Anda di halaman 1dari 16

Aliran Pseudosteady-State

Basic Reservoir Engineering Course


September 13-14, 2006

Aliran Pseudosteady-state

Konsep:
Kondisi pseudosteady-state adalah keadaan dimana tekanan pada
setiap titik di reservoir berubah dengan kecepatan yang sama.
Secara matematik kondisi pseudosteady-state dinyatakan oleh
d
[ p(r , t )] = konstan (1)
dt r
Secara fisik kondisi pseudosteady-state diilustrasikan oleh Gambar berikut
q
pi pi
pe1 pe1
pe2 p1 p1 pe2
pe3 p2 p2 pe3
p3 p3
p
p wf 2 wf 1
p wf 3
rw 0.549 re re

1
Material Balance

Persamaan material balance untuk fluida yang slightly compressible


adalah
1
p = pi Np (2)
Nct
Karena Np = Vp/B, maka
1
p = pi Np (3)
V p ct
Karena Np = Vp/B, maka
B
p = pi Np (4)
V p ct
Jika kita anggap reservoir berbentuk silinder, maka
B
p = pi Np (5)
h (re rw2 )ct
2

Material Balance

Derivative dari persamaan 5 terhadap waktu, t, adalah

dp B
= q (6)
dt h (re rw2 )ct
2

2
Solusi Aliran Radial Pseudosteady-state

Persamaan partial defferential aliran dalam media berpori adalah


1 p ct p
r = (7)
r r r k t
Asumsi
Slightly compressible liquid
Viskositas fluida konstan
Aliran satu fasa
Pengaruh gravitasi dan tekanan kapiler diabaikan
Permeabilitas konstan
Aliran radial dan horisontal
Untuk laju alir yang konstan, maka persamaan 6 menjadi
dp dp B
= q = konstan (8)
dt dt h (re2 rw2 )ct

Solusi Aliran Radial Pseudosteady-state

Me-substitusi persamaan 8 ke dalam persamaan 7 diperoleh


1 d dp ct B
r = q (9)
r dr dr k h (re rw )ct
2 2

Persamaan 9 disederhanakan menjadi


1 d dp qB
r = (10)
r dr dr kh(re2 rw2 )
Melakukan pemisahan variabel
dp qB
d r = r dr (11)
dr kh(re2 rw2 )
Integrasi persamaan 11
dp qB
d r dr = kh(r 2 r 2 ) r dr (12)
e w

3
Solusi Aliran Radial Pseudosteady-state

Menghasilkan
dp qB r2
r = + c1 (13)
dr kh(re2 rw2 ) 2
Mengalikan persamaan 13 dengan 1/r, diperoleh
dp qB r c1
= + (14)
dr kh(re2 rw2 ) 2 r
Kondisi pseudosteady-state flow dianggap terjadi pada reservoir
yang tertutup, yaitu
dp
=0 (15)
dr re
Menggunakan persamaan 15 di dalam persamaan 14, diperoleh
qB re2
c1 = (16)
kh(re2 rw2 ) 2

Solusi Aliran Radial Pseudosteady-state


Substitusi persamaan 16 ke persamaan 14 diperoleh
dp qB 1 re2
= r (17)
dr kh(re2 rw2 ) 2 r
Integrasikan persamaan 17 sepanjang reservoir
1 re2
pr r
dp qB
dr = kh(r 2 r 2 ) 2 r r dr (18)
pwf e w rw
Menghasilkam

qB 1 2 r 1 2 2
p r p wf = re ln (r rw ) (19)
2kh (re rw )
2 2
rw 2
Atau dapat ditulis menjadi

qB re2 r 1 (r 2 rw2 )
p r p wf = 2 ln (20)
2kh (re rw2 ) rw 2 (re2 rw2 )

4
Hubungan Antara Tekanan Reservoir Rata-
rata Dan Tekanan Alir Dasar Sumur

Definisi dari tekanan reservoir rata-rata adalah


r

pr dV
pr =
rw
(21)
r

dV
rw
Untuk reservoir yang berbentuk silinder,
V = h (r 2 rw2 ) (22)
dV = h (2r )dr (23)
Substitusi persamaan 23 ke dalam persamaan 21, didapat
r
h(2 )
pr = pr r dr (24)
h (r 2 rw2 ) r w

Hubungan Antara Tekanan Reservoir Rata-


rata Dan Tekanan Alir Dasar Sumur

Persamaan 20 dapat ditulis sebagai

qB re2 r 1 (r 2 rw2 )
p r = p wf + 2 ln (25)
2kh (re rw2 ) rw 2 (re2 rw2 )
Substitusi persamaan 25 ke dalam persamaan 24 diperoleh
h(2 )
r qB re2 r 1 (r 2 rw2 )
pr = p + ln r dr (26)
2kh (re2 rw2 ) rw 2 (re2 rw2 )
wf
h (r 2 rw2 ) rw

Integrasi persamaan 26 menghasilkan

qB re2 r2 r 1 (r 2 + rw2 ) rw2


(27)
p r = p wf + 2 ln +
2kh (re rw2 ) (r 2 rw2 ) rw 2 4(re2 rw2 ) 2(re2 rw2 )

5
Tekanan Rata-rata

Jika persamaan 27 dievaluasi pada r=re, maka

qB re2 re2 r 1 (r 2 + r 2 ) rw2


p = p re = p wf + 2 2 ln e e 2 w2 + (28)
2kh (re rw ) (re rw ) rw 2 4(re rw ) 2(re rw )
2 2 2 2

Jika re >>> rw, maka

qB re 3 (29)
p = p wf + ln
2kh rw 4
Untuk reservoir dengan bentuk sebarang persamaan 29 ditulis sebagai

qB 1 4 A 1
p = p wf + ln (30)
2kh 2 e rw2 C A
Dimana
= 0.577216... Konstanta Euler
CA = Dietz shape factor

6
Lee, W.J. and Wattenbarger, R.A.: Gas Reservoir Engineering, SPE Inc.,
Richardson, TX, 1996.

7
Lokasi Tekanan Rata-rata

pi
pe
p

pwf

rw r = ? re re

Lokasi Tekanan Rata-rata

Menyamakan persamaan 25 dan persamaan 29

re2 r (r 2 rw2 ) r 3
ln = ln e (31)
(re rw ) rw 2(re rw )
2 2 2 2
rw 4
Jika re >>> rw, maka
r r2 3
ln 2 + = 0 (32)
re 2re 4
Diperoleh

r
= 0.54928 r = 0.54928 re (33)
re

8
Tekanan Sebagai Fungsi Waktu

Persamaan material balance


B
p = pi Np (5)
h (re rw2 )ct
2

Untuk laju alir konstan


qB
p = pi t (34)
h (re rw2 )ct
2

Menggunakan persamaan 29 untuk tekanan rata-rata


qB re 3 qB
p wf + ln = pi t (35)
2kh rw 4 h (re2 rw2 )ct
Menggunakan persamaan 29 untuk tekanan rata-rata, diperoleh
qB re 3 qB
pi p wf = ln + t (36)
2kh rw 4 h (re2 rw2 )ct

Tekanan Sebagai Fungsi Waktu

Menuliskan kembali persamaan 25

qB re2 r 1 (r 2 rw2 )
p r = p wf + 2 ln (25)
2kh (re rw ) rw 2 (re2 rw2 )
2

Kurangkan persamaan 25 pada persamaan 36, hasilnya adalah


qB re 3 re2 r 1 (r 2 rw2 ) qB
p r = pi ln 2 ln + t (37)
2kh rw 4 (re rw2 ) rw 2 (re2 rw2 ) h (re2 rw2 )ct

Jika re >>>> rw, maka


qB re 1 (r 2 rw2 ) 3 qB
p r = pi ln + t (38)
2kh r 2 (re2 rw2 ) 4 h (re2 rw2 )ct

9
Analisa Data Late Time
(Pseudosteady-state)

Menuliskan kembali persamaan 36


qB re 3 qB
pi p wf = ln + t (36)
2kh rw 4 h (re2 rw2 )ct

Persamaan di atas dapat disusun kembali menjadi


qB re 3 qB
p wf = pi ln t (39)
2kh rw 4 Nct

Dalam satuan lapangan, persamaan 39 ditulis


141.2qB re 3 qB
p wf = pi ln 0.23395 t (40)
kh w
r 4 V p ct

Analisa Data Late Time


(Pseudosteady-state)

Persamaan 40 dapat dituliskan juga sebagai

70.6qB 4 A qB
p wf = pi ln 0.23395 (41)
2
t
kh e C A rwa V p ct

Persamaan 41 memperlihatkan bahwa plot antara pwf terhadap


natural log t akan menghasilkan garis lurus dengan kemiringan
mpss dan intercept pint, yang dapat dituliskan sebagai:
p wf = pint m pss t
(42)
Dimana:
70.6qB 4 A
pint = pi ln (43)
2
kh e C A rwa
qB
m pss = 0.23395 (44)
hAct

10
Analisa Data Late Time
(Pseudosteady-state)

Dari harga kemiringan (slope) dan intercept dapat diperkirakan


volume pori, Vp, daerah pengurasan, A, dan shape factor, CA:
qB
V p = 0.23395 (45)
m pss ct
qB
A = 0.23395 (46)
m psshct
4 A ( pi pint )
CA =
exp (47)
70.6qB /(kh)
2
e rwa

From: Dake, L.P.: Fundamentals of Reservoir Engineering, Elsevier, New York (1978)

11
From: Raghavan, R.: Well Test Analysis, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ (1993)

From: Blasingame, T.A.: Variable Rate Analysis: Transient and Pseudosteady-State


Methods of Interpretation and Application, M.S. Thesis, Texas A&M University (1986)

12
From: Blasingame, T.A.: Variable Rate Analysis: Transient and Pseudosteady-State
Methods of Interpretation and Application, M.S. Thesis, Texas A&M University (1986)

From: Blasingame, T.A.: Variable Rate Analysis: Transient and Pseudosteady-State


Methods of Interpretation and Application, M.S. Thesis, Texas A&M University (1986)

13
From: Blasingame, T.A.: Variable Rate Analysis: Transient and Pseudosteady-State
Methods of Interpretation and Application, M.S. Thesis, Texas A&M University (1986)

From: Blasingame, T.A.: Variable Rate Analysis: Transient and Pseudosteady-State


Methods of Interpretation and Application, M.S. Thesis, Texas A&M University (1986)

14
From: Camacho, R.G.: Well Performance Under Solution Gas Drive, Ph.D.
Dissertation, University of Tulsa (1987)

Example: Lee Text Ex 3.2


Analisa Late Time Data

15
Example: Lee Text Ex 3.2
Analisa Late Time Data
Volume pori dihitung dengan persamaan
qB (250)(1.136)
V p = 0.23395 = 0.23395 = 17575057 ft 3
m pss ct (0.22238)(17 10 6 )

Luas pengurasan
Vp 17575057
A= = = 6531051 ft 2 = 149 acre.
h (0.039)(69)

Shape factor
rwa = rw e s = 0.198 exp(5.61) = 0.000725 ft
4 6531051 (4412 3531)
CA = exp = 33.85
e 0.000725 2 70. 6( 250)(1. 136)( 0 .8) /( 7 .24( 69))

16