Anda di halaman 1dari 29

Laporan Hidrologi

Laporan Hidrologi 4.1. Umum Debit andalan diartikan sebagai debit yang tersedia guna keperluan tertentu sepanjang tahun,

4.1. Umum

Debit andalan diartikan sebagai debit yang tersedia guna keperluan tertentu sepanjang tahun, dengan resiko kegagalan yang telah diperhitungkan. Untuk keperluran Air Baku ditetapkan 90 % berarti akan dihadapi resiko adanya debit-debit yang lebih kecil dari debit andalan sebesar 10 % banyaknya pengamatan. Debit andalan (dependeble Discharge) sangat diperlukan guna menentukan debit perencanaan yang diharapkan tersedia disungai untuk memperkirakan cakupan ketersediaan air dan untuk memperkirakan sistem pembagian air dan jadwal operasi.

Pada umumnya debit sungai tidak dicatat, dan debit andalan harus diperkirakan dengan suatu metode empiris, antara lain metode Mock, dari informasi penduduk setempat, atau dengan memakai perbandingan dari luas tangkapan daerah irigasi lain yang serupa.

4.2. Ketersediaan Air di Sungai Cinamati dengan Metode Simulasi Mock

Untuk mengetahui ketersediaan air yang ada di Cinamati, maka debit sungainya diestimasi dengan menggunakan metode Mock. Metode Simulasi Mock merupakan model simulasi keseimbangan air tanah untuk aliran sungai di Indonesia. Model Mock ini juga disarankan dalam standard kretiria perencanaan baru KP-01. Metode ini didasarkan pada konsep keseimbangan air (water balance) dimana volume air yang ada adalah tetap hanya sirkulasi dan distribusinya yang bervariasi. Metode Mock memperhitungkan volume air yang masuk, keluar dan tersimpan dalam tanah. Beberapa parameter yang dipakai dalam perhitungan adalah sebagai berikut.

Laporan Hidrologi

1. Exposed surface (m)

Exposed surface (m) merupakan prosentase lahan yang tidak tertutupi oleh tumbuhan dan dengan anggapan bahwa makin banyak hari hujan (n), maka tumbuhan akan lebih subur dan proportasi permukaan luar yang tidak tertutupi tumbuhan hijau akan lebih kecil (m<<). Maka untuk nilai asumsi exposed surface dapat diestimasi seperti yang disajikan pada berikut ini.

Tabel 4.1.Nilai Asumsi Exposed Surface Bulanan (K)

Jumlah hari hujan (n)

(0 8)

(8 15)

(16 31)

Exposed surface (m)

50

40

30

Atau dapat pula diestimasi berdasarkan asumsi sebagai berikut.

m

=

0, untuk lahan dengan hutan sekunder pada akhir musim hujan

 

dan bertambah 10 % setiap bulan kering berikutnya.

m

=

10 40 % untuk lahan yang tererosi.

m

=

30 50 % untuk lahan pertanian yang diolah (misal sawah,

 

ladang) dalam bulan basah (5-8 hari hujan dalam sebulan) faktor

m dianggap konstan, sementara dalam musim hujan (lebih dari 8

hari hujan) setelah musim kemarau, dianggap faktor ini

berkurang 10-20 % per bulan.

h

=

jumlah hari hujan dalam sebulan.

2. Konstanta Resesi Aliran Bulanan (K)

Faktor resesi aliran bulanan (k) adalah 0 1,0. Harga k yang tinggi akan memberikan resesi yang lambat seperti pada kondisi geologi lapisan bawah yang sangat lulus air (permeable). Konstanta resesi aliran (k) adalah proporsi dari aliran air tanah bulan lalu yang masih ada bulan sekarang.

Laporan Hidrologi

K

q t

q o

=

=

=

q t /q o

Aliran air tanah pada waktu t (bulan t)

Aliran air tanah pada awal (bulan 0)

Harga k suatu bulan relatif lebih besar jika bulan sebelumnya merupakan bulan basah. Sehingga dengan aggapan bahwa makin banyak hari hujan (n), maka suplay kandungan air tanah pun akan makin banyak dan proporsi kandungan air tanah akan lebih besar pula (K>>). Batasan pengambilan nilai K adalah 0 1,0. Maka untuk nilai asumsi konstanta resesi aliran (k) dapat diambil seperti yang disajikan pada tabel berikut.

Tabel 4.2.Nilai Asumsi Konstanta Resesi Aliran Bulanan.

Jumlah hari hujan (n)

(0 8)

(8 15)

(16 31)

Konstanta resesi aliran bulanan (k)

0,6

0,65

0,7

3. Koefisien Infiltrasi (I)

Koefisien infiltrasi (I), adalah koefisien yang didasarkan pada kondisi porositas tanah dan kemiringan daerah pengaliran. Koefisein infiltrasi ditaksir berdasarkan kondisi porositas tanah dan kemiringan daerah pengaliran. Koefisien infiltrasi mempunyai nilai yang besar jika tanah bersifat porous, sifat bulan kering dan kemiringan lahannya tidak terjal. Lahan yang terjal dimana air tidak sempat infiltrasi kedalam tanah maka koefisien infiltrasi akan kecil. Batasan koefisien infiltrasi adalah 0 1,0.

4. Soil Moisture Capacity (SMC)

Soil Moisture Capacity (kapasitas kelembaban tanah) adalah yaitu kapasitas kandungan air dalam tanah per m 2 . Jika porositas tanah lapisan atas tersebut makin besar, maka kapasitas kelembaban tanah akan makin besar pula. Perkiraan kapasitas kelembaban tanah diperlukan pada saat dimulainya simulasi dan besarnya tergantung dari kondisi porositas lapisan tanah atas dari daerah pengaliran. Biasanya diambil 50 s/d 250 mm.

Laporan Hidrologi

5. Groundwater storage (GS)

Groundwater storage (penyimpanan air tanah) merupakan perkiraan jumlah air yang dapat disimpan oleh tanah pe m 2 . Pada permulaan simulasi harus ditentukan penyimpangan awal (initial storage) yang besarnya tergantung dari kondisi geologi setempat dan waktu, sebagai contoh dalam daerah kecil dimana kondisi geologi lapisan bawah adalah tidak tembus air dan mungkin tidak ada air di sungai pada musim kemarau, maka penyimpangan air tanah menjadi nol.

6. Persamaan dasar.

a. Keseimbangan Air dipermukaan tanah

Air hujan yang mencapai tanah dapat dirumuskan sebagai berikut :

S

=

P

Et.

P

= curah hujan (mm)

Et

= Evapotranspirasi (mm)

Bila S positif (P > Et) maka air akan masuk kedalam tanah bila kapasitas kelembaban tanah belum terpenuhi, dan sebaliknya akan melimpas bila

kondisi tanah jenuh. Bila S negatif (P < Et), sebagian air tanah akan keluar

dan terjadi kekurangan (defisit). Perubahan kandungan air tanah (soil

storage) tergantung dari dari S. Bila harga S negatif maka kapasitas

kelembaban tanah akan berkurang dan bila S positif akan menambah kekurangan kapasitas kelembaban tanah bulan sebelumnya.

b. Aliran dan Penyimpanan air tanah (Run Off & Groundwater Storage)

Rumus-rumus yang dipergunakan :

Vn

V n

=

=

k.V n-1 + ½ (1 + k ). In

V n V n-1

Laporan Hidrologi

Dengan :

Vn

V n

V

n

V

n-1

=

Volume air tanah

=

Perubahan volume aliran air tanah

=

Volume air tanah bulan ke n

=

Volume air tanah bulan ke (n-1)

c. Aliran (Run off)

Aliran dasar

:

infiltrasi dikurangi perubahan volume aliran air dalam tanah.

Aliran permukaan/ Langsung

:

kelebihan air (water surplus) - infiltrasi.

Aliran

:

aliran dasar + aliran permukaan

Debit Andalan

:

aliran sungai dinyatakan dalam m 3 /bl.

d. Aliran Hujan Lebat (Storm Run Off)

Selama bulan-bulan kering dimana intensitas curah hujan melampaui harga

infiltrasi tanah, sejumlah kecil aliran dapat terjadi akibat hujan lebat pada

bulan basah sebelumnya. Debit aliran ini adalah beberapa persen dari curah

hujan (P) sebelum dikurangi evapotranspirasi terbatas (Et) dan akan terlihat

pada aliran langsung.

Luas DAS untuk Cinamati adalah 12,78 km 2 . Topografi tanah bergelombang

dengan kemiringan lereng pada umumnya landai. Data hujan terdekat adalah

dari stasiun penakar hujan Tanjungpinang. Demikian juga data klimatologi

diambil dari Stasiun Klimatologi Tanjungpinang. Dengan menggunakan

pemodelan FJ. Mock maka hasil debit andalan untuk embung Cinamati

disajikan pada tabel berikut.

Laporan Hidrologi

Tabel 4.3.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1995 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1995 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

4 - 5
4 - 5

Laporan Hidrologi

Tabel 4.4.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1996 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1996 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

4 - 6
4 - 6

Laporan Hidrologi

Tabel 4.5.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1997 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1997 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

4 - 7
4 - 7

Laporan Hidrologi

Tabel 4.6.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1998 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1998 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.7.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1999 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 1999 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.8.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2000 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2000 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.9.

Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2001 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2001 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.10. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2002 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2002 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.11. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2003 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2003 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.12. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2004 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2004 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.13. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2005 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2005 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.14. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2006 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2006 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.15. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2007 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2007 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.16. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2008 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2008 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.17. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2009 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2009 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.18. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2010 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2010 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.19. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2011 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2011 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.20. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2012 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2012 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.21. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2013 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2013 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.22. Analisis Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2014 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Debit Andalan Embung Cinamati Tahun 2014 Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.23. Rekapitulasi Debit Andalan Embung Cinamati Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati.

Rekapitulasi Debit Andalan Embung Cinamati Metode Dr. F.J. Mock DAS Cinamati. Sumber: Hasil Hitungan Konsultan 4

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

Laporan Hidrologi

Tabel 4.24. Debit Andalan Embung Cinamati

Laporan Hidrologi Tabel 4.24. Debit Andalan Embung Cinamati Sumber: Hasil Hitungan Konsultan 4 - 26

Sumber: Hasil Hitungan Konsultan

4 - 26
4 - 26

Laporan Hidrologi