Anda di halaman 1dari 17

BAB V: PENGANTAR PERSAMAAN ALIRAN

Karakterisasi dan deskripsi suatu reservoir tidak cukup hanya didasarkan pada informasi
mengenai mekanisme pendorongan dan penjabaran sifat-sifat fisik batuan dan fluida yang
dikandungnya, seperti telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya, atau menurut jumlah
hidrokarbon (minyak dan/atau gas) yang dikandungnya, seperti yang akan dibahas pada bab-
bab selanjutnya. Untuk mendapatkan karakterisasi dan deskripsi reservoir yang lengkap (dan
baik) diperlukan penjabaran karakter reservoir menurut sifat dinamika reservoir itu sendiri,
dalam hal ini adalah aliran fluida dalam batuan. Pembahasan tentang aliran fluida dalam
batuan sudah barang tentu berkaitan dengan karakter atau sifat-sifat hubungan antara batuan
sebagai media alir berpori dan fluida. Pengetahuan tentang aliran fluida dalam batuan akan
memberikan gambaran kepada kita mengenai kemampuan reservoir yang sebenarnya untuk
mengalirkan fluida. Lebih jauh lagi, penjabaran tersebut akan memberikan informasi
kuantitatif mengenai kemampuan reservoir untuk memproduksikan minyak dan/atau gas
melalui sumur-sumur yang menembusnya.

Pada bab ini dibahas tentang pengembangan dan aplikasi persamaan Darcy untuk berbagai
geometri media alir dan fasa fluida (satu fasa liquid atau gas). Bab ini merupakan bagian
yang paling penting dan hampir menentukan semua metode perhitungan dalam teknik
reservoir. Disamping itu, bidang kajian pada bab ini merupakan yang paling khas dan hanya
dipelajari dalam ilmu teknik reservoir.

Dengan demikian, pokok bahasan yang disajikan dalam bab ini adalah persamaan aliran
berdasarkan hukum Darcy pada berbagai keadaan sistem aliran berdasarkan bentuk/geometri
media alir dan fasa fluida.

Persamaan Aliran Pada Berbagai Sistem Aliran


Seperti telah dikemukakan pada Bab III, Henry Darcy menemukan bahwa aliran dalam media
berpori tergantung pada karakteristik (yaitu kemampuan untuk mengalirkan) dari media
berpori tersebut. Ukuran kemampuan untuk mengalirkan fluida tersebut disebut dengan
permeabilitas. Bentuk dasar persamaan aliran menurut penemuan Darcy tersebut dalam
satuan lapangan adalah:

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 1


k dp
vs = 0.001127 + 0.4335 sin
ds
di mana adalah sudut yang diukur searah jarum jam ke arah vektor vs seperti ditunjukkan
oleh gambar skematik berikut.

Z -Z
sin =
s

Z dZ vs
sin = lim =
s 0 s ds
s


+y
Z

+Z

+x

Dalam persamaan di atas, ruas di dalam kurung yaitu


dp
ds + 0.4335 sin

menggambarkan gaya pendorongan (driving force). Gaya ini bisa berasal dari (dp/ds) =
gradien tekanan fluida dan/atau (0.4335 sin ) = gradient gravitasi (gradien hydraulic).
Specific gravity dinyatakan secara relative terhadap air yang dalam hal ini kolom air (fresh
water) setinggi 1 ft memberikan tekanan hidrostatik = 0.4335 psi. Dalam banyak kasus,
gradien hydraulic tersebut lebih kecil dibandingkan dengan gradien tekanan fluida sehingga
seringkali diabaikan. Namun untuk gravity drainage atau segregation drive, gradien ini
penting sehingga harus diperhitungkan. Berdasarkan harga yang ditemui di reservoir, harga
gradien hydraulic bervariasi mulai dari 0.4335 psi/ft (fresh water) sampai 0.500 psi/ft (brines)
tergantung pada tekanan, temperatur, dan salinitas.

Pada Bab III, telah pula disinggung tentang apparent velocity dan actual average velocity.
Dikatakan average karena actual velocity tidak sama di tiap titik dalam reservoir akibat
keberadaan porositas, fenomena tortuosity (aliran berliku melalui pori-pori), dan
ketidakhadiran aliran pada beberapa bagian pori. Logikanya, actual velocity jauh lebih besar

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 2


dibandingkan dengan apparent velocity karena actual velocity mempunyai jarak tempuh
lebih jauh melewati liku-liku pori. Hubungan kedua velocity tersebut adalah sebagai berikut:
qB
v = vapp = apparent velocity =
A
v app
vact = actual velocity =

Selanjutnya, persamaan aliran di reservoir biasanya dikelompokkan berdasarkan karakteristik


atau kondisi sistem alirannya yang terdiri dari unsur-unsur yang terkait dengan jenis fluida,
bentuk aliran, dan kondisi aliran. Unsur-unsur tersebut adalah:
- Fluid compressibility: incompressible (slightly compressible), compressible
- Flow geometry: linier, radial, spherical
- Flow conditions: transient, pseudosteady state, steady state.
Yang dimaksud dengan incompressible adalah bahwa volume tidak berubah terhadap
tekanan. Dengan keadaan ini, penurunan persamaan menjadi lebih sederhana dengan akurasi
yang masih tetap baik. Namun, kenyataannya tidak ada fluida yang benar-benar
incompressible dan oleh karenanya sering dipakai istilah slightly compressible.

Dua geometri aliran yang paling banyak dalam aplikasi praktis adalah aliran linier dan radial.
Dalam aliran linier, garis-garis alir (flow lines) paralel satu sama lain dengan luas penampang
aliran konstan. Sedangkan dalam aliran radial, garis-garis alir menuju titik pusat dan dengan
demikian luas penampang aliran mengecil di dekat titik pusat. Garis-garis alir ini semestinya
tidak sesuai dengan gerakan nyata dari partikel fluida karena bentuk pori yang tidak
beraturan. Namun, representasi garis alir yang lurus masih mungkin dilakukan. Di sisi lain,
tidak satupun dari kedua geometri aliran ini dapat dengan persis terjadi dalam kenyataan
aliran minyak di reservoir menuju sumur.

Sistem aliran juga dikelompokkan menurut ketergantungaannya pada waktu. Dalam hal ini,
dikenal aliran steady state, transient, late transient, dan pseudosteady state. Selama proses
produksi, jenis sistem aliran ini dapat berubah-ubah sampai beberapa kali. Oleh karenanya,
sangat penting untuk mengetahui jenis aliran yang sedang terjadi di reservoir sehingga dapat
menggunakan model persamaan aliran yang tepat untuk menghubungkan tekanan dan laju
alir. Jenis aliran (atau periode aliran jika dikaitkan dengan waktu terjadinya aliran tersebut)
dimasukkan dalam model melalui kondisi batas pada penyelesaian persamaan difusivitas.

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 3


Tentang periode aliran ini selanjutnya dibahas pada bagian solusi pendekatan persamaan
difusivitas paba bagian lain dalam diktat ini.
Geometri linier:

p2 p1

A Arah
aliran

Geometri radial:

pw @ rw pe @ re

dL = - dr dh
Arah Arah
aliran aliran

Oleh karena itu, berdasarkan sistem aliran seperti dipaparkan di atas dikenal berbagai
persamaan aliran pada keadaan-keadaan berikut:
a. Steady state, single phase, linier
- Linier, slightly compressible, steady state
- Linier, incompressible, steady state
- Linier, compressible, seady state
- Variasi permeabilitas dalam sistem linier.
b. Steady state, single phase, radial
- Radial, slightly compressible, steady state
- Radial, incompressible
- Radial, compressible
- Variasi permeabilitas dalam sistem radial.

Pada paragraph berikut, dibahas persamaan aliran satu fasa untuk fluida incompressible
(liquid) dan fluida compressible (gas) dalam berbagai geometri aliran (linier horizontal dan
non-horizontal, dan radial horizontal) berdasarkan persamaan umum dari hukum Darcy.

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 4


Persamaan Aliran Fluida Incompressible (Liquid)
a. Geometri aliran: horizontal, linier
Kondisi sistem aliran:
dz
1) Sistem horizontal, =0
ds
2) Sistem linier, A = konstan
3) Incompressible liquid, q = konstan
4) Aliran laminer, persamaan Darcy berlaku
5) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
6) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
7) Temperatur konstan, = konstan
Penurunan persamaan aliran berdasarkan persamaan umum Darcy:

k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 6 ds

k dp q
vs = =
ds A
L kA p 2
q ds = dp
0 p
1

kA
q(L 0) = (p 2 p1 )

kA
q= (p1 p2) (1)
L
Catatan:
p1 bekerja pada L = 0
p2 bekerja pada L = L
q positif jika aliran dari L = 0 ke L = L.

b. Geometri aliran: non-horizontal, linear


Kondisi sistem aliran:
dz
1) Sistem non-horizontal dengan sudut kemiringan , = sin = konstan
ds
2) Sistem linier, A = konstan
3) Incompressible liquid, q = konstan
4) Aliran laminar, persamaan Darcy berlaku

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 5


5) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
6) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
7) Temperatur konstan, = konstan
Penurunan persamaan aliran berdasarkan persamaan umum Darcy:

k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 ds
6

q k dp kg sin
vs = = +
A ds 1.0133x10 6

L kA p 2 kAg sin L
q ds = dp + ds
0 p 1.0133x10 6 0
1

kA kAgL sin
qL = (p1 p 2 ) +
1.0133x10 6

kA gL sin
q= p1 p 2 +
L 1.0133x10 6

c. Geometri aliran: vertical, upward flow, linear

Aliran di L
bawah head h

Kondisi sistem aliran:


dz
1) Sistem vertikal, = sin = konstan
ds
2) Upward flow, = 270o, sin = -1
3) Sistem linier, A = konstan
4) Incompressible liquid, q = konstan

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 6


5) Aliran laminer, persamaan Darcy berlaku
6) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
7) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
8) Temperatur konstan, = konstan
Penurunan persamaan aliran berdasarkan persamaan umum Darcy:

k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 ds
6

q k dp g
vs = = +
A ds 1.0133x10 6

kA p1 p 2 g
q=
L 1.0133x10 6
g(h + x + L)
p1 =
1.0133x10 6
gx
p2 =
1.0133x10 6
p1 p 2 gh g
= +
L 1.0133x10 L 1.0133x10 6
6

kA gh g g
q= +
1.0133x10 6 L 1.0133x10 6 1.0133x10 6

kA gh
q=
L 1.0133x10
6

d. Geometri aliran: horizontal, radial


Kondisi sistem aliran:
dz
1) Sistem horizontal, =0
ds
2) Sistem radial, A = 2rh, ds = -dr, aliran menuju pusat
3) Ketebalan konstan, h = konstan
4) Incompressible liquid, q = konstan
5) Aliran laminer, persamaan Darcy berlaku
6) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
7) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
8) Temperatur konstan, = konstan

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 7


Penurunan persamaan aliran berdasarkan persamaan umum Darcy:

k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 6 ds

k dp q q
vs = + = =
dr A 2rh

q re dr k Pe
= dp
2h rw r Pw

q k
(ln(re ) ln(rw )) = (p e p w )
2h
2hk
q= (p p w )
ln(re / rw ) e
Catatan: q positif jika aliran dari re ke rw.

Persamaan Aliran Fluida Compressible (Gas)


a. Geometri aliran: horizontal, linier
Kondisi sistem aliran:
dz
1) Sistem horizontal, =0
ds
2) Sistem linier, A = konstan
3) Compressible gas flow, q = f(p)
4) Aliran laminer, persamaan Darcy berlaku
5) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
6) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
7) Temperatur konstan
Asumsi:
1) z = konstan
2) z (dan ) dapat ditentukan pada tekanan rata-rata.
Penurunan persamaan untuk qsc berdasarkan persamaan umum Darcy:
k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 6 ds

k dp q
vs = =
ds A
tapi

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 8


p q zT 1
q = sc sc
Tsc p
sehingga

p sc Tq sc L p2
p
ds = k dp
Tsc A 0 p z 1

p sc Tq sc k p 2 p12
( L 0) = 2
Tsc A z 2

kA Tsc p 2 p 2
qsc = 1 2 (2)
L T z p sc 2

Catatan:
Persamaan keadaan untuk gas nyata:
pq = znRT
dimana
q = volumetric flow/time
n = mass flow/time
sehingga
pq znRT
=
p sc q sc nRTsc

p q zT 1
q = sc sc
Tsc p
dimana qsc = konstan dan z ditentukan pada pada p, T.

Penurunan persamaan untuk q berdasarkan persamaan umum Darcy:

q sc =
(
kA Tsc p12 p 2 2 )
L Tzp sc 2
tapi

q sc =
p qTsc kA Tsc p12 p 2 2
=
( )
Zp sc T L Tzp sc 2
sehingga

q=
(
kA 1 p12 p 2 2 )
L p 2

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 9


q=
kA 2 (
p12 p 2 2 )
L p1 + p 2 2
kA
q= (p1 p 2 )
L
Persamaan ini identik dengan persamaan untuk sistem aliran horizontal, linear dari
incompressible liquid, Jadi, jika laju alir gas dihitung pada tekanan rata-rata, p , maka
persamaan untuk incompressible liquid dapat digunakan untuk compressible gas.
Catatan:
Persamaan keadaan untuk gas nyata:
pq = znRT
sehingga
p sc q sc nRTsc
=
pq znRT
dimana
p + p2
p= 1
2
p = tekanan rata-rata
z ditentukan pada p, T
sehingga
p qTsc
q sc =
zp sc T

b. Geometri aliran: horizontal, radial


Kondisi sistem aliran:
dz
1) Sistem horizontal, =0
ds
2) Sistem radial, A = 2rL, ds = -dr, aliran menuju pusat sistem
3) Konstan thikness, h = konstan
4) Compressible gas flow, q = f (p)
5) Aliran laminer, persamaan Darcy berlaku
6) Fluida tidak bereaksi dengan media aliran, k = konstan
7) Tersaturasi 100% oleh satu fluida
8) Temperatur konstan

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 10


Asumsi:
1) z = konstan
2) z (dan ) dapat ditentukan pada tekanan rata-rata.
Penurunan persamaan untuk qsc berdasarkan persamaan umum Darcy:

k dp g dz
vs =
ds 1.0133x10 6 ds

k dp q
vs = =
ds A
tapi
p q zT 1
q = sc sc
Tsc p
dan
A = 2rh dan ds = -dr
sehingga
pe
p sc Tq sc r e dr p
= k dp
2Tsc h r w r p zw

k pe p w
2 2
p sc Tq sc re
ln =
2Tsc h r w z 2

T sc p e p w
2 2
2hk
q sc = (3)
ln(r e / r w ) p sc zT 2

Penurunan persamaan untuk q berdasarkan persamaan umum Darcy:

T sc p e p w
2 2
2hk
q sc =
ln(r e / r w ) p sc zT 2

tapi
p qTsc
q =
zp sc T
sehingga

pq T sc
=
2hk (
T sc p e p w

2 2

)
z ln(r e / r w ) p sc zT 2

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 11


q=
2hk

(
1 pe2 p w 2 )
ln(r e / r w ) p 2

q=
2hk 2 (
p 2 p 2
e w

)
ln(r e / r w ) (p e + p w ) 2

2hk
q= (p e p w )
ln(r e / r w )
Catatan:
Persamaan untuk gas nyata identik dengan persamaan untuk incompressible liquid jika
volumetric flow rate dari gas, q , ditentukan pada tekanan rata-rata.

Demikian selanjutnya, dengan cara tersebut di atas dan dengan menggunakan konversi satuan
seperti dijelaskan pada Bab II, maka tabel persamaan berikut untuk berbagai geometri aliran
dan jenis fluida yang mengalir, masing-masing dalam satuan Darcy dan satuan lapangan,
dapat disusun:

Tabel 1: Persamaan aliran dalam satuan Darcy

Geometri Fluida Persamaan


Horizontal Incompressible kA(p1 p 2 )
q=
linear liquid L

Dipping Incompressible kA gL sin


q= (p1 p 2 ) +
linear liquid L 1.0133x10 6

Horizontal Incompressible 2hk


q= (p p w )
radial liquid ln(re / rw ) e

kA Tsc (p12 p 2 2 )
q sc =
Horizontal L Tzp sc 2
Real gas
linear kA
q= (p1 p 2 )
L

T sc p e p w
2 2
2hk
q sc =
Horizontal ln(r e / r w ) p sc zT 2
Real gas
radial 2hk
q= (p e p w )
ln(r e / r w )

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 12


Tabel 2: Persamaan aliran dalam satuan lapangan

Geometri Fluida Persamaan


kA(p1 p 2 )
Horizontal Incompressible q = 0.001127
L
Linear liquid
q = res bbl/d

Dipping Incompressible kA gL sin


q = 0.001127 (p1 p 2 ) +
Linear liquid L 1.0133x10 6
Horizontal Incompressible hk
q = 0.007082 (p p w )
Radial liquid ln(re / rw ) e
kA
q sc = 0.1118 (p12 p 2 2 )
LzT
Horizontal qsc = scf/d
Real gas
Linear kA
q = 0.01127 (p1 p 2 )
L
q = res bbl/d
hk
q sc = 0.7032 (p e 2 p w 2 )
Horizontal ln(r e / r w )Tz
Real gas
Radial hk
q = 0.007082 (p e p w )
ln(r e / r w )

Contoh 1: Pemakaian Persamaan Aliran (1)


Berapakah laju alir fluida (cm3/det dan bbl/day) dalam suatu sistem horizontal rectangular
jika diberikan kondisi aliran sebagai berikut:
Permeabilitas = k = 1 darcy
Luas penampang = A = 6 ft2
Viscositas = = 1.0 cp
Panjang = L = 6 ft
Tekanan inlet = p1 = 5.0 atm
Tekanan outlet = p2 = 2.0 atm

Penyelesaian:
Dalam kasus ini harus dipastikan bahwa semua variable dalam satuan yang benar.
Menggunakan persamaan dalam satuan darcy (definisi 1 Darcy)

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 13


Konversi data:

k = 1 darcy
A = 6 ft2 (144 in2/1 ft2) (6.45 cm2/1 in2) = 5572.8 cm2
L = 6 ft (12 in/1 ft) (2.54 cm/1 in) = 182.88 cm
p1 = 5.0 atm
p2 = 2.0 atm
kA
q= (p1 p 2 )
L
(1)(5572.8)
q= (5.0 2.0)
(1)(182.88)

cm 3
q = 91.42
sec

Menggunakan persamaan dalam satuan lapangan


k = 1 darcy = 1.000 md
A = 6 ft2
L = 6 ft
p1 = (5.0 atm) (14.7 psi/atm) = 73.5 psi
p2 = (2.0 atm) (14.7 psi/atm) = 29.4 psi
kA(p1 p 2 )
q = 0.001127
L
(1.000)(6)
q = 1.1271x10 3 (73.5 29.4)
(1)(6)
q = 49.7 bbl / day

Contoh 2: Pemakaian Persamaan Aliran (2)


Hitung laju alir ke atas dan ke bawah dalam suatu media pasir sirkular dan vertikal berikut
Diameter = 0.5 feet
L = 10 feet
k = 500 md
= 1.0 cp
= 0.433 psi/ft
z = 1 ft
Untuk contoh ini, silakan selesaikan sendiri sebagai latihan.

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 14


Contoh 3: Pemakaian Persamaan Aliran (3)
Laju alir dalam sistem radial: Berapakah laju alir minyak pada suatu system radial dengan
kondisi berikut:
k = 300 md re = 330 ft
h = 20 ft rw = 0.5 ft
pe = 2500 psia re/rw = 660
pw = 1740 psia ln(re/rw) = 6.492
= 1.3 cp

Penyelesaian:
Satuan diberikan secara konsisten dalam satuan lapangan. Jadi, perhitungan laju alir
dilakukan secara langsung:
hk
q = 0.007082 (Pe Pw )
ln(re / rw )
(300)(20)(2,500 1,740)
q = 7.082x10 3
1.3(6.492)
q = 3,826 res bbl/day

Persamaan Darcy dan Potensial


Pada Bab II telah dijelaskan mengenai konsep beda potensial di suatu titik lokasi di dalam
reservoir yang dinyatakan dalam tekanan datum. Telah ditunjukkan pula bahwa potensial
dari masing-masing sumur adalah tekanan yang terukur di sumur yang mengambil referensi
ke suatu bidang datum, yaitu:
A = ( tekanan absolut) A + (gravity head) A
dan
B = ( tekanan absolut) B + (gravity head) B
sehingga dapat ditulis
= = p + gz
dimana disebut dengan psi-potensial dan mempunyai satuan unit potensial per unit
volume. Dengan demikian, persamaan Darcy menggunakan beda potensial yang dinyatakan
dalam datum adalah:
kA d kA d
q= =
dl dl

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 15


Contoh 4: Pemakain Persamaan Aliran (4)
Contoh ini diambil dari Problem 7.2 Craft dan Hawkins hal. 263. Tinjau sistem aliran minyak
(o = 3,2 cp, Bo@pb = 1,25 rb/STB) dalam formasi batupasir ( = 32%) yang berbentuk dan
berukuran seperti ditunjukkan oleh gambar berikut. Formasi batupasir tersebut dapat
mengalirkan minyak dengan permeabilitas 345 md pada Swc = 17%.

p1 p2
1500 ft

300 ft

Arah aliran
qo = 100 bbl/day 12 ft

1 2

a. Hitung Apparent velocity aliran minyak


b. Hitung waktu yang diperlukan oleh minyak untuk mengalir dan keluar seluruhnya dari
formasi batupasir di Titik 2.
c. Jika laju alir dinaikkan menjadi 5 (lima) kali lipat (yaitu menjadi 500 bbl/day), hitung
pressure drop yang dibutuhkan.
d. Jika fluida yang mengalir adalah gas (g = 0,023 cp, z = 0,88, T = 140oF) dengan qg = 5
MMSCF/day dan p1 = 2500 psia, maka jika laju alir dinaikkan menjadi 5 (lima) kali lipat
(yaitu menjadi 25 MMSCF/day), hitung pressure drop yang dibutuhkan dan bandingkan
dengan kasus pada Soal No. c:

Penyelesaian:
a. Apparent velocity:
qB
v app = , q = STB/day, A = ft2
A
Jadi,

(100)(5.615) ft 3 / day
v app = =0.1559 ft/day
(300)(12) ft 2
b. Gunakan actual velocity:

L v app
t= , dimana v act =
v act (1 S wc)

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 16


Jadi
0.1559
v act = =0.5869 ft/day, sehingga
(0.32)(1 0.17)
1500ft
t= =2555 days
0.5869ft / day
c. Gunakan persamaan aliran linier untuk liquid:
kA(p1 p 2 )
q = 0.001127 ; jika q dalam bbl/day
L
Sehingga
qL (100)(3.2)(1500)
p = = = 342.92 psi @ 100 bbl/day.
q = 0.001127kA q = 0.001127(345)(300)(12)
Karena pressure drop berbanding lurus dengan laju alir (tidak ada efek kompresi untuk
incompressible fluid), maka jika laju alir dinaikkan 5x berlaku:
p 500 = 5 p100 = 5 x 342.92 psi = 1714.6 psi @ 500 bbl/day

d. Gunakan persamaan untuk menghitung aliran gas pada kondisi standar


2 2
T sc kA(p1 p 2) kA
q sc = 0.003164 atau q sc = 0.1118 (p12 p 2 2 )
p sc TzL LzT

qp sc TzL (5x 10 6)(14.7)(140 + 460)(0.88)(1500)(0.023)


p 22 = p12 = 2500 2
0.003164 T sc kA 0.003164(60 + 460)(12)(300)(345)
atau
p2 = 2365.33 psia
sehingga
p = 134.67 psia
Dengan cara yang sama, menggunakan q = 25 x 106 MMSCF/day diperoleh
p = 775.48 psia
Sehingga
p25MM = 5.75 p5MM,
Dengan demikian terlihat bahwa dibutuhkan kenaikan pressure drop yang lebih besar untuk
kenaikan laju alir gas yang sama dengan kenaikan laju alir minyak (untuk kenaikan laju alir 5
x lipat aliran minyak membutuhkan 5 x lipat pressure drop sedangkan gas membutuhkan 5.75
x lipat pressure drop). Ini disebabkan oleh karena ada efek kompresi, sehingga untuk
meningkatkan laju alir diperlukan ekspansi gas dengan penambahan pressure drop yang lebih
besar.

Pengantar Persamaan Aliran, hal. 17