

Contoh: Membeli produk dengan kemasan yang dapat di daur ulang,


menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill) misalnya alat tulis yang
tintanya bisa diisi ulang kembali, menggunakan kedua sisi kertas untuk menulis,
dan menghindari pembelian barang-barang yang menghasilkan sampah dalam
jumlah yang besar dan yang tidak perlu.

Recycle belarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau
produk yang bermanfaat.

Contoh: Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah
terurai, membuat karya seni atau kerajinan tangan dari sampah, mengolah
sampah organik menjadi kompos.

Pengolahan sampah melalui 3-R diatas dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan
saja, dimana saja, dan tanpa biaya. Yang hanya dibutuhkan hanya sedikit waktu
dan kepedulian kita dalam melakukannya bahkan hasil dari pengolahan sampah
melalui 3-R tersebut dapat menghasilkan keuntungan materi bagi kita yang
melakukan karena dapat menjual hasil daur ulang kita. Dengan melakukan
pengolahan sampah melalui 3-R tersebut penulis dapat menjamin sampah yang
ada di sekolah akan dapat teratasi dan tujuan dari pengolahan sampah dapat
tercapai.

3. Metode penghindaran dan pengurangan

Metode yang berikutnya adalah metode penghindaran dan pengurangan.


Sebenarnya sampah yang ada di dunia ini secara umum dan sampah yang ada di
sekolah kita secara spesifik tidak dapat dimusnahkan atau diatasi secara
keseluruhan tapi dapat dihindari dan dikurangi dengan cara, metode atau
langkah-langkah yang kita ingin lakukan. Sekarang intinya semuanya
bergantung pada diri kita masing-masing mau kita bagaimanakan sampah
tersebut. Yang terpenting kita memiliki usaha dalm mengatasinya. Dan salah
satu cara yang paling simpel adalah dengan cara menghindari atau
menguranginya. Yang terpenting kita tahu bagaimana cara agar zat sampah
tersebut tidak terbentuk atau metode ini sering disebut dengan penguangan
sampah. Contoh kongkrit yang dapat kita temui di lingkungan sekolah kita
seperti:

- Menggunakan serbet untuk menghindari pemakaian sampah tissue yang


penggunaanya sekali pakai

- Penggunaan kembali bekas pakai seperti buku lama yang digunakan


sebagai buku buram, dan lain sebagainya.

Dari beberapa metode tersebut setidaknya kita sebagai anak didik SMA STTU
Julu mampu dan akan melakukan salah satu atau keseluruhan dari beberapa
metode tersebut agar kiranya tercipta sekolah yang indah, bebas dari sampah,
dan sesuai dengan idaman kita.

BAB III

DESKRIPSI KASUS

Sampah sangatlah berbahaya bagi kehidupan manusia


terutama di lingkungan kehidupan wiatamandala yang belum
mengenal betul apa arti dari bahaya sampah itu sesungguhnya.
Hal tersebut dapat dilihat karena begitu jelas dan
transparannya pencemaran lingkungan melalui sampah yang
terjadi dan dilakukan oleh sekolah itu sendiri.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh penulis, hampir


seluruh jenis ragam sampah yang dapat ditemui di lingkungan
masayarakat juga dapat ditemu di sekolah ini. Dalam
kehidupan sosial masayarakat, sampah dapat digolongkan
menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sampah tersebut adalah sebagai
berikut:

1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-


bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa
makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa
disebut sampah basah.
2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-
bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses
penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di
tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam.
Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.

3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) yaitu limbah


dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah
rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

Sampah itu sarang penyakit dan sumber penyakit yang terdapat berbai jenis
bakteri,seharusnya pemerintah harus melalukan pembagian tong sampah atau
tempat sampah di seriap rumah dan menyedia tong sampah di berbai sudut kota
agar masyarakat dapat membuang sampah dengan mudah.

BAB IV

PENUTUP

1.Kesimpulan
Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang
oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola
dengan prosedur yang benar.

Jenis-jenis sampah dapat di bagi menjadi 4 yaitu :

-- Berdasarkan sumbernya seperti :

a.Sampah alam

b.Sampah manusia

c. Sampah konsumsi
-- Berdasarkan sifatnya seperti :

a.Sampah organic(degradable)

b.Sampah anorganik(undegradable)

-- Berdasarkan bentuknya seperti :

a.Sampah padat

b.Sampah cair

prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah di kenal


juga dengan nama 4M yaitu : mengurangi,menggunakan kembali,mendaur
ulang,dan mengganti.

Cara pengolahan sampah dapat di mulai dari pengumpulan dan


pengangkutan serta pemusnahan dn pengolahan.

2.Saran
Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan
kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah.
Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih
menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos
tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena
jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.

B.SARAN

1. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan


menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan
dengan sampah. Selain itu diperlukan juga control sosial budaya sekolah
atau tata aturan untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang
harus dihadapkan pada masalah tertentu. Peraturan yang tegas dari
sekolah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak
lingkungan akan terus merusak sumber daya alam.

2. SMA Negeri 1 STTU Julu adalah SMA yang termasuk masih kecil dibandingkan
dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia. Sudah sangat banyak
sekolah yang menerapkan sitem pengolahan sampah karena mereka tahu
bahaya sampah yang sesungguhnya. Ada baiknya jika kita menerapkan sistem
yang sama dengan sekolah yang sudah di anggap maju tersebut agar kita tidak
dipandang kecil lagi oleh sekolah lain.

3. Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat mengharagi lingkungan sekolah
itu sendiri. Jadi ada baiknya jika kita menetapkan pandangan tersebut terhadap
sekolah kita karena tidak perlu otak bagus tanpa moral yang baik juga. Jadi mari
kita tetap mengulurkan tangan untuk menjamin sekolah kita tetap dibanggakan
atas kebersihannya.

4. Kalimat mutiara yang mengatakan Untuk mencapai kesuksesan 99% adalah


dari usaha kita 1% sisanya dari otak kita. Ini menjelasakan agar kita tidak
terlalu merendahkan diri atas diri kita jangan terlalu berpikir hanya orang yang
derajatnya tinggi saja yang bisa menghasilkan uang dari pengolahan sampah.
Apabila ada minat dan usaha kita yakinlah kita akan bisa melakukannya dan
meraih kesuksesan itu.

5. Untuk mencapai kebersihan sekolah tanpa sampah seharusnya harus


melibatkan seluruh warga sekolah agar PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
dapat dijalankan oleh seluruh warga sekolah itu sendiri.

6. Untuk menjalankan metode atau langkah-langkah dalam kebersihan


lingkungan, mari kita tetap tanamkan prinsip Bersih Pangkal Sehat karena
kesehatan lebih berharga dari segalanya. Disamping itu mari kita tetap kuatkan
iman dan kepercayaan kita agar apa yang kita lakukan kiranya diberkati dan
diridoi oleh Tuhan yang maha esa.

DAFTAR PUSTAKA

Alberts,B.et al.Biologi Molekuler Sel,Edisi ke dua,1994,Penerbit PT Gramedia


PustakaUtama,Jakarta,1994.
Hhtp://id.wikipedia.org/wiki/kebersihan
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10187
http://www.google.com
LAMPIRAN
CARA MENGELOLAH SAMPAH

KARJA TULIS ILMIAH


KELOMPOK I

ADE DWIYANI
DINA ANGGRAINI
DELLA APRILIA
FETRI NURFAN.C.
KEVIN GEMA
SISMI AULIA

TESSY MURDANI S.Pd

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 TUALANG

T/A 2016/2017