Anda di halaman 1dari 2

METODE KONTRAK KONSTRUKSI

YOHANES OE 20.11 KONTRAK-KONSTRUKSI 1 COMMENT

Dalam proyek konstruksi, biasanya


terlibat pihak-pihak ; seperti pemilik proyek (owner), konsultan, dan kontraktor.
Pemilik proyek adalah pihak yang akan meminta jasa konsultan untuk merancang
bangunan yang akan dibangun. Hasil rancangan ini akan menjadi pegangan
pelaksanaan bagi kontraktor sebagai pelaksana proyek.

Hubungan kerja antara pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor perlu diatur secara
jelas. Kontrak yang mengatur hubungan kerja tersebut amat tergantung pada jenis
dan ukuran proyek yang akan dilaksanakan. Kontrak ini harus dimengerti dengan
jelas sehingga dapat diperoleh pelaksanaan proyek yang efektif.

Terdapat lima metode kontrak dalam industri konstruksi sbb ;


1. Metode Kontrak Umum (General Contracting Method)
2. Metode Kontrak Terpisah (Seperate Contracs Method)
3. Metode Swakelola (Force Account Method)
4. Metode Rancang Bangun (Design-Build Method)
5. Metode Manajemen Konstruksi (Construction Management Method)
Metode Kontrak Umum, adalah metode di mana kontrak dibuat antara pemilik
proyek dan kontraktor umum (general contractor). Pemilik proyek biasanya diwakili
oleh konsultan yang berperan dalam penyusunan dokumen kontrak.

Metode Kontrak Terpisah, adalah metode di mana pemilik proyek memberikan


pekerjaan secara terpisah kepada pihak-pihak yang diyakini memiliki kemampuan
khusus yang berbeda, misalnya pekerjaan beton prategang diberikan kepada pihak
yang mengkhususkan diri pada bidang tersebut. Pada prinsipnya kontrak ini sama
dengan metode kontrak umum. Perbedaannya adalah tidak ada keterlibatan
kontraktor umum, sehingga pemilik proyek harus melakukan manajemen proyek
sendiri. Metode ini dapat diterapkan apabila pemilik proyek memiliki kemampuan
manajemen proyek yang memadai. Keuntungan metode ini adalah pemilik tidak
perlu mengalokasikan biaya profit bagi kontraktor umum seperti pada metode
kontrak umum, sehingga biaya proyek dapat ditekan.

Metode Kontrak Rancang Bangun. Pada metode kontrak ini, pemilik proyek perlu
membuat kontrak tunggal untuk pekerjaan perancangan dan pelaksanaan proyek
dengan satu perusahaan yang memiliki kemampuan perancangan dan pelaksanaan
pembangunan. Pada dasarnya metode ini sama dengan metode kontrak umum,
hanya saja profesi konsultan dan kontraktor dirangkap oleh satu perusahaan yang
memang mempunyai kemampuan untuk itu.

Metode Swakelola. Pada metode ini, pemilik proyek tidak melakukan kontrak bagi
proyek yang akan dilaksanakan, karena pemilik mendanai sendiri, merancang
sendiri, melaksanakan sendiri, dan mengawasi sendiri proyeknya. Jelas bahwa
ketiga bagian proyek konstruksi berada dalam satu pihak, sehingga pemilik proyek
harus mempunyai kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh konsultan dan
kontraktor.

Metode Manajemen Konstruksi. Pada metode ini, pemilik proyek meminta


perusahaan manajemen konstruksi profesional (MK) untuk memberikan layanan
profesional dalam bentuk layanan manajemen konstruksi. Umumnya MK dikontrak
pada saat muncul ide/gagasan dari pemilik proyek sebelum design dibuat. Fungsi
utama dari MK adalah menangkap ide tersebut, kemudian melakukan pengelolaan
tahap demi tahap sampai ide tersebut terwujud. MK kemudian memilih perusahaan
perancang untuk melakukan perencanaan dan perancangan. Setelah rancangannya
selesai, MK melakukan evaluasi untuk mengoptimalkan biaya dan waktu
pelaksanaan proyek.