Anda di halaman 1dari 20

MODUL MANAJEMEN BENCANA

KONSEP MANAJEMEN KORBAN MASAL

Oleh :

1. Ahdal Casanoval P27820714006


2. Asfin Novia Ramadhani P27820714010
3. Qonita P27820714012

PROGRAM STUDI D IV GAWAT DARURAT


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karuniaNya kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul Modul
Manajemen Bencana Konsep Manajemen Korban Masal.

Dalam proses penyusunan modul ini, penyusun mengalami banyak


permasalahan. Namun berkat arahan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya
modul ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini, dengan
segala kerendahan hati, penyusun mengucapkan terima kasih kepada Pembimbing
Manajemen Bencana yaitu Ibu Siswari Yuniarti,SST., SPd., M.Kes., yang telah
membimbing kami dalam proses penyusunan modul ini.

Penyusun menyadari modul ini masih belum sempurna, baik dari isi
maupun sistematika penulisannya, maka dari itu penyusun berterima kasih apabila
ada kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan modul ini.

Akhir kata, semoga makalah ini dapatbermanfaat bagi pembaca dan rekan-
rekanseperjuangan, khususnyarekan-rekanProgram Studi DIV Gawat Darurat.

Surabaya, 3 April 2016

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

I. Tujuan pembelajaran umum.................................................................1


II. Tujuan pembelajaran khusus.................................................................1
III. Pokok materi pembelajaran..................................................................1
IV. Uraian materi
1. Pengertian Manajemen Korban Masal............................................ 2
2. Sistem Manajemen Korban............................................................. 3
3. System Informasi Dalam Penanganan Korban Masal.................... 3
4. Penilaian awal penanganan korban massal..................................... 4
5. Tenaga pelaksana manajemen korban manajemen.........................4
6. Alur penatalaksanaan korban massal.............................................. 4
7. Penatalaksanaan korban massal...................................................... 5
8. Triage lapangan............................................................................... 6
9. Penatalaksanaan korban massal di rumah Sakit.............................10
V. Daftar Pustaka ...................................................................................... 12
VI. Soal....................................................................................................... 13

2
I. Tujuan Pembelajaran Umum

Mahasiswa mampu dan mengaplikasikan manajeme korban massal


II. Tujuan Pembelajaran Khusus
1. Mahasiswa mengerti dan memahami pengertian manajemen korban
masal
2. Mahasiswa mengerti dan memahami sistem manajemen korban
massal
3. Mahasiswa mengerti dan memahami system informasi dalam
penanganan korban masal
4. Mahasiswa mengerti dan memahami penilaian awal penanganan
korban massal
5. Mahasiswa mengerti dan memahami tenaga pelaksana manajemen
korban manajemen
6. Mahasiswa mengerti dan memahami alur penatalaksanaan korban
massal
7. Mahasiswa mengerti dan memahami penatalaksanaan korban
massal
8. Mahasiswa mengerti dan memahami Triage lapangan
9. Penatalaksanaan korban massal di rumah Sakit
III. Pokok Materi Pembelajaran
1. Pengertian manajemen korban masal
2. Sistem manajemen korban
3. System informasi dalam penanganan korban masal
4. Penilaian awal penanganan korban massal
5. Tenaga pelaksana manajemen korban manajemen
6. Alur penatalaksanaan korban massal
7. Penatalaksanaan korban massal
8. Triage lapangan
9. Penatalaksanaan korban massal di rumah sakit

IV. Uraian Materi


1. Pengertian manajemen korban masal
a. Pengertian Bencana
Peristiwa atau rangkaian peristiwayang disebabkan oleh alam
atau manusiayang mengakibatkan korban dan penderitaan
manusia, kerugian harta benda,kerusakan lingkungan, kerusakan
saranadan prasarana umum serta menimbulkangangguan

1
terhadap tata kehidupan danpenghidupan masyarakat
danpembangunan nasional yang memerlukanbantuan dan
pertolongan secara khusus.
b. Pengertian Korban masal
Korban akibat kejadian dengan jumlah relatif banyak oleh
karena sebabyang sama dan perlu mendapatkanpertolongan
kesehatan segera denganmenggunakan sarana, fasilitas dan
tenagayang lebih dari yang tersedia sehari-hari.
c. Penyebab bencana
- Alam seperti : banjir, gempa bumi,tsunami dan lain
sebagainya.
- Teknologi seperti : tabrakan kereta api,rubuhnya gedung
dan lainsebagainya.
- Konflik seperti : konflik antar etnis,terorisme dan lain
sebagainya

2. Sistem manajemen korban masal

2
3. Sistem informasi dalam penanganan korban masal

Ada 3 jalur call for helpDari puskesmas:


a. Jalur administrasi DepdagriPuskesmas --> Camat --. Bupati -->
Gubernur --> Mendagri
b. Jalur administrasi DepkesPuskesmas --> Dinkes Kab/Kota -->
Dinkes Prop. --> dst.
c. Jalur Rujukan Medik Pusk --> RS Kab/Kota --> RS Prop. -->
dst

3
Pada tahap acute untuk Rapid Response sebaiknya
dipakai JALUR 3

4. Penilaian awal penanganan korban massal


Merupakan prosedur yang dipergunakan untuk segera mengetahui
beratnya masalah dan resiko potensial dari masalah yang dihadapi.
Tujuan :
a. Untuk mencari tahu masalah yang sedang terjadi dan
kemungkinan yang dapat terjadi
b. Untuk memobilisasi sumber daya yang adekuat.
c. Agar penatalaksanaan lapangan dapatdiorganisasi secara benar.

5. Tenaga pelaksana manajemen korban manajemen


Semua tenaga penolong pertama yang telahdiberi pelatihan
penilaian awal dapatmelakukan prosedur penilaian awal
padabencana massal, seperti :
a. KSR/PMR
b. Polisi
c. Firefighter
d. Hansip
e. SatPam
f. Awak Pesawat/kend.umum
g. Sukarelawan

6. Alur penatalaksanaan korban massal

7. Penatalaksanaan korban massal di lapangan

4
Mencakup peringatan awal, penilaian situasi, dan penyebaran
pesan siaga, Inti dari proses penyiagaan adalah pusat komunikasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas yang bertujuan untuk:
1. Memastikan tanda bahaya
2. Evaluasi besarnya masalah
3. Memastikan sumber daya yang ada memperoleh informasi dan
dilakukan mobilisasi.
a. Pencarian dan penyelamatan (SAR):
- Melokalisasi korban.
- Memindahkan korban dari daerah berbahaya ke tempat
pengumpulan/penampungan jika diperlukan.
- Memeriksa status kesehatan korban (triase di tempat
kejadian).
- Memberi pertolongan pertama jika diperlukan.
- Memindahkan korban ke pos medis lanjutan jika
diperlukan.
b. Perawatan di lapangan
- Triase
- Pertolongan Pertama
- Pos Medis Lanjutan
c. Pos Penatalaksanaan Evakuasi

8. Triage lapangan
Triase adalah proses khusus memilah pasien berdasar
beratnya cedera atau penyakit (berdasarkan yang paling mungkin
akan mengalami perburukan klinis segera) untuk menentukan
prioritas perawatan gawat darurat medik serta prioritas transportasi
(berdasarkan ketersediaan sarana untuk tindakan). Artinya memilih
berdasar prioritas atau penyebab ancaman hidup. Tindakan ini
berdasarkan prioritas ABCDE yang merupakan proses yang
sinambung sepanjang pengelolaan gawat darurat medik. Proses
triase inisial harus dilakukan oleh petugas pertama yang tiba /
berada ditempat dan tindakan ini harus dinilai ulang terus menerus
karena status triase pasien dapat berubah. Bila kondisi memburuk
atau membaik, lakukan retriase.
Triase harus mencatat tanda vital, perjalanan penyakit pra
RS, mekanisme cedera, usia, dan keadaan yang diketahui atau
diduga membawa maut. Temuan yang mengharuskan peningkatan

5
pelayanan antaranya cedera multipel, usia ekstrim, cedera
neurologis berat, tanda vital tidak stabil, dan kelainan jatung-paru
yang diderita sebelumnya. Survei primer membantu menentukan
kasus mana yang harus diutamakan dalam satu kelompok triase
(misal pasien obstruksi jalan nafas dapat perhatian lebih dibanding
amputasi traumatik yang stabil). Di UGD, disaat menilai pasien,
saat bersamaan juga dilakukan tindakan diagnostik, hingga waktu
yang diperlukan untuk menilai dan menstabilkan pasien berkurang.
Di institusi kecil, pra RS, atau bencana, sumber daya dan
tenaga tidak memadai hingga berpengaruh pada sistem triase.
Tujuan triase berubah menjadi bagaimana memaksimalkan jumlah
pasien yang bisa diselamatkan sesuai dengan kondisi. Proses ini
berakibat pasien cedera serius harus diabaikan hingga pasien yang
kurang kritis distabilkan. Triase dalam keterbatasan sumber daya
sulit dilaksanakan dengan baik. Saat ini tidak ada standard nasional
baku untuk triase. Metode triase yang dianjurkan bisa secara
METTAG (Triage tagging system) atau sistim triase Penuntun
Lapangan START (Simple Triage And Rapid Transportation).
Terbatasnya tenaga dan sarana transportasi saat bencana
mengakibatkan kombinasi keduanya lebih layak digunakan.
a. Tag Triase
Tag (label berwarna dengan form data pasien) yang dipakai
oleh petugas triase untuk mengindentifikasi dan mencatat kondisi
dan tindakan medik terhadap korban
b. Triase dan pengelompokan berdasar Tagging.

- Prioritas Nol (Hitam): Pasien mati atau cedera fatal yang jelas
dan tidak mungkin diresusitasi.

- Prioritas Pertama (Merah): Pasien cedera berat yang


memerlukan penilaian cepat serta tindakan medik dan transport
segera untuk tetap hidup (misal: gagal nafas, cedera torako-
abdominal, cedera kepala atau maksilo-fasial berat, shok atau
perdarahan berat, luka bakar berat).

6
- Prioritas Kedua (Kuning): Pasien memerlukan bantuan, namun
dengan cedera yang kurang berat dan dipastikan tidak akan
mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. Pasien mungkin
mengalami cedera dalam jenis cakupan yang luas (misal : cedera
abdomen tanpa shok, cedera dada tanpa gangguan respirasi,
fraktura mayor tanpa shok, cedera kepala atau tulang belakang
leher tidak berat, serta luka bakar ringan).

- Prioritas Ketiga (Hijau): Pasien degan cedera minor yang tidak


membutuhkan stabilisasi segera, memerlukan bantuan pertama
sederhana namun memerlukan penilaian ulang berkala (cedera
jaringan lunak, fraktura dan dislokasi ekstremitas, cedera
maksilo-fasial tanpa gangguan jalan nafas, serta gawat darurat
psikologis).
Sebagian protokol yang kurang praktis membedakakan prioritas
0 sebagai Prioritas Keempat (Biru) yaitu kelompok korban
dengan cedera atau penyaki kritis dan berpotensi fatal yang
berarti tidak memerlukan tindakan dan transportasi, dan
Prioritas Kelima (Putih)yaitu kelompok yang sudah pasti tewas.
Bila pada Retriase ditemukan perubahan kelas, ganti tag / label
yang sesuai dan pindahkan kekelompok sesuai.

c. Triase Sistim METTAG

Pendekatan yang dianjurkan untuk memprioritasikan


tindakan atas korban. Resusitasi ditempat.

d. Triase Sistem Penuntun Lapangan START

Berupa penilaian pasien 60 detik dengan mengamati


ventilasi, perfusi, dan status mental (RPM : R= status Respirasi ; P
= status Perfusi ; M = status Mental) untuk memastikan kelompok
korban (lazimnya juga dengan tagging) yang memerlukan transport
segera atau tidak, atau yang tidak mungkin diselamatkan atau mati.

7
Ini memungkinkan penolong secara cepat mengidentifikasikan
korban yang dengan risiko besar akan kematian segera atau apakah
tidak memerlukan transport segera. Resusitasi diambulans.

e. Triase Sistem Kombinasi METTAG dan START.

Sistim METTAG atau sistim tagging dengan kode warna


yang sejenis bisa digunakan sebagai bagian dari Penuntun
Lapangan START. Resusitasi di ambulans atau di Area Tindakan
Utama sesuai keadaan.

f. Penilaian di tempat dan perioritas triasik

Bila jumlah korban serta parahnya cedera tidak melebihi


kemampuan pusat pelayanan, pasien dengan masalah mengancam
jiwa dan cedera sistem berganda ditindak lebih dulu. Bila jumlah
korban serta parahnya cedera melebihi kemampuan *) dst dibawah
algoritma

Tujuan : mengidentifikasi korban yang perlusegera dikirim ke RS


dan yang dapat ditundakemudian.

Triase lapangan dilakukan pada tiga tingkat :

a Triase di tempat ( triase satu )


b Triase medik ( triase dua )
c Triase Evakuasi ( triase tiga )
Tanda tingkat keparahan korban missal :

a Merah : Korban-korban yang membutuhkanstabilisasi segera (


Gangguan ABCD) dankorban- korban dengan :
1 Syok oleh berbagai kausa
2 Gangguan pernafasan
3 Trauma kepala dengan pupil anisokor
4 Perdarahan eksternal massif
b Kuning : Korban yang memerlukanpengawasan ketat, tetapi
perawatan dapatditunda sementara. Termasuk :
1 Korban dengan resiko syok

8
2 Fraktur multiple
3 Fraktur Femur/ pelvis
4 Luka bakar luas
5 Gangguan kesadaran/ trauma kepala
6 Korban dengan status tidak jelas.
c Hijau : Kelompok korban yang tidakmemerlukan pengobatan
atau pemberianpengobatan dapat ditunda, seperti :
1 Fraktur minor
2 Luka minor
d Hitam :Korban yang telah meninggal dunia.

9. Penatalaksanaan korban massal di rumah sakit


Didirikan pada tempat yang cukup dekat untuk ditempuh dengan
berjalan kaki dari lokasi bencana (50 100 m), dan daerah tersebut
merupakan :
a. Aman
b. Adaakses langsung ke jalan raya tempat evakuasi dilakukan.
c. Berada dekat dengan pos komando
d. Berada dalam jangkauan radio komunikasi.
Fungsi Pos Medis Lanjutan, disingkat 3 T yaitu:
- Tag /Label
- Treat /Rawat
- Tranfer/ Evakuasi
a Pos Pelayanan Medis Lanjutan

9
b Alur Pengiriman Korban Bencana Massal

c Perkiraan Kapasitas Rumah Sakit

10
V. Daftar Pustaka

Heri,Johan. 2015. Manajemen Korban Bencana Massal (Evakuasi-


rujukan)http://dokumen.tips/documents/manajemen-korban-bencana-
massal-evakuasi-rujukan.htmlDiakses pada tanggal 20 maret 2016 pada
pukul 13.00 WIB

Rama. 2 x 013. vva5 Manajemen Penanganan Korban


Massal.https://www.scribd.com/doc/129969394/5-Manajemen-
Penanganan-Korban-Massal Diakses pada tanggal 20 Maret 2016 pada
puku 15.00 WIB

Selly. 2013. Manajemen Korban Bencana


Massal.https://www.scribd.com/doc/137303152/Manajemen-Korban-
Bencana-Massal Diakses pada tanggal 20 Maret 2016 pada pukul 14.00
WIB

11
VI. SOAL
1. Korban akibat kejadian dengan jumlah relatif banyak oleh karena
sebabyang sama dan perlu mendapatkanpertolongan kesehatan
segera denganmenggunakan sarana, fasilitas, dan tenagayang lebih
dari yang tersedia sehari-hari merupakan pengertian dari.
a Korban pelecehan
b Korban massal
c Korban individual
d Korban masyarakat
e Korban fitnah
2 Saat pre-hospital organization di pos komando pada sistem
manajemen korban masal, setelah melaksanakan pencarian
penyelamatan dan pertolongan pertama di daerah bencana, hal-hal
yang harus dilaksanakan adalah.
a Triase
b Stablisasi
c Evakuasi
d A dan C benar
e A, B, dan C benar
3 Berikut ini instansi-instansi yang terpaut satu dengan lainnya setelah
mendapatkan informasi dari pusat komunikasi yang menyebarkan
berita bencana, yaitu.e. Benar semua
1) Layanan ambulans
2) Kantor polisi
3) Rumah sakit
4) Kantor pusat penanggulangan bencana
4 Triase adalah proses khusus memilah pasien berdasar beratnya
cedera atau penyakit (berdasarkan yang paling mungkin akan
mengalami perburukan klinis segera) untuk menentukan prioritas
perawatan gawat darurat medik serta prioritas transportasi
(berdasarkan ketersediaan sarana untuk tindakan). Pasien tersebut
mengalami korban dengan resiko syok. Pasien tersebut mendapat
warna.
a Kuning
b Merah
c Hijau
d Hitam
e Biru

12
5 Semua tenaga penolong pertama yang telahdiberi pelatihan penilaian
awal dapatmelakukan prosedur penilaian awal padabencana massal,
kecuali.
a PMR
b Polisi
c Penjual makanan
d Hansip
e Sukarelawan
6 Korban bencana gempa 2 hari mengalami perawatan harian selama 1
minggu. Skala waktu perkiraan kapasitaas rumah sakit. Hal ini
korban termasuk dalam kategori.
a MRS
b Rawat inap rumah sakit
c Perawatan segera
d Perawatan lanjutan dirumah
e Perawatan harian
7 Terdapat 3 (tiga) jalur call for help dari puskesmas, yang paling
benar yaitu.
a Jalur Administrasi Depdagri Puskesmas Bupati Gubernur
Dinkes Prop.
b Jalur Administrasi Depkes Puskesmas Dinkes Prop Dinkes
Kab/Kota.
c Jalur Rujukan Medik Puskesmas RS Prop RS Kab/Kota.
d Jalur Administrasi Depkes Puskesmas Dinkes Kab/Kota
Dinkes Prop.
e Jalur Administrasi Depdagri Puskesmas Dinkes Prop
Gubernur Bupati Camat.
8 Pada tahap acute untuk Rapid Response yang paling baik digunakan
adalah call for help dari puskesmas jalur.
a Rujukan Medik Puskesmas
b Jalur Aministrasi Depkes Puskesmas
c Jalur Administrasi Depdagri Puskesmas
d B dan C benar
e A, B, dan C benar
9 Penilaian awalpenanganankorban masal merupakan prosedur yang
dipergunakan untuk segera mengetahui beratnya masalah dan resiko
potensial dari masalah yang dihadapi. Tujuan dari kegiatan tersebut
adalah. a. 1, 2, dan 3 benar
1) Untuk mencari tahu masalah yang sedang terjadi dan yang
kemungkinan dapat terjadi.
2) Untuk memobilisasi sumber daya yang adekuat.

13
3) Agar pelaksanaan lapangan dapat diorganisasikan secara
benar.
4) Untuk mengetahui sipa saja yang ada di daerah itu.
5) Agar korban segera mendapat pertolongan.
10 Berikut adalah perkiraan kapasitas rumah sakit. Ketika korban
sampai di RS, maka akan ditriase selama, kemudian dilakukan
pemeriksaan dan perawatan dengan segera (X-ray, test lab, dsb)
selama, setelah itu korban akan dirawat inap dengan perawatan
harian selama, dan yang terakhhir akan diberikan perawatan
lanjutan misalnya rehabilitasi selama.
a 2 menit, 4 jam, 2 minggu, 3 bulan
b 2 menit, 2 jam, 2 minggu, 2 bulan
c 5 menit, 2 jam, 2 minggu, 3 bulan
d 3 menit, 1 jam, 2 minggu, 2 bulan
e 3 menit, 2 jam, 2 minggu, 2 bulan

11. Yang termasuk dalam bencana karena alam adalah...

a. Banjir dan gempa bumi

b. Tabrakan kereta api

c. Rubuhnya gedung

d. Konflik antar budaya

e. Tawuran antar pelajar

12. Pada tahap acute untuk Rapid Response sebaiknya dipakai ada berapa
jalur...

a. 5 jalur

b. 4 jalur

c. 3 jalur

d. 2 jalur

e. 1 jalur

14
13. Pasien cedera berat yang memerlukan penilaian cepat serta tindakan
medik dan transport segera untuk tetap hidup (misal: gagal nafas,
cedera torako-abdominal, cedera kepala atau maksilo-fasial berat,
shok atau perdarahan berat, luka bakar berat). Pasien tersebut
termasuk dalam warna...

a. Kuning
b. Merah
c. Hijau
d. Hitam
e. Biru

14. Sistim METTAG atau sistim tagging dengan kode warna yang sejenis
bisa digunakan sebagai bagian dari Penuntun Lapangan START.
Resusitasi di ambulans atau di Area Tindakan Utama sesuai keadaan.
Hal ini termasuk dalam triase...

a. Triase Sistem Penuntun Lapangan START

b. Triase Sistim METTAG

c. Triase Sistem Kombinasi METTAG dan START.

d. Triase dan pengelompokan berdasar Tagging.


e. Tag Triase

15. Penatalaksanaan korban massal di lapangan Mencakup peringatan


awal, penilaian situasi, dan penyebaran pesan siaga, Inti dari proses
penyiagaan adalah pusat komunikasi. Kegiatan ini merupakan bagian
dari aktivitas yang bertujuan untuk..
1. Memastikan tanda bahaya
2. Evaluasi besarnya masalah

15
3. Memastikan sumber daya yang ada memperoleh informasi
dan dilakukan mobilisasi.
4. Menilai besarnya bencana

Jawaban : a. 1,2,3 benar

16. Penyebab bencana konflik antara lain adalah :

a. etnis,terorisme

b. banjir, terorisme

c. gempa bumi,tsunami

d. tabrakan kereta api, . etnis

e. . gempa bumi, terorisme

17. Penilaian awal penanganan korban missal, Merupakan prosedur yang


dipergunakan untuk segera mengetahui beratnya masalah dan resiko potensial dari
masalah yang dihadapi.Tujuannya adalah :

a. Untuk mencari tahu masalah yang sedang terjadi dan kemungkinan


yang dapat terjadi.
b. Untuk mengimoobilisasi sumber daya yang adekuat
c. Untuk mencari tahu kemungkinan yang dapat terjadi.
d. Agar tidak dapat diorganisasi secara benar.
e. Untuk mengorganisir sumber daya

18. Penatalaksanaan korban massal di lapangan kegiatan ini merupakan bagian


dari aktivitas yang bertujuan untuk:

a. tidak memastikan tanda bahaya


b. intervensi tanda bahaya
c. Memastikan sumber daya yang ada memperoleh informasi dan
dilakukan mobilisasi.
d. pelaksanaan tanda dan bahaya
e. evaliasi tanda bahaya

19. Triase adalah proses khusus memilah pasien berdasar beratnya cedera atau
penyakit (berdasarkan yang paling mungkin akan mengalami perburukan klinis

16
segera) untuk menentukan prioritas perawatan gawat darurat medik serta prioritas
transportasi (berdasarkan ketersediaan sarana untuk tindakan). Triase harus
mencatat ?

a. tanda vital, perjalanan penyakit pra RS, mekanisme cedera, usia,

b. tanda vital, pekerjaan, mekanisme cedera

c. pekerjaan, mekanisme cedera perjalanan penyakit pra RS

d. . tanda vital, perjalanan penyakit pra RS, pekerjaan

e. tanda vital, perjalanan penyakit pra RS, pekerjaan, alamat

20. Tanda tingkat keparahan korban missal, Kelompok korban yang


tidakmemerlukan pengobatan atau pemberianpengobatan dapat ditunda,
seperti :

A. HIJAU

B. MERAH

C. KUNING

D. BIRU

E. HITAM

17