Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH USAHA KECIL MENENGAH

USAHA KECIL DAN MENENGAH


( UKM )

Di susun oleh : Diah Ernawati (24209822)


Khoirun Nisa (22209434)
Reyhan W Ramli (24209570)
Suci Okta Angelina (26209526)
Stephanie Octaviani (21209655)
Kelas :2EB19

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................ ...... 2


DAFTAR ISI........................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang........................................................ ............... 3
Tujuan..................................................................................... 4
Metode Penulisan .................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Usaha Kecil dan Menengah.................................. 5
Contoh Usaha Kecil dan Menengah....................................... 8

BAB III PENUTUP


Kata penutup............................................................................ 10
Daftar Pustaka.......................................................................... 11

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat
dan karunianya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah Usaha Kecil dan Menengah .

Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Widiyarsih yang telah memberikan tugas ini
sehingga kami dapat menambah pemahaman kami tentang Usaha Kecil dan Menengah.
Terima kasih pula kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu kami dalam
menyusun makalah ini.

Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu
Widiyarsih. Banyak kendala yang kami alami dalam menyusun makalah ini. Namun, itu
semua tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan makalah ini.

Kami telah berupaya menyempurnakan makalah ini, namun seperti kata pepatah,
Tak ada gading yang tak retak maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari Ibu Widiyarsih, teman-teman dan orang lain yang sudi meluangkan
waktunya untuk menyimak isi dari makalah ini.

Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami sangat berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar dalam
memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja
baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter
tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan
usahanya.Saat ini,UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun
pendapatan Negara Indonesia.
UKM merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan
inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya
menguntungka pihak-pihak tertentu saja.Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam
mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak
tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar
pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu
daerah yang belum diolah secara komersial.UKM dapat membantu mengolah Sumber Daya
Alam yang ada di setiap daerah.Hal ini berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah
maupun pendapatan negara Indonesia.

Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita
membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapat mengetahui cara mengelola
usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk
membangun sebuah usaha awal.

Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan
bermanfaat bagi kita semua. Juga Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka
di perlukan strategi ukm waralaba

Metode Penulisan
Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :
Studi Pustaka
Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
USAHA KECIL DAN MENENGAH
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis
usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan
Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat
yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha
kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki
kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.
1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri,
bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai,
atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha
Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau
badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing
Propinsi atau Kabupaten/Kta yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM
Ciri-ciri usaha kecil
Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang
berubah;

Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;

Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih


sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan
keluarga, sudah membuat neraca usaha;

Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;

Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira


usaha;

Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;

Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik


seperti business planning.

Contoh usaha kecil

Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;

Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;

Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan,
industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan
tangan;

Peternakan ayam, itik dan perikanan;

Koperasi berskala kecil.

Ciri-ciri usaha menengah

Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik,
lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas
antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi;

Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem


akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan
penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan;

Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah


ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll;
Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin
usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll;

Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan;

Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan
terdidik.

Contoh usaha menengah


Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir
seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu:

Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah;

Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor;

Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa
transportasi taxi dan bus antar proponsi;

Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam;

Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak
dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha
Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau
badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing
Propinsi atau Kabupaten/Kta.

Kriteria Jenis Usaha Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja


Kriteria jumlah karyawan berdasarkan jumlah tenaga kerja atau jumlah karyawan
merupakan suatu tolak ukur yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk
menilai usaha kecil atau besar, sebagai berikut :

Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Usaha Besar


Menengah
Jumlah Tenaga <> 5-19 orang 20-99 orang > 100 orang
Kerja

Contoh USAHA KECIL DAN MENENGAH seperti dibawah ini :


Margin Keuntungan Sablon Digital 100-900%
Untuk peluang usaha di bidang sablon digital atau usaha cetak-cetak produk suvenir atau
barang promosi ini, selain hanya butuh modal kecil... margin keuntungannya sangat
besar Usaha apapun, biasanya usaha yang hanya menjual dalam satu kategori penjualan
saja, misalnya hanya Jasa saja, atau hanya Barang saja, harganya gampang di lacak mahal
atau tidaknya. Misalnya anda menjual dalam kategori Jasa saja contohnya jasa pengiriman
barang, jasa servis handphone, atau sampai jasa narik taksi, semuanya sudah ada
perbandingannya dan customer bisa cek2 kiri kanan untuk melabel jasa anda kompetitif atau
tidak.
Sedangkan untuk barang, wah lebih parah lagi.. Jualan di pusat perbelanjaan apalagi.
Misalnya jualan komputer di pusat perbelanjaan komputer terbesar di Jakarta, di Mangga Dua
misalnya : jualan komputer yang harganya 5 jutaan untungnya hanya Rp 100.000-150.000,
kadang2 kalau lagi sepi Rp 50.000 aja di ambil untung cuma 1-3%..., habis... daripada
daripada ntar di ambil toko sebelah mendingan ambil aja lah daripada ga untung sama sekali..
Padahal tuh jual komputer kan ada garansi... Apalagi jualan barang2 lain yang sudah lebih
pasaran.. mana mungkin untung banyak2...
Nah Kalau mau jual sesuatu yang orang tidak bisa ukur nilai pastinya atau agak susah
dicek kiri kanan harganya adalah bisnis yang menggabungkan Barang dan Jasa!. Misalnya
anda menjual lukisan, anda kan menjual lukisan itu (barang) tapi dengan keterampilan anda
juga (jasa). Nah kalau anda pelukis handal, harga lukisan anda pasti lebih tinggi daripada
pelukis amatir bukan? Nah kalau mau cari peluang usaha itu, harus yang menggabungkan
Barang dan Jasa supaya keuntungan bisa jauh lebih besar dan orang tidak bisa
membanding2kan dengan orang lain karena keahlian kita pasti berbeda dengan orang lain.
Nah usaha di bidang Sablon Digital ini sama dengan kategori Barang dan Jasa itu.
Misalnya, kita menjual T-Shirt atau Mug, tapi kan design kita dengan design orang lain
berbeda tergantung dari tingkat kreatifitas kita sendiri. Jadi nilainya berbeda2. Anda lebih
memilih mana? Beli T-Shirt design amatiran atau T-Shirt dengan design unik dan kreatif?
Pasti yang unik dan kreatif itu kan? Nah jadi dalam usaha Sablon Digital ini selain
produk2nya sendiri yang sudah unik, kreatifitas anda juga menambah keunikannya lagi, jadi
nilai jual akan sangat tinggi. Maka tidak perlu kaget, modal cetak ID Card misalnya hanya
540 rupiah, bisa dijual Rp 5.000-10.000 bahkan ada yang masih menjual ID Card di atas Rp
15.000! Untungnya minimal bisa lebih dari 900%!!! Mana ada bisnis dengan keuntungan
segitu dijaman krisis global sekarang ini?!?!
Apakah semua produk sablon digital ini bisa menguntungkan margin sebesar 900%?
Tentunya tidak semuanya. Tapi rata2 keuntungan yang paling minimal adalah 100%!
Jangankan 900%, untung 100% saja usaha apapun sekarang sudah susah!
Coba anda perhatikan Tabel dibawah ini :

Mungkin anda akan bilang wah itukan belum perhitungan investasi mesin, belum
termasuk ongkos kerja. Coba anda tambahkan 10-20% dari total biaya, total keuntungan
tetap berkali2 lipat.Untuk bahan2 baku lainnya untung juga hampir sama besarnya,
paling minimal 100% seperti misalnya cetak2 T-Shirt karena pasar T-Shirt sudah sangat besar.
Tapi kalau anda dapat pesanan T-Shirt, biasanya sangat besar kuantitasnya juga bukan? Jadi
sama saja,untung lebih kecil, tapi orderan lebih banyak, totalnya juga besar.Dengan margin
keuntungan sebesar itu, ditambah dengan modal yang sangat kecil (mulai dari Rp 2-5 jutaan)
apa ada banyak peluang usaha yang lebih menguntungkan dari usaha Sablon Digital? Tunggu
apalagi? Mumpung usaha sablon digital ini dihitung masih termasuk baru, nah kalau sudah
terlalu lama yah seperti pepatah, ada gula ada semut, takutnya sumber gulanya sudah habis
di kerubutin semut2 semua.
Apa kelebihan & kelemahan bisnis sablon digital?Kelebihan sablon digital dan cutting
stickeradalah sebagai berikut :1. Proses pengerjaan bisnis cutting sticker mudah dan cepat.2.
Mampu menyablon sticker satuan dan dengan warna yang sulit seperti photo.
3. Lebih simple dibandingkan sablon manual
Kelemahan sablon digital adalah sebagai berikut :1. Harga produksi cenderung flat
sehingga tidak bisa memproduksi dalam jumlah banyak kecuali untuk proses sublimasi.
2. Tidak cocok untuk design huruf atau model bercak-bercak yang terlalu kecil karena akan
menyulitkan ketika proses cutting konturnya
KATA PENUTUP
Demikianlah hasil dari makalah yang telah kami buat selama kurang lebih dua
minggu dalam rangka memperdalam wawasan kami tentang Usaha Kecil dan Menengah.
Semoga dengan terbentuknya makalah ini, kami dapat memberikan pengetahuan yang luas
kepada semua orang yang membacanya terutama bagi Mahasiswa-Mahasiswi Gunadarma.
Kami juga berharap bahwa dengan terbentuknya makalah ini, semua orang yang
membutuhkan bahan-bahan yang terkait dengan Usaha Kecil dan Menengah menjadi
tertolong dan tidak kesulitan dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.

Makalah ini kami persembahkan bagi berkembangnya struktur pendidikan. Semoga


apa yang tertulis di dalam makalah ini selalu abadi dan memberikan berkah yang tiada
hentinya dalam kehidupan kita bersama

Terima kasih atas segala pihak yang telah membantu terbentuknya makalah ini.
Semoga bantuan anda sekalian tidak sia-sia.