Anda di halaman 1dari 19

PENGERTIAN RUQYAH SYIRKIYYAH

Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan,


orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku
pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bidah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini
dilarang dalam syariah. Sebagaimana Nabishallallahu alaihi wa
sallam bersabda : Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah
syirik. (HR.Abu Dawud dan Ahmad).

Ibu at-Tiin berkata,Itulah ruqyah yang dilarang yang dipergunakan mazim dan lainnya, yaitu
orang yang mengakui adanya penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu
mendatangkan hal-hal yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian
digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan (berupa latihan
tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah, puasa dan wirid ribuan kali untuk
mendapatkan kemampuan ghoib dan lain sebagainya).

PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH SYIRIK DEWASA INI

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita
waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:

1. Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga
saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau
sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa
menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung)

2. Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.

3. Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.

4. Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca doa- doa Istiadzah.

5. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas
maknanya.

6. Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.

7. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat
pengobatan.

8. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.

9. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk
memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syariat.

10. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-
nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada
pasien.

11. Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.
12. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.

13. Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga
dalam tertentu.

14. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar
kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

CIRI-CIRI PERDUKUNAN DALAM RUQYAH SYIRIK

Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan
kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan
kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para
dukun dan paranormal.

Sebagai contoh, banyak pasien yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim
ruqyah, setelah sekian lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak
orang, ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai, grand master
energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara tradisonal seperti bunga kembang
setaman, menyan, atau pun yang menggunakan sarana modern seperti transfer energi,
kartu yang diisi energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca
lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang dianjurkan syariat. Karena
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mendatangi tukang ramal
atau dukun, kemudian menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima
shalatnya selama 40 hari.

Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi saat ini para dukun merubah
jubah tradisionalnya menjadi jubah modern. Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern
dalam prilaku sesatnya. Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi
pada masa lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai
ilmu clairvoyance. Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamsebagai tukang ramal atau dukun walau ia
menggunakan istilah-istilah modern sekali pun.

Dan orang yang percaya apa yang dikatakan dukun modernini (walau ia mengatakan dari
hasil meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bidah lainnya)
tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturankan kepada Rasulullah, sebab
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Barangsiapa mendatangi tukang ramal
atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar
terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.. Dan jika
mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahu hal-hal yang ghoib karena
dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh
syaithan dan seolah-olah mereka lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallamsendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah diwahyukan
pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat
Al-Araf ayat 188:



Katakanlah:Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak
kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang
ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah
pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik Allah semata dan hanya
diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul yang diridoi-Nya.

Di dalam surat Allah menyatakan dalam firmannya:

(27)
( 26)

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada
seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka
sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.(Al-
jin ayat 26-27)

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (Iraafah) yang banyak dilakukan oleh
orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu
metafisika adalah sebagai berikut:

1. Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang
lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan
dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa
ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.

2. Menghinakan Al Quran atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang,


menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan
telanjang.

3. Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.

4. Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan
wasilah kepada Allah.

5. Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.

6. Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.


Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan
sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat
membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.

7. Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk
membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.

8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang
kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.
9. Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya
dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.

10. Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini
untuk penangkal bala atau untuk mendatangkan manfaat.

11. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.

12. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya)
sebagai syarat ritual atau deteksi.

13. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang
dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga kantil, minyak ponibalsawa atau
zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan,
air sumur kramat, slametan dan sebagainya.

14. Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi
huruf dan angka, dan sebagainya.

15. Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Quran yang dipisah-
pisah dan sebagainya.

16. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.

17. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah
malam.

18. Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas pintu, sikep, susuk,
keris, akik, cincin besi,air sakti, telur, sabuk perlindungan, benang untuk ditalikan di tubuh
dan sebagainya atau memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan
penyaluran energi.

19. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bidah (contoh: puasa mutih, bertapa atau
meditasi, konsentrasi pada foto seseorang, istighosah , tahlilan, wirid sampai ribuan kali,
ziarah kubur wali dengan meminta syafaat didalamnya dan lain sebagainya).

20. Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa
melihat ada jin di dalam diri seseorang.

21. Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.

22. Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu
(tahayyur).

23. Menulis ayat Al-Quran dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau
sesuatu yang najis.

24. Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk
tawadhu.

25. Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan tangan, memakai
pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.
26. Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah pembukaan, shaktivat, inisiasi, attunement,
pengisian, pembersihan dan pembukaan aura, pembuangan energi negatif, pembersihan
karma negatif dan lain sebagainya.

27. Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya seperti menggerakkan
tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak sesuatu, menyedot atau
mengeluarkan napas dengan keras dengan mengejangkan salah satu anggota tubuhnya
(biasa dilakukan oleh mereka yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).

28. Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung
(bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.

29. Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam

CONTOH GAMBAR IKLAN RUQYAH SYIRIK

1. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN BHAKTI NUSANTARA

Lihatlah iklan Ruqyah Padepokan Bhakti Nusantara, Sang Guru mencampur adukkan
ruqyah dengan ilmu metafisika seperti reiki, meditasi, pembukaan indra ke enam/mata ke
tiga, pengasihan dan lain-lain.

(klik gambar untuk memperbesar)

2. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN WALISONGO


(klik gambar untuk memperbesar)

Terapi ruqyah fersi padepokan Walisongo ini sangat aneh, pembaca bisa melihat iklannya
yang membagi ruqyah kedalam banyak fersi dan tingkatan seperti :

1. Terapi Ruqyah I (tilawah.membaca Al_Quran)

2. Terapi Ruqyah II (tirta husada)

3. Terapi ruqyah III (pemijatan).

4. Terapi Ruqyah IV (telur Rebus).

5. Terapi Ruqyah V (Gembolo Banyu)

6. Terapi ruqyah VI (telehusada pengobatan jarak jauh)

7. Terapi Ruqyah VII (Swahusada/dri sendiri)

8. Terapi Ruqyah VIII (Menetralisir rumah/pekarangan/ tempat usaha dari gangguan sihir).
Ruqyah ala padepokan walisongo ini sangat menyimpang sebab mencampur adukkan
ruqyah yang murni menggunakan bacaan ayat suci Al-Quran dengan ilmu
klenik/perdukunan dan apa hubunganya ruqyah dengan telor rebus ??????
3. RUQYAH SYIRIK PEDEPOKAN KUMBANG MALAM.
(klik gambar untuk memperbesar)

Ruqyah padepokan Kumbang malam ini benar-benar sesat sebab jika terapi ruqyah
syariyyah mengeluarkan jin dalam tubuh tetapi ruqyah mereka malah memasukkan jin
kedalam tubuh seseorang. Coba lihat tulisan KELEBIHAN RUQYAH PADEPOKAN
KUMBANG MALAM, tertulis disana jin bisa dimasukkan kedalam tubuh salah satu anggota
keluarga/anak yang siap. Tujuan memasukkan jin dari terapi ruqyah syirik ala Pedepokan ini
tidak lain khodam jin dari penerapi masuk untuk mengusir jin yang ada dalam tubuh
pasiennya. Praktek semacam inilah yang sering memfitnah klinik ruqyah syariyyah dengan
mengatakan ruqyah syariyyah memasukkan jin padahal praktek tersebut adalah praktek
ruqyah syirik.

Selain itu ciri khas yang PASTI ditemui dari ruqyah syirik, mereka selalu mencampur
adukkan ruqyah dengan ilmu kesaktian/metafisika. Seperti bisa dilihat pada iklan diatas,
Padepokan Kumbang malam mengajarkan juga reiki, tenaga dalam, ruwatan dan ruqyah
satu paket dalam keilmuan mereka.

3. RUQYAH SYIRIK MAHAD QOLBUN SALIM


Tidak semua pesantren bersih dari ilmu sihir dan praktek kesyirikan, contohnya iklan Mahad
Qolbun Salim. Selain membuka praktek ruqyah mahad ini juga membuka praktek
pengobatan dengan ilmu metafisika seperti reiki, prana dan semacamnya. Sungguh ironis,
banyak masyarakat yang ketika mendapatkan efek negatif dari praktek ruqyah menyimpang
yang dilakukan oknum kyai mengakibatkan praktek ruqyah syari terkena getahnya, padahal
ciri khas praktek ruqyah syari TIDAK pernah menggabungkan pengobatan ruqyah dengan
ilmu ghoib/supranatural/metafisika dan TIDAK memakai bantuan jin dalam pengobatan
ruqyah.

Dari beberapa contoh ruqyah syirik diatas, saya harap umat muslim hati-hati dengan
pengobatan ruqyah, sebab sekarang ini sangat menjamur pengobatan ruqyah yang jika kita
tidak hati-hati dapat salah memilih klinik ruqyah. Alih-alih sembuh dari penyakit malah akan
malah menambah jin dalam tubuh dan penyakitnya tambah
parah.WASPADALAH..WASPADALAH

KLINIK RUQYAH YANG SYARI

Insya Allah saya akan meneliti, mengkaji dan akan mengumpulkan klinik ruqyah yang benar-
benar syarii dari seluruh Indonesia, hingga jika ada dari masyarakat yang akan ikhtiar
berobat dengan pengobatan islami tidak akan salah memilih tempat, dan saya juga akan
memberikan alamat dimana saja tempat kursus keilmuan ruqyah yang benar-benar kradibel
mengajarkan ruqyah syang syari. Semoga Allah memberikan kekuatan pada diri saya untuk
meneliti, mengkaji dan menginfentarisirnya.
Share this:

Berbagi di Tumblr

Surat elektronik

Cetak


Saudariku yang dirahmati Allah, saat ini, sering kali kita mendengar terapi
pengobatan ruqyah namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi
untuk mengusir gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan salah kaprah
dikalangan masyarakat saat ini. Padahal, ruqyah yang sesuai syari adalah sunnah
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang disyariatkan untuk dilakukan bagi
setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena
gangguan jin.

Apa itu Ruqyah ?


Ruqyah (dengan huruf ra di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syari
(berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah
disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit.
Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Quran dan doa doa yang telah diajarkan oleh
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al-Quran dan dengan apa yang
diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam berupa ruqyah merupakan
penyembuhan yang bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna bagi penyakit hati
dan fisik dan bagi penyakit dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit itu
mampu melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika firman-firman itu
turun ke gunung makai ia akan memporakporandakan gunung gunung. Oleh karena
itu tidak ada satu penyakit hati maupun penyakit fisik melainkan ada
penyembuhnya.

Allah berfirman, Katakanlah, AlQuran itu adalah petunjuk dan penawar bagi
orang orang yang beriman. (Qs. Fushilat: 44)

Dan di surah Al Isra 82, Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.

Dan di surat Yunus ayat 57, Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang
kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit
(yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman. (Qs. Yunus: 57)

Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu
banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain
Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan
lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullahshallallahu alaihi wa
sallam melarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan,

Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata, Dahulu kami meruqyah di masa
jahiliyyah. Lalu kami bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang
hal itu?

Beliau menjawab, Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu


tidak mengapa selama tidak mengandung syirik. (HR. Muslim no. 2200)

Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, Hadits menunjukkan bahwa hukum asal


seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Larangan
terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka
meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya.
Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika
mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar
lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya
ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat
manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi
mereka. Beliau bersabda, Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak
mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik.

Mencegah Lebih Baik dari Mengobati


Saudariku, sesungguhnya syariat Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal
melainkan sudah ada keterangannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Karena itu, Allah telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa
apa yang mesti ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang
tidak kita ketahui.

Diantara apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu berdzikir
mengingat Allah dalam setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak
tidur, ketika masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur
lagi. Jika kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan
mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan,
mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, Jika Allah akan memberi kunci kepada
seorang hamba, berarti Alah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika
seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap berada di muka pintu tersebut. Bila
seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu
bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan
keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan
berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya
hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Taala
berfirman, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. (Qs. Ar
Rad: 28)

Doa dan dzikir yang dilaksanakan seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada
tuntunannya dari Rasulullah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullahberkata, Dzikir
yang paling baik dan paling bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan
hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir
yang dicontohkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam serta orang yang
melakukannya memahami makna dan maksud yang terkandung didalamnya.

Seorang muslim seharusnya menjaga diri semaksimal mungkin dengan hal hal yang
telah disyariatkan Allah Taala yaitu menjaga AllahTaala dengan benar benar
mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa
berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, menjauhi
bidah dan menyelisihi pada pengikut hawa nafsu.

Pada artikel selanjutnya insya Allah akan dijelaskan tentang tahap-tahap meruqyah,
insya Allah.

0 komentar:
Memuat...
rtikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Ruqyah Syar'iyyah, Pengobatan Secara Islami
Selasa, 07 Juni 05

Pengertian Ruqyah
Ruqyah secara bahasa adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar'i (ruqyah syar'iyyah) adalah
jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan
gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya, dengan hanya mengguna kan ayat-
ayat Al-Qur`an dan atau do`a-do`a yang bersumber dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam dan atau do`a-do`a yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung unsur kesyirikan.

Ruqyah secara umum terbagi kepada dua macam;


Pertama; Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari'at Islam yaitu disebut ruqyah syar'iyyah.
Ke dua; Ruqyah yang tidak dibolehkan oleh syari'at Islam, yaitu ruqyah dengan menggunakan bahasa-
bahasa yang tidak dipahami maknanya atau ruqyah yang mengandung unsur-unsur kesyirikan. Rusulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa
melakukan ruqyah selama tidak ada unsur syirik" (HR.Muslim)

Syarat Ruqyah Syariyyah

Para ulama sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat;

Dengan mempergunakan firman Allah(ayat-ayat Al-Qur'an) atau mempergunakan nama-nama dan sifat-
sifat-Nya.

Mempergunakan bahasa Arab atau bahasa yang bisa dipahami maknanya.

Berkeyakinan bahwa zat ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah subhanahu wataala.
Ketentuan Meruqyah

Tatkala melakukan ruqyah hendaknya diperhatikan ketentuan berikut;

Ruqyah tidak mengandung unsur kesyirikan.

Ruqyah tidak mengandung unsur sihir.

Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, orang pintar dan orang-orang yang segolongan dengan
mereka, walaupun dia memakai sorban, peci dan lain sebagainya. Karena bukan penampilan yang
menjamin seseorang itu terbebas dari perdukunan, sihir dan kesyirikan.

Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau tidak dipahami maknanya, seperti
tulisan abjad atau tulisan yang tidak karuan.

Ruqyah tidak dengan cara yang diharamkan seperti dalam keadaan junub, di kuburan, di kamar mandi,
dan lain sebagainya.

Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang diharamkan, seperti; celaan, cacian, laknat dan lain-
lainnya.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah subhanahu wataala yang tidak menurunkan suatu penyakit
kecuali Dia menurunkan juga obat penawarnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Setiap
penyakit ada obat penawarnya dan apabila suatu obat itu sesuai dengan jenis penyakitnya maka penyakit
itu akan sembuh dengan izin Allah" (HR.Muslim). Dan yakinlah bahwa tidak ada yang mampu
menyembuhkan suatu penyakit melainkan hanya Allah subhanahu wataala. Maka di antara cara yang
paling tepat, efektif, mujarab dan manjur untuk menghilangkan suatu penyakit dan menangkal mara
bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai pengobatan. Al-Qur`an telah
menjelaskan hal itu secara gamblang, "Katakanlah, Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan obat penawar"
(QS.Fushshilat: 44).
"Dan kami turunkan dari Al-Qur`an (ada) sesuatu yang menjadi obat penawar dan menjadi rahmat bagi
orang yang beriman" (QS.Al-Isr`: 82).

Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para shahabatnya telah mencontohkan pengobatan
dengan mempergunakan Al-Qur`an dan do'a-do'a untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik yang
disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin
seperti kesurupan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa seperti
kalajengking, ular dan lain sebagainya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mempergunakan
ayat-ayat Al-Qur`an dan do'a-do'a untuk penjagaan dan perlindungan diri.

Beberapa Alasan Ruqyah Berdasarkan Hadits-hadits yang Shahih.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan
membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya,
kemudian beliau usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya. (HR.al-Bukhari).
Jabir Bin Abdillah radhiyallahu anhu berkata, Seseorang di antara kami disengat kalajengking,
kemudian Jabir berkata, Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahnya? Maka beliau bersabda,
"Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah"
(HR.Muslim).

'Aisyah radhiyallahu anha juga mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan
padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh 'ain (mata yang dengki). (HR.Muslim).

Dari Abu Sa'd al-Khudhri radhiyallahu anhu, Jibril mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu
bertanya, Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit? Beliau menjawab, Ya! Kemudian
Jibril (meruqyahnya), "Bismillahi arqka, min kulli syai`in yu`dzka, min syarri kulli nafsin au 'aini hsidin,
Allahu yasyfka, bismillahi arqka" (Dengan nama Allah saya meruqyahmu, dari segala hal yang
menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuh
kanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu) (HR.Muslim).

'Aisyah radhiyallahu anha berkata, Biasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila ada seorang
yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdo'a,
Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah karena Engkaulah sang penyembuh, tiada
kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit. (HR.Muslim).

Utsman Bin Abil 'Ash radhiyallahu anhu datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
mengadukan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam berkata, Letakkanlah tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian
bacalah; "Bismillahi"(dengan menyebut nama Allah) tiga kali, dan bacalah; "A'dzu billahi wa qudrotihi
min syarri m ajidu wa uhdziru"(aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan
yang aku dapati dan yang aku hindari) tujuh kali. (HR.Muslim).

Cara Mengatasi Kesurupan dengan Ruqyah.

I. Sebelum terjadi kesurupan, maka hendaknya melakukan tindakan preventif, caranya adalah sebagai
berikut;

Menjaga kemurnian tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah saja serta menjauhi perbuatan syirik
dan pelakunya.

Menjaga seluruh kewajiban yang telah dibebankan pada diri seorang muslim, dan menjauhi seluruh
larangan Allah subhanahu wataala dan Rasul-Nya, serta bertaubat atas segala dosa dan kemaksiatan.

Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, dan hendaklah diwiridkan setiap hari terutama surat Al-Baqarah,
karena syaithan lari dari rumah yang dibacakan surat tersebut.

Membentengi diri dengan bermacam-macam do'a & ta'awwudz yang disyari'atkan oleh Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam, seperti wirid selesai shalat, wirid pagi hari dan sore hari dan ibadah-ibadah
yang lainnya yang disyari'atkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Jauhilah ibadah-ibadah bid'ah dan ritual-ritual klenik yang tidak punya dasar hukum dalam Islam, karena
hal itu merupakan jalan syaithan untuk mengelabui orang yang beriman ke jurang neraka.

II. Setelah terjadi kesurupan, maka lakukanlah tindakan berikut ini;

Hendaknya dicari seorang muslim yang bertauhid dan aqidahnya shahih tidak terkotori oleh kesyirikan
serta ibadahnya tidak terkotori oleh riya` dan bid'ah.

Mintalah dia meruqyah orang yang kesurupan tersebut dengan membacakan surat al-Fatihah, ayat kursi,
2 ayat terakhir al-Baqarah, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas dan surat-surat atau ayat-ayat yang lainnya karena
pada dasarnya semua ayat al-Qur'an adalah obat, disertai dengan tiupan pada orang yang kesurupan
tersebut, dan hendaklah diulang-ulangi hingga 3 X atau lebih.

Kemudian setelah itu bacakan do'a-do'a yang disyari'atkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
dalam hadits-haditsnya yang shahih.

(Abu Abdillah Dzahabi Isnen Azhar)


Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php

(sUMBER:http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=332)
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=332

Diposkan oleh sakinah fiddunya wal-akhiroh.comdi 03.12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar