Anda di halaman 1dari 24

Laporan Praktikum

Perencanaan dan Pengendalian Produksi


Dosen Praktikum: Indrani Dharmayanti

Disusun Oleh:
Dadang Arjuna Pratama 160100750
MLIE B2

PROGRAM STUDI
MANAJEMEN LOGISTIK INDUSTRI ELEKTRONIKA
POLITEKNIK APP JAKARTA
TAHUN 2017
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..................................................................................................... i
DAFTAR TABEL............................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2 Tujuan................................................................................................ 1
1.3 Manfaat.............................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 2
2.1 Pengendalian Kapasitas Produksi...................................................... 2
2.2 Teknik Pengendalian Kapasitas......................................................... 3
2.2.1 Bill of Labor Approach (BOLA).......................................... 3
2.2.2 Capacity Planning Using Overall Factor (CPOF)................. 4
2.2.3 Risk Profile Approach (RPA)................................................ 4
2.3 Penyesuaian Kapasitas Produksi....................................................... 5
BAB III PENGOLAHAN DATA..................................................................... 6
3.1 Bill of Labor Approach (BOLA)....................................................... 6
3.2 Capacity Planning Using Overall Factor (CPOF)............................. 10
3.3 Risk Profile Approach (RPA)............................................................ 13
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS.................................................... 17
4.1 Bill of Labor Approach (BOLA)....................................................... 17
4.2 Capacity Planning Using Overall Factor (CPOF)............................. 17
4.3 Risk Profile Approach (RPA)............................................................ 17
BAB V KESIMPULAN.................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 19

2
DARTAR TABEL
3.1.1 Data Awal RCCP...................................................................................... 6

3.1.2 Data Work Center.................................................................................... 6

3.1.3 Nilai Efisisensi Tiap Work Center........................................................... 6

3.1.4 Kebutuhan Kapasitas............................................................................... 7

3.1.5 Kapasitas Tersedia Line Satu................................................................... 7

3.1.6 Kapasitas Tersedia Line Dua................................................................... 8

3.1.7 Total Kapasitas Tersedia.......................................................................... 8

3.2.1 Historical Proportion............................................................................... 10

3.2.2 Kebutuhan Kapasitas............................................................................... 11

3.3.1 Data Lead Time........................................................................................ 14

3.3.2 Kebutuhan Kapasitas............................................................................... 15

3
DAFTAR GAMBAR
3.1.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1...... 9

3.1.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2......9

3.1.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3......9

3.1.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4...... 10

3.1.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5......10

3.2.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1...... 12

3.2.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2......12

3.2.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3......12

3.2.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4...... 13

3.2.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5......13

3.3.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1...... 16

3.3.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2......16

3.3.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3......16

3.3.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4...... 17

3.3.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5......17

4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam tiap proses produksi diperlukan beberapa pertimbangan yang


matang menyangkut batas maksimal kerja dari suatu alat dan mesin yang
digunakan selama proses tersebut berlangsung. Hal ini menjadi sesuatu penting
untuk melihat sejauh mana alat-alat produksi mampu beroprasi. Jika dalam
menjalankan fungsinya, alat tersebut dipaksakan, maka tidak menutup
kemungkinan terjadinya over load, sehingga hal tersebut menyebabkan alat
menjadi cepat aus. Dengan demikian akan semakin membengkakkan biaya
produksi. Dari gambaran tersebut terlihat bahwa perencanaan kapasitas menjadi
begitu penting. Perencanaan kapasitas adalah suatu proses sitematis untuk
menentukan tingkat kapasitasnya optimal atas dasar permintaan pasar yang
diperkirakan. Dalam perencanaan kapasitas ada pilihan-pilihan yang tetap harus
diperhatikan agar sasaran perusahaan dapat dicapai.

Pemimpin perusahaan sering kali mengalami kesulitan dalam mengambil


keputusan berkaitan dengan perencanaan kapasitas dalam kenyataan sehari-hari.
Jika permintan pasar naik, perusahaan justru cenderung meningkatkan jumlah
produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Padahal setiap alat memiliki
kapasitas tertentu dalam berproduksi. Apabila ini tetap dipaksakan, maka nantinya
keuntungan yang diperoleh karena produksi tambahan tersebut tidak akan mampu
menutupi kerugian akibat kerusakan alat yang disebabkan oleh produksi yang
melebihi kapasitas seharusnya.
1.2 Tujuan
1) Untuk Mengetahui Perencanaan Kapasitas
2) Untuk Mengetahui Strategi perencanaan kapsitas dalam pross produksi.
3) Untuk Mengetahui Strategi Perencanaan Agregat Dalam Proses Produksi.
1.3 Manfaat
1) Dapat mengetahui bagaimana perencanaan kapasitas kasar
2) Dapat mengetahui beberapa metode dalam perencanaan kapasitas kasar
3) Mengetahui tujuan dan sifat pengendalian kapasitas
4) Mengetahui Input dan Output dari Pengendalian kapasitas
5) Mengetahui strategi pengendalian kapasitas beserta keuntungan dan
kerugiannya.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengendalian Kapasitas Produksi
Kapasitas adalah suatu tingkat keluaran, suatu tingkat kuantitas keluaran
dalam periode tertentu, dan merupakan kauntitas keluaran tertinggi yang mungkin
selama periode waktu tersebut (Handoko, 1984). Menurut Lockyer, Kapasitas
ialah kemampuannya untuk menghasilkan apa yang diminta (diperlukan)
konsumen. Dan tentunya, harus ada kesesuaian antara kebutuhan yang diberi ciri
oleh ramalan pasar dan kemampuan yang diberi yang diberi ciri oleh kapasitas.
Kapasitas dibedakan antara tiga level yang berbeda, antara lain : 1.Kapasitas
Potensial, (Potential Capacity) ialah kapasitas yang dapat diadakan dalam horizon
keputusan eksekutif senior. 2.Kapasitas Segera, (Immediete Capacity) ialah
kapasitas yang dapat disediakan dalam periode anggaran sekarang. 3.Kapasitas
Efektif, (Effective Capacity) ialah kapasitas yang digunakan didalam periode
anggaran sekarang. (Lockyer, et.all, 1987)
Kapasitas adalah suatu ukuran kemampuan produktif suatu fasilitas per
unit waktu. Beberapa definisi kapasitas secara umum dapat diperinci antara lain :
a. Desaign capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu, untuk mana pabrik
dirancang b. Rated Capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu yang
menunjukkan bahwa fasilitas secara teoritis mempunyai kemampuan
memproduksinya. c. Standart Capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu
yang ditetapkan sebagai sasaran bagi manajemen, supervisi, dan para operator
mesin; dapat digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran. Kapasitas standart
adalah sama dengan rated capacity dikurangi cadangan keperluan pribadi standart,
tingkat sisa(scrap) standart, berhenti untuk pemeliharaan standart, cadangan untuk
pengawasan kualitas standart dan sebagainya. d. Actual / Operating Capacity,
yaitu tingkat keluaran rata rata per satuan waktu selama periode periode waktu
yang telah lewat. Ini adalah kapasitas standart cadangan cadangan, penundaan,
tingkat sisa nyata dan sebagainya. e. Peak Capacity, yaitu jumlah keluaran per
satuan waktu yang dapat dicapai melalui maksimasi keluaran, dan akan mungkin
dilakukan dengan kerja lembur, menambah tenaga kerja, menghapuskan
penundaan penundaan, mengurangi jam standart, dan sebagainya.(Handoko,
1984).

2
Kapasitas (Orlicky, 1975) mengukur kemampuan dari suatu fasilitas
produksi (Work Center, Departement, atau fasilitas lainnya) untuk mencapai
jumlah kerja tertentu dalam waktu tertentu dan merupakan fungsi dari banyaknya
sumber daya yang tersedia, seperti : peralatan, mesin, personel atau karyawan,
ruang dan fasilitas penunjang aktivitas produksi serta jam kerja. Perencanaan
kapasitas menunjukkan berapa banyak orang, mesin dan sumber sumber daya
fisik yang dibutuhkan untuk melengkapi atau memenuhi tugas produksi. Banyak
faktor yang berdampak pada kapasitas, diantaranya adalah beberapa faktor yang
berhubungan dengan pengawasan atau kebijaksanaan manajemen, antara lain :
tanah atau area, tenaga kerja (Man Power), fasilitas fasilitas penunjang kegiatan
produksi, mesin dan peralatan, jam kerja per hari, jam kerja per minggu, Overtime
atau jam lembur, subkontrak, perawatan dan pencegahan, dan lain lain. Manager
Operasi harus menghadapi masalah yang komplex yaitu efisiensi operasi pabrik,
minimasi investasi Inventory dan meningkatkan layanan pelanggan. Perencanaan
kapasitas adalah proses untuk menentukan jumlah kebutuhan orang (pekerja),
mesin, dan sumber daya fisik untuk menentukan object produksi dari suatu
organisasi perusahaan. Kapasitas adalah kemampuan maximal rata rata dari
suatu system dalam menyelesaikan pekerjaan.(Mcleavy, et all, 1995).
2.2 Teknik Pengendalian Kapasitas
2.2.1 Bill of Labor Approach
Metode Bill of Labor Approach (BOLA) menggunakan list nomor item
berdasarkan jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah item.
BOLA menggunakan data waktu standar untuk setiap unit produk, waktu standar
didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan operator untuk memproduksi satu
unit produk. Jika memproduksi lebih dari satu tipe produk maka kapasitas yang
dibutuhkan tiap unit produk dapat diidentifikasi berdasarkan perkalian antara nilai
BOLA dengan JIP. Perkalian yang digunakan adalah perkalian matriks yang akan
digunakan untuk membuat Rough Cut Capacity Requirement, sebelum melakukan
perkalian matriks BOLA dan JIP harus di transpose terlebih dahulu. Rumus RCCP
dengan pendekatan BOL, untuk Kebutuhan Kapasitas =

3
2.2.2 Capacity Planning Using Overall Factor (CPOF)
CPOF menggunakan data masa lalu untuk menentukan prosentase jam
produksi total pada stasiun kerja. Prosentase ini digunakan untuk memperkirakan
kapasitas kerja pada setiap stasiun kerja untuk tiap periode JIP. Dibutuhkan tiga
input dalam menyusun CPOF, yaitu: JIP, waktu total yang diperlukan
memproduksi suatu produk dan proporsi waktu penggunaan sumberdaya. CPOF
mengkalikan waktu total tiap famili terhadap jumlah JIP untuk memperoleh total
waktu yang diperlukan untuk mencapai JIP. Total waktu kemudian dibagi menjadi
waktu penggunaan masing-masing sumberdengan mengkalikan total waktu
terhadap proporsi penggunaan sumber.
Persamaan yang digunakan dalam metode ini :
= dan =
Ht : jumlah jam produksi total diperlukan pada minggu-t
Qp,t : jumlah unit produk p diproduksi selama minggu-t
Hp : jumlah jam produksi diperlukan oleh p n : jumlah produk diproduksi
Iw,t : beban kerja diperkirakan pada stasiun kerja w selama minggu-t
Rw : prosentase jam produksi total, stasiun kerja w, periode sebelumnya
2.2.3 Risk Profile Approach
Perbedaan metode ini dengan metode sebelumnya terletak pada alokasi
jam produksi mingguan di tiap stasiun kerja. Total jam mingguan sama pada
kedua metode. Untuk memenuhi permintaan, terdapat 4 pilihan dasar untuk
meningkatkan kapasitas, yaitu:

a) Overtime, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja, dengan


lembur.
b) Subcontracting, dilakukan dengan mengalihkan sebagian pekerjaan
kepada vendor yang mampu melaksanakan kerja dengan kualitas yang
sama dengan perusahaan.
c) Alternate Routing, dilakukan dengan memungkinkan untuk melakukan
perubahan sementara dalam routing dari part yang spesifik, antar
workstation.
d) Penambahan Personel, dilakukan dengan menambah personel yang akan
menambah kapasitas, jika peralatan yang tersedia bukan merupakan
batasan.
e) Revisi JIP, Revisi JIP dilakukan dengan mempercepat atau
memperlambat pesanan. Sehingga manajemen dapat menentukan pesanan
mana yangakan terlambat, kemudian dapat merevisi tanggal jatuh tempo
menghasilkan JIP yang lebih realistis.
2.3 Penyesuaian Kapasitas/Produksi

4
Kapasitas adalah jumlah output (produk) maksimum yang dapat dihasilkan
suatu fasilitas pada selang waktu tertentu. Perencanaan kapasitas adalah proses
menentukan tingkat kapasitas yang diperlukan dalam melakukan produksi,
dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia dan tindakan penyesuaian yang
diperlukan terhadap tingkat kapasitas atau jadwal produksi.

Jika terjadi kekurangan kapasitas, hasilnya berupa kekurangan pencapaian


target produksi, pengiriman produk ke konsumen terlambat dan
kehilangan kepercayaan.
Jika kapasitas berlebihan, mengakibatkan utilisasi sumber rendah, operasi
pabrik tidak efisien, biaya tinggi dan berkurangnya margin keuntungan.

5
BAB III
PENGOLAHAN DATA
3.1 Bill of Labor Approach
Tabel 3.1.1 Data awal RCCP

Tabel 3.1.2 Data work center

Tabel 3.1.3 Nilai efisisensi tiap work center

6
Tabel 3.1.4 Kebutuhan Kapasitas

Oprtn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Rata- Rata

1 14331091 1433 977 1167 1414 1262 1357 1110 1091 1357 13191262120511861129103412241225.055556

2 980 746 980 668 798 967 863 928 759 746 928 902 863 824 811 772 707 837 837.7222222

3 983 749 983 671 801 970 866 931 762 749 931 905 866 827 814 775 710 840 840.7222222

4 1282976 1282 874 1044 1265 1129 1214 993 976 1214 11801129107810611010925 10951095.944444

5 228 174 228 156 186 225 201 216 177 174 216 210 201 192 189 180 165 195 195.1666667

Total 490637364906 3346 3996 4841 4321 4646 3801 3736 4646 4516432141264061386635414191

Tabel 3.1.5 Kapasitas tersedia Line satu

Oprtn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Rata- Rata

1 2932
2.6
44
53.8
37
45
21.4
224
5432
.8
47
45
3.83
74
521.425
2443.875
3421.42
24
543.87
35421.422
54432
.8
474
533
.8
47
25
1.4
29
23
523
.6
42
512
.4
42
45
33
.8
472
512
.4
42
45
3.8
27
85
78.341667

2 2872.8
23943351.623942394 3351.6 2394 3351.6 2394 3351.6 23942394
33512
.6
8723
.8
351.6
2394
3351.6
2394 2819.6

328422
.8
37
659.0
3361
36.6
283
76
59.0
23
66
29
5.0
363
316.687
25
369.062
35316.62
83
76
59.06
323
516.682
73
569.0
23
66
29
53
.0
36
1362
.6
884
823
.8
371
562
.6
38
6893
.0
361
362
.6
38
689.0
26
73
90.229167

4 2693
2.2
24
54.3
37
15
42.1
222
5442
.3
27
45
4.33
71
542.125
2244.375
3142.12
22
544.37
35142.122
52442
.3
274
543
.3
17
45
2.1
26
29
533
.2
14
522
.1
22
45
43
.3
174
522
.1
22
45
4.37
25643.375

5 2812
2.9
34
54.1
32
25
81.7
273
5442
.1
32
45
4.13
22
581.775
2344.125
3281.72
73
544.12
35281.772
53442
.1
324
543
.1
22
85
1.7
28
71
523
.9
28
512
.7
37
45
43
.1
228
512
.7
37
45
4.1
22
75
60.858333

Total 14151
41
.5
73
91
56
.4
54
13.6
1117
29
551
.4
13
77
95
51
.4
64
513.61
12
15
795.43
176
5513.6
11
17
29
55.4
136
755
13.61
11
27
5951
.4
13
77
95
1
56
.4
54
11
34
.6
1151
46
.5
5311
31
.6
71
91
56
.4
5411
31
.6
71
95.44

7
Tabel 3.1.6 Kapasitas tersedia Line dua

Oprtn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Rata- Rata

1 2932
2.6
45
43.8
37
45
21.42
24
543.8
2474
53.87
35
421.425
2443.8753421.425
443.87
35421.425
2443.8
2474
53.8
3472
51.4
29
23
523
.6
45
21.4
2424
53.8
3472
51.4
2424
53.8
27
85
78.341667

22902.7
2421
58.9
33
38
86.52
14
21
58.9
24
31
78
5.9
333
886.512
25418.9373
5386.51
22
45
18.93
373
586.5124
518.9
24
31
78
5.9
3338
86.5
2910
32.7
3328
56.5
2411
38.9
3338
86.5
2411
38.9
23
88
48.970833

3 2872.8
23943351.6 23942394 3351.6 2394 3351.6 2394 3351.6 23942394
3351.6
2872.8
3351.6
2394
3351.6
2394 2819.6

42842.8
2376
59.0
33
61
36.62
83
76
59.0
23
66
29
5.0
363
316.687
25369.0623
5316.68
27
35
69.06
323
516.682
73
569.0
23
66
29
5.0
3361
36.6
2884
82.8
3371
56.6
2386
89.0
3361
36.6
2386
89.0
26
73
90.229167

5 2812
2.9
35
44.1
32
25
81.72
73
544.1
2324
54.12
35
281.775
2344.1253281.77
25
344.12
35281.775
2344.1
2324
54.1
3228
51.7
28
71
523
.9
25
81.7
2374
54.1
3228
51.7
2374
54.1
22
75
60.858333

Total 14364
119701675811970
11970 16758 11970 16758 11970 16758 11970
11970
16758
14364
16758
11970
16758
11970

Tabel 3.1.7 Total Kapasitas Tersedia

Oprtn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Rata- Rata

1 5865
4.3
887.7
68
542.8
458874
.7
85
87.76
5842.854887.756842.84
5887.75
6842.8548874
.7
85
876
.7
85
42.8
58565
6.3
8424
.8
85
876
.7
85
424
.8
85
87.7
57556.683333

257754
.5
82
15
2.9
67
338
8.1
418
215
2.9
48
31
72
5.9
63
7838.112
45
812.937
65738.14
18
21
52.93
67
75
38.114
28
512.9
4831
72
56
.9
73
38
85
.1
71
73
56
.5
72
35
84
.1
81
13
26
.9
73
38
84
.1
81
13
2.9
53
68
68.570833

357154
.6
77
65
3.0
66
663
8.2
487
765
3.0
47
66
23
5.0
66
63
68.287
45
763.062
65668.24
87
76
53.06
62
65
68.284
77
563.0
4766
23
56
.0
66
63
85
.2
78
18
56
.6
67
65
84
.2
78
68
36
.0
66
63
84
.2
78
68
3.0
563
09.829167

455364
.1
62
15
3.4
64
358
8.8
416
215
3.4
46
31
73
5.4
63
48
58.812
45
613.437
65458.84
16
21
53.43
67
45
58.814
26
513.4
4631
73
56
.4
43
58
85
.8
51
33
66
.1
42
55
84
.8
61
13
36
.4
43
58
84
.8
61
13
3.4
53
48
33.604167

5 5625
4.9
688.2
6563.5
456884
.2
65
88.26
5563.554688.256563.54
5688.25
6563.5546884
.2
65
886
.2
55
63.5
56525
6.9
5634
.5
65
886
.2
55
634
.5
65
88.2
55521.716667

Total 28512
83
.5
73
63
53
.4
24
71.6
2317
265
52.4
33
77
65
53
.4
32
471.61
22
35
765.43
373
5271.6
23
17
26
55.4
33
37
25
71.62
13
27
5652
.4
33
77
63
5
53
.4
24
72
18
.6
51
13
83
.5
23
72
13
.6
71
63
53
.4
24
72
13
.6
71
65.44

8
WS 1
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.1.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1

WS 2
8000
Kebutuhan
6000
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.1.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2

WS 3
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.1.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3

9
WS 4
7000
6000
5000
Kebutuhan Kapasitas
4000
Kapasitas Tersedia
Kapasitas 3000
2000
1000
0

Periode

Gambar 3.1.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4

WS 5
8000
6000

Kapasitas 4000
2000
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Periode

Gambar 3.1.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5

3.2 Capacity Planning using Overall Factors


Tabel 3.2.1 Historical Proportion

10
Tabel 3.2.2 Kebutuhan Kapasitas

Oprtn
HP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1R
8ata- Rata

10.291
24
33
04
1
8.0
0962
2.0
1463
145
.0
9
47
68
1.0
51
31
68
6
185.06
11
45
13
58
.06
112
563
38.0
16
31
55
83
.0
8
161
115
13.0
81
60
19
52
3.0
813
65
18
5.0
3861
2320.0
12
66
13
5.0
1
32
860
165
.0
4
11
68
17
5.0
4 61
151
338
0.0
10
63
15
5
1.0
3
28
265
2
1.0
26
21
65
.117094

2 0.2981.2
747.2981.2
669.2799.2 968.2 864.2929.2 760.2 747.2
929.2 903.2
864.2
825.2812.2 773.2
708.2
838
8.2
38.9222222

3 0.2981.2
747.2981.2
669.2799.2 968.2 864.2929.2 760.2 747.2
929.2 903.2
864.2
825.2812.2 773.2
708.2
838
8.2
38.9222222

40.261
12
58
33
9
8.1
770.1
8
102
786
39.1
8
27
05
7.1
61
902
4
757.10
17
26
69
62
.10
171
639
02.1
10
27
16
59
.1
2
909
746
.1
92
09
77
67
9.1
231
02
71
65
9.1
2301
8181.1
11
03
70
6.1
1
90
207
796
.1
906
1 72
6.1
9 07
160
912
1.1
92
06
7.1
6
19
002
9
767
1
.1
00
977
.052137

50.042
62
16
5.4
1
4732
0.4
8
232
067
.4
61
9
35
04
7.4
61
98
32
4
0.4
8 30
27
26
39
.4
230
179
699
.4
23
20
17
46
.4
932
1
077
56.4
92
31
07
72
6.4
922
31
04
7.4
6932
028
08.41
39
09
7.4
61
939
2
007
.4
61
9
38
07.4
69307
167
982
.41
36
03
7.4
6
1932
3
0.4
8
13
90
37
.5
7974359

Total 490637364906
3346 3996 4841 4321 4646 3801 3736
4646 451643214126 4061 3866
3541
4191

11
WS 1
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.2.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1

WS 2
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.2.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2

WS 3
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.2.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3

12
WS 4
8000
6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000
0

Periode

Gambar 3.2.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4

WS 5
8000
6000
Kapasitas 4000
2000
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1
Periode

Gambar 3.2.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5

3.3 Risk Profile Approach


Tabel 3.3.1 Data Lead Time

13
Tabel 3.3.2 Kebutuhan Kapasitas

Oprtn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Rata- Rata

1 1433 977 1167 14141262 1357 1110 1091 1357 1319 126212051186 112910341224 0 01084.833333

2 746 980 668 798 967 863 928 759 746 928 902 863 824 811 772 707 837 0783.2777778

3 749 983 671 801 970 866 931 762 749 931 905 866 827 814 775 710 840 0786.1111111

4 11381120 1090 954 1148 1201 1169 1110 985 1088 119811561105 10701037 970 1005 567
1061.722222

5 228 174 228 156 186 225 201 216 177 174 216 210 201 192 189 180 165 195
195.1666667

Total 42944234 3824 41234533 4512 4339 3938 4014 4440 448343004143 4016380737912847 762

14
WS 1
8000
6000
Kebutuhan Kapasitas
4000 Kapasitas Tersedia
Kapasitas
2000
0

Periode

Gambar 3.3.1 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 1

WS 2
8000

6000 Kebutuhan
Kapasitas
4000
Kapasitas Kapasitas Tersedia
2000

Periode

15
Gambar 3.3.2 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 2

WS 3
8000
6000
Kebutuhan Kapasitas
4000 Kapasitas Tersedia
Kapasitas
2000
0

Periode

Gambar 3.3.3 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 3

WS 4
7000
6000
5000
Kebutuhan Kapasitas
4000
Kapasitas Tersedia
Kapasitas 3000
2000
1000
0

Periode

Gambar 3.3.4 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 4

16
WS 5
7000
6000
5000
Kebutuhan Kapasitas
4000
Kapasitas Tersedia
Kapasitas 3000
2000
1000
0

Periode

Gambar 3.3.5 Perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia WS 5

17
BAB IV
PEMBAHASAN DAN ANALISIS
4.1 Bill of Labor Approach

Pada Bill of Labor Approach membandingkan antara kabutuhan kapasitas


dengan kapasitas tersedia. Perencanaan kapasitas yang baik terdapat pada
perbandingan kebutuhan kapasitas dengan kapasitas tersedia dimana kapasitas
tersedia haruslah lebih besar dari kebutuhan kapasitas.

Berdasarkan data perencanaan kapasitas dengan teknik BOLA, dapat


disimpulkan bahwa kapasitas tersedia lebih besar daripada kebutuhan kapasitas.
Hal ini menunjukan bahwa perusahaan dapat memenuhi pesanan pelanggan.

4.2 Capacity Planning using Overall Factors

Capacity Planning using Overall Factors (CPOF) hampir sama dengan


BOLA, namun CPOF menggunakan data Historical Proportion. Pada CPOF pun
kapasitas tersedia lebih besar daripada kebutuhan kapasitas.

4.3 Risk Profile Approach


Sama halnya dengan teknik BOLA dan CPOF, Risk Profile Approach
( RPA) membandingkan kapasitas tersedia dengan kebutuhan kapasitas.
Penggunaan lead time pada teknik RPA sangatlah berpengaruh. Jika berdasarkan
ketelitian, teknik ini sangatlah cocok digunakan.

Berdasarkan data perencanaan kapasitas dengan teknik RPA, dapat


disimpulkan bahwa kapasitas tersedia lebih besar daripada kebutuhan kapasitas.
Hal ini menunjukan bahwa perusahaan dapat memenuhi pesanan pelanggan.
Namun ketiga teknik tersebut perbandingan kapasitas tersedia dengan kebutuhan
kapasitas mempunyai selisih yang cukup besar. Hal ini haruslah dipertimbangkan
dengan melakukan revisi pada penjadwalan produksi.

18
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan kapasitas
sangatlah penting dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan dapat
memenuhi pesanan pelanggan dengan tingkat kapasitas yang tersedia.
Perencanaan kapasitas dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

1) Bill of Labor Approach


2) Capacity Planning using Overall Factors
3) Risk Profile Approach

Setelah melakukan perencanaan kapasitas terhadap beberapa data, diperoleh


bahwa ketiga teknik tersebut menunjukan kapasitas tersedia lebih besar daripada
kebutuhan kapasitas. Dengan begitu pesanan dapat dipenuhi dengan tingkat
kapasitas yang tersedia

19
DAFTAR PUSTAKA
Baroto T, (2002), Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Ghalia
Indonesia, Jakarta.
Gaspersz, Vincent, (2000), Manajemen Produktivitas Total, PT, Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta
Kusuma, hendra. 2002. Perencanaan dan Pengendalian Produksi.
Yogyakarta: Andi

Konsep Perencanaan dan Pengendalian (Online),


http://ariszeko.blogspot.com/2011/11/perencanaan-dan-pengendalian-
manajemen.html

Perencanaan dan Pengendalian (Online)http://id.shvoong.com/business-


management/technology-operations-management/. Diakses tanggal 1 juli 2012

20