Anda di halaman 1dari 2

Resume Buku Problem Solving 101

Pengarang Buku: Ken Watanabe

Resume oleh Juli Ayu Ningtyas

Buku ini ditulis sebagai panduan untuk mengajar anak-anak sekolah di Jepang mengenai
keterampilan berpikir kritis. Setelah itu dengan cepat mendapatkan popularitas di kalangan orang
dewasa. Dalam buku Watanabe menggunakan contoh sederhana dan menarik untuk pembaca
belajar bagaimana mengatasi masalah.

Ada 3 kasus yang dituliskan dalam buku ini. Kasus pertama adalah tentang Band Rock Pecinta
Jamur yang menginginkan agar konser mereka dikunjungi banyak orang. Bagaimana caranya?
Kenapa orang-orang di sekolah mereka hanya sedikit yang mau datang ke konser mereka?
Salahnya dimana? Apa yang bisa mereka lakukan untuk bisa membuat lebih banyak orang
datang ke konser mereka?

Kasus kedua adalah tentang John Octopus yang ingin sekali memiliki komputer untuk
menunjang impiannya sebagai sutradara film CGI Hollywood. Tapi uang sakunya kurang, dan ia
tidak bisa meminta lebih dari orangtuanya. Apa yang ia bisa lakukan? Bagaimana menjembatani
keinginannya saat ini dengan impiannya?

Kasus ketiga adalah tentang kebingungan Kiwi si gadis petualang yang ingin memilih sekolah
sepakbola terbaik untuk mewujudkan impiannya. Sekolah bagus tapi jauh dan mahal, atau
sekolah dekat yang harganya lebih terjangkau? Bagaimana caranya ia mempertimbangkan
sejumlah kriteria yang tersedia?

Dari 3 kasus ini kita diajak untuk bisa berpikir secara runtut. Buku ini benar sangat sederhana,
karena hanya akan membantu mengarahkan pola pikir. Kasusnya pun sederhana, tapi sangat
aplikatif untuk kita terapkan dalam sejumlah permasalahan dalam hidup kita. Wajar kalau buku
yang terbit tahun 2007 ini akhirnya bestseller di negara asalnya, dan memikat banyak pembaca
di dunia setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh The Penguin Group tahun 2009.

Dari 3 kasus yang di atas, anak-anak diajar membuat pohon logika. Dengan pohon logika,
masalah dibagi ke dalam sejumlah kategori atau cabang-cabang tanpa ada yang ketinggalan atau
tumpang tindih. Dengan melihat masalah secara utuh, anak-anak bisa mengeluarkan dugaan
mengapa suatu masalah terjadi. Anak-anak akan belajar bagaimana caranya mengumpulkan data
yang mendukung suatu dugaan. Mereka juga akan belajar menetapkan pilihan solusi yang paling
efektif dari sejumlah pilihan yang tersedia.

Jadi untuk problem solving diperlukan kombinasi antara berpikir dan melakukan. Pada dasarnya
ada 4 langkah problem solving:

1. Memahami situasi saat ini


2. Identifikasi akar masalah
3. Membuat perencanaan yang efektif
4. Melaksanakan dan memodikfikasi hingga sukses.