Anda di halaman 1dari 5

DRAFT LAPORAN AKHIR

PERENCANAAN SALURAN PEMBUANG DARI JL. TONGKONAN RANU KE JL. DAYUNG

BAB II
KONDISI LOKASI STUDI

2.1. RONA LINGKUNGAN WILAYAH STUDI


2.1.1. Geografis
Secara geografis Wilayah Kabupaten Kutai Timur berada pada posisi
11556'26'' BT - 11858'19'' BB dan 117'1'' LS - 152'39''. Luas Kabupaten
Kutai Timur 35.747,50 Km2 atau 17 % dari luas Propinsi Kalimantan Timur
secara keseluruhan.

Dengan letak geografis yang demikian, Kabupaten Kutai Timur mempunyai


batas-batas sebagai berikut :
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Bulungan
b. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara
c. Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara
d. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Selat Makassar

2.1.2. Administrasi
Kabupaten Kutai Timur memiliki 18 wilayah kecamatan, yakni Kecamatan
Muara Ancalong, Busang, Long Masangat, Muara Wahau, Telen, Kombeng,
Muara Bengkal, Batu Ampar, Sangatta Utara, Bengalon, Teluk Pandan,
Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Sangkulirang, Kaliorang, Sandaran, Kaubun,
dan Karangan. Sedangkan jumlah desanya sebanyak 135 desa.

2.1.3. Topografi
Secara topografi wilayah Kutai Timur terdiri dari daratan dan perairan. Wilayah
daratan terdiri dari gugusan gunung/pegunungan yang jumlahnya ada 8
(delapan), dari jumlah tersebut yang tertinggi yaitu Gunung Menyapa dengan
ketinggian mencapai 2.000 m dpl.

Sedangkan wilayah perairan berupa laut/pantai, sungai dan danau, untuk


sungai terdapat di seluruh kecamatan namun yang terpanjang Sungai Kedang
Kepala, terletak di Kecamatan Muara Wahau dengan panjang 319 Km. hal ini
berbeda dengan danau yang hanya terdapat di Kecamatan Muara Bengkal
yaitu Danau Ngayau dan Danau Karang.

II-1
DRAFT LAPORAN AKHIR
PERENCANAAN SALURAN PEMBUANG DARI JL. TONGKONAN RANU KE JL. DAYUNG

2.1.4. Klimatologi
A. Kondisi Fisiografi
Kabupaten Kutai Timur terdiri dari dua satuan geomorfologi, yakni daerah
dataran rendah yang terletak antara 5 hingga 113 m dpl, dan satuan
pegunungan yang terletak antara 122 hingga 2.000 m dpl.

Daerah dataran rendah memiliki fisiografi dataran dan perbukitan lipatan


dengan batuan dasar yang merupakan batu pasir (sand stone). Sementara
itu daerah pegunungan memiliki fisiografi pegunungan intrusi, perbukitan
intrusi, kompleks pegunungan dan pegunungan.

Jenis tanah pada Kabupaten Kutai Timur bervariasi meliputi Podsolik


Kandik, Podsolik Kromik, Kambisol Distrik pada daerah dataran rendah dan
Oksisol Haplik, Latosol Umbrik, Mediteran Molik, Mediteran Haplik, dan
Kambisol Eutrik pada kawasan perbukitan dan pegunungan.

B. Iklim
Kutai Timur yang beriklim tropis mempunyai musim yang hampir
sama dengan wilayah Indonesia pada umumnya, yaitu adanya musim
kemarau dan musim peng-hujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada
bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, sedang musim penghujan
terjadi pada bulan Nopember sampai dengan bulan April. Keadaan ini
terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan
pada bulan-bulan tertentu.

C. Suhu Dan Kelembaban


Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi
rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya
dari pantai. Selain itu, sebagai daerah beriklim tropis dengan habitat
hutan yang sangat luas, Kutai Timur mempunyai kelembaban udara
relatif tinggi Kutai Timur yang beriklim tropis mempunyai musim yang
hampir sama dengan wilayah Indonesia pada umumnya, yaitu adanya
musim kemarau dan musim penghujan.

Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan
Oktober, sedang musim penghujan terjadi pada bulan Nopember
sampai dengan bulan April. Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun
yang diselingi dengan musim peralihan pada bulan- bulan tertentu
Namun dalam tahun- tahun terakhir ini, keadaan musim di Kutai
Timur kadang tidak menentu. Pada bulan- bulan yang seharusnya
turun hujan dalam kenyataannya tidak ada hujan sama sekali, atau

II-2
DRAFT LAPORAN AKHIR
PERENCANAAN SALURAN PEMBUANG DARI JL. TONGKONAN RANU KE JL. DAYUNG

sebaliknya pada bulan- bulan yang harusnya kemarau justru terjadi


hujan dengan musim yang jauh lebih panjang.

2.1.5. Kependudukan
Penduduk di Kabupaten Kutai Timur dari tahun ke tahun mengalami
kenaikan yang cukup berarti. Jumlah penduduk tahun 2008 sebesar
213.759 jiwa, meningkat menjadi 285.743 jiwa pada tahun 2012.

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kutai Timur sebenarnya tidak merata


sepanjang tahun. Sebagai contoh, pertumbuhan penduduk periode 2008-
2009 sebesar 15 persen, periode 2009-2010 sebesar 4 persen, periode
2010-2011 sebesar 5,72 persen, sedangkan periode 2011-2012 sebesar
5,72 persen.

Sebagaimana pertumbuhan penduduk, persebaran penduduk di Kabupaten


Kutai Timur juga tidak merata. Pada tahun 2012 porsi terbesar penduduk
Kutai Timur berada di kecamatan Sangatta Utara (28,22%), yang
merupakan ibu kota Kabupaten Kutai Timur. Selebihnya berada di
kecamatan Bengalon (8,88%) dan tersebar di kecamatan lain berkisar 1-6
persen. Ditinjau dari komposisi penduduk menurut jenis kelamin
menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki- laki di Kabupaten Kutai Timur
masih lebih banyak dibanding perempuan. Ini terlihat dari rasio jenis
kelamin yang lebih besar dari 100 (Sumber : Data Statistik Kabupaten Kutai
Timur, 2013).

2.2. RONA WILAYAH KECAMATAN SANGATTA UTARA


2.2.1. Administrasi dan Luas Wilayah Kecamatan Sengata
Utara
Sangatta Utara adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, yang
merupakan pecahan dari kecamatan Sangatta terdahulu. Sangatta Utara
merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kutai Timur, hal
ini disebabkan karena kecamatan Sangatta Utara adalah pusat pemerintahan
dan perdagangan di Kutai Timur.

Kecamatan Sangatta Utara dengan Luas wilayah 7.025,15 Ha. terdiri dari 4
Desa yaitu : Desa Sangatta Utara, Desa Teluk Lingga, Desa Singa Gembara dan
Desa Swarga Bara.

Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, penduduk Sangatta Utara berjumlah


72.864 jiwa dengan rincian 40.176 jiwa laki-laki dan 32.688 jiwa perempuan
dan rasio jenis kelamin sebesar 123.

II-3
DRAFT LAPORAN AKHIR
PERENCANAAN SALURAN PEMBUANG DARI JL. TONGKONAN RANU KE JL. DAYUNG

Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Sangatta Utara adalah sbb. :


Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Bengalon
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Sengatta Selatan
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Rantau Pulung
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Selat Makassar

2.2.2. Rona Daerah Sangatta Utara


Kecamatan Sengata Utara merupakan suatu kawasan perkotaan yang
merupakan tempat kedudukan ibukota Kabupaten Kutai Timur dan Perusahaan
Tambang Batubara terbesar di Kalimantan Timur, yaitu Kaltim Prima Coal
(KPC). Aksesibiltas untuk mencapai kecamatan ini dapat ditempuh dengan
banyak moda seperti dari Samarinda - Sangkulirang, Bontan - Sangkulirang.

Hanya saja kecamatan ini memiliki akses buruk dari aspek jalannya. Jalan yang
rusak dan berlobang merupakan ciri khas dari entrance area kawasan
perkotaan Sengatta. Fisik guna lahan didominasi oleh kawasan permukiman
dan perkantoran. Hal ini mencerminkan kawasan perkotaan yang akan
berkembangan. Walaupun perkembangannya diyakini akan memanjang
sepanjang jalan utama (jln. Yos Sudarso). Perekonomian wilayah didominasi
oleh sektor jasa dan perdagangan untuk melayani kegiatan pertambangan
yang dilakukan oleh KPC maupun sektor-sektor perkotaan lainnya yang
tumbuh karena multiplier effect dari KPC tersebut.

2.2.3. Kondisi Hidrologi dan Klimatologi


Kondisi iklim di Kecamatan Sangatta Utara dan sekitarnya pada umumnya
beriklim tropis basah dengan curah hujan: 1.700-2.000 mm/tahun. Dengan
Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan
Oktober, sedang musim penghujan terjadi pada bulan Nopember sampai
dengan bulan April. Kondisi rata-rata iklim adalah sebagai berikut :

II-4
DRAFT LAPORAN AKHIR
PERENCANAAN SALURAN PEMBUANG DARI JL. TONGKONAN RANU KE JL. DAYUNG

2.2.4. Kondisi Geologi


Secara geologi Sangatta dan sekitarnya termasuk dalam formasi batuan F.
Balikpapan yang terdiri dari perselingan batu pasir kwarsa, batu lempung
lanauan dan serpih dengan sisipan napal, batu gamping dan batubara.

Kondisi geologi diwilayah Sangatta dan sekitarnya, dari susunan batuannya


menunjukkan bahwa batuan tersebut terbentuk pada lingkungan pengendapan
laut dangkal sampai area pasang surut. Struktur geologi yang berkembang
adalah perlipatan dan sesar akibat gejala pengangkatan yang terjadi pada kala
Miosen Akhir Pliosen, sehingga terbentuk morfologi perbukitan dan lembah
yang ada saat ini.

Dari gejala geologi yang terjadi dari Miosen Tengah sampai Miosen Akhir
terbentuk formasi batuan Balikpapan dan selanjutnya pada kala Pliosen
terbentuk formasi batuan Kampung Baru yang terjadi pada lingkungan delta
laut dangkal. Kemudian baru pada kala Holosen terbentuk endapan alluvium
yang merupakan endapan pada lingkungan daratan pada lembah sungai
sampai daerah mua

II-5