Anda di halaman 1dari 10

1

Ekofisiologi Tumbuhan : Korelasi Antara


Stomata dan Pencemaran Udara
R. Ramadhani, A. Sanggilora, T. Wulandari, P. W. Pangesti , F.K. Muzaki
Departemen Biologi, Fakultas Ilmu Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya (60111)
E-mail : rm_faridkm@bio.its.ac.id

Abstrak- Pencemaran udara merupakan suatu masalah yang sangat coated with clear nail polish, when it is dry coated with masking tape
mendesak saat ini. Kebutuhan akan udara bersih bagi mahluk hidup and then placed on a glass object and observed under a microscope
terutama pada tumbuhan sangatlah penting mengingat pentingnya compound with a magnification of 1000x.Calculated the number of
tumbuhan untuk melakukan metabolisme. Tercemarnya udara bersih stomata are open, closed and the number of stomata defective
diakibatkan aktivitas komersial yang mengakibatkan meningkatnya (abnormal), the density of stomata presented in unit leaf area. The
polutan di udara seperti asap penggunaan kendaraan bermotor dan results obtained by observation in the area of ITS average stomata
kegiatan industri.Bahan-bahan pencemar udara dapat mempengaruhi
are open 26.8375, 40.0375 closing, and abnormal 10.00375. In the
tanaman melalui daun terutama pada stomata.Stomata merupakan
area polluted unexpectedly showed an average of 21.2325 stomata
tempat masuknya CO2 dari udara dalam proses fotosintesis dan are open, closed 74.545, and abnormal 22.3125.
sebagai tempat jalannya respirasi dan transpirasi. Pada praktikum ini
bertujuan untuk mengetahui dan memahami prinsip dasar
Key word : leaves, photosynthesis, pollutant, stomata
ekofisiologi serta mampu memahami pengaruh pencemaran udara
terhadap struktur dan mekanisme buka tutup stomata. Obyek yang
digunakan pada pengamatan ini adalah daunPterocarpus indicus. I. PENDAHULUAN

P
Metode dari praktikum ini adalah dengan mengambil sampel daun 3
kali replikasi dari 8 wilayah di ITS dan wilayah yang diduga
ENCEMARAN udara merupakan masuknya suatu
mengalami pencemaran udara. Daun bagian abaksial dibersihkan komponen lain ke udara baik oleh manusia secara
dengan air dan tisu, kemudian dilapisi dengan kuteks bening, ketika langsung maupun tidak langsung akibat proses alam
sudah kering dilapisi dengan selotip kemudian diletakkan pada gelas ehingga kualitas udara turun sampaike tingkatan
obyek dan diamati dibawah mikroskop compound dengan perbesaran tertentu yang mengakibatkan lingkungan menjadi kurang atau
1000x. Dihitung jumlah stomata yang membuka, menutup serta tidak dapat berfungsi lagi sesuai fungsinya [1]. Pencemaran
jumlah stomata yang rusak (abnormal), kerapatan stomata udara diakibatkan adanya aktivitas komersial, diantaranya,
2 kepadatan penduduk, penggunakan kendaraan bermotor
dipresentasikan dalam satuan mm luas daun. Hasil yang
yangmenyumbangkan gas emisi sekitar 57% - 75%, dan
didapatkan berdasarkan pengamatan di wilayah ITS rata- rata
aktivitas komersial industri. Ekofiologi tanaman adalah
stomata yang membuka 26,8375, menutup 40,0375, dan abnormal
respon tanaman terhadap lingkungan dengan faktor-faktor
10,00375. Pada wilayah terduga tercemar polusi didapatkan hasil
yang dapat mempengaruhi morfologi dan fisiologinya [2].
rata- rata stomata yang membuka 21,2325, menutup 74,545, dan
abnormal 22,3125.
Polutan dari gas emisi kendaraan bermotor mau pun
aktivitas industri berupa gas CO2 , CO, NO, karbon,
Kata kunci : daun, fotosintesis, polutan, stomata hidrokarbon, pb dan aldehide memberikan efek metabolisme
terhadap tanaman yang ada di sekitarnya. Hal tersebut
memberikan ancaman bagi tanaman yang terancam paparan
Abstract - Air pollution is a critical issue today. The need for clean polusi [3]. Sebab tanaman yang terpapar polusi terutama di
air for all living organisms, especially in plants is important to jalan mengakibatkan perubahan anatomi dan morfologi dan
remember the importance of plants to metabolize. Contamination of serta dapat saja terserang penyakit.
clean air due to commercial activity resulted in increased pollutants Stomata adalah salah satu organ pada tumbuhan yang
in the air like smoke the use of motor vehicles and industrial berfungsi untuk interaksi dengan lingkungan dan peran
activities. Air pollutants can affect the plant through the stomata of utamanya sebagai tempat pertukaran gas, seperti CO2
leaves mainly. Stomata is where the entry of air in the process of yang diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis.
photosynthesis and as a course of respiration and transpiration. In Namun, stomata juga bertindak sebagai salah satu jalur
this lab aims to identify and understand the basic principles of masuknya polutan khususnya polutan yang berasal dari udara
ecophysiology and able to understand the effect of air pollution on [4]. Contohnya polutan seperti timbal yang memiliki ukuran
the structure and mechanism of open and closed stomata. Objects partikel kurang dari 2 m dapat masuk melalui stomata yang
used in this observation is the leaves of Pterocarpus memiliki ukuran lebih besar, hal tersebut dapat memberikan
indicus. Methods of this lab is to take a leaf sample 3 times efek akan memperlihatkan celah stomata yang menyempit dan
replication of 8 regions in the ITS and regions allegedly subjected to
warna yang menghitam [4].
air pollution. Leaf abaksial cleaned with water and a tissue, then
2

Jam biologis stomata merupakan jam biologis yang Baruk Merr(Kelompok 4 dan 5). Pengamatan stomata
memicu penyerapan ion pada pagi hari sehingga stomata dilakukan di Laboratorium Ekologi Departemen Biologi,
membuka, sedangkan malam hari terjadi pembebasan ion Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut
yang menyebabkan stomata menutup [5]. Pembukaan dan Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
penutupan stomata dikendalikan oleh sel-sel penjaga yang Tabel 1. Lokasi pengambian sampel dan koordinatnya
mengelilingi stomata. Jam biologis memicu serapan ion pada Lokasi Pengambilan
pagi hari sehingga stomata membuka, dimana stomata No. Koordinat
Sampel
membuka karena sel penjaga mengambil air dan
menggembung dan mendorong dinding bagian dalam stomata 1 Taman Benzena GL : 701700.6S
hingga merapat. Stomata bekerja dengan caranya sendiri Departemen Kimia ITS GB : 11204739.E
karena sifat khusus yang terletak pada anatomi 2 Belakang Plaza GL : 701655.90S
submikroskopik dinding selnya. Sel penjaga dapat bertambah Dr.Angka ITS GB : 11704741.07T
panjang, terutama dinding luarnya, hingga mengembang ke GL : -7,2890260
3 Perumdos Blok X ITS
arah luar. Kemudian, dinding sebelah dalam akan tertarik oleh GB : 112,7964853
mikrofibril tersebut yang mengakibatkan stomata membuka. GL : -7,288298
4 Perumdos Blok G ITS
Pada malam hari terjadi pembebasan ion yang menyebabkan GB : 112,794627
stomata menutup. Pada tingkat kelembaban yang rendah akan Jalan Kenjeran (Seberang GL : 701453.8404S
5
mengakibatkan sel-sel penjaga kehilangan turgiditasnya Premier Printing) GB :11204648.8856E
sehingga stomata menutup [6]. Tempat Pembuangan
6 GL : 701758.19S
Penyebab kerusakan pada stomata dapat terjadi
Sampah (TPS) Keputih GB : 1120485.92T
berdasarkan tingkat polusi udara suatu lingkungan akan
7 Depan Gramedia Jalan GL : 701648. 8
mempengaruhi struktur dan fungsi stomata diantaranya
perbedaan ukuran pori-pori stomata, sel penjaga pecah, Manyar Kertoarjo GB : 11204548.7T
kerusakan sel kutikula dan epidermis pada permukaan abaxial, 8 Jalan Kedung Baruk GL : 701834. 8S
warnanya yang menghitam akibat pencemaran logam, buka Merr Barat STIKOM GB : 11204625.6E
titup stomata yang tidak berdasarkan jam biologisnya,
terdapat endapan halus dan partikel kasar yang dapat
meningkatkan suhu daun da penurunan penyerapan cahayaB. B. Alat dan Bahan
sehingga berpengaruh pada proses fotosintesis [7]. Alat yang digunakan pda praktikum Ekofisiologi
Penggunaan obyek daun Pterocarpus indicus di sebab Tumbuhan:Korelasi Antara Stomata dan Pencemaran
angsana merupakan pohon penghijauan yang jumlahnya Lingkungan ini yaitu gunting, GPS (Global Positioning
terbanyak dan daun Pterocarpus indicus memiliki System), kaca objek dan kaca penutup, mikroskop compound,
kemampuan mengakumulasi Pb di daunnya [8]. Sehingga kamera, serta alat tulis.
daun angsana dijadikan tanaman sebagai indikator pencemar Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu
udara. sampel daun Pterocarpus indicus dari lokasi yang diduga
Tujuan dari praktikum ini bertujuan untuk mengalami pencemaran udara (di dalam ITS dan di luar ITS),
mengetahui dan memahami prinsip dasar ekofisiologi serta kuteks Revlon bening, tisu, selotip, dan kertas label.
mampu memahami pengaruh pencemaran udara terhadap
struktur dan mekanisme buka tutup stomata.
C. C. Cara Kerja
Pengambilan sampel daun Pterocarpus indicus yaitu
BAB II
dengan mendatangi langsung tiap lokasi yang sudah
METODOLOGI
ditentukan asisten praktikum. Lokasi pengambilan sampel
A. Waktu dan Tempat berada di dalam dan di luar ITS. Sampel daun diambil dengan
Praktikum Ekofisiologi Tumbuhan:Korelasi Antara dengan cara dipetik langsung dari pohon Pterocarpus indicus.
Stomata dan Pencemaran Udara ini dilakukan pada hari Pengambilan sampel daun tersebut dilakukan pada pukul
Sabtu, tanggaal 11 Maret 2017 pukul 07.00-10.00 WIB untuk 07.00 - 10.00 WIB, hal tersebut dikarenakan agar mekanisme
pengambilan sampel dan pembuatan preparat serta hari stomata daun dapat terlihat dengan jelas. Diambil masing-
Minggu, 12 Maret 2017 pukul 08.00-11.00 WIB untuk masing 1 daun yang masih bagus (tidak layu) untuk dijadikan
pengamatan stomata. Pengambilan sampel dilakukan di 8 sampel preparat stomata kontrol yang diambil dari daerah
lokasi yang berbeda yaitu di dalam lingkungan kampus ITS yang diduga tidak terkena polutan (di dalam ITS) dan 1 daun
dan di luar ITS. Di dalam yaitu di Taman Benzena lagi untuk dijadikan sampel preparat stomata daerah yang
Departemen Kimia ITS (Kelompok 1 dan 8), belakang Plaza terkena polutan (di luar ITS). Setelah daun di ambil kemudian
Dr. Angka (Kelompok 2 dan 7), Perumdos Blok X (Kelompok pada bagian abaxial daun dibersihkan dengan tisu yang telah
3 dan 6), dan Perumdos Blok G (Kelompok 4 dan 5). dibasahi dengan air. Sampel daun tersebut dibuat preparat
Sedangkan di luar ITS yaitu di Jalan Kenjeran depan Premier dengan cara permukaan abaxial daun yang sudah dibersihkan
Printing (Kelompok 1 dan 8), Tempat Pembuangan Sampah diolesi kuteks transparan kemudian diberi selotip untuk
(TPS) Keputih (Kelompok 2 dan 7), depan Gramedia Jalan mendapatkan cetakan stomata. Ditunggu beberapa saat, lalu
Manyar Kertoarjo (kelompok 3 dan 6), dan Jalan Kedung
3

selotip ditarik dari permukaan daun dan ditempelkan pada


kaca obyek.
Pengamatan preparat stomata dilakukan di Laboratorium
Ekologi Jurusan Biologi ITS Surabaya menggunakan
mikroskop dengan perbesaran 400x dan luas bidang pandang
yaitu 0,196 mm2. Setiap sampel daun digunakan 3 kali
pengulangan untuk setiap bidang pandang mikroskop yang
berbeda, yaitu pada bagian ujung, pangkal, dan tengah daun.
Setelah diamati kemudian di hitung berapa banyak stomata
yang ada meliputi banyak stomata yang normal, abnormal,
dan rusak pada kedua sampel daun. Kemudian dihitung juga Gambar 2. Lokasi pengambilan sampel di Belakang Plaza Dr.
densitas stomatanya. Angka ITS
Penghitungan densitas stomata dengan teknik imprint,
yaitu mencetak stomata daun menggunakan kuteks (cat kuku)
transparan. Imprint dilakukan pada daun Pterocarpus indicus
dengan mengoleskan kuteks trasparan dari ujung daun menuju
pucuk daun dengan lebar sekitar 1 cm. Pengamatan stomata
menggunakan mikroskop sedangkan untuk penghitungan
densitasnya menggunakan rumus sebagai berikut:
Jumlah Stomata
Denditas stomata =
Luas bidang pandang

Dob x Pok
Luas bidang pandang =
Pob Gambar 3. Lokasi pengambilan sampel di Perumdos Blok X
ITS
Keterangan:
Dob = Diameter lensa objektif
Pok = Perbesaran lensa okuler
Pob = Perbesaran lensa objektif
Metode pengamatan yang digunakan pada praktikum ini
yaitu pengamatan secara langsung terhadap kondisi stomata
pada lokasi yang belum tercemar (di dalam lingkungan
kampus ITS) dan daerah yang banyak polutannya (di luar
lingkungan ITS). Pola pembahasan pada praktikum
Ekofisiologi Tumbuhan ini bersifat deskriptif kuantitatif
dengan membandingkan jumlah dan densitas stomata pada
tempat yang belum tercemar dan yang sudah banyak
polutannya.
Gambar 4. Lokasi pengambilan sampel di Perumdos Blok G
D. Peta Lokasi Pengambilan Sampel ITS
Berikut merupakan peta lokasi pengambilan sampel
daun pterocarpus indicus yang berada di ITS :
Berikut merupakan peta lokasi pengambilan sampel
daun Pterocarpus indicus yang berada di luar ITS :

Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel di Taman Benzena


Departemen Kimia ITS
Gambar 5. Lokasi pengambilan sampel di Jalan Kenjeran
(Seberang Premier Printing)
4

Nopember ( ITS) yang tidak padat lalu lintas,


sehingga zat beracun yang menyebabkan polusi
udara sangat minimal sekali atau bahkan tidak ada.

Daerah Lokasi : Taman Benzena, Kimia ITS


Koordinat : 71700.6S, 1124739.8E

Gambar 6. Lokasi pengambilan sampel di Tempat


Pembuangan Sampah (TPS) Keputih

Gambar 7. Lokasi pengambilan sampel di Depan Gramedia


Jalan Manyar Kertoarjo Stomata membuka
Stomata abnormal

Stomata Menutup
Gambar 9. Morfologi sampel stomata di Taman Benzena

b. Blok G : Lokasi pengambilan sangat rindang, serta cuaca


dilokasi tergolong mendung. Pohon ini tumbuh di dekat
saluran pembuangan air (got). Pada pengambilan
stomata diambil daun yang masih muda.
Gambar 8. Lokasi pengambilan sampel di Jalan Kedung Daerah Lokasi : Blok G
Baruk Merr Barat STIKOM Koordinat : -7,288298 . 112 . 794627

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi masing-masing lokasi
1. Lingkungan kampus ITS :
a. Taman Benzena : ditaman benzen kimia, pohon
angsana (Pterocorpus indicus )terletak di dekat
dudukan yang ada di taman benzen. Pada lokasi
tersebut di duga bebas dari polutan , dikarenakan
lingkungan kamppus Institut Teknologi Sepuluh
5

Stomata Menutup Stomata membuka

Stomata abnormal Stomata membuka

Stomata
Gambar 10. Morfologi sampelmenutup
stomata di Perumdos Blok G Stomata abnormal
Gambar 11. Morfologi sampel stomata di Perumdos Blok X

c. Blok X : Lokasi pengamatan bertempat di Perumdos d. Belakang Plaza Dr. Angka :


ITS Blok X. kondisi lingkungan di Perumdos ITS Blok Lokasi pengambilan sangat rindang
X cukup bersih, sejuk, dan minim polusi karena jarang dan sedikit sekali terpapar polusi.
terdapat kendaraan bermotor yang berlalu lalang
Daerah Lokasi: Plaza dr.Angka ITS
Daerah Lokasi: Perumdos Blok X Koordinat : Garis lintang 7o16o55.90oS
Koordinat : - 7.2890260,112.7964853 Garis Bujur : 112o47.41.0o T
6

Gambar 13. Morfologi sampel stomata di Jalan Kenjeran


Stomata abnormal Stomata membuka
b. MERR : lokasi pengambilan stomata dilakukan di
perempatan MERR, menuju jalan baruk didepan
pembangunan Apartemen Gunawangsa. Lokasi
pengambilan sangat terik, ramai dengan lalu lalang
kendaraan bermotor. Pohon Pterocarpus indicus
Stomata Menutup terketak di pinggir jalan.
Gambar 12. Morfologi sampel stomata di belakang Dr. Angka
Daerah Lokasi : MERR, (Masuk jalan kedung baruk)
depan Anang Karaoke (Seberang jalan)
2. Lingkungan luar kampus ITS : Koordinat : -7.311240.112,779857
a. Di jalan kenjeran , lebih tepatnya pada nomer
469,Gading,Tambaksari,Kota Surabaya yaitu di
sebelah kanan jalan tepat ditrotoar tengah jalan. Pada
lokasi tersebut diduga tercemar oleh polutan ,
dikarenakan pada daerah /lokasi tersebut banyak dilalui
oleh kendaraan umum, dimana kendaraan umum
tersebut menjadi sumber polutan

Daerah Lokasi : Depan Premiere Print Kenjeran


Koordinat : 71453.8404S, 1124648.8856E

Stomata abnormal Stomata menutup Stomata abnormal Stomata membuka


7

Stomata abnormal
Gambar 15. Morfologi Stomata
sampel stomata menutup
di seberang Gramedia
Manyar-Kertoarjo

d. TPS Keputih : Pohon angsana yang daunnya akan


diambil untuk penelitian stomata, berada di dekat
Stomata Menutup tumpukan sampah non organik dan jalanan sekitarnya
Gambar 14. Morfologi sampel stomata di Jalan Kedung Baruk
sering dilewati kendaraan bermotor, selain itu lahan di
MERR
daerah tersebut juga biasa dipakai untuk membakar
c. Manyar Kertoarjo Gramedia (Seberang) : kondisi sampah hingga mengeluarkan asap hitam.
lingkungan di Manyar Kertoarjo Seberang Gramedia Daerah Lokasi : TPS Keputih
panas, dan banyak polusi karena banyak terdapat Kordinat : Garis lintang 7o17o58.19oS
kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Garis Bujur 112o48.5.92o T
Daerah Lokasi : JL. Manyar Kertoarjo (Depan Toko
Gramedia)
KOORDINAT : 716'46.8"S 11245'48.7"E

Stomata abnormal Stomata membuka


8

ITS
40 35.99
31.45 33.13
30
20
Stomata Menutup
Gambar 16. Morfologi sampel stomata di TPS Keputih 6.79
10 3 4
1 2
B. Data komunal dan grafik 0
a. Stomata terbuka

Stomata Terbuka
NON ITS
40 33.66
30 60 53.5
20.36
20
Rata - Rata Densitas Stomata 40
10
0 19.54
20
7.65 4.254
1 2 3
Lokasi 0

b. Stomata tertutup ITS


60 56.55
49.24
Stomata Abnormal 50
40 31.44
18.5
17.91 30 22.93
18 20
17.5 10 1 2 3 4
16.9
Rata - Rata Densitas Stomata 17 0
16.5
16
NON ITS
Lokasi
150 130.89

100 75.59
c. Stomata abnormal
43.32 48.39
50
Stomata Abnormal
0
19 17.91
18 16.9
Rata - Rata Densitas Stomata 17
16

Lokasi
9

kampus ITS. Kawasan kampus ITS rata-rata memiliki lokasi


yang teduh dan jarak antar tanaman yang dekat
ITS memungkinkan sulitnya cahaya matahari yang diterima
tanaman. Ketika stomata terbuka, difusi ke dalam gas
15 13.7 12.74 membutuhkan tempat seperti resistensi difusi minimum
selama pembukaan stomata. Kadang-kadang, partikel ukuran
10 8.5 submikron juga bisa masuk melalui stomata, istirahat kutikula
5.09 dan luka tergantung pada kelarutan partikulat dan afinitas
5 senyawa kutikula. Debu disimpan ke permukaan daun yang
mempengaruhi permukaan mereka, stomata dan konstituen
biokimia [14]. Hal ini memungkinkan untuk SO2 atau
0
partikulat SO4 ke sel daun. Stomata / serapan kutikula SO2
gas atau SO4-- debu mesofil sel dan vakuola melalui
membran plasma di mana sulfat / proton (SO4 - / 3H +)
NON ITS bertindak sebagai transporter. setelah penyerapan, SO2 yang
mudah dissolvedin yang antar atau air intraseluler untuk
membentuk HSO3- dan spesies ionik SO3-- yang selanjutnya
50 43.32 dikonversi ke SO4--. Remobilisasi kedua SO4-- partikulat
40 serta SO2 yang diturunkan penghabisan SO4-- dari sitoplasma
30 sel mesofil dan vakuola ke jaringan pembuluh darah (xilem
18.71 17.88 dan floem). Akhirnya, kelebihan SO4-- mempengaruhi
20 pembentukan dan akumulasi konstituen biokimia. translokasi
9.35
10 2 3 4 seperti SO4-- menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS)
1
0 yang memiliki efek merugikan pada tingkat konstituen
biokimia lanjut mempengaruhi proses fotosintesis, transpirasi
dan respirasi. Partikel-partikel ini diperoleh dari kendaraan
Setiap stoma terdiri dari pasangan sel penjaga dan juga bermotor dan limbah pabrik. Oleh karena itu tingkat tertutup
pori di antara kedua sel penjaga. Stomata terletak di organ dan keabnormalan stomata di luar ITS lebih tinggi
udara termasuk daun, batang, bunga, buah dan biji dan mereka dibandingkan dengan kawasan ITS (gupta, 2015). Pada suatu
berkembang secara bertahap selama pertumbuhan organ penelitian juga didapatkan hasil bahwa indeks stomata pada
seperti organ-organ muda memiliki jumlah stomata lebih daerah dingin lebih tinggi dibandingkan dengan indeks
sedikit dari organ yang matang, meskipun SD sering menurun stomata daerah panas. Hal ini berkaitan dengan banyak
sebagai sel-sel epidermis tetangga memperluas selama sedikitnya kadar CO2 di udara [13].. paparan atmosfer tinggi
pematangan. Frekuensi dan posisi stomata adalah karakter konsentrasi CO2 telah terbuksi secarakonsisten menghasilkan
organ dan spesies-spesifik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pengurangan kerapatan stomata dan indeks stomata untuk
lingkungan [12] . Stomata berfungsi sebagai pengatur epidermal sel pada daun muda [15].
pertukaran gas antara tanaman dan sekitarnya. Dalam waktu
singkat, pembukaan dan penutupan stomata dipengaruhi oleh IV. KESIMPULAN
turgor dalam bentuk sel penjaga dalam menjaga Berdasarakan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa
keseimbangan CO2 dan air. Faktor mekanisme buka tutup pencemaran udara berpengaruh besar terhadap mekanisme
stomata dipengaruhi oleh hormon dan lingkungan [9]. buka tutup stomata yang mana telah dibuktikan dengan
Hormon yang berpengaruh ialah ABA, yang diketahui sebagai diagram dengan tingkat keabnormalitasam stomata berada di
hormon stress. Dibawah kondisi kekeringan, konsentrasi daun luar kawasan kampus ITS dengan lokasi yang banyak dilalui
ABA bisa meningkat hingga 40 kali, yang merupakan kendaraan bermotor juga beberapa pabrik.
perubahan yang paling dramatis dalam konsentrasi dilaporkan
untuk hormon dalam menanggapi sinyal lingkungan. Stres air
dimulai, beberapa ABA dibawa oleh aliran xilem disintesis di DAFTAR PUSTAKA
akar yang kontak langsung dengan tanah pengeringan. Karena
ini transportasi dapat terjadi sebelum potensi air rendah dari [1] Jamil, Mehwish Noor., Shazia Sultana., Sonia
tanah menyebabkan perubahan terukur dalam status air daun, Fatima., Mushtaq Ahmad., Muhammad Zafar.,
ABA diyakini menjadi sinyal yang membantu mengurangi Maliha Sarfraz., Masour A. Balkhyour., Sher
tingkat transpirasi pada daun dengan menutup stomata [10]. Zaman Safi., Muhammad Aqeel Ashraf.
Selain hormon untuk membuka dan menutupnya stomata Estimation of Anticipated Performance Index and
sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Faktor lingkungan yang Air Pollution Tolerance Index and of Vegetation
paling berpengaruh adalah cahaya. Stomata biasanya terbuka Around The Marble Industrial Areas of Potwar
ketika daun ditransfer dari kegelapan kepada terang [joon Region: Bioindicators of Plant Pollution
sang lee]. pembukaan stomata dan respon penutupan daun Response. Journal Environ Geochem Health Vol.
utuh cukup cepat . Teori tersebut dapat menjelaskan diagram 37 No. 3 (2014) 441- 455
pertama yang menunjukkan bahwa di lingkungan ITS stomata [2] Chandra, Budiman. Pengantar Kesehatan Lingkungan.
lebih sedikit yang membuka dibandingkan dengan di luar Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2005
10

[3] Pourkhabbaz, Alireza., Nayerah Rastin., Andrea Olbrich., [9] Vaten. Mechanisms of stomatal development: an
Rosemarie Langenfeld-Heyser., Andrea Polle. evolutionary view. Journal of evodevo. Vol. 3 (11)
Influence of Environmental Pollution on Leaf 2012
Properties of Urban Plane Trees, Platanus [10] Davies, et al.1991. Root Signals and The Regulation Of
orientalis L.. Journal Bull Environ Contam Growth And Development Of Plants Indrying Soil.
Toxicol Vol. 85 No. 3 (2010) 251-255 Journal of plant physiology. 42
[4] Sulistiana, Susi., Ludivica Endang Setijorini. Akumulasi [11] Lee, sang joon. 2010. Stomatal Opening Mechanism of
Timbal (Pb) Dan Struktur Stomata Daun Puring CAM Plants. Journal of plant biology. Vol. 53
PURING (Codiaeum variegatum Lam. Blume). [12] Franks PJ, Beerling DJ: Maximum leaf conductance
Jurnal Agrosains dan Teknologi, Vol. 1 No. 2 driven by CO2 effects on stomatal size and density
(2016) 9-22 over geologic time. Proc Natl Acad Sci USA Vol.
[5] Yuliasmara, Fitria., Fitria Ardiyani. Morfologi, Fisiologi, 106 (2009) 1034310347.
dan Anatomi Paku Picisan (Drymoglossum [13] Kazem Arzani1*, Mostafa Ghasemi1, Abbas Yadollahi1,
phyloselloides) serta Pengaruhnya pada Tanaman Hossein Hokmabadi2. Study of foliar epidermal
Kakao. Jurnal Pelita Perkebunan Vol. 29 No. 2 anatomy of four pistachio rootstocks under water
(2013) 128- 141 stress. Jpurnal of idesia. Vol. 31 (1)
[6] Salisbury, F. B., C. W. Ross. Plant physiology Third [14] Stevovic, S., Mikovilovic, V. S., & Calic, D.
Edition. Belmont Calfornia: Wadsworth D. Environmental impact on morphological and
Publishing Company anatomical structure of Tansy. African Journal of
[7] Gupta, Gyan Prakash., Sudha Singh., Bablu Kumar., U. C. Biotechnology, Vol. 9 No. 16 (2010) 24132421.
Kulshrestha. Industrial Dust Sulphate and Its [15] Katie J. Field1,*, Jeffrey G. Duckett2, Duncan D.
Effects On Biochemical and Morphological Cameron1 and Silvia Pressel2. Stomatal density
Characteristics of Morus (Morus alba) Plant in and aperture in non-vascular land plants are non-
NCR Delhi. Journal Environ Monit Asses Vol. 187 responsive toabove-ambient atmospheric CO2
No. 67 (2015) 1- 13 concentrations. Journal of annals of botany. Vol.
[8] Yudha, Gita Prima., Zozy Aneloi Noli., M. Idris. 115 (2015) 915922
Pertumbuhan Daun Angsana (Pterocarpus indicus
Willd) dan Akumulasi Logam Timbal (Pb). Jurnal
Biologi Universitas Andalas Vol. 2 No. 2 (2013)
83-89