Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Desain pemboran sumur geotermal secara garis besar memilki prinsip yang
sama dengan desain pemboran sumur minyak dan gas, tetapi ada beberapa aspek
penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sumur geotermal. Tantangan
utama dalam pemboran sumur geotermal berhubungan dengan kekerasan batuan
beku dan batuan metamorf yang dibor, serta temperatur formasi yang tinggi.
Selain itu, tantangan lain yang sering dihadapi dalam operasi pemboran adalah
hilang sirkulasi, laju penembusan yang lambat, dan pipa terjepit. Setelah sumur
dibor, evaluasi dan analisis problem yang terjadi selama pemboran adalah langkah
penting untuk meningkatkan kinerja operasional pemboran selanjutnya. Hasil
evaluasi tersebut dijadikan dasar dalam perencanaan pemboran sumur selanjutnya.
Perencanaan tersebut juga mencakup rincian biaya yang harus dikeluarkan,
sehingga setelah dilakukan evaluasi diharapkan ada efisiensi biaya. Oleh karena
itu, metode manajemen desain pemboran dan model biaya yang terintegrasi
dikembangkan untuk studi kasus pada pemboran sumur-X. Metode tersebut
diaplikasikan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan sejarah pemboran
offset wells. Desain pemboran yang dibahas secara teknis dan terperinci
mencakup desain lumpur, desain semen, casing setting depth, desain casing,
desain sumur berarah, pemilihan bit, desain rangkaian pemboran, serta model
biaya yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu biaya pre-spud, biaya pemboran, dan
biaya penyelesaian. Implementasi dari metode tersebut akan memberikan efisiensi
biaya operasional dengan mengatasi problem yang dihadapi saat pemboran.

Kata kunci: cost model, drilling problems, drilling time, well design

2
ABSTRACT

Geothermal drilling well design in outline has the same principle with oil and
gsa drilling design, but there are several aspects that must be considered in
designing geothermal well. The main challenges associated geothermal drilling
are related mostly to the hardness of igneous and metamorphic rockbeing drilled,
the high temperature of the formation. In addition, there are other challenges
encountered during drilling operation include total loss of circulation, low
penetration rate, and pipe stuck. After drilling a well, evaluation and analysis of
problems occurred during during are a critical step for improving the next dilling
operation. Evaluation result will be the fundamental in designing the next well. It
includes cost model estimation, so that there an improvement towards drilling
efficiency. Therefore, an integrated drilling management of well drilling design
and cost model estimation is implemented in the study of well-X drilling. The
method is applied with consideration of geology condition dan offset well drilling
history. Drilling design which is discussed technically and specifically, includes
drilling fluid design, cementing design, casing setting depth, casing design,
directional drilling plan, bit selection, drill string design, and cost estimation that
is divided into three major parts: pre-spud cost, drilling cost, and completion
cost. Implementation of this method will lead to operational drilling cost
efficiency by overcoming the problems encountered while drilling.

Keywords: cost model, drilling problems, drilling time, well design