Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

LARINGITIS

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Clinical Study 2 di


Departemen Pediatrik

Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu

Disusun Oleh :

Annastasia Diah Anggraini

125070218113009

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2016
LARINGITIS

A. Definisi

Laringitis adalah infalamasi laring. Laringitis akut sering terjadi


setelah infeksi saluran napas atas akut dan hampir semuanya
sembuh dengan cepat. Laringitis kronik lebih umum terjadi saat
musim dingin dan sering terjadi setelah flu biasa atau influenza.
Faktor presipitasi lain meliputi merokok, meminum alkohol, dan
mengeluarkan suara berlebihan.

Mungkin suara menjadi parau, terjadi disfonia (sulit bicara),


atau afonia (kehilangan seluruh suara), dan lesi tenggorok juga
dapat terjadi. Laring tampak merah dan kering. Selain itu, terdapat
mukus lengket di antara pita suara.

Laringitis yaitu peradangan pada laring dan vokal lipatan


mukosa, dapat hasil dari berbagai penyebab, seperti infeksi, refluks
asam, merokok, batuk, penyalahgunaan vokal, cedera langsung,
dan reaksi alergi. Pada kasus inflamasi akut, lamina propria
superfisial membesar dengan sel-sel inflamasi yang mengakibatkan
massa meningkat. Hal ini untuk mencegah lipatan vokal bergetar
secara berkala dan menyebabkan lebih rendah atau suara serak.

B. Penyebab
Penyebab infeksi laringitis dapat terjadi karena organisme
virus, bakteri, atau jamur. Rhinovirus adalah agen penyebab yang
paling sering, namun parainfluenza, influenza, dan adenovirus dapat
dikaitkan sebagai penyebab laringitis. Jenis bakteri yang paling
sering adalah S aureus, haemophilus influenzae, streptococcus
pnemomiae, -hemolytic streptococci. Laringitis bisa menyerang
semua usia termasuk anak-anak.
Hampir setiap orang dapat terkena laringitis baik akut maupun
kronis. Penyebab laringitis akut adalah bakteri yang menyebabkan
radang lokal atau virusyang menyebabkan peradangan sistemik.
Biasanya merupakan perluasanradang saluran nafas atas oleh
bakteri Haemophilus Influenza,Staphylococcus, Streptococcus, dan
Pneumonia. Laringitis kroniknonspesifik dapat disebabkan faktor
eksogen (rangsangan fisik oleh penyalahgunaan suara,
rangsangan kimia, infeksi kronik saluran napasatas atau bawah,
asap rokok) atau faktor endogen (bentuk tubuh, kelaminmetabolik).
Sedangkan yang spesifik disebabkan tuberculosis.

C. Faktor resiko
a. Faktor perubahan sistem imun
Diabetes melitus
Obat-obatan immunosupresive (mis. Kemoterapi,
kortikosteroid sistemik)
Defisit nutrisi
AIDS
Chronic lymphocytic leukemia
b. Faktor perubahan membran mukosa
Riwayat radioterapi
Kortikosteroid
Refluks gastroesophageal
Trauma
Merokok

D. Tanda & Gejala


a. Tanda
Leukoplakia
Pseudomembrane putih atau abu-abu yang melekat pada
mukosa
Edema dan eritema mukosa
Ulkus dan perdarahan mukosa
b. Gejala
Disfonia
Disfagia
Nyeri

E. Patofisiologi
F. Manifestasi Klinis
Pada laringitis akut teradapat gejala radang umum, seperti
demam,malaise, gejala rinofaringtis, batuk disertai suara paru sampai
tidak bersuara sama sekali (afoni). Gejala yang mula-
mula timbul adalah rasa kering ditenggorok, nyeri ketika menelan atau
berbicara. Sering disertai batuk kering dan lama
kelamaan akan timbul batuk dengan dahak yang kental. Pada
keadaan lanjut sering menimbulkan gejala sumbatan jalan napas
bagian atas sampai sianosis. Hal ini sering terjadi pada anak.
Pada pemeriksaan laringoskopi tampak mukosa laring kemerh
an dan membengkak. Gerakan pita suara tidak terganggu kecuali bila
sudahterjadi edema pada pita suara (Soepardi, 2003 ; 272). Pada
laringitis kronis, serak merupakan gejala yang paling sering
ditemukan. Gejala serak berubah-ubah sepanjang hari, namun
paling parah pada pagi hari. Sering disertai batuk dan mendehem oleh
karena adanya sekret yang lengket dan kental di tenggorok (Soepardi,
2003 ;275). Laringitis kronis ditandai dengan suara serak yang
persisten.Laringitis kronis mungkin sebagai komplikasi dari sinusitis
kronis dan bronchitis kronis (Smeltzer, 2009 ; 551). Gejala laringitis
pada umumnya seperti sakit tenggorokan, batukyang dapat
merupakan gejala dari/atau faktor dalam menyebabkan laringitis,
kesulitan menelan, sensasi pembengkakan di daerah laring,dingin
atau gejala seperti flu (seperti batuk, juga dapat menjadi faktor
penyebab untuk laringitis), demam, kesulitan bernafas (kebanyakan
padaanak-anak), kesulitan makan, peningkatan produksi air liur dalam
mulut.

G. Pemeriksaan Penunjang
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu :
Laringoskopi, yang menunjukkan adanya pita suara
yangmembengkak dan kemerahan
Kultur eksudat pada kasus laringitis yang lebih berat
Biopsi, yang biasanya dilakukan pada pasien laringitis kronik
denganriwayat merokok atau ketergantungan alkohol
Pemeriksaan laboratorium CBC (complete blood cell count)
Pemeriksaan foto toraks pada tanda dan gejala yang berat

H. Penatalaksanaan
Medis
1. Kortikosteroid berguna dalam mengurangi peradangan
dan juga dalam mencegah atau meminimalkan jaringan
parut
2. Antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati patogen
saluran pernapasan bagian atas tidak menyediakan
cakupan untuk MRSA
3. Invasif infeksi akibat MRSA biasanya diobati dengan
vankomisin intravena . Alternatif termasuk daptomycin dan
linezolid
4. Antibiotik oral meliputi trimethoprimsulfamethoxazole ,
linezolid dan ketika rentan terjadi peradangan diberikan
klindamisin atau tetrasiklin
Umum
1. Istirahat bicara dan bersuara selama 2-3 hari.
2. Dianjurkan menghirup udara lembab.
3. Menghindari iritasi pada laring dan faring, misalnya
merokok,makanan pedas atau minuman dingin.d.
4. Penderita dapat berobat jalan. Kecuali bila ada tanda
sumbatan jalan napas, penderita harus dirawat
terutama pada anak-anak.

Terapi bedah
Tergantung pada stadium sumbatan laring. Pada anak
bila terjadigejala sumbatan jalan napas menurut klasifikasi
Jackson, dilakukanterapi sebagai berikut :-
1. Stadium I : Rawat, observasi, pemberian O2 dan
terapi adekuat.-
2. Stadium II-III : Trakeostomi-
3. Stadium IV : Intubasi dan oksigenasi, kemudian dilanjutkan
dengan trakeostomi.
4. Untuk laringits kronis, pengobatannya termasuk
mengistirahatkan suara, menghilangkan setiap infeksi traktus
respiratorius primer yangmungkun ada, dan membatasi
merokok. Penggunaan kortikosteroid topical, seperti inhalasi
beklometason dipropionate (vanceril), dapat digunakan
(Smeltzer, 2009 : 551).Dalam buku penatalaksanaan penyakit
dan kelainan THT (Fakultaskedokteran, 2003 ; 276),
penatalaksanaan pada laringitis kronis adalah menghindari
dan mengobati dan faktor-faktor penyebab dengan :
1. Istirahat bersuara (vocal rest), tidak banyakbicara atau
bersuarakeras.
2. Antibiotika, bila terdapat tanda infeksi.
3. Ekspektoral

Asuhan Keperawatan

Pengkajian

1. Riwayat kesehatan pasien lengkap yang menunjukkan


kemungkinan adanya tanda dan gejala sakit kepala, sakit
tenggorok, dan nyeri sekitar mata dan pada kedua sisi hidung,
kesilutan menelan, batuk, suara serak, demam, hidung tersumbat,
dan rasatidak nyeman mulai timbul
2. apa yang menjadi pencetusnya
3. apa yang bisa menghilangkan atau meringankan gejala
4. apa yang memperburuk gejala
5. kapan terjadi gejala
6. mengidentifikasi setiap riwayat alergi
7. Inspeksi menunjukkan pembengkakan, lesi atau asimetris hidung,
juga pendarahan atau rabas
8. Mukosa hidung diinspeksi terhadap temuan abnormal seperti
warna kemerahan, pembengkakan, atau eksudat dan polip hidung,
yang mungkin terjadi dalam rhinitis kronis
9. apa yang menjadi pencetusnya
10.apa yang bisa menghilangkan atau meringankan gejala
11.apa yang memperburuk gejala
12.kapan terjadi gejala
13.mengidentifikasi setiap riwayat alergi
14.Inspeksi menunjukkan pembengkakan, lesi atau asimetris hidung,
juga pendarahan atau rabas
15.Mukosa hidung diinspeksi terhadap temuan abnormal seperti
warna kemerahan, pembengkakan, atau eksudat dan polip hidung,
yang mungkin terjadi dalam rhinitis kronis

Diagnosa

1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas


2. Nyeri Akut
3. Gangguan komunikasi verbal

DAFTAR PUSTAKA

Somantri, Irman. (2007). Asuhan Keperawatan pada Pasien Dengan


Gangguan Sistem Pernapasan.Jakarta: Salemba

Mehanna,Hisham M. et al. (2004). The Journal of Laryngology and


Otology. ProQuest
Liakos, Tracey.(2010). The Annals Of Otology,Rhinology &
Laryngology. ProQuest