Anda di halaman 1dari 3

Tugas Paper

Teknologi Pengolahan Limbah dan Sisa Hasil Ternak

Pembuatan Biodisel Melalui Pemanfaatan Whey

Oleh :

AGUS SISWOYO

NIM : I111 14 316


Kelas : Genap (B)

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
Ketersediaan minyak bumi semakin lama semakin menipis. Kelangkaan

minyak bumi menjadi perhatian banyak peneliti untuk mencari alternative

penggantinya. Salah satu bahan baku yang bisa digunakan adalah whey dari

limbah industry keju. Menipisnya cadangan minyak bumi telah meningkatkan

minat pengembangan sumber energi alternatif terbarukan. Limbah keju adalah

salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk produksi bioetanol. Pada

umumnya limbah keju mengandung 5-6% laktosa, 0.8-1% protein, dan 0.06%

lemak.

Pemanfaatan whey sebagai bahan baku pembuatan etanol memberi nilai

tambah bagi bahan tersebut, karena biasanya bahan tersebut dianggap sebagai

limbah. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan proses fermentasi. Beberapa

peneliti telah mempelajari penggunaan limbah keju untuk difermentasi menjadi

etanol. Fermentasi etanol dari whey yang telah dilakukan menggunakan yeast

Kluyveromyces marxianus.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, whey bisa menjadi bahan baku

pembuatan bioetanol, karena didalamnya terkandung laktosa. Kandungan laktosa

dalam whey sebesar 4-5%. Proses fermentasi laktosa menjadi bioetanol,peran

mikroba sangat diperlukan, dalam hal ini mikroba jenis Kluyveromyces

marxianus.

Proses fermentasi whey menggunakan Kluyveromyces marxianus

dilakukan secara fed-batch dengan penelitian pendahuluan secara batch untuk

mengetahui growth rate Kluyveromyces marxianus. Sebelum melaksanakan

proses fermentasi baik secara batch maupun fed-batch dilakukan persiapan

inokulum terlebih dahulu selama 24 jam dengan mengambil satu koloni


Kluyveromyces marxianus yang dimasukkan ke dalam whey 30 ml dan

ditambahkan 0,1% yeast extract sebagai nutrien. Setelah itudilanjutkan dengan

fermentasi secara batch suhu 300C dan fed-batch dengan suhu 300C, 350C, 400C,

pH awal 4,5, dan pengadukan 120 rpm, dengan volume total fermentor baik batch

maupun fed-batch sebesar 500 ml. Pengambilan sampel dilakukan setiap 2 jam

sekali untuk dianalisa. Analisa bahan baku dan hasil fermentasi meliputi analisa

laktosa menggunakan metode DNS Colometric, analisa biomassa dengan

menghitung selisih berat kertas saring awal dan kertas saring akhir, serta analisa

etanol menggunakan metode kalium dikromat.

Pemanfaatan whey sebagai bioethanol dapat menambah nilai whey sebgai

limbah hasil pengolahan susu sehingga meningkatkan nilai jual produk olahan

whey yang biasanya menjadi limbah pengolahan.