Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Anemia hemolitik autoimun (AIHA) merupakan penyakit yang jarang terjadi namun

merupakan penyakit hematologi penting. AIHA merupakan penyakit akibat produksi antibodi

yang menyerang eritrosit. Tingkat keparahan AIHA bervariasi mulai dari gejala ringan hingga

gejala yang fatal. Insiden AIHA diperkirakan 0.6 hingga 3 kasus per 100.0000 orang.

AIHA diperantarai oleh antibodi dan sebagian besar adalah IgG, tipe AIHA ini disebut

sebagai AIHA tipe hangat karena IgG merupakan antibodi yang berikatan pada temperatur

suhu tubuh. AIHA tipe dingin di mediasi oleh antibodi IgM yang berikatan maksimal pada

temperatur dibawah 370. Pada AIHA tipe hangat, autoantibodi paling reaktif pada suhu 37oC.

Sementara itu, autoantibodi pada AIHA tipe dingin paling reaktif pada suhu 0 o-4oC (5,6).

AIHA tipe hangat lebih sering terjadi, dibandingkan dengan AIHA tipe dingin, sekitar 50%-

70% dari keseluruhan kasus AIHA.

Penyebab munculnya AIHA dibagi menjadi primer dan sekunder. Primer atau

idiopatik apabila tidak ditemukan underlying disease pada AIHA. Sekunder jika ditemukan

underlying disease, seperti systemic lupus erythematosus (SLE), malignansi, limfoma, dan

infeksi. Sebagai contoh, 10% dari penderita SLE di kemudian hari juga akan menderita

AIHA.

AIHA diklasifikasikan sebagai autoimun, aloimun, atau diinduksi obat yang stimulus

antigen nya terletak pada respon imun. AIHA aloimun terjadi pada kehamilan, tansfusi darah,

dan transplantasi. AIHA diinduksi obat terjadi karena antibodi mengenal intrinsik antigen

eritrosit atau ikatan eritrosit dengan obat tersebut.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA