Anda di halaman 1dari 7

9/24/2010

PERTEMUAN KE-4 DAN 5
PERTEMUAN KE-4 DAN 5
II. MIKROORGANISME DAN KULTUR FERMENTASI 1. Kriteria Mikroorganisme Industri Fermentasi þ Ciri-Ciri Strain
II. MIKROORGANISME DAN KULTUR
FERMENTASI
1.
Kriteria Mikroorganisme Industri Fermentasi
þ
Ciri-Ciri Strain Mikroorganisme Unggul :
1. Strain unggul
2. Secara genetik, strain stabil
3. Strain dapat memproduksi sel vegetatif, spora atau unit-unit reproduksi
lainnya
4. Strain mampu tumbuh dg cepat dan kuat saat diinokulasi
5. Strain dapat menghasilkan produk yg diinginkan dalam jangka waktu yg
pendek dan tidak menghasilkan produk lain yg beracun
6. Strain mampu melindungi diri dari kontaminasi
7. Strain mampu disimpan dalam jangka waktu lama
8. Strain dapat menerima perubahan oleh bahan-bahan mutagenik lainnya.
2. Sumber Mikroorganisme Industri Fermentasi
1. Diisolasi dari alam (tanah, air, tanaman, dll)
2. Koleksi kultur è µ Kultur siap dipakai
µ Dikelola oleh badan penelitian fermentasi/swasta
µ Hasilnya merupakan hasil isolasi secara terus-menerus

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

1

9/24/2010

3. Isolasi dan Identifikasi mikroorganisme è Cara-cara isolasi : 1. Isolasi pada agara cawan :
3. Isolasi dan Identifikasi mikroorganisme
è Cara-cara isolasi :
1. Isolasi pada agara cawan :
µ Metode Gores
1
4
5
2
3
Goresan Langsung
Goresan Kuadran
µ Metode agar tuang
2. Isolasi dalam medium cair
3. Isolasi sel tunggal
4. Isolasi pada media seleksi-kultur diperkaya :
ISOLASI
è Kultur campuran
Isolat
IDENTIFIKASI
Tahap – Tahap Isolasi Bakteri Sampel dari produk fermentasi ikan cakalang Pengenceran dilakukan sampai 10
Tahap – Tahap Isolasi Bakteri
Sampel dari produk fermentasi ikan
cakalang
Pengenceran dilakukan
sampai 10 -6
Medium umum
NA + garam
GPA + garam
NIVEN'S + garam
SMA + garam
Inkubasi, 2 hari pada suhu 30-32oC,
keadaan terbalik
Amati : pertumbuhan koloni yg tumbuh pada
medium ditambahkan garam
konsentrasi 5, 10 dan 15 persen
Diisolasi pada agar miring
STOK KULTUR

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

2

9/24/2010

Kunci Identifikasi Jenis Bakteri Menurut Shewan et al. (1970) REAKSI GRAM + - bulat batang
Kunci Identifikasi Jenis Bakteri Menurut Shewan et al. (1970)
REAKSI GRAM
+
-
bulat
batang
batang
katalase +
katalase -
katalase -
katalase +
Uji O/F
Hugh & Liefsons
Uji O/F
Streptococcus
Baird-Parker
Pediococcus
oksidase +
mikrofilik
anaerobik
oksidase -
F
O
Leuconostok
(20-80% )
tanpa spora
membentuk spora
tanpa spora
membentuk
spora
O
F
Leuconostok
Clostridium
Bacillus
Corynebacterium
Lacrobacillus
Brochothrix
Micrococcus
Staphylococcus
oksidase +
oksidase -
Aeromonas
Enterobacteriaceae
Vibrio
Koagulase +
Koagulase -
motil
non-motil
oksidase +
Staphylococcus
S aureus
spesies lain
tdk
warna
Flagela polar
Flagela Periterikat
berwarna
kuning
Alcaligenes
oksidase +
oksidase -
Oksidat (H&L)
Agrobacterium
Flavobacterium
berwarna fluoresencens
tidak
Moraxella
alkalin (H&L)
Cytophaga
hijau
berfluoresencens
Acinetobacter
Pseudomonas (Gp.I)
Pseudomonas (Gp.II)
Pseudomonas (Gp.III)
þ Identifikasi Bakteri 1. Kultur dimurnikan 2. Ditetapkan apakah organisme bersifat fototropik,aerobik atau anaerobik.
þ
Identifikasi Bakteri
1. Kultur dimurnikan
2. Ditetapkan apakah organisme bersifat fototropik,aerobik atau anaerobik.
3. Diamati sifat morfologinya dan ada tidaknya endospora
4. Pengamatan gram
5. Pengamatan motilitas
6. Pengamatan pigmen
7. Pengujian kebutuhan akan oksigen
8. Jika organisme bersifat kimoheterotrof,dilakukan pengujian disimilasi
glukosa/gula sederhana lainnya
9. Diidentifikasi dengan “Bergey’s Manual” è isolat dalam grup
10. Pengujian lanjutan untuk membedakan di antara jenis
11. Pengujian lengkap untuk membedakan di antara spesies

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

3

9/24/2010

þ Identifikasi Kapang 1.Agar cawan è µ Metode goresan µ Metode tuang 2. “ Slide
þ
Identifikasi Kapang
1.Agar cawan è
µ Metode goresan
µ Metode tuang
2. “ Slide Culture”
µ Letakkan selembar kertas filter berukuran 7x7 cm 2 di dasar cawan patri
µ Tuangkan 5-10 ml gliserol 10 % keatas kertas tersebut
µ Letakkan batang gelas berbentuk huruf U
µ Di atas batang gelas dudukkan gelas obyek dan disampingnya gelas
penutup steril
µ Secara aseptis tuangkan cairan PDA keatas gelas obyek
µ Inokulasikan spora kapang diatas obyek gelas
µ Inkubasikan pada suhu kamar (32 o C selama 3-7 hari)
µ Amati menggunakan mikroskop
þ Cara Identifikasi Kapang µ Secara mikroskopik, preparat kapang diamati morfologinya yaitu : 1. Hifa
þ
Cara
Identifikasi
Kapang
µ
Secara mikroskopik, preparat kapang diamati morfologinya yaitu :
1.
Hifa septat atau nonseptat
2.
Miselium terang/keruh
3.
Miselium berwarna/tidak berwarna
4.
Memproduksi/tidak memproduksi spora seksual
5.
Ciri-ciri kepala pembawa spora
7.
Penampakan sporangiofora / konidiofora
8.Adanya struktur/spora spesifik (stolon, rhizoid atau “foot sel”)

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

4

9/24/2010

þ Contoh Kunci Identifikasi Kapang µ Ordo Mucorales è - hifa nonseptat Sifat umum :
þ
Contoh Kunci Identifikasi Kapang
µ Ordo Mucorales
è - hifa nonseptat
Sifat umum :
- spora aseksual adalah sporangiospora
I. Mempunyai sporangiola -------------------------------- Thamnidium
II. Tidak membentuk sporangiola
A. Membentuk Rhizoid dan stolon,
sporangiofora muncul pada noda ---------- Rhizopus
B. Tidak memiliki Rhizoid/stolon,
Suspensor zigospora besar --------- -------- Mucor
Sporangiofora
Kolumela
Sporangium
Rhizoid
Sporangiofora
(non septat)
Mucor
Rhizopus
þ Identifikasi Khamir 1.Sifat morfologi : Caranya : µ Reproduksi vegetatif 1. “slide culture” µ
þ
Identifikasi Khamir
1.Sifat morfologi :
Caranya :
µ Reproduksi vegetatif
1. “slide culture”
µ Bentuk sel vegetatif
2. Metode Gores
2.Sifat kultur :
3. Pewarnaan
µ
Karakteristik pertumbuhan dlm medium cair
4. Mikroskop
Karakteristik pertumbuhan dlm medium padat
3.Sifat fisiologi :
µ
Caranya :
µ Penggunaan senyawa karbon
Medium cair
µ Penggunaan Nitrogen
+
µ Pertumbuhan dlm medium tanpa vitamin
Glukosa, dll
+
µ Pertumbuhan dlm medium dg tekanan osmotik
Tabung Durham
µ Pertumbuhan pada suhu
µ Produksi asam
µ Produksi senyawa ekstraseluler
Pos
µ Hidrolisis urea
- ada gas
µ Pemecah lemak
- warna berubah
µ Pembentuk pigmen

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

5

9/24/2010

4.Reproduksi seksual : µ Karakteristik askus dan askospora µ Infertilitas pada khamir Ascomycetes Contoh :
4.Reproduksi seksual :
µ Karakteristik askus dan askospora
µ Infertilitas pada khamir Ascomycetes
Contoh : Kunci Identifikasi
1.Reprod. veg. dg pembentukan septat & pembelahan ---
Shizosaccharomyces
2.Reproduksi dg pertunasan ------------------------------------ Endomycopsis
3.Membentuk Askospora bulat --------------------------------- Saccharomycetes
4. Pemeliharaan dan Pelestarian Kultur þ Tujuan : 1. Mencegah terjadinya perubahan genetik akibat seleksi
4. Pemeliharaan dan Pelestarian Kultur
þ Tujuan :
1. Mencegah terjadinya perubahan genetik akibat seleksi dan mutasi alam
2. Mencegah kontaminasi
3. Mempertahankan viabilitas sel
þ Cara-Cara Penyimpanan Kultur
1. Penyimpanan pada suhu rendah :
a.
Penyimpanan pada agar miring
b.
Penyimpanan spora dalam air
c
Penyimpanan dengan nitrogen cair
2. Penyimpanan dalam bentuk kering :
a. Kultur tanah
b. Lyophilisasi
þ Prinsip Lyophilisasi è
1. Penurunan suhu dibawah titik beku untuk menurunkan
aktivitas enzim
2. Penghilangan air sel dengan cara pengeringan vakum
untuk menghambat metabolisme

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

6

9/24/2010

þ Cara Lyophilisasi è 1. Sel-sel dalam fase stasioner (jumlah sel, 10 10 -10 11
þ
Cara Lyophilisasi è
1. Sel-sel dalam fase stasioner (jumlah sel, 10 10 -10 11 sel/ml
dibuat
suspensi dalam medium pelindung ( susu, serum atau natrium
glutamat)
2. Beberapa tetes suspensi dimasukkan ke dalam ampul è bekukan
è vakum sampai sublimasi selesai
3.Ampul ditutup dan disimpan dalam refrigerator
þ Pelestarian Kultur
Kultur m.o berguna
Untuk dikembangkan
LESTARIKAN
µ Menghasilkan antibiotik
µ Menghasilkan asam amino
Lembaga Pengumpul Kultur Nama Lembaga Metode Kultur 1. ATCC Kering beku Nitrogen cair Mycoplasmatoles fasa
Lembaga Pengumpul Kultur
Nama Lembaga
Metode
Kultur
1.
ATCC
Kering beku
Nitrogen cair
Mycoplasmatoles fasa L
Alga dan Protozoa
2.
CBS
Nitrogen cair
Fungi
3.
CMI
Nitriogen cair
Fungi
4.
IFO
Kering vakum
Bakteri
5.
FERM
Agar
Bakteri
6.
NRRL
Liofilisasi
Bakteri dan kapang
Ket
è
ATCC
: The American Type Culture Collection (USA)
CBS
: Centralbureau Voor Schimmel Culturen (Belanda)
CMI
: Cemmeonweath Mycological Institute (Inggris)
IFO
: Institute for Fermentation (Jepang)
FERM
: Fermentation Research Institute (Jepang)
NRRL
: Northem Regional Research Center (USA)

Bahan Ajar Teknologi Fermentasi - Revisi 1- Update 24 September 2010

7