Anda di halaman 1dari 71

Lampiran 1.

Data dan Hasil Penelitian


Tabel II. Sertifikat analisis karbamazepin

54
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel III. Data serapan larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut
metanol
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

340,40 0,002
284,40 0,313
236,20 0,399
212,80 0,851
338,80 -0,002
257,80 0,148
233,80 0,397
204,00 0,747

Gambar 7. Spektrum larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut


metanol

Panjang gelombang

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel IV. Data serapan larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut
NaOH 0,1 N
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

297,40 3,921

55
294,60 3,957
285,60 4,000
282,40 3,988
272,00 3,972
242,40 4,000
240,00 4,000
236,40 4,000
232,60 4,000
227,40 4,000
224,40 4,000
221,40 3,997
214,00 2,894
202,80 3,183
295,60 3,746
293,20 3,754
284,80 3,765

56
Panjang gelombang
Gambar 8. Spektrum larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut
NaOH 0,1 N

57
Lampiran 1. (Lanjutan)
Tabel V. Data serapan larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut
etanol
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

339,80 -0,002
285,00 0,496
236,80 0,617
213,40 1,285
338,80 -0,004
257,80 0,232
233,20 0,606

Gambar 9. Spektrum larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut


etanol

Panjang gelombang

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel VI. Data serapan larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut
HCl 0,1 N
Panjang gelombang ()(nm) Absorban Puncak / lembah

58
340,20 0,010
285,00 0,232
211,00 0,543
342,00 0,007
338,80 0,007
255,20 0,115
204,00 0,500

Gambar 10. Spektrum larutan karbamazepin konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut


HCl 0,1 N

Panjang gelombang

59
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel VII. Data kurva kalibrasi karbamazepin pembanding dalam pelarut HCl 0,1
N dengan metode absorbansi
Konsentrasi
No Absorban
(g/mL)
1 10 0,231
2 12 0,365
3 14 0,503
4 16 0,627
5 18 0,769

0.8
f(x) = 0.07x - 0.44
0.6 R = 1
0.4

0.2

0
8 10 12 14 16 18 20

Gambar 11. Kurva kalibrasi karbamazepin dalam pelarut HCl 0,1 N dengan
metode absorbansi

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel VIII. Data luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin konsentrasi 10
g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N

60
Titik awal Titik akhir Luas daerah
255,00 325,00 5,545

Panjang gelombang

Gambar 12. Spektrum luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin


konsentrasi 10 g/mL dalam pelarut HCl 0,1 Nyaitu 5,545

Lampiran 1. (Lanjutan)

61
Tabel IX. Data luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin konsentrasi 12
g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N
Titik awal Titik akhir Luas daerah
255,00 325,00 8,791

Panjang gelombang

Gambar 13. Spektrum luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin


konsentrasi 12 g/mL dalam pelarut HCl 0,1N yaitu 8,791

Lampiran 1. (Lanjutan)

62
Tabel X. Data luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin konsentrasi 14
g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N
Titik awal Titik akhir Luas daerah
255,00 325,00 12,553

Panjang gelombang
Gambar14. Spektrum luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin
konsentrasi 14 g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 12, 553

Lampiran 1. (Lanjutan)

63
Tabel XI. Data luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin konsentrasi 16
g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N
Titik awal Titik akhir Luas daerah
255,00 325,00 15,881

Panjang gelombang
Gambar 15. Spektrum luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin
konsentrasi 16 g/mL dalam HCl 0,1 N yaitu 15,881

Lampiran 1. (Lanjutan)

64
Tabel XII. Data luas daerah di bawah kurva larutan karbamazepin konsentrasi 18
g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N
Titik awal Titik akhir Luas daerah
255,00 325,00 19,309

Panjang gelombang
Gambar 16. Spektrum luas daerah dibawah kurva larutan karbamazepin
konsentrasi 18 g/mL dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 19, 309

65
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XIII. Data kurva kalibrasi karbamazepin pembanding dalam pelarut HCl 0,1
N dengan metode luas daerah di bawah kurva
Konsentrasi Luas daerah
No
(g/mL) dibawah kurva
1 10 5,545
2 12 8,791
3 14 12,553
4 16 15,881
5 18 19,309

25

20
f(x) = 1.73x - 11.82
R = 1
15

10

0
8 10 12 14 16 18 20

Gambar 17. Kurva kalibrasi karbamazepin dalam pelarut HCl 0,1 N dengan
metode luas daerah di bawah kurva

Lampiran 1. (Lanjutan)

66
Tabel XIV. Data serapan Bamgetol tablet ( PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1 N
(pengulangan 1 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

340,20 -0,002
285,00 0,502
210,80 1,220
338,80 -0,005
255,20 0,235

Panjang gelombang

Gambar 18. Spektrum serapan Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1
N dengan absorban 0,502 nm

Lampiran 1. (Lanjutan)

67
Tabel XV. Data serapan Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1 N
(pengulangan 2 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

339,80 -0,003
285,00 0,501
209,60 1,349
338,20 -0,005
254,80 0,242

Panjang gelombang
Gambar 19. Spektrum serapan Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1

N dengan absorban 0,501 nm

68
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XVI. Data serapan Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1 N
(pengulangan 3 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

340,20 -0,002
285,00 0,502
210,80 1,220
338,40 0,021
255,20 0,235

Panjang gelombang

Gambar 20. Spektrum serapan Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam pelarut HCl 0,1
N dengan absorban 0,502 nm

69
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XVII. Data serapan karbamazepin generik (PT Indofarma) dalam pelarut
HCl 0,1 N (pengulangan 1 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

340,20 0,023
285,00 0,502
210,80 1,220
338,80 -0,005
255,20 0,235

Panjang gelombang

Gambar 21. Spektrum serapan karbamazepin generik (PT indofarma) pelarut HCl
0,1 N dengan absorban 0,502 nm

70
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XVIII. Data serapan karbamazepin generik (PT Indofarma) dalam pelarut
HCl 0,1 N (pengulangan 2 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

339,80 -0,003
285,00 0,501
209,60 1,349
338,20 -0,005
254,80 0,281

Panjang gelombang
Gambar 22. Spektrum serapan karbamazepin generik (PT Indofarma) dalam
pelarut HCl 0,1 N dengan absorban 0,501 nm

71
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XIX. Data serapan karbamazepin generik (PT Indofarma) dalam pelarut
HCl 0,1 N (pengulangan 3 kali)
Panjang gelombang () (nm) Absorban Puncak / lembah

339,80 -0,003
285,00 0,501
209,60 1,349
338,20 -0,005
254,80 0,242

Panjang gelombang

Gambar 23. Spektrum serapan karbamazepin generik (PT Indofarma) dalam


pelarut HCl 0,1 N dengan absorban 0,501 nm

72
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XX. Data luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam
pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 1 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,537

Gambar 24. Spektrum luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi)
dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 12,537

Panjang gelombang

73
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXI. Data luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam
pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 2 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,367

Panjang gelombang

Gambar 25. Spektrum luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi)
dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 12,367

74
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXII. Data luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi) dalam
pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 3 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,537

Panjang gelombang
Gambar 26. Spektrum luas daerah di bawah kurva Bamgetol tablet (PT Mersi)
dalam pelarut HCl 0,1 Nyaitu 12,537

75
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXIII. Data luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik


(PT Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 1 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,537

Gambar 27. Spektrum luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik


(PT Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 12,537

Panjang gelombang

76
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXIV. Data luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik


(PT Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 2 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,367

Gambar 28. Spektrum luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik (PT
Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 Nyaitu 12,367

Panjang gelombang

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXV. Data luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik


(PT Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 N (pengulangan 3 kali)
Titik awal Titik akhir Luas daerah
225,00 323,40 12,367

77
Panjang gelombang
Gambar 29. Spektrum luas daerah di bawah kurva karbamazepin generik
(PT Indofarma) dalam pelarut HCl 0,1 N yaitu 12,367

78
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXVI. Penetapan kadar Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode
absorbansi
Kadar yang
Bobot (mg) dalam
No Absorban diperoleh % Kadar
50 mL
(g/mL)
1 0,502 14,045 100,320 100,32 %
2 0,501 14,030 100,214 100,21 %
3 0,502 14,045 100,320 100,32 %
Rata-rata 100,285 100,28 %
SD 0,001

Tabel XXVII. Penetapan kadar Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode luas
daerah di bawah kurva
Kadar yang
Bobot (mg) dalam
No AUC diperoleh % Kadar
50 mL
(g/mL)
1 12,537 14,070 100,500 100,50 %
2 12,367 13,972 99,799 99,80 %
3 12,537 14,070 100,500 100,50 %
Rata-rata 100,266 100,27 %
SD 0,004

79
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXVIII. Penetapan kadar karbamazepin generik (PT Indofarma) dengan


metode absorbansi
Kadar yang
Bobot (mg) dalam
No Absorban diperoleh % Kadar
50 mL
(g/mL)
1 0,502 14,045 100,320 100,32 %
2 0,501 14,030 100,214 100,21 %
3 0,501 14,030 100,214 100,21 %
Rata-rata 100,249 100,25 %
SD 0,001

TabelXXIX. Penetapan kadar karbamazepin generik (PT Indofarma) dengan


metode luas daerah di bawah kurva
Kadar yang
Bobot (mg) dalam
No AUC diperoleh % Kadar
50 mL
(g/mL)
1 12,537 14,070 100,500 100,50 %
2 12,367 13,972 99,799 99,80 %
3 12,367 13,972 99,799 99,80 %
Rata-rata 100,032 100,03 %
SD 0,004

80
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXX. Linearitas karbamazepin dengan metode absorbansi


Konsentras
Absorban
No i X.Y X Y
(X) (Y)
1 10 0,231 2,31 100 0,053361
2 12 0,365 4,38 144 0,133225
3 14 0,503 7,042 196 0,253009
4 16 0,627 10,032 256 0,393129
5 18 0,769 13,842 324 0,591361
Jumlah 70 2,495 37,606 1020 1,424085
Rata-
14 0,499 7,5212 204 0,284817
rata
b = 0,0669

a = -0,4367

r = 0,9998

Tabel XXXI. Linearitas karbamazepin dengan metode luas daerah di bawah


kurva
Luas daerah
Konsentrasi di bawah
No kurva X.Y X Y
(X) (Y)
1 10 5,545 55,45 100 30,747025
2 12 8,791 105,492 144 77,281681
3 14 12,553 175,742 196 157,577809
4 16 15,881 254,096 256 252,206161
5 18 19,309 347,562 324 372,837481
Jumlah 70 62,079 938,342 1020 890,650157
Rata-
14 12,4158 187,6684 204 178,1300314
rata
b = 1,7309

a = -11,8168

r = 0,9998

Lampiran 1. (Lanjutan)

81
Tabel XXXII. Batas deteksi dan batas kuantifikasi karbamazepin dengan metode
absorbansi
Konsentras
Absorban
No i X.Y X Y
(X) (Y)
1 10 0,231 2,310 100 0,053361
2 12 0,365 4,380 144 0,133225
3 14 0,503 7,042 196 0,253009
4 16 0,627 10,032 256 0,393129
5 18 0,769 13,842 324 0,591361
Jumlah 70 2,495 37,606 1020 1,424085
Rata-
14 0,499 7,521 204 0,284817
rata
Sy.x 0,000019
Syx 0,004305
BD 0,212356
BK 0,643503

Tabel XXXIII. Batas deteksi dan batas kuantifikasi karbamazepin dengan metode
luas daerah di bawah kurva
Luas daerah
Konsentras
di bawah
No i kurva X.Y X Y
(X) (Y)
1 10 5,545 55,45 100 30,747025
2 12 8,791 105,492 144 77,281681
3 14 12,553 175,742 196 157,577809
4 16 15,881 254,096 256 252,206161
5 18 19,309 347,562 324 372,837481
Jumlah 70 62,079 938,342 1020 890,650157
Rata- 187,668 178,130031
14 12,4158 204
rata 4 4
Sy.x 0,016372
Syx 0,127954
BD 0,243947
BK 0,739232

Lampiran 1. (Lanjutan)

82
Tabel XXXIV. Data uji akurasi Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode
absorbansi
Bobot
Bobot Bobot yang Bobot %
Level Absorba Kadar dalam
awal ditambahkan rata-rata Perolehan
akurasi n (g/mL) 50 mL
(mg) (mg) (mg) kembali
(mg)
0,568 15,031 93,946
50,14
80 % 40,114 0,559 14,897 93,105 93,697 108,58 %
2
0,569 15,046 94,040
0,639 16,093 100,579
50,14
100 % 50,142 0,631 15,973 99,832 99,988 99,41 %
2
0,628 15,928 99,552
0,706 17,094 106,839
50,14
120 % 60,170 0,708 17,124 107,025 107,088 94,64 %
2
0,712 17,184 107,399
Rata-rata 100,88 %
SD 0,0708

Tabel XXXV. Data uji akurasi Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode luas
daerah di bawah kurva
Luas
Bobot Bobot yang Bobot Bobot %
Level daerah di Kadar
awal ditambahka dalam 50 rata-rata Perolehan
akurasi bawah (g/mL)
(mg) n (mg) mL (mg) (mg) kembali
kurva
14,697 15,318 95,737
80 % 50,133 40,106 14,668 15,301 95,632 95,707 113,63 %
14,701 15,320 95,751
15,986 16,063 100,391
100 % 50,133 50,133 15,975 16,056 100,352 100,348 100,16 %
15,961 16,048 100,301
17,404 16,882 105,512
120 % 50,133 60,160 17,412 16,886 105,540 105,554 92,12 %
17,431 16,897 105,609
Rata-rata 101,97 %
SD 0,1086

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXXVI. Data uji akurasi karbamazepin generik (PT Indofarma) dengan
metode absorbansi

83
Bobot
Bobot Kadar yang %
Level Kadar dalam Bobot rata-
awal ditambahka Absorban Perolehan
akurasi (g/mL) 50 mL rata (mg)
(mg) n (mg) kembali
(mg)
0,573 15,106 94,413
50,12
80 % 40,100 0,562 14,942 93,386 93,666 108,58 %
5
0,560 14,912 93,199
0,631 15,973 99,832
50,12
100 % 50,125 0,635 16,033 100,206 99,956 99,41 %
5
0,631 15,973 99,832
0,735 17,528 109,548
50,12
120 % 60,150 0,730 17,453 109,081 107,461 95,32 %
5
0,673 16,601 103,756
Rata-rata 101,11 %
SD 0,0679

Tabel XXXVII. Data uji akurasi karbamazepin generik (PT Indofarma) dengan
metode luas daerah di bawah kurva
Luas
Bobot Bobot yang daerah Bobot %
Level Kadar Bobot rata-
awal ditambahka di dalam 50 Perolehan
akurasi (g/mL) rata (mg)
(mg) n (mg) bawah mL (mg) kembali
kurva
15,607 15,844 93,198
80 % 50,016 40,013 15,581 15,829 93,110 95,064 112,59 %
15,569 15,822 98,886
15,950 16,042 100,261
100 % 50,016 50,016 15,952 16,043 100,269 100,264 100,46 %
15,950 16,042 100,261
17,761 17,088 106,801
120 % 50,016 60,019 17,601 16,996 106,223 106,078 93,41 %
17,321 16,834 105,212
Rata-rata 102,15 %
SD 0,0970

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXXVIII. Data uji presisi intraday Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan
metode absorbansi

84
Kadar
Kadar
Kadar Absorba (x) % Kadar
Waktu rata-rata SD RSD
(g/mL) n (g/mL rata-rata
(g/mL)
)
0,547 14,717
0,15
Pagi 0,534 14,523 14,548 103,91 % 1,09 %
8
0,526 14,404
0,525 14,389
0,06
14 Siang 0,518 14,284 14,319 102,28 % 0,42 %
0
0,518 14,284
0,510 14,164
0,01
Sore 0,510 14,164 14,154 101,10 % 0,12 %
7
0,508 14,135
0,682 16,735
0,01
Pagi 0,682 16,735 16,785 104,91 % 0,10 %
7
0,692 16,885
0,696 16,945
0,18
16 Siang 0,687 16,810 16,780 104,88 % 1,08 %
1
0,672 16,586
0,672 16,589
0,13
Sore 0,661 16,424 16,444 102,78 % 0,83 %
6
0,654 16,320
0,788 18,320
0,01
Pagi 0,788 18,320 18,310 101,72 % 0,09 %
7
0,786 18,290
0,793 18,395
0,04
18 Siang 0,793 18,395 18,370 102,05 % 0,23 %
3
0,788 18,320
0,788 18,320
0,06
Sore 0,779 18,185 18,260 101,44 % 0,38 %
8
0,785 18,275

85
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XXXIX. Data uji presisi intraday Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan
metode luas daerah di bawah kurva
Luas
Kadar daerah Kadar Kadar
% Kadar
(g/mL Waktu di (x) rata-rata SD RSD
rata-rata
) bawah (g/mL) (g/mL)
kurva
12,875 14,265
Pagi 12,845 14,248 14,237 177,96 % 0,035 0,24 %
12,759 14,198
12,751 14,194
14 Siang 12,568 14,088 14,123 176,54 % 0,061 0,43 %
12,568 14,088
12,417 14,001
Sore 12,417 14,001 13,985 174,81 % 0,027 0,20 %
12,335 13,953
16,898 16,590
Pagi 16,898 16,590 16,622 166,22 % 0,056 0,34 %
17,066 16,687
17,620 17,007
16 Siang 16,898 16,590 16,687 166,87 % 0,284 1,70 %
16,682 16,465
16,682 16,465
Sore 15,989 16,064 16,155 161,55 % 0,276 1,71 %
15,768 15,937
19,009 17,809
Pagi 19,009 17,809 17,735 147,79 % 0,128 0,72 %
18,625 17,587
19,262 17,955
18 Siang 19,262 17,955 17,907 149,22 % 0,084 0,47 %
19,009 17,809
19,009 17,809
Sore 18,554 17,546 17,640 147,00 % 0,147 0,83 %
18,586 17,565

Lampiran 1. (Lanjutan)

86
Tabel XL. Data uji presisi intraday karbamazepin generik(PT Indofarma) dengan
metode absorbansi
Kadar Kadar Kadar
% Kadar
(g/mL Waktu Absorban (x) rata-rata SD RSD
rata-rata
) (g/mL) (g/mL)
0,525 14,389
Pagi 0,529 14,448 14,429 103,06 % 0,035 0,24 %
0,529 14,448
0,518 14,284
14 Siang 0,526 14,404 14,359 102,56 % 0,065 0,45 %
0,525 14,389
0,510 14,164
Sore 0,510 14,164 14,154 101,10 % 0,017 0,12 %
0,508 14,135
0,692 16,885
Pagi 0,682 16,735 16,785 104,91 % 0,017 0,10 %
0,682 16,735
0,687 16,810
16 Siang 0,672 16,586 16,661 104,13 % 0,129 0,78 %
0,672 16,586
0,661 16,422
Sore 0,646 16,197 16,312 101,95 % 0,112 0,69 %
0,654 16,317
0,786 18,290
Pagi 0,788 18,320 18,300 101,67 % 0,017 0,09 %
0,786 18,290
0,787 18,305
18 Siang 0,793 18,395 18,340 101,89 % 0,048 0,26 %
0,788 18,320
0,785 18,275
Sore 0,779 18,185 18,180 101,00 % 0,097 0,53 %
0,772 18,081

Lmpiran 1. (Lanjutan)

Tabel XLI. Data uji presisi intraday karbamazepin generik(PT Indofarma) dengan
metode luas daerah di bawah kurva

87
Kadar Luas Kadar Kadar
daerah di % Kadar
(g/mL Waktu bawah
(x) rata-rata SD RSD
rata-rata
) kurva (g/mL) (g/mL)
12,751 14,194
Pagi 12,802 14,223 14,213 101,52 % 0,017 0,12%
12,802 14,223
12,568 14,088
14 Siang 12,759 14,198 14,075 100,54 % 0,130 0,92 %
12,312 13,940
12,417 14,001
Sore 12,417 14,001 13,985 99,89 % 0,027 0,20 %
12,335 13,953
17,066 16,687
Pagi 16,898 16,590 16,622 103,89 % 0,056 0,34 %
16,898 16,590
16,929 16,607
16 Siang 16,682 16,465 16,512 103,20 % 0,082 0,50 %
16,682 16,465
15,659 15,874
Sore 15,539 15,804 15,833 98,96 % 0,036 0,23 %
15,568 15,821
18,625 17,587
Pagi 19,009 17,809 17,661 98,12 % 0,128 0,73 %
18,625 17,587
19,003 17,806
18 Siang 19,262 17,955 17,857 99,20 % 0,085 0,48 %
19,009 17,809
18,586 17,565
Sore 18,554 17,546 17,539 97,44 % 0,030 0,17 %
18,483 17,505

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XLII. Data uji presisi interday Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode
absorbansi
Kadar Hari Absorban Kadar Kadar % Kadar SD RSD

88
(g/mL (x) rata-rata
Ke rata-rata
) (g/mL) (g/mL)
0,531 14,478
1 0,527 14,419 14,433 103,10 % 0,040 0,27 %
0,526 14,404
0,527 14,419
14 2 0,523 14,359 14,379 102,70 % 0,035 0,24 %
0,523 14,359
0,518 14,284
3 0,517 14,269 14,264 101,89 % 0,023 0,16 %
0,515 14,239
0,665 16,481
1 0,664 16,466 16,451 102,82 % 0,023 0,14 %
0,660 16,407
0,650 16,257
16 2 0,654 16,317 16,297 101,86 % 0,035 0,21 %
0,654 16,317
0,647 16,212
3 0,647 16,212 16,207 101,30 % 0,009 0,05 %
0,646 16,197
0,785 18,275
1 0,785 18,275 18,275 101,53 % 0,000 0,00 %
0,785 18,275
0,778 18,170
18 2 0,779 18,185 18,180 101,00 % 0,009 0,05 %
0,779 18,185
0,777 18,155
3 0,775 18,126 18,121 100,67 % 0,038 0,21 %
0,772 18,081

Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XLIII. Data uji presisi interday Bamgetol tablet (PT Mersi) dengan metode
luas daerah di bawah kurva
Kadar Hari Luas Kadar Kadar % Kadar SD RSD
(g/mL) Ke daerah di (x) rata-rata rata-rata
bwah (g/mL) (g/mL)

89
kurva
12,830 14,239
1 12,783 14,212 14,217 101,55 % 0,021 0,15 %
12,759 14,198
12,783 14,212
14 2 12,658 14,140 14,164 101,17 % 0,042 0,29 %
12,658 14,140
12,568 14,088
3 12,390 13,985 14,036 100,26 % 0,051 0,37 %
12,475 14,034
15,778 15,942
1 15,769 15,937 15,918 99,49 % 0,037 0,23 %
15,662 15,875
15,549 15,810
16 2 15,568 15,821 15,817 98,86 % 0,006 0,04 %
15,568 15,821
15,542 15,806
3 15,542 15,806 15,806 98,78 % 0,001 0,01 %
15,539 15,804
18,586 17,565
1 18,586 17,565 17,565 97,58 % 0,000 0,00 %
18,586 17,565
18,543 17,540
18 2 18,554 17,546 17,544 97,47 % 0,004 0,02 %
18,554 17,546
18,530 17,532
3 18,494 17,512 17,516 97,31 % 0,014 0,08 %
18,483 17,505

90
Lampiran 1. (Lanjutan)

Tabel XLIV. Data uji presisi interday karbamazepin generik (PT Indofarma)
dengan metode absorbansi
Kadar Kadar Kadar
Hari % Kadar
(g/mL Absorban (x) rata-rata SD RSD
Ke rata-rata
) (g/mL) (g/mL)
0,531 14,478
1 0,531 14,478 14,453 103,24 % 0,043 0,30 %
0,526 14,404
0,526 14,404
14 2 0,527 14,419 14,394 102,81 % 0,031 0,22 %
0,523 14,359
0,510 14,164
3 0,510 14,164 14,154 101,10 % 0,017 0,12 %
0,508 14,135
0,669 16,541
1 0,664 16,466 16,496 103,10 % 0,017 0,10 %
0,665 16,481
0,661 16,422
16 2 0,646 16,197 16,312 101,95 % 0,112 0,69 %
0,654 16,317
0,650 16,257
3 0,647 16,212 16,187 101,17 % 0,085 0,53 %
0,639 16,093
0,778 18,170
1 0,780 18,200 18,175 100,97 % 0,023 0,13 %
0,777 18,155
0,785 18,275
18 2 0,779 18,185 18,180 101,00 % 0,097 0,53 %
0,772 18,081
0,779 18,185
3 0,777 18,155 18,155 100,86 % 0,030 0,16 %
0,775 18,126

Lampiran 1. (Lanjutan)

91
TabelXLV. Data uji presisi interday karbamazepin generik (PT Indofarma)
dengan metode luas daerah di bawah kurva
Kadar Luas Kadar Kadar
Hari daerah di % Kadar
(g/mL bwah
(x) rata-rata SD RSD
Ke rata-rata
) kurva (g/mL) (g/mL)
12,830 14,239
1 12,830 14,239 14,226 101,61 % 0,024 0,17 %
12,759 14,198
12,759 14,198
14 2 12,783 14,212 14,183 101,31 % 0,038 0,27 %
12,658 14,140
12,417 14,001
3 12,417 14,001 13,985 99,89 % 0,027 0,20 %
12,335 13,953
15,829 15,972
1 15,769 15,937 15,951 99,69 % 0,019 0,12 %
15,778 15,942
15,659 15,874
16 2 15,539 15,804 15,833 98,96 % 0,036 0,23 %
15,568 15,821
15,549 15,810
3 15,542 15,806 15,805 98,78 % 0,006 0,04 %
15,527 15,797
18,543 17,540
1 18,579 17,561 17,544 97,47 % 0,015 0,08 %
18,530 17,532
18,586 17,565
18 2 18,554 17,546 17,539 97,44 % 0,030 0,17 %
18,483 17,505
18,554 17,546
3 18,530 17,532 17,530 97,39 % 0,017 0,10 %
18,494 17,512

Lampiran 1. (Lanjutan)

92
Tabel XLVI. Perbandingan hasil validasi metode absorbansi dan metode luas
daerah dibawah kurva pada sampel Bamgetol tablet (PT. Mersi)
Metode penetapa linearita BD BK Akurasi presisi presisi
n kadar s intrada interda
y y
Absorbans 100,28+ 0,21235 0,6435
i 0,001 0,9998 6 0 100,88 % 0,482 0,147
Luas daerah
di bawah 100,27 + 0,24394 0,7392
kurva 0,004 0,9998 7 3 101,97 % 0,737 0,132

Tabel XLVII. Perbandingan hasil validasi metode absorbansi dan metode luas
daerah dibawah kurva pada sampel Karbamazepin generik (PT.
Indofarma)
Metode penetapan linearita BD BK Akurasi presisi presisi
kadar s intrada interday
y
Absorbans 100,25+ 0,6435
i 0,001 0,9998 0,212356 0 101,11 % 0,362 0,308
Luas daerah
di bawah 100,03 + 0,7392
kurva 0,004 0,9998 0,243947 3 102,15 % 0,410 0,153

93
Lampiran 2. Contoh Perhitungan dengan Excel dan Analisa Secara Statistik

1. Perhitungan Persamaan Regresi Linear, Batas Deteksi dan Batas Kuantifikasi

Tabel XLVIII. Data persamaan regresi linear, batas deteksi dan batas kuantifikasi
dengan metode absorbansi
Konsentras
Absorban
No i X.Y X Y
(X) (Y)
1 10 0,231 2,310 100 0,053361
2 12 0,365 4,380 144 0,133225
3 14 0,503 7,042 196 0,253009
4 16 0,627 10,032 256 0,393129
5 18 0,769 13,842 324 0,591361
Jumlah 70 2,495 37,606 1020 1,424085
Rata-
14 0,499 7,521 204 0,284817
rata
Sy.x 0,000019
Syx 0,004305
BD 0,212356
BK 0,643503

A. Perhitungan Persamaan Regresi Linear dengan Metode Absorbansi

n xy x y
b=
n x 2 ( x )2

5 x 37,60670 x 2,495

5 x 1020( 70)

0,0669

y b x
a=
n

2,4950,0669 x 70

5

0,4376

94
Lampiran 2. (Lanjutan)

n xy x y
r=
n x ( x ) n y 2( y )
2

5 x 37,606 70 x 2,495

5 x 1020(70) 5 x 1,424085( 2,495)
0,9998

Persamaan regresi:

y = a + bx

y = -0,4376+ 0,0669x

B. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantifikasi Dengan Metode absorbansi

S y2. x
Y 2
a Y b XY
n2

S y / x S y2/ x

3,3 x Syx 3,3 x 0,004305


Batas deteksi= = =0,21235 g /mL
b 0,0669

Jadi nilai batas deteksi=0,21235 g /mL

10 x Syx 10 x 0,004305
Batas kuantifikasi= = =0,64350 g /mL
b 0,0669

Jadi nilai batas kuantifikasi=0,64350 g /mL

95
Lampiran 2. (Lanjutan)

Tabel XLIX. Data persamaan regresi linear, batas deteksi dan batas kuantifikasi
dengan metode luas daerah di bawah kurva

Luas
daerah di
Konsentrasi
No bawah X.Y X Y
kurva
(X) (Y)
1 10 5,545 55,45 100 30,747025
2 12 8,791 105,492 144 77,281681
3 14 12,553 175,742 196 157,577809
4 16 15,881 254,096 256 252,206161
5 18 19,309 347,562 324 372,837481
Jumlah 70 62,079 938,342 1020 890,650157
Rata-
14 12,4158 187,6684 204 178,1300314
rata
Sy.x 0,016372
Syx 0,127954
BD 0,243947
BK 0,739232

C. Perhitungan Persamaan Regresi Linear dengan Metode Luas daerah di bawah


kurva

n xy x y
b=
n x 2 ( x )2

5 x 938,34270 x 62,079

5 x 1020(70)

1,7309

y b x
a=
n

62,0791,7309 x 70

5

96
= -11,8168

Lampiran 2. (Lanjutan)

n xy x y
r=
n x ( x ) n y 2( y )
2

5 x 938,342 70 x 62,079

5 x 1020(70) 5 x 890,650157(62,079)
0,9998

Persamaan regresi:

y = a + bx

y = -11,8168 + 1,7309x

D. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantifikasi Dengan Metode Luas daerah
di bawah kurva

S y2. x
Y 2
a Y b XY
n2

S y / x S y2/ x

3 x Syx 3,3 x 0,127954


Batas deteksi= = =0,243947 g/mL
b 1,7309

Jadi nilai batas deteksi=0,243947 g /mL

10 x Syx 10 x 0,127954
Batas kuantifikasi= = =0,73923 g/mL
b 1,7309

Jadi nilai batas kuantifikasi=0,73923 g /mL

97
Lampiran 2. (Lanjutan)

2. Perhitungan Kadar sampel Karbamazepin


2.1 Perhitungan Kadar Bamgetol Tablet (PT Mersi) Dengan Metode
Absorbansi

a). Absorban=0,502

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,502=0,4376+0,0669 x

0,502+ 0,4376
x= =14,044 g/ mL
0,0669

x=14,044 g/mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,044 g /mL x 50 x x =50160 g
5 1,4

= 50,160 mg

kadar diperoleh 50,160 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,32
kadar awal 50 mg

b). Absorban=0,501
Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,501=0,4376+0,0669 x

0,501+ 0,4376
x= =14,030 g / mL
0,0669

x=14,030 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,030 g /mLx50 x x =50106 g
5 1,4
= 50,106 mg
Lampiran 2. (Lanjutan)

98
kadar diperoleh 50,106 mg
kadar= x 100 = x 100 =100,21
kadar awal 50 mg

c). Absorban=0,502

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,502=0,4376+0,0669 x

0,502+ 0,4376
x= =14,044 g/ mL
0,0669

x=14,044 g/mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,044 g /mL x 50 x x =50160 g
5 1,4

= 50,160 mg

kadar diperoleh 50,160 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,32
kadar awal 50 mg

kadar 1+ kadar 2+ kadar 3


kadar ratarata=
3

100,32 + 100,21 +100,32


=100,28
3

99
Lampiran 2. (Lanjutan)

2.2 Perhitungan Kadar Bemgetol Tablet (PT Mersi) Dengan Metode Luas
daerah di bawah kurva

a). Luas daerah di bawahkurva=12,537

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,537=11,8168+ 1,7309 x

12,537+11,8168
x= =14,070 g /mL
1,7309

x=14,070 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=17,070 g /mL x 50 x x =50250 g
5 1,4

= 50,250 mg

kadar diperoleh 50,250 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,50
kadar awal 50 mg

b). Luas daerah di bawahkurva=12,367

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,367=11,8168+ 1,7309 x

12,367+11,8168
x= =13,972 g /mL
1,7309

x=13,972 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=13,972 g/mL x 50 x x =49899 g
5 1,4

= 49,899 mg

100
Lampiran 2. (Lanjutan)

kadar diperoleh 49,899 mg


kadar= x 100 = x 100 =99,80
kadar awal 50 mg

c). Luas daerah di bawahkurva=12,537

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,537=11,8168+ 1,7309 x

12,537+11,8168
x= =14,070 g /mL
1,7309

x=14,070 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,070 g /mL 50 x x =50250 g
5 1,4

= 50,250 mg

kadar diperoleh 50,250 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,50
kadar awal 50 mg

kadar 1+ kadar 2+ kadar 3


kadar ratarata=
3

100,50 +99,80 +100,50


=100,27
3

Lampiran 2. (Lanjutan)

101
2.3 Perhitungan Kadar Karbamazepin generik (PT Indofarma) Dengan
Metode Absorbansi

a. Absorban=0,502

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,502=0,4376+0,0669 x

0,502+ 0,4376
x= =14,044 g/ mL
0,0669

x=14,044 g/mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,044 g /mL x 50 x x =50160 g
5 1,4

= 50,160 mg

kadar diperoleh 50,160 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,32
kadar awal 50 mg

b. Absorban=0,501

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,501=0,4376+0,0669 x

0,501+ 0,4376
x= =14,030 g / mL
0,0669

x=14,030 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,030 g /mL x 50 x x =50106 g
5 1,4

= 50,106 mg

Lampiran 2. (Lanjutan)

102
kadar diperoleh 50,106 mg
kadar= x 100 = x 100 =100,21
kadar awal 50 mg

c. Absorban=0,501
Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669 x

0,501=0,4376+0,0669 x

0,501+ 0,4376
x= =14,030 g / mL
0,0669

x=14,030 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,030 g / mLx50 x =50106 g
5 1,4

= 50,106 mg

kadar diperoleh 50,106 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,21
kadar awal 50 mg

kadar 1+ kadar 2+ kadar 3


kadar ratarata=
3

100,32 + 100,21 +100,21


=100,25
3

Lampiran 2. (Lanjutan)

2.4 Perhitungan Kadar Karbamazepin generik (PT Indofarma) Dengan


Metode Luas daerah di bawah kurva

103
a. Luas daerah di bawahkurva=12,537

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,537=11,8168+ 1,7309 x

12,537+11,8168
x= =14,070 g /mL
1,7309

x=14,070 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=14,070 g /mL x 50 x x =50250 g
5 1,4

= 50,250 mg

kadar diperoleh 50,250 mg


kadar= x 100 = x 100 =100,50
kadar awal 50 mg

b. Luas daerah di bawahkurva=12,367

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,367=11,8168+ 1,7309 x

12,367+11,8168
x= =13,972 g /mL
1,7309

x=13,972 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=13,972 g/mL x 50 x x =49899 g
5 1,4

= 49,899 mg

Lampiran 2. (Lanjutan)

kadar diperoleh 49,899 mg


kadar= x 100 = x 100 =99,80
kadar awal 50 mg

104
c. Luas daerah di bawahkurva=12,367

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

12,367=11,8168+ 1,7309 x

12,367+11,8168
x= =13,972 g /mL
1,7309

x=13,972 g /mL

50 10
Bobot ( mg ) dalam 50 mL=13,972 g/mL x 50 x x =49899 g
5 1,4

= 49,899 mg

kadar diperoleh 49,899 mg


kadar= x 100 = x 100 =99,80
kadar awal 50 mg

kadar 1+ kadar 2+ kadar 3


kadar ratarata=
3

100,50 +99,80 + 99,80


=100,03
3

105
Lampiran 2. (Lanjutan)

3. Perhitungan Perolehan Kembali Bemgetol Tablet (PT Mersi)


3.1 Perhitungan Perolehan Kembali dengan Metode Absorbansi
Penambahan standar baku 80 %
Bobot sampel = 50,142 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 80 % x 50,142 mg = 40,114 mg
Absorban yang diperoleh = 0,568

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669

0,568+ 0,4376
Kadar yang diperoleh = = 15,031 g /mL
0,0669
50 10
Bobot dalam 50 mL = 15,031 g /mL x50 mLx x = 93946
5 0,8

g
= 93,946 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar
93,946 mg+ 93,105 mg+ 94,040mg
= = 93,697 mg
3

93,697 mg50,142 mg
Perolehan kembali= x 100 =108,58
40,114 mg

Penambahan standar baku 100 %


Bobot sampel = 50,142 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 100 % x 50,142 mg = 50,142 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 99,988 mg

99,988 mg50,142 mg
Perolehan kembali= x 100 =99,41
50,142mg

Lampiran 2. (Lanjutan)

Penambahan standar baku 120 %


Bobot sampel = 50,142 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 120 % x 142 mg = 60,170 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 107,088 mg

106
107,088 mg50,142 mg
Perolehan kembali= x 100 =94,64
60,170 mg

3.2 Perhitungan Perolehan Kembali Bamgetol Tablet dengan Metode Luas


daerah di bawah kurva

Penambahan standar baku 80 %


Bobot sampel = 50,133 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 80 % x 50,133 mg = 40,106 mg
Luas daerah yang diperoleh = 14,697

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

14,697+ 11,8168
Kadar yang diperoleh = = 15,318 g /mL
1,7309
50 10
Bobot dalam 50 mL = 15,318 g /mL x 50 mLx x = 95737
5 0,8

g
= 95,737 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar
95,737 mg+ 95,632mg+ 95,751mg
= = 95,707 mg
3

95,707 mg50,133 mg
Perolehan kembali= x 100 =113,63
40,106 mg

Lampiran 2. (Lanjutan)
Penambahan standar baku 100 %
Kadar sampel = 50,133 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 100 % x 50,133 mg = 50,133 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 100,348 mg

100,348 mg50,133 mg
Perolehan kembali= x 100 =100,16
50,133 mg

Penambahan standar baku 120 %


Bobot sampel = 50,133 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 120% x 50,133 mg = 60,160 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 105,554 mg

107
105,554 mg50,133 mg
Perolehan kembali= x 100 =92,12
60,160mg

4. Perhitungan Perolehan Kembali Karbamazepin Generik (PT Indofarma)

4.1 Perhitungan Perolehan Kembali Karbamazepin Generik dengan Metode

Absorbansi
Penambahan standar baku 80 %
Bobot sampel = 50,125 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 80 % x 50,125 mg = 40,100 mg
Absorban yang diperoleh = 0,573

Y =a+b x

Y =0,4376+ 0,0669

0,573+ 0,4376
Kadar yang diperoleh = = 15,106 g /mL
0,0669

Lampiran 2. (Lanjutan)

50 10
Bobot dalam 50 mL = 15,106 g /mL x50 mLx x = 94413
5 0,8

g
= 94,413 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar
94,413 mg+ 93,386 mg+ 93,199 mg
= = 93,666 mg
3

93,666 mg50,142 mg
Perolehan kembali= x 100 =108,58
40,114 mg

Penambahan standar baku 100 %


Bobot sampel = 50,125 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 100 % x 50,125 mg = 50,125 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 99,956 mg

99,956 mg50,125 mg
Perolehan kembali= x 100 =99,41
50,125mg

Penambahan standar baku 120 %

108
Bobot sampel = 50,125 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 120 % x 50,125 mg = 60,150 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 107,461 mg

107,461mg50,125 mg
Perolehan kembali= x 100 =95,32
60,150 mg

4.2 Perhitungan Perolehan Kembali Karbamazepin Generik dengan Metode


Luas daerah di bawah kurva

Penambahan standar baku 80 %


Bobot sampel = 50,016 mg

Lampiran 2. (Lanjutan)

Bobot baku yang ditambahkan = 80 % x 50,016 mg = 40,013 mg


Luas daerah yang diperoleh = 14,535

Y =a+b x

Y =11,8168+1,7309 x

14,535+11,8168
Kadar yang diperoleh = = 15,224 g /mL
1,7309
50 10
Bobot dalam 50 mL = 15,224 g /mL x50 mLx x = 95152
5 0,8

g
= 95,152 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar
95,152mg+95,058, mg+94,986 mg
= = 95,065 mg
3

95,065 mg50,133 mg
Perolehan kembali= x 100 =112,59
40,106 mg

Penambahan standar baku 100 %


Bobot sampel = 50,016 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 100 % x 50,016 mg = 50,016 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 100,264 mg

100,264 mg50,016 mg
Perolehan kembali= x 100=100,46
50,016 mg

109
Penambahan standar baku 120 %
Bobot sampel = 50,016 mg
Bobot baku yang ditambahkan = 120 % x 50,016 mg = 60,019 mg
Bobot rata-rata setelah penambahan baku standar = 106,078 mg

Lampiran 2. (Lanjutan)

106,078 mg50,016 mg
Perolehan kembali= x 100 =93,41
60,019 mg

5Perhitungan Uji Presisi (RSD) Bamgetol Tablet (PT Mersi)

SD=
(xix )2
n1
RSD=
SD
x
x 100

Keterangan:

SD = standar deviasi

x = rata-rata dari konsentrasi terukur

xi = konsentrasi terukur

n = jumlah data

Standar deviasi = 0,060

Rata-rata kadar = 14,319 g/m0

0,061
RSD= x 100 =0,42
14,319

6Perhitungan Uji Presisi (RSD) Karbamazepin Generik (PT Indofarma)

SD=

(xix )2
n1
RSD=
SD
x
x 100

Keterangan:

SD = standar deviasi

110
x = rata-rata dari konsentrasi terukur

xi = konsentrasi terukur

n = jumlah data

Standar deviasi = 0,065

Rata-rata kadar = 14,358 g/mL

0,065
RSD= x 100 =0,45
14,359

111
Lampiran 3. Analisis Statistik

1. Data Statistik Penetapan Kadar Bemgetol Tablet (PT Mersi) dengan


Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS 16,00)

Tabel L. Data statistik sampel berpasangan kadar Bemgetol tablet (PT Mersi)
dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 100,2833 3 0,00063 0,03667
Metode luas daerah
100,2667 3 0,00404 0,23333
di bawah kurva

Tabel LI. Data test sampel berpasangan kadar Bemgetol Tablet (PT Mersi)
dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Sig. (2-
Paired Differences t df tailed)

95% Confidence
Interval of the
Std. Difference
Std. Error
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi -
Metode luas 0,01667 0,34064 0,19667 -0,82952 0,86286 0,085 2 0,940
daerah di
bawah kurva

112
Lampiran 3. (Lanjutan)

2. Data Statistik Penetapan Kadar Karbamazepin Generik (PT Indofarma)


Dengan Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS
16,00)

Tabel LII. Data statistik sampel berpasangan kadar karbamazepin generik (PT
Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 100,2467 3 0,00063 0,03667
Metode luas daerah
100,0333 3 0,00404 0,23333
di bawah kurva

Tabel LIII. Data test sampel berpasangan kadar karbamazepin generik (PT
Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Sig.
(2-
Paired Differences t df tailed)
95% Confidence
Std. Interval of the
Std. Error Difference
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi
Metode
0,21333 0,34064 0,19667 -0,63286 1,05952 1,085 2 0,391
luas daerah
di bawah
kurva

113
Lampiran 3. (Lanjutan)

3. Data Statistik Uji Akurasi Bemgetol Tablet (PT Mersi) Dengan Metode
Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS 16,00)

Tabel LIV. Data statistik sampel berpasangan uji akurasi Bemgetol Tablet (PT
Mersi) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 100,8833 3 0,070827 4,09040
Metode luas daerah
101,9700 3 0,108686 6,27501
di bawah kurva

Tabel LV. Data test sampel berpasangan uji akurasi dengan metode absorbansi
dan luas daerah di bawah kurva
Paired Differences
95% Confidence
Std. Interval of the
Std. Error Difference Sig. (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper t f tailed)
Pair 1 Metode
Absorbansi -
Metode luas -1,09337 3,79758 2,19254 -10,52038 8,34705 0,499 2 0,667
daerah di
bawah kurva

114
Lampiran 3. (Lanjutan)

4. Data Statistik Uji Akurasi Karbamazepin Generik (PT Indofarma)


Dengan Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS
16,00)
Tabel LVI. Data statistik sampel berpasangan uji akurasi karbamazepin generik
(PT Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah
kurva
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 101,1100 3 0,067879 3,92035
Metode luas daerah
102,1533 3 0,097014 5,60115
di bawah kurva

Tabel LVII. Data test sampel berpasangan uji akurasi karbamazepin generik (PT
Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah
kurva
Sig. (2-
Paired Differences t df tailed)
95% Confidence
Std. Interval of the
Std. Error Difference
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi
- Metode
-1,03333 2,97002 1,71474 8,41128 6,34461 0,614 2 0,602
luas daerah
di bawah
kurva

115
Lampiran 3. (Lanjutan)

5. Data Statistik Uji Presisi Intraday Bamgetol tablet (PT Mersi) Dengan
Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS 16,00)

Tabel LVIII. Data statistik sampel berpasangan uji presisi intraday Bamgetol
tablet (PT Mersi) dengan metode absorbansi dan luas daerah di
bawah kurva
Mean N Std, Deviation Std, Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 0,4822 9 0,41182 0,13727
Metode luas daerah
0,7378 9 0,58540 0,19513
di bawah kurva

Tabel LIX. Data test sampel berpasangan uji presisi intraday Bamgetol tablet (PT
Mersi) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva
Paired Differences
95% Confidence
Std, Interval of the
Std, Error Difference Sig, (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper t f tailed)
Pair Metode
1 Absorbansi -
Metode luas -0,25556 0,50182 0,16727 0,64129 0,13018 1,528 8 0,165
daerah di
bawah kurva

116
Lampiran 3. (Lanjutan)

6. Data Statistik Uji Presisi Intraday Karbamazepin generik (PT Indofarma)


Dengan Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS
16,00)

Tabel LX. Data statistik sampel berpasangan uji presisi intraday karbamazepin
generik (PT Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di
bawah kurva
Mean N Std, Deviation Std, Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 0,3622 9 0,26095 0,08698
Metode AUC 0,4100 9 0,27354 0,09118

Tabel LXI. Data test sampel berpasangan uji presisi intraday karbamazepin
generik (PT Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah di
bawah kurva
Paired Differences
95% Confidence
Std. Interval of the Sig. (2-
Std. Error Difference t f tailed)
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi -
Metode luas 0,04778 0,38019 0,12673 -0,34002 0,24446 0,377 8 0,716
daerah di
bawah kurva

117
Lampiran 3. (Lanjutan)

7. Data Statistik Uji Presisi Interday Bamgetol tablet (PT Mersi) Dengan
Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil SPSS 16,00)

Tabel LXII. Data statistik sampel berpasangan uji presisi interday Bamgetol
Tablet (PT Mersi) dengan metode absorbansi dan luas daerah di
bawah kurva
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 0,1478 9 0,09510 0,03170
Metode AUC 0,1322 9 0,13581 0,04527

Tabel LXIII. Data test sampel berpasangan uji presisi interday Bamgetol Tablet
(PT Mersi) dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah
kurva
Paired Differences
95% Confidence
Std. Interval of the Sig. (2-
Std. Error Difference t f tailed)
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi -
Metode luas 0,01556 0,12001 0,04000 -0,07669 0,10780 0,389 8 0,708
daerah di
bawah kurva

118
Lampiran 3. (Lanjutan)

8. Data Statistik Uji Presisi Interday Karbamazepin generik (PT Indofarma)


Dengan Metode Absorbansi dan Luas daerah di bawah kurva (Hasil
SPSS 16,00)

Tabel LXIV. Data statistik sampel berpasangan uji presisi interday karbamazepin
generik (PT Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah
di bawah kurva
Mean N Std, Deviation Std, Error Mean
Pair 1 Metode Absorbansi 0,3089 9 0,21923 0,07308
Metode luas daerah
0,1533 9 0,07450 0,02483
di bawah kurva

Tabel LXV. Data test sampel berpasangan uji presisi interday karbamazepin
generik (PT Indofarma) dengan metode absorbansi dan luas daerah
di bawah kurva
Sig. (2-
Paired Differences t f tailed)
95% Confidence
Std. Interval of the
Std. Error Difference
Mean Deviation Mean Lower Upper
Pair 1 Metode
Absorbansi
- Metode
0,15556 0,22244 0,07415 -0,01542 0,32654 2,098 8 0,069
luas daerah
di bawah
kurva

119
Lampiran 4. Alat dan Bahan Penelitian

Gambar 30. Sampel penelitian karbamazepin merek dagang Bamgetol tablet (PT
Mersi)

Gambar 31. Sampel penelitian karbamazepin generik (PT Indofarma)

120
Lampiran 4. (Lanjutan)

Gambar 32. Sampel disonikasi (Branson)

Gambar 33. Sebelum disonikasi dan sesudah disonikasi

121
Lampiran 4. (Lanjutan)

Gambar 34. Timbangan Analitik (Precisa)

Gambar 35. Spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV-1800) double beam

122
Lampiran 5. Skema Kerja Penelitian

Penentuan max Karbamazepin


Pembuatan pelarut HCL
0,1N dan NaOH 0,1N

14 g/mL
12 g/mL
16 g/mL 10 18 g/
g/mL

Ukur Absorban dan Luas daerah di bawah kurva dengan Spektrofotom

Penetapan Kadar Sampel Karbamazepin

Validasi Metode Analisis

Analisis Data

Gambar 36. Skema kerja penelitian

123
Lampiran 5. (Lanjutan)

Larutan Baku Karbamazepin1000 g/mL

Pelarut Metanol Pelarut HCl 0,1 N Pelarut NaOH 0,1 N Pelarut Etanol

Ditimbang Karbamazepin
Ditimbang
Murni
Karbamazepin
100 Ditimbang
mg Murni
Karbamazepin
100 mg Murni 100 mg

Larutkan dengan Metanoldalam


Larutkan dengan
Labu
HCl
Larutkan
Ukur
0,1 100
N dalam
dengan
mL Labu
NaOH
Ukur
Ditimbang
0,1100
N dalam
mLKarbamazepin
Labu Ukur 100
Murni
mL100 mg

Larutkan dengan Etanol dalam Labu Ukur 100 m

Gambar 37. Skema pembuatan larutan baku karbamazepin 1000 g/mL

124