Anda di halaman 1dari 9

Kelompo Dosen

Nama Motor Bakar 2 k Pengampu


Hendrik
Mashur
Tugas Motor Bakar II Diagram Zulkifli,ST .,
Mei Fitriana Katup 6 M.T.
Muhammad
Khansa

I.PENGERTIAN KATUP
Katup adalah suatu komponen yang sangat penting adanya dalam suatu mesin
kendaraan.katup yang dalam bahasa inggrisnya biasa disebut dengan valve ini digunakan
untuk menghisap bahan bakar dan membuang sisa-sisa pembakaran yang ada dalam ruang
bakar.

II.FUNGSI KATUP
Didalam mesin kendaraan bermotor pasti ada suatu komponen yang namanya katup
atau valve ini, karena di sini peran katup sangat penting karena dalam sebuah engine mobil
katup atau valve ini berfungsi untuk mensirkulasi bahan bakar yang akan masuk ke ruang
bakar dan membuka saluran buang yang akan membuang sisa-sisa dari pembakaran.

III. Katup pada sebuah mesin kendaraan ada 2 dan memiliki fungsi dan tugas masing-
masing. Diantaranya adalah :

1.Katup hisap.
Katup hisap berfungsi untuk membuka saluran bahan bakar yang akan masuk pada ruang
bakar.Katup hisap ini bekerja atau membuka pada saat piston akhir langkah buang sampai
pada saat piston awal langkah kompresi.

2. Katup buang
Katup buang ini berfungsi untuk membuka saluran buang yang akan membuang sisa-sisa
pembakaran. Katup buang ini bekerja atau membuka pada saat piston akhir langkah kerja
sampai pada saat piston awal langkah hisap.

DIAGRAM PEMBUKAAN KATUP (VALVE TIMING DIAGRAM)

Pembukaan dan penutup katup harus sesuai dengan proses kerja motor. Seperti dijelaskan
pada prinsip kerja motor 4 tak, waktu pembukaan dan penutupan katup adalah sebagai
berikut:

Tabel 4. Posisi katup hisap dan katup buang tiap langkah piston

Langkah Gerakan Piston Katup Hisap Katup Buang

1|Page
Hisap TMA ke TMB Terbuka Tertutup
Kompresi TMB ke TMA Tertutup Tertutup
Usaha TMA ke TMB Tertutup Tertutup
Buang TMB ke TMA Tertutup Terbuka

Dari tabel tersebut katup hisap terbuka saat TMA langkah hisap dan tertutup di TMB, namun
dalam perencanaan sesungguhnya katup hisap terbuka beberapa derajat sebelum TMA dan
tertutup beberapa derajat setelah TMB. Pembukaan katup lebih awal dari TMA disebut
pembukaan awal, sedangkan penutupan yang lebih lambat dari seharusnya yaitu di TMB
disebut penutupan susulan.

Tujuan pembukaan awal dan penutupan susulan adalah untuk meningkatkan efisiensi
volumetrik atau jumlah campuran yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan
inersia aliran campuran bahan bakar.
Saat langkah buang katup buang terbuka jauh sebelum TMB dan tertutup setelah TMA,
tujuan pembukaan awal dan penutupan susulan pada katup buang adalah agar gas buang di
dalam silinder benar-benar bersih, sehingga pada langkah berikutnya silinder dapat terisi
dengan gas baru yang tidak terkontaminasi dengan gas bekar yang tidak terbuang.
Adanya pembukaan awal katup masuk dan penutupan susulan katup buang menyebabkan
kedua katup terbuka bersama, kondisi ini disebut overlapping. Tujuan overlapping adalah
untuk pembilasan yaitu memasukkan gas baru untuk mendorong gas bekas keluar, adanya
pembilasan diharapkan agar ruang bakar benar-benar bersih.
Besar overlapping harus memperhatikan inersia aliran gas buang, besar inersia aliran gas
buang ditentukan oleh kecepatan, bentuk aliran dan massa gas buang yang keluar. Kecepatan
aliran ditentukan oleh putaran mesin dan luasan saluran keluar. Bentuk aliran tergantung
disain ruang bakar, desain saluran buang dan disain kenalpot. Massa gas buang tergantung
jumlah bahan bakar yang terbakar.
Kapan katup masuk mulai terbuka dan tertutup, serta kapan katup buang mulai terbuka dan
tertutup dapat digambarkan dalam diagram pembukaan katup (Valve timing diagrams).
Sedangkan lama katup masuk terbuka, maupun lama katup buang terbuka disebut durasi
katup (valve duration).

2|Page
IV.KLASIFIKASI MEKANISME KATUP

Gb. 3.2 Susunan katup

2. Klasifikasi mekanisme katup menurut letak dan jumlah poros

a. SV (Side Valve ) Type


Lokasi poros nok dan katup disamping silinder, konstruksi lebih sederhana, ruang bakar
disisi silinder sehingga kurang efektif, hanya cocok untuk mesin putaran rendah seperti
penggerak kompresor.

Prinsip kerja:
Saat engkol berputar 2 kali, poros akan berputar 1 kali, gerak putar poros nok akan menekan
katup terbuka. Saat nok tidak menekan lagi, akibat pegas katup maka katup tertutup kembali.

Gb 3.3 mekanisme katup sv type

3|Page
b. OHV (Over Head Valve) Type
Letak poros nok disamping silinder, sedangkan lokasi katup di kepala silinder, untuk
memindah gerakan membuka katup diperlukan lifter, push rod dan roker arm. Tipe ini
memungkinkan disain ruang bakar lebih baik. Digunakan pada tipe mesin V, horizontal dan
opposed piston.

Gb. 3.4 Mekanisme katup OHV type

Prinsip kerja:
Melalui roda gigi timing gerak putar engkol akan memutar poros nok (cam shaft), karena
perbandingan gigi engkol dengan poros nok 1 : 2 maka saat poros engkol berputar 2 kali
maka poros nok berputar sekali. Urutan gerak komponen sehingga katup terbuka adalah
poros nok - lifter - push rod - roker arm katup. Urutan gerak menutup adalah katup
roker arm- push rod lifter poros nok. Membukanya katup akibat gerak nok menekan,
sedangkan gerak menutup akibat gaya pegas saat nok tidak menekan lagi.

c. SOHC (Single Over Head Camshaft) Type


Jumlah poros nok sebuah (single), diletakkan poros nok (camshaft) di kepala silinder. Letak
katup di kepala silinder, katup ditekan roker arm, roker arm langsung ditekan oleh poros nok,
jadi pada tipe ini lifter dan push rod sudah tidak diperlukan, sehingga komponen mekanisme
katup lebih sedikit dan keterlambatan penutupan katup sat putaran tinggi dapat dikurangi.

Gb. 3.5 Mekanisme katup SOHC type

4|Page
d. DOHC (Double Over Head Camshaft)
Jumlah poros nok (camshaft) ada dua buah (Double) yang diletakkan di kepala silinder.
Katup diletakkan di kepala silinder, pada tipe ini terdapat beberapa model, ada yang poros
nok langsung menekan katup (direct push type), ada pula yang menekan swing arm dan
swing arm yang menekan katup (swing arm type).

Gb. 3.6 Mekanisme katup DOHC type


Tipe DOHC mempunyai keunggulan dalam penempatan katup masuk maupun katup buang,
disain ruang bakar lebih baik, total luasan saluran masuk dan buang dapat ditingkatkan.
Dengan keunggulan tersebut tipe ini banyak digunakan untuk mesin dengan jumlah katup
lebih dari satu (multi valve).

e. MV (Multi Valve)
Merupakan mekanisme katup dengan jumlah katup tiap silinder lebih dari satu pasang atau
lebih dari dua buah. Tujuan multi valve adalah meningkatkan efisiensi volumetrik dan
performa mesin dengan cara memperbesar saluran pemasukan dan pembuangan.
Memperbesar saluran masuk maupun saluran buang dapat dilakukan:

1). Memperbesar katup masuk dan katup buang.


Luasan ruang bakar terbatas bila ukuran diperbesar maka jarak antar lubang menjadi kecil,
sehingga saat motor bekerja akibat temperatur pembakaran yang tinggi maka tepi antar
lubang masuk dan lubang buang yang kecil akan cepat memuai dan dudukan katup juga
memuai sehingga dudukan katup cepat rusak.
2). Membuat lubang masuk dan keluar lebih dari satu
Memperbanyak lubang memungkinkan luasan total lubang masuk dan keluar dapat
ditingkatkan dan jarak antar lubang dapat dipertahankan tetap besar, sehingga rusaknya
dudukan katup akibat pemuaian dapat dihindari.

5|Page
Gb. 3.7 Susunan katup Multi valve type

Metoda ini paling banyak digunakan, sehingga pada saat ini banyak dikembangkan jumlah
katup lebih dari dua katup tiap silinder (multi valve), terutama untuk sepeda motor dengan
jumlah silinder lebih dari satu.

Misalnya sepada motor Honda CBR900RR mempunyai 16 katup padahal jumlah silinder ada
4 buah, sehingga tiap selinder mempunyai 4 katup, yaitu 2 katup hisap dan 2 katup buang.

Keuntungan lain menggunakan multi valve adalah disain ruang bakar lebih baik, penempatan
busi dapat ditengah ruang bakar, sehingga torbulensi aliran, perambatan proses pembakaran
dan tekanan hasil pembakaran lebih merata.
DIAGRAM KATUP

Secara teori tentang cara kerja motor empat langkah katup dianggap membuka dan menutup
tepat pada posisi TMA dan TMB. Tetapi pada posisi yang sebenarnya tidak demikian, kedua
katup membuka lebih awal dan menutup lebih lambat. Katup hisap membuka sebelum TMA
dan menutup sesudah TMB, dan katup buang membuka sebelum TMB dan menutup sesudah
TMA. Hal ini diperlukan untuk memberikan waktu yang cukup untuk memasukkan atau
mengeluarkan muatan silinder (gas baru atau gas bekas).
Untuk melihat secara nyata bagaimana kerja mekanisme katup secara utuh adalah sulit, untuk
memudahkanya dapat dibuat dalam suatu diagram. Dengan diagram dapat dijelaskan kapan
katup mulai membuka dan menutup., mekanisme diatas sedemikian rupa sehingga seluruh
proses berjalan dengan tepat dan cepat. Lama kerja katup (valve timing) ditentukan oleh
bentuk nok (bubungan) camshaft. Bila diagram katup berubah misalnya akibat celah katup
tidak sesuai), hal ini akan mempengaruhi unjuk kerja motor.
Lihat diagramkatup berikut ini :

6|Page
Gambar Diagram Kerja Katup

7|Page
8|Page
9|Page