Anda di halaman 1dari 4

MEDICINA VOLUME 46 NOMOR 2 M E I 2015

LAPORAN KASUS

GANGGUAN PENDENGARAN REVERSIBEL PADA ANAK


DENGAN MENINGITIS BAKTERI

Ni Made Yeni Ariati, Wayan Suardana


Bagian/SMF Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/
Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali

ABSTRAK

Gangguanpendengaransensorineuraladalahjenisgangguanpendengarandenganpenyebabutama
terletakpadasarafvestibulokoklear,telingabagiandalamataubatangotak.Meningitisbakteriatau
virusmempunyaiangkainsidensyangtinggiuntukmenyebabkankerusakanpermanenpadalabirin,
terutama pada penderita yang masih muda. Dilaporkan satu kasus gangguan pendengaran yang
reversibelpadaanaklelaki,6bulandengandiagnosismeningitisbakteri.Padapenderitadilakukan
duakalipemeriksaanpendengaranyangmeliputipemeriksaantimpanometri,otoacoustic emission
dan brainstem evoked response audiometry. Dari pemeriksaan pertama disimpulkan, penderita
mengalamitulisensorineuralderajatsedangkanandantulisensorineuralderajatringankiri.Pada
pemeriksaankeduayangdilakukantigabulankemudiandiperolehsimpulanpendengaranpenderita
dalambatasnormal.[MEDICINA 2015;46:122-5].

Kata kunci:gangguan pendengaran sensorineural, meningitis bakteri, timpanometri, otoacoustic emission,


brainstem evoked response audiometry

REVERSIBLE HEARING LOSS IN A CHILD WITH BACTERIAL MENINGITIS

Ni Made Yeni Ariati, Wayan Suardana


Departement of Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery
Udayana University Medical School /Sanglah Hospital Denpasar Bali

ABSTRACT

Sensorineural hearing loss is a type of hearing loss mainly caused by impairment in the
vestibulocochlearnerve,theinnerear,orcentralprocessingcentersofthebrain.Bacterialorviral
meningitiscausedhighincidenceofpermanentdamagetothelabyrinth,especiallyintheveryyoung
agepatients.Acaseofreversiblehearinglossina6monthsoldbaby,whowasdiagnosedbybacterial
meningitishasbeenreported.Hearingexaminationwasperformedtwiceincluding:timpanometry,
otoacousticemission,andbrainstemevokedresponseaudiometry.Thefirstexaminationconcluded
that the patient had moderate sensorineural hearing loss on the right ear and mild sensorineural
hearinglossontheleftear.Thesecondexaminationwasperformedthreemonthslaterandconcluded
bilateralnormalhearing.[MEDICINA 2015;46:122-5].

Keywords : sensorineural hearing loss, bacterial meningitis, timpanometry, otoacoustic emission, brainstem
evoked response audiometry

PENDAHULUAN pendengaran di seluruh dunia, pada labirin, terutama pada


50% dapat dicegah. Penyebab penderitayangmasihmuda.
utama ketulian yang dapat Infeksimeningealmenyebar
T uliadalahterganggunya
kemampuanuntukmen- dicegah diantaranya penyakit secara langsung dari cairan
deteksifrekuensitertentusuara kronistelingayangsebagianbesar serebrospinal ke perilimfe dan
sepenuhnya atau sebagian. disebabkan oleh otitis media menyebabkan labirinitis berat,
Gangguanpendengaransensori- kronis, infeksi susunan saraf dengan vertigo berkepanjangan
neural adalah jenis gangguan pusat terutama meningitis dan dan gangguan pendengaran
pendengaran yang penyebab ototoksisitas yang sebagian permanen. Pada meningitis
utamanya terletak pada saraf disebabkanolehantimikrobayang bakteri melalui laporan post
vestibulokoklear atau saraf digunakan untuk mengobati mortemdanbeberapastudiklinis
kranialVIII,telingabagiandalam penyakit infeksi. 2 Meningitis menunjukkanadanyakerusakan
ataubatangotak.1 bakteri atau virus mempunyai dikokleaatausarafpendengaran.
Darisekitar120jutaorang angkainsidenyangtinggisebagai Kerusakanbisaterjadiunilateral
yang mengalami gangguan penyebab kerusakan permanen ataubilateral.3

122 JURNAL ILMIAH KEDOKTERAN


Gangguan Pendengaran Reversibel Pada Anak dengan Meningitis Bakteri | Yeni Ariati, dkk.

Gangguanpendengaranpada fenobarbital 50 mg IV satu kali bahwapenderitamengalamituli


anak-anak dapat menyebabkan bolus kemudian dilanjutkan sensorineural derajat sedang
kesulitanberbahasadanmungkin dengandosisrumatan2x17mg. kanan dan tuli sensorineural
tidak terdiagnosis pada saat Pada tanggal 25 Juni 2011 derajatringankiri.
pemeriksaanselamaperawatandi dilakukan pemeriksaan Penderita tidak diberikan
rumah sakit atau pada pasien timpanometri, otoacoustic terapikhusus,hanyadilakukan
rawat jalan. 4 Identifikasi dini emission (OAE) dan brainstem edukasi terhadap orangtua
gangguan pendengaran sangat evoked response audiometry penderita untuk melakukan
penting karena bila terjadi (BERA) di poliklinik THT-KL. pengamatan perkembangan
osifikasi dari koklea setelah Pemeriksaan timpanometri pendengaran penderita secara
meningitis dapat mempersulit menunjukkanhasiltipeApada sederhana dan penderita
implantasikoklea.Olehkarenaitu kedua telinga (Gambar 1A), disarankanuntukkontrolkembali
padapenderitapasca-meningitis sedangkan pemeriksaan OAE ke poli THT-KL 3 bulan
bakteri dianjurkan melakukan menunjukkan ada kecurigaan kemudian untuk dilakukan
pemeriksaan dan evaluasi kelainan atau refer pada kedua evaluasi pendengaran sebagai
pendengaransecararutin.5 telingakanandankiri(Gambar deteksi dini adanya penurunan
Tingginya angka insiden 1B), dan pemeriksaan BERA pendengaran yang bersifat
gangguan pendengaran pasca- menunjukkanhasil,padatelinga permanen.Evaluasipendengaran
meningitisbakteridanpentingnya kanangelombangVmulaitampak inibergunadalammenentukan
identifikasi dini gangguan padaintensitas55dB,sedangkan rencana tindakan selanjutnya
pendengaran pada anak yang pada telinga kiri gelombang V sepertiimplankoklea.
menderitameningitismenyebab- mulaitampakpadaintensitas40 Tiga bulan kemudian
kanpenulisinginmenyampaikan dB (Gambar 1C). Disimpulkan dilakukanpemeriksaankeduadi
satu kasus gangguan pende-
ngaranyangreversibelpadaanak
usia 6 bulan yang didiagnosis
meningitisbakteri.

ILUSTRASI KASUS
Penderita KYP, lelaki, 6
bulandikonsulkanpadatanggal
22Juni2011olehtemansejawat
Pediatridengandiagnosismeni-
ngitisbakteriuntukdilakukan
evaluasi fungsi pendengaran.
Penderita merupakan rujukan
dari RSU Klungkung dengan
observasi febris dan bangkitan
kejang, suspek meningoen-
sefalitis. Selama perawatan di
RSUPSanglahpenderitadidiag-
nosismeningitisbakteriberdasar-
kangejalaklinisberupademam
dan bangkitan kejang. Saat itu
hasilanalisiscairanserebrospinal
menunjukkan hasil Nonne (++)
danPandy(+++)denganjumlah
sel 219/mm3 dan kadar glukosa
cairanserebrospinal23,88mg/dl.
Biakan darah pada penderita
tidak menunjukkan adanya
pertumbuhan kuman. CT-scan
kepala tidak menunjukkan
adanyakelainan.Sejakdirawat
mulai tanggal 20 Mei 2011
penderita diberikan obat
sefotaksim 3 x 300 mg IV, Gambar 1. Hasilpemeriksaanpendengaranpadatanggal25Juni
deksametason3x1mgIV,dan 2011:A.TimpanogramB.OAEC.BERA.

JURNAL ILMIAH KEDOKTERAN 123


MEDICINA VOLUME 46 NOMOR 2 M E I 2015

gangguan pendengaran
sensorineural pada 10% pasien
meningitisdengankisaran2,4%
sampai 20%. Dari penelusuran
melalui rekam medik penderita
dananamnesisdenganorangtua
penderita diketahui penderita
didiagnosis meningitis bakteri
berdasarkangejalaklinisberupa
panassejak3harisebelumdirawat
dirumahsakit,adanyabangkitan
kejang sejak 8 jam sebelum
dirawat, dan analisis cairan
serebrospinal yaitu: Nonne (++)
danPandy(+++)denganjumlah
sel 219/mm3 dan kadar glukosa
cairan serebrospinal yang
menurun yaitu: 23,88 mg/dl.
Kemungkinanadanyapenurunan
pendengaran pasca-meningitis
bakteri dapat diprediksi
berdasarkan: lama gejala lebih
dari2harisebelummasukrumah
sakit, tidak adanya petekie,
glukosa cairan serebrospinal
rendah, S. pneumoniae sebagai
agenetiologi,danataksia.2
Untukmendiagnosisadanya
penurunan pendengaran pada
penderita telah dilakukan
pemeriksaantimpanometri,OAE,
danBERAdengansimpulan:tuli
Gambar 2. Hasilpemeriksaanpendengaranpadatanggal8Oktober sensorineural derajat sedang
2011:A.TimpanogramB.OAEC.BERA kanan dan tuli sensorineural
derajat ringan kiri. Dalam
poliklinikTHT-KL.Padapeme- bakteri adalah salah satu kepustakaan disebutkan bahwa
riksaan behavioral observation penurunan pendengaran post- pada anak-anak tes terbaik
audiometry menunjukkanrespon natalyangdapatdicegahdengan diperoleh dengan pemeriksaan
positif,pemeriksaantimpanometri terapi yang tepat. Pada kasus, OAE dikombinasi dengan
mendapatkan hasil tipe A pada penderita seorang anak lelaki timpanometridandiikutidengan
keduatelinga(Gambar 2A),OAE berumur6bulanyangdidiagnosis tesauditory brain response.Selain
didapatkanhasilnormalataupass meningitis bakteri satu bulan itu disebutkan juga bahwa
padakeduatelinga(Gambar 2B), sebelumnya. Telah dilakukan penilaian adanya osifikasi dan
dan dari pemeriksaan BERA pemeriksaanpendengarandengan tingkat osifikasi dapat dibuat
diperolehhasilpadakeduatelinga hasil tuli sensorineural derajat denganCT-scan.2Padapenderita
gelombangVsudahtampakmulai sedang kanan dan tuli telahdilakukanCT-scankepala
dari intensitas 20 dB (Gambar sensorineuralderajatringankiri. dengan simpulan tidak tampak
2C).Hasilpemeriksaantersebut Identifikasidiniadanyagangguan kelainan dan tidak ditemukan
menunjukkan hasil fungsi pendengaran sangat penting adanyakalsifikasiabnormal.
pendengaran penderita dalam sehinggadapatdilakukandeteksi Sejak awal dirawat inap di
batasnormal. secara dini agar anak dapat RSUP Sanglah, penderita telah
berbicaradanberbahasanormal diberikan terapi sefotaksim 3 x
DISKUSI serta untuk pendidikan dan 300mgIV,deksametason3x1mg
Masalah penurunan pende- perkembangansosialanak.5 IV diberikan 30 menit sebelum
ngaranpasca-meningitisbakteri Penurunan pendengaran pemberian antibiotik. Hal ini
padaanakadalahmasalahyang pada meningitis bakteri dapat sesuaidengankepustakaanyang
menarik karena penurunan terjadidalam48jamdariawitan menyebutkan antibiotik yang
pendengaran akibat meningitis infeksi.6Dodgedkk.7menemukan direkomendasikanuntukpenata-

124 JURNAL ILMIAH KEDOKTERAN


Gangguan Pendengaran Reversibel Pada Anak dengan Meningitis Bakteri | Yeni Ariati, dkk.

laksanaan meningitis bakteri RINGKASAN Assessment, Incidence and


adalah generasi ketiga sefalos- Telahdilaporkansatukasus Prediction. Pediatrics.
porin seperti seftriakson atau gangguan pendengaran yang 2003;112(5):1049-53.
sefotaksime dan penggunaan reversibelpadaanaklelaki6bulan
6. Norton SJ, Bhama PK,
steroidsebagaiterapitambahan yang menderita meningitis
PerkinsJA.EarlyDetection
terhadap antibiotik dalam bakteri.HasilevaluasiOAEdan
and Diagnosis of Infant
pengelolaanmeningitistampak- BERAawalmenunjukkanadanya
HearingImpairment.Dalam:
nyabermanfaat,setidaknyapada gangguanpendengaransensori-
Flint PW, Haughey BH,
meningitisyangdisebabkanoleh neuraldankembalinormalsetelah
Lund VJ, penyunting.
S.pneumoniaedanH.influenza.8,9 3bulankemudian.
Cummings Otolaryngology
Tigabulansetelahpemerik-
Head and Neck Surgery.
saanpendengaranyangpertama DAFTAR PUSTAKA
Philadelphia: Egypt ORL-
pada penderita, dilakukan
1. Lalwani AK. Sensorineural HNS;2010.h.167-70.
pemeriksaanpendengaranulang
Hearing Loss. Dalam:
sebagai evaluasi. Ditemukan 7. Dodge PR, Davis H, Feigin
Lalwani AK, penyunting.
adanyaperbaikanhasilpemerik- RD,HolmesSJ,KaplanSL,
Current Diagnosis and
saan BERA. Pada pemeriksaan JubelirerDP,dkk.Prospective
Treatment Otolaryngology
pertamadiperolehsimpulantuli Evaluation of Hearing
HeadandNeckSurgery.New
sensorineural derajat sedang Impairment as a sequela of
York:LangeMc.Graw-Hill;
kanan dan tuli sensorineural Acute Bacterial Meningitis.
2007.h.152-60.
derajatringankirikemudianpada Dalam:NewtonVE,Vallely
pemeriksaan kedua diperoleh 2. MuttonKJ,KaczmarskiEB. PJ,penyunting.Infectionand
simpulanpendengaranpenderita MeningitisandHearingLoss. Hearing Impairment. New
dalambatasnormal.Patofisiologi Dalam: Newton VE,Vallely York: John Wiley and Sons
terjadinya penurunan pende- PJ,penyunting.Infectionand Ltd;2006.h.190.
ngaran pada meningitis akibat Hearing Impairment. West
8. PeltolaH,RoineI,Fernandez
terdapat proses nekrosis dari Sussex: John Wiley & Son
J,GonzalesMataA,ZavalaI,
labirin membran. Akibat toksin Ltd;2006.h.183-215.
Gonzales Ayala S, dkk.
daribakteridapatterjaditoksik
3. MennerAL.APocketGuide Hearing Impairment in
ataulabirinitisserosa.Ketulian
to the Ear. New York: Childhood Bacterial Meni-
akibatlabirintisserosabiasanya Thieme;2003. ngitis Is Little Relieved by
parsial dan reversibel. 10 Jadi DexamethasoneorGlycerol.
kemungkinan ketulian yang 4. TurelO,YildirimC,Yilmaz
Pediatric.2010;125:1-8.
terjadipadapenderitaakibattok- Y,KulekciS,AkdasF,Bakir
sindaribakteriyangmenyebab- M. Clinical Characteristics 9. Tacon CL, Flower O.
kantoksikataulabirinitisserosa. and Prognostic Factors in DiagnosisandManagementof
Dalambanyakkasusketulian Childhood Bacterial Bacterial Meningitis in the
pasca-meningitis, bila terjadi Meningitis: A Multicenter Paediatric Population: A
gangguan fungsi pendengaran Study. Balkan Med J. Review.HindawiPublishing
dapatdiatasidenganmengguna- 2013;30:80-4. Corp. Emerg Med Int.
kanamplifikasikonvensionaldan 2012;2012:1-8.
5. KoomenI,GrobeeDE,Roord
bagimerekayangtidakmenun- JJ,DondersR,SchinkelAJ, 10. Bueno SC, McCracken GH.
jukkanmanfaatyangsignifikan Furth AM. Hearing Loss at Bacterial Meningitis in
dengan bantuan amplifikasi School Age in Survivors of Children. Pediatr Clin Am.
pendengaran,biasanyadilakukan Bacterial Meningitis: 2005;52:795-810.
implantasi koklea. Saat ini ada
kecenderunganuntukmelakukan
pemasangan implan koklea
secaralebihawalterutamapada
anak-anak. 1 Pada kasus ini
tindakantersebuttidakdilakukan
karena pada saat dilakukan
evaluasi ulang telah terjadi
perbaikan(pendengaranpenderita
dalambatasnormal).

JURNAL ILMIAH KEDOKTERAN 125