Anda di halaman 1dari 18

Fraktur Angulus Mandibula

Post Odontektomi Gigi 38


Foto Klinis Pasien
Foto Radiologi Sebelum Odontektomi
Foto Radiologi Setelah Fiksasi
Selalu ada trauma
Oklusi gigi berubah akibat adanya
deformitas tulang
Abnormal movement
Rasa sakit
Krepitasi
Trismus
Laserasi gingiva daerah fraktur
Parestesia gingiva/bibir
Echymosis
PENYEBAB FRAKTUR

Benturan dari luar


Faktor intrinsik
Letak menonjol
Korteks tulang tebal tetapi pipih
Adanya gigi impaksi
Patologis
Klasifikasi Posisi Gigi Impaksi
Parasymphisis
Body Mandibula
Ramus Mandibula
Proc. Coronoid
Condyle
Alveolar
Kondisi saat masuk
Riwayat
Pemeriksaan klinis
Inspeksi
Palpasi
Pemeriksaan radiologis
Prinsip Perawatan Fraktur
Reposisi
Fiksasi
Imobilisasi
Tidak ada infeksi
Reposisi

Tertutup/ closed reduction/ non bedah/ non


surgery
Indikasi :
Fraktur baru atau belum ada kalus
Penderita stabil
Simple/single fraktur
Garis fraktur dalam lengkung gigi

Terbuka/ open reduction/ surgical reposition


Indikasi :
Apabila tidak dapat dilakukan closed reduction
CLOSED REDUCTION

Direct interdental wiring


Indirect interdental wiring
(Eyelet atau Ivy loop)
Continuous or multiple-loop wiring
Arch bar
Cap splint
Gunning-type splint
Pin fixation
OPEN REDUCTION
Plating
Intermedulary pinning
Titanium mesh
Circumferential straps
Bone Clamps
Bone Staples
Bone Screws
Arch Bar
Banyak tipe
Rigid cetakan/langsung
Soft mudah dibentuk dengan jari
Harus diingat gigi bisa bergerak
secara ortodonti
Dimulai dari rahang atas sisi bukal -
garis median - sisi bukal
Panjang disesuaikan
Ujung dihaluskan
Teknik pemasangan relatif mudah
Keuntungan :

Kurang memberikan trauma oleh


karena kawat lembut
Memberikan stabilisasi pada gigi yg
hilang
Satu kawat putus fiksasi tidak banyak
terganggu
Hook kurang mengiritasi jaringan
FOTO KLINIS SETELAH
PEMASANGAN ARCH BAR