Anda di halaman 1dari 3

Prosedur perawatan

1. PRR Tipe A (menggunakan unfilled composit resin)


Tenik aplikasinya :
a. Bersihkan permukaan oklusal
b. Isolasi gigi
Isolasi gigi dari kontaminasi saliva dengan rubber dam, atau dapat juga dengan cotton
roll dan saliva ejector tujuannya agar gigi tetap kering sehingga keberhasilan
retensinya baik. Kebaikan menggunakan rubber dam adalah memudahkan
penglihatan dengan menyingkirkan lidah, bibir, pipi dan saliva dari daerah kerja,
menghasilkan daerah kerja yang kering, melindungi pasien dari resiko tertelan
instrumen atau terhirup bahan-bahan yang mungkin tidak sengaja masuk ke dalam
mulut. Namun pada anak kecil mungkin ada beberapa yang merasa kurang nyaman
menggunakan rubber dam, jadi memerlukan upaya lebih oleh operator untuk menjaga
area kerja.
c. Hilangkan decalcified enamel pada pit & fissure menggunakan low speed round bur
(no atau )
Pada pembuangan jaringan karies, maka daerah pit dan fisur yang buang adalah
daerah yang mengalami dekalsifikasi atau yang dicurigai telah terjadi karies dengan
menggunakan round bur kekuatan rendah. Daerah retensi tidak diperlukan karena
restorasi ini mendapatkan perlekatan ke jaringan dengan tehnik etsa asam. Tujuannya
adalah untuk membuang seluruh jaringan karies dan struktur gigi seminimal
mungkin.
d. Profilaksi dengan pumis.
Dilakukan menggunakan pumis yang tidak mengandung fluor sehingga permukaan
email benar-benar bersih dan dibur sebelum dietsa. Lalu, cuci permukaan gigi dengan
dengan air dan keringkan dengan semprotan udara
e. Etsa
Tahap selanjutnya adalah aplikasikan bahan etsa pada permukaan enamel gigi dengan
fine brush atau cotton pellet atau bisa juga dengan sponge kecil selama 15 detik (gigi
permenen), 15-30 detik (gigi sulung), dan gigi fluorosis lebih lama. Lalu, cuci
permukaan gigi dengan air dan keringkan menggunakan semprotan udara selama 10
detik. Enamel yang telah berhasil teretsa akan terlihat keputihan. Bila tidak terlihat
demikian maka harus dietsa kembali. Pengetsaan asam menggunakan asam fosfat
37% yang diletakkan pada permukaan email di oklusal gigi (pit dan fisur). Pengetsaan
ini menghasilkan pori-pori yag memungkinakan infiltrasi nikroskopis resin ke dalam
permukaan gigi yang kemudian resin akan berpolimerisasi dan membentuk ikatan
dengan gigi.
f. Aplikasi sealant
Sealant adalah resin material yang diaplikasikan pada pit dan fissure gigi posterior.
Sealant berfungsi sebagai barrier mencegah enamel dari bakteri plak pada daerah yg
cenderung karies. Pastikan tidak ada gelembung udara dan kelebihan bahan dapat
diambil dengan butiran kapas sebelum dipolimerisasi.
g. Polimerisasi sinar 20(atau sesuai aturan pabrik)

2. PRR Tipe B (menggunakan diluted composit resin)


Tehnik aplikasinya :
a. Bersihkan permukaan oklusal
b. Isolasi gigi dengan rubber dam, atau dapat juga dengan cotton roll dan saliva ejector
c. Hilangkan karies
Bur yang digunakan yaitu round bur no 1 atau 2 dengan dengan hanpiece kecepatan
tinggi selanjutnya diirigasi dan dikeringkan
d. Dentin di liner bisa menggunakan Ca(OH)2
Pada preventive resin restorasi yang sudah melibatkan sedikit lapisan dentin maka
perlu diaplikasikan Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 sebagai liner untuk melindungi
pulpa
e. Etsa 15-30, bilas dan keringkan 10
f. Aplikasi bonding agent dan komposit
Bahan bonding yang digunakan merupakan bahan resin tanpa filler yang juga terdiri
dari beberapa komponen bahan primer seperti HEMA untuk meningkatkan kekuatan
ikatan bahan adhesif. Fungsinya adalah untuk membentuk zona interdifusi resin-
dentin melalui ikatan dengan monomer-monomer yang terdapat pada bahan primer,
membentuk resin tag yang menutupi tubulus-tubulus dentin, dan menyediakan lapisan
methacrylate yang nantinya akan berikatan dengan resin komposit. Dalam
pengaplikasian resin komposit, bahan harus diaplikasikan selapis demi selapis, serta
setiap lapisan dipolimerisasi dengan sinar.
g. Aplikasi sealant
h. Polimerisasi sinar 20(atau sesuai aturan pabrik)

3. PRR Tipe C (menggunakan filled composit resin)


Tehnik aplikasinya :
a. Bersihkan permukaan oklusal
b. Isolasi gigi dengan rubber dam, atau dapat juga dengan cotton roll dan saliva ejector
c. Hilangkan karies
Karies fissure dihilangkan dengan small high speed diamond bur no 2,dan karies
dentin yg dalam dihilangkan dengan slow speed round bur no 2 selanjutnya diirigasi
dan dikeringkan.
d. Dentin di liner bisa menggunakan Ca(OH)2
Pada saat pelapikan (liner) setiap dentin yang terbuka dapat menggunakan Ca(OH)2.
Kavitas yang dalam mengenai sebagian besar dentin, dapat diberi pelapik kedua
berupa semen ionomer dan dilakukan secara hati-hati agar dinding email yang akan
teretsa tidak tertutup
e. Etsa 15-30, bilas dan keringkan 10
f. Aplikasi bonding agent dan komposit resin-curing
g. Aplikasi sealant
h. Polimerisasi sinar 20(atau sesuai aturan pabrik).

Daftar Pustaka
Kidd, Edwina A. M. Dasar Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: EGC,
1991
Kuliah pakar drg. Rudy Budiraharjo Sp. KGA tentang PRR (Preventive Resin Restoration)
Silverstone L.M. 1982. The use of pit and fissure sealant in dentistry, present status and future
developments. Pediatric Dentistry, 4, 16-21
Richard R. Welbury, Monty S. Duggal: Paediatric Dentistry, Oxford Medical Publication, 2005.