Anda di halaman 1dari 9

UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

Ukuran epidemiologi

Cara mengukur frekuensi masalah kesehatan yang dapat dipergunakan dalam epidemiologi
sangat beraneka ragam, karena tergantung dari macam masalah kesehatan yang ingin diukur
atau diteliti. Ukuran ukuran dalam Epidemiologi yang biasanya digunakan adalah rate,
rasio, proporsi, popolasi at risk, incident, prevalensi, angka kematian, angka kesakitan, angka
harapan hidup dan measurement of assosiation (OR,RR).
Kadang ketika baru saja belajar sering terbalik-balik ya, makanya bagiku mudah nya begini
saja :

Insidens
Insidens : jumlah kasus baru yang timbul

Prevalensi
Prevalensi : jumlah kasus baru dan kasus lama yang masih ada. Kunci dari prevalensi adalah
existing (yang masih ada)
Rate
Rate : jumlah dalam satuan waktu (bisa bulan, atau tahun)
Rasio
Rasio : perbandingan, numerator tidak menjadi bagian dari denominator.
contoh : rasio laki dan perempuan dalam satu ruangan kelas. (jumlah laki laki/ jumlah
perempuan)

Proporsi
Proporsi : numerator menjadi bagian dari denominator
contoh : proporsi yang menggunakan kacamata dalam ruangan kelas (jumlah yang
menggunakan kacamata/jumlah anak dalam ruangan kelas)

Dasar ukurannya adalah demikian, kemudian dalam penggunaannya maka akan


menyesuaikan, seperti salah satunya sebagai berikut:

Insidens Rate
Incident rate : jumlah kasus baru yang timbul pada satuan waktu pada populasi tertentu
IR = (jumlah penderita baru )/(jumlah total lamanya waktu setiap orang dalam kelompok
beresiko ) x K
K = konstanta (100 %/ 1000 )

Prevalensi Rate
Adalah : gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu
jangka waktu tertentu di sekelompok masyarakat tertentu.
Pada perhitungan angka Prevalensi, digunakan jumlah seluruh penduduk tanpa
memperhitungkan orang/penduduk yang Kebal atau Pendeuduk dengan Resiko (Population at
Risk). Sehingga dapat dikatakan bahwa Angka Prevalensi sebenarnya BUKAN-lah suatu
RATE yang murni, karena Penduduk yang tidak mungkin terkena penyakit juga dimasukkan
dalam perhitungan.
1. Period Prevalen Rate

Yaitu : Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu
jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka
waktu yang bersangkutan.

*Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang sulit diketahui
saat munculnya, misalnya pada penyakit Kanker dan Kelainan Jiwa.

Rumus yang digunakan :

Periode Prevalen Rate = (jumlah penderita lama & baru )/(jumlah penduduk pada
pertengahan tahun ) x K

2. Point Prevalen Rate

Adalah : Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit pada suatu saat dibagi
dengan jumlah penduduk pada saat itu.

Rumus : Jml. Penderita lama & baru Saat itu

Point Prevalen Rate = (jumlah penderita lama & baru saat itu )/(jumlah penduduk
@saat iti ) x K

Faktor-faktor yg mempengaruhi Prevalens Rate (PR) :


1. Parahnya sakit (kematian berakibat PR turun)
2. Lamanya sakit (cepat sembuh berakibat PR turun)
3. Jumlah kasus baru (penambahan kasus berakibat PR naik)
4. Pindahnya orang sehat berakibat PR naik
5. Perbaikan Yankes berakibat PR turun
6. Masuknya orang rentan berakibat PR naik

HUBUNGAN ANTARA INSIDENSI DAN PREVALENSI :


Prevalensi = Semua. Angka Prevalensi dipengaruhi oleh Tingginya Insidensi dan Lamanya
Sakit/Durasi Penyakit. Lamanya Sakit/Durasi Penyakit adalah Periode mulai didiagnosanya
penyakit sampai berakhirnya penyakit tersebut yaitu : sembuh, mati ataupun kronis.

Hubungan ketiga hal tersebut dabat dinyatakan dengan rumus


P=IxD
P = Prevalensi
I = Insidensi
D = Lamanya Sakit

Rumus hubungan Insidensi dan Prevalensi tersebut hanya berlaku jika dipenuhi 2 syarat,
yaitu :
a) . Nilai Insidensi dalam waktu yang cukup lama bersifat konstan : Tidak menunjukkan
perubahan yang mencolok.
b) . Lama berlangsungnya suatu penyakit bersifat stabil : Tidak menunjukkan perubahan yang
terlalu mencolok.

RATIO
Merupakan istilah yang sangt umum. Rasio dapat diterjemahkan sebagai dibanding
dengan. Jadi rasio merupakan perbandingan antara 2 kuantitas, yaitu kuantitas pembilang
(numerator), dan kuantitas penyebut. Kedua pembanding itu tidak harus memiliki ciri-
ciri/sifat yang sama. Ada juga yang menyebutkan bahwa rasio adalah frekuensi relatif dari
suatu sifat tertentu dibandingkan dengan frekuensi dari sifat yang lain.
Dari pengertian di atas rasio dapat dirumuskan sebagian berikut:

Contoh:

Dalam suatu KLB penyakit types, jumlah penderita laki-laki sebanyak 30 orang dan
jumlah penderita perempuan adalah 15 orang. Maka penderita laki-laki : perempuan
adalah = 30 : 15 = 2 : 1

PROPORSI
Suatu bentuk khusus dalam perhitungan rasio adalah proporsi. Apabila pembilang
(numerator) adalah bagian dari penyebut, maka bentuk perbandingan tersebut dinamakan
Proporsi. Jadi proporsi bisa diartikan sebagai jumlah dari suatu sifat tertentu dibandingkan
dengan seluruh populasi dimana sifat tersebut didapatkan.
Rumusan dari proporsi yaitu:

Contoh:

Dalam suatu KLB penyakit types, jumlah penderita laki-laki sebanyak 30 orang dan
jumlah penderita perempuan adalah 15 orang. Berapa proporsi penderita laki-laki? Jawab:

INSIDEN
Adalah Berapa banyak kasus baru yang muncul pada populasi yang beresiko pada waktu
tertentu. Berguna dalam epidemiologi deskriptif untuk menentukan mereka / kelompok
penduduk yang menderita dan yang terancam ( Berisiko ). Digunakan sebagai dasar dalam
menentukan program pencegahan dan penanggulangan serta menentukan sasaran utama
dalam program. Merupakan alat pokok untuk mempelajari etiologi penyakit kronis dan akut.
Memberikan ukuran langsung dari angka pada individu dalam satu populasi yang terjangkit
Dipakai untuk mengukur luasnya atau besarnya frekwensi kejadian dimana suatu penyakit
infeksi terjadi
Prinsip-prinsip Penggunaan Angka Insidens

1. Angka Insidens dapat digunakan untuk mengestimasi probabilitas atau risiko terkena
penyakit selama satu periode waktu tertentu.

2. Jika angka insidens meningkat, probabilitas risiko terkena penyakit juga meningkat.

3. Jika angka insidens secara konsisten lebih tinggi selama kurun waktu tertentu dalam
satu tahun (seperti saat musim hujan), risiko terkena penyakit pada saat itu meningkat,
mis: angka influenza paling tinggi terjadi saat musim hujan

4. Jika angka insidens secara konsisten lebih tinggi di antara mereka yang tinggal di
suatu tempat tertentu, risiko seseorang untuk terkena penyakit meningkat jika ia
tinggal di tempat itu

Bagian dari Insidens adalah :

a. Insidensi rate (IR)

b. AR = Attack Rate : Adalah angka insidens komulatif dan dipakai dalam epidemi.
Angka serangan paling sering digunakan pada situasi keracunan makanan.

c. IC = Insidens Komulatif : Incidens Komulatif digunakan untuk mengkaji


sekelompok orang yang diikuti perkembangannya selama periode waktu yang sama
PENGUKURAN ANGKA KESAKITAN/ MORBIDITAS

INCIDENCE RATE

Incidence rate adalah frekuensi penyakit baru yang berjangkit dalam masyarakat di
suatu tempat / wilayah / negara pada waktu tertentu

Incidence Rate (IR):

Jumlah penyakit baru


--------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko

PREVALENCE RATE

Prevalence rate adalah frekuensi penyakit lama dan baru yang berjangkit dalam
masyarakat di suatu tempat/ wilayah/ negara pada waktu tertentu

PR yang ditentukan pada waktu tertentu (misal pada Juli 2000) disebut Point
Prevalence Rate

PR yang ditentukan pada periode tertentu (misal 1 Januari 2000 s/d 31 Desember
2000) disebut Periode Prevalence Rate

Prevalence Rate (PR):

Jumlah penyakit lama + baru


--------------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko

ATTACK RATE

Attack Rate adalah jumlah kasus baru penyakit dalam waktu wabah yang berjangkit
dalam masyarakat di suatu tempat/ wilayah/ negara pada waktu tertentu

Attack Rate (AR):

Jumlah penyakit baru


--------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko
(dalam waktu wabah berlangsung)

Contoh Soal:
Data desa Jombang pada tahun 2007 adalah sbb:
Jumlah penduduk = 2.000.000
Ratio pria : wanita = 2 : 3
Ratio balita : bukan balita = 2 : 8
Kasus lama/baru campak: Feb=2/10, Mar=5/20, Jun=4/15
Kasus lama/baru diare: Ags= 2/15, Sep=3/25, Okt=5/10
Kasus lama/baru ca servik: Apr=3/5, Jul=8/5

Hitunglah:

Incidence Rate Campak tahun 2007

Point Prevalence Rate Campak pada bulan Feb, Maret dan Juni?

Periode Prevalence Rate Campak pada tahun 2007?

Attack Rate Campak?

Hitunglah:

Incidence Rate Diare tahun 2007

Point Prevalence Rate Diare pada bulan Ags, Sep dan Okt?

Periode Prevalence Rate Diare pada tahun 2007?

Attack Rate Diare?

Hitunglah:

Incidence Rate Ca Servik tahun 2007

Point Prevalence Rate Ca servik pada bulan Apr dan Jul?

Periode Prevalence Rate Ca Servik pada tahun 2007?

PENGUKURAN MORTALITY RATE

CRUDE DEATH RATE

CDR adalah angka kematian kasar atau jumlah seluruh kematian selama satu tahun
dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun
Rumus: CDR (Crude Death Rate)

Jumlah semua kematian


--------------------------------- k
Jumlah semua penduduk

SPECIFIC DEATH RATE

SDR adalah jumlah seluruh kematian akibat penyakit tertentu selama satu tahun
dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Rumus: SDR (Specific Death Rate

Jumlah kematian penyakit x


----------------------------------- k
Jumlah semua penduduk

CASE FATALITY RATE

CFR adalah persentase angka kematian oleh sebab penyakit tertentu, untuk
menentukan kegawatan/ keganasan penyakit tersebut

CFR (Case Fatality Rate):

Jumlah kematian penyakit x


------------------------------------ x 100%
Jumlah kasus penyakit x

MATERNAL MORTALITY RATE

MMR = AKI = Angka kematian Ibu adalah jumlah kematian ibu oleh sebab
kehamilan/ melahirkan/ nifas (sampai 42 hari post partum) per 100.000 kelahiran
hidup

MMR (Maternal Mortality Rate):

Jumlah kematian Ibu


------------------------------ x 100.000
Jumlah kelahiran hidup

INFANT MORTALITY RATE

IMR = AKB = angka kematian bayi adalah jumlah kematian bayi (umur <1tahun) per
1000 kelahiran hidup
IMR (Infant Mortality Rate):

Juml kematian bayi


----------------------------- x 1000
Juml kelahiran hidup

NEONATAL MORTALITY RATE

NMR = AKN = Angka Kematian Neonatal adalah jumlah kematian bayi sampai umur
< 4 minggu atau 28 hari per 1000 kelahiran hidup

NMR (Neonatal Mortality Rate):

Jumlah kematian neonatus


------------------------------------ x 1000
Jumlah kelahiran hidup

PERINATAL MORTALITY RATE

PMR = AKP = angka Kematian Perinatal adalah jumlah kematian janin umur 28
minggu s/d 7 hari seudah lahir per 1000 kelahiran hidup

PMR (Perinatal Mortality Rate):

Jumlah kematian perinatal


---------------------------------- -x 1000
Jumlah kelahiran hidup

Contoh Soal:

Penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 1990 = 178.440.000 orang dengan


jumlah kematian selama tahun 1990 = 17.308.680 orang. Berapa CDR tahun 1990?

Bila jumlah kematian karena tetanus pada tahun 1990 = 180.000 orang. Berapa SDR
tetanus per 1000 penduduk?

Jumlah kematian ibu oleh sebab kehamilan di Singapura hanya 1 orang pada tahun
1990, dengan jumlah seluruh kelahiran hidup sebanyak 49.864 orang. Berapa MMR
pada tahun 1990?

Hasil sensus penduduk Jepang tahu 1990, dilaporkan jumlah kematian bayi <1 tahun
sebanyak 5.616 orang, jumlah kematian bayi umur 4 minggu sebanyak 3.179 orang,
jumlah kematian janin umur 28 minggu s/d 7 hari post partum sebanyak 7.001 orang.

Jika jumlah kelahiran hidup 1.227.900 orang.


Berapa IMR tahun 1990?

Berapa PMR tahun 1990?

Berapa NMR tahun 1990?

Referensi

1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta

2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta

3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta

4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT.
Rineka Cipta

5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti

6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan


Kabupaten, Bandung, ITB