Anda di halaman 1dari 13

PENENTUAN IODINE DALAM URIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROPLATE

Ayu Apriliani, 260110140078

I.

Tujuan:

II.

Menentukan iodine didalam urine dengan metode microplate Prinsip:

2.1 Iodine

Iodine merupakan elemen penting dalam tubuh khususnya bagi hormone tiroid yang terlibat dalam mengatur proses metabolisme tubuh , yang diperlukan untuk sintesis hormon tiroid tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3). Iodine yang dibebaskan dapat dimanfaatkan kembali oleh kelenjar tiroid , sementara sisanya yodium dieksresikan dalam urin ( IOM, 2011).

2.2 Urin

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinalisasi. Eksresi urin diperlukan untuk mmebuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Dalam mempertahankan homeostasis tubuh , peranan urin sangat penting karena sebagian pembuanagn cairan oleh tubuh adalah melalui sekresi urin (Corwin, 2000).

2.3 Prinsip penentuan I2 dalam urin dengan microplate Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat yodium dalam urin umumnya didaarkan pada reaksi Sendall-Kolthoff(S-K. langkah pertama mencakup penghapusan zat yang mengganggu dan melepaskan iodin terikat ke senyawa eksiretoris urin, dengan asam klor , ammonium persulfate, pengabuan dan digesti lalu langkah melibatkan reaksi kimia antara Ce (IV) dan As(III) (Hidayati et all, 2011).

III. Reaksi

[I - ]

2Ce 4+ (aq) + As 3+ (aq)2Ce 3+ (aq) + As 5+ (aq)

(yellow)

IV. Teori Dasar

(colourless)

(Sokolik et all, 2011)

Hormon tiroid mempunyai banyak fungsi penting diantaranya metabolisme, pertumbuhan awal dan pengembangan organ, khususnya di otak . Hampir semua kegiatanfisiologis semua organisme memerlukan hormone tiroid. Oleh karena itu, kekurangan yodium selama periode kritis dalam hidup seseorang dapat menganggu sintesis hormone tiroid yang akan membuat melambatnya metabolisme tubuh dan menyebabkan kerusakan otak permanen (Salarkia et al, 2003).

Iodium merupakan mikronutrien penting untuk hewan dan manusia. Hal ini juga diperlukan untuk sintesis hormone tiroid, termasuk tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3), dan defisiensi yang menyebabkan lemahnya mental dan fisik pengembangan pada anak-anak dan juga gondok pada orang dewasa (Marjan, 2013).

Untuk melihat seberapa besar masukan iodium ke tubuh seseorang digunakan metode pengukuran kadar iodium dengan cara menampung urin selama 24 jam(Gardner DG, 2011, Zimmermann MB, 2015, & Soldin OP, 2002).Kadar iodium dalam urin dapat diukur dalam sampel urin sesaat sebagai konsentrasi iodium urin (μg/L) atau dalam urin tamping 24 jam sebagai jumlah iodium yang diekskresikan (μg/24 jam) (Donny K, 2015).

Metode microplate ini terdiri dari 2 bagian, yaitu pencernaan pengguna dengan ammonium persulfate yang diikuti oleh penentuan kalorimetri reaksi S-K menggunakan plat 96 multiwell dan lempeng absorbansi reader pada panjang gelombang 405 nm (Ohashi, 2000).

Pemeriksaan kadar EIU dilakukan dengan pengukuran intensitas cahaya yang melalui cairan urin. Pemeriksaan ini mempunyai prinsip yang pada reaksi Sandell- Kolthoff yang mengubah ion Ceric yang berwarna kuning menjadi ion Cerous yang

Warna urin dapat dipengaruhi

berwarna kuning muda sampai tidak berwarna

beberapa hal misalnya akibat mengkonsumsi makanan tertentu dan konsumsi obat. Perubahan warna urin tersebut dapat mempengaruhi hasil pembacaan (Rachmawati,

1997).

V. Alatdan Bahan

5.1 Alat

a. Erlenmeyer

b. Mikropipet

c. Microplate reader

d. Oven

e. Penangas air

f. Penyaring

g. Polypropylene serocluster 96

h. Sealing cassette

5.2 Bahan

a. amonium persulfat

b. arsenik trioksida

c. asam perklorat

d. asam sulfat

e. dihidrat sulfat

f. kalium Iodida

g. natrium klorida

h. potasium klorat

5.3 Gambar Alat

5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam
5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam
5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam
5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam
5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam
5.3 Gambar Alat VI. Prosedur dan Hasil Pembuatan larutan No Perlakuan Hasil 1. Pembuatan larutan asam

VI. Prosedur dan Hasil

Pembuatan larutan

No

Perlakuan

Hasil

1.

Pembuatan larutan asam klorat (3,3 mol / L).

-

- Melarutkan potasium klorat (500 g) dalam 1000 mL air dalam labu 2000-mL erlenmeyer dengan pemanasan selama 60 menit dalam waterbath

- Kemudian 375 ml asam perklorat ditambahkan perlahan dengan pengadukan konstan.

- Simpan larutan pada -25 ° C dalam freezer semalam.

- Suspensi yang dihasilkan disaring dengan kaca filter (5-10 mmmesh).

 

-

Filtrat disimpan dalam kulkas (4 ° C) sampai digunakan

 

2.

Pembuatan larutan amonium persulfat (1,31 mol / L)

. Ammonium persulfat yang ditimbang

 

- Larutkan amonium persulfat (30 g) dalam air sampai volume akhir 100 mL.

 

(

)

- Larutan harus segar sebelum digunakan

Massa = 7,4729 gram Dilarutkan dalam 100 mL aquadest dalam labu ukur

3.

Pembuatan larutan asam arsenat (0,05 mol / L). - Melarutkan arsenik trioksida (5 g) dalam 100 mL 0,875 mol / L larutan natrium hidroksida. -Menambahkan asam sulfat pekat (16 mL) perlahan-lahan ke dalam larutan ice bath. - Setelah pendinginan, tambahkan 12,5 g natrium klorida ke dalam larutan, dan campuran diencerkan sampai 500 mL dengan air dingin dan disaring.

Arsen Trioksida yang ditimbang :

 

(

)

Massa = 0,2473 gram NaOH yang ditambahkan sebanyak 5

mL

NaOH yang ditimbang :

 

Masaa = 0,175 gram Asam sulfat yang ditambahkan :

 
 

NaCl yang ditambahkan

 
   

arsen trioksida 0,05 M

4.

Pembuatan amonium sulfat ceric (0,019 mol / L). -Larutkan Tetraammonium cerium (IV) sulfat dihidrat (6 g) dalam asam sulfat 1,75 mol/ L dan sesuaikan dengan volume akhir 500 mL dengan larutan asam yang sama.

Dibuat larutan ceric amonium sulfat sebanyak 25 ml x/25 ml = 6 g/ 500 ml

x

= 300 mg

pengenceran H 2 SO 4 96%

M 1 x V 1 = M 2 x V 2 1,75 x 25 ml = 18,02 x V 2

 

V

2 = 2,427 ml (Aquades ad 25 ml)

5.

Pembuatan kalibrator yodium.

Ditimbang 168,6 mg kalium iodat dalam 50 mL (2000 ppm iodin) Variasi konsentrasi 2000 ppm; 1000 ppm; 500 ppm; 250 ppm, 125 ppm; 62,5 ppm; 31,25 ppm; 15, 625 ppm; 7,8125 ppm.

Larutkan 168,6 mg kalium iodat dilarutkan dalam air dalam labu volumetrik 100 mL, untuk membuat larutan stok 7.88 mmol / L (1000 mg / L iodine).

-

-

Siapkan larutan stok diencerkan 100-

10000 kali lipat, dan larutan kerja 0,039-

 

4,73 mmol / L (5-600 mg / L iodine)

Percobaan metode APDM

No

Perlakuan

Hasil

 

Pipet 50 μl kalibrator dan sampel urin ke dalam well polypropylene plate (PP)

-

Sampel urin diletakkan di microwell plate dengan pola tertentu.

Tambahkan larutan ammonium persulfate 0,87 mol/L

-

-

Masukkan dalam cassette, tutup rapat

cassette

 

- Simpan selama 60 menit di dalam oven pada

suhu 110°

-

Dinginkan bagian bawah cassette hingga

Setelah pemanasan microplate harus segera dialiri air untuk menghindari adanya kondensasi yang menyebabkan penguapan cairan

mencapai suhu kamar dengan air kran untuk menghindari kondensasi uap dibagian atas well.

Buka cassette, pindahkan 50 μL aliquot ke dalam 96 well microtiter plate

-

 

-

Tambahkan 100 μL larutan asam arsenic

Asam arsenik ditambahkan 100 µl dan ceric amonium sebanyak 50 µl kemudian pengukuran dilakukan sebelum inkubasi (0 menit) dan setelah inkubasi (30 menit) (hasil absorbansi terlampir)

ke dalam well - Campurkan 50 μL ammonium ceric dengan cepat

Reaksi akan berlangsung selama 30 menit pada suhu 25°C - Absorbansi diukur pada panjang gelombang 405 nm (menggunakan microplate reader)

-

Tabel Kurva Kalibrasi dan Absorbansi Sampel Urin 1

0 menit

x

y

0.89279003

1.0995

1.193820026

1.1925

1.795880017

1.4995

2.397940009

1.742

3.301029996

2.3485

 

Kurva 0

 

2.5

2

y = 0.5152x + 0.5891 R² = 0.9869
y = 0.5152x + 0.5891
R² = 0.9869
 

Axis Title

1.5

1

1 Series1

Series1

Linear (Series1)

 

0.5

 

0

 

0

1

2

3

4

 

LOG c

30 menit

   

x

y

 

0.89279003

 

1.053

 

1.193820026

1.1425

 

1.795880017

1.467

 

2.397940009

1.669

 

3.301029996

2.2145

Kurva 30 2.5 y = 0.4796x + 0.5902 2 R² = 0.9901 1.5 Series1 1
Kurva 30
2.5
y = 0.4796x + 0.5902
2
R² = 0.9901
1.5
Series1
1
Linear (Series1)
0.5
0
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
LOG Konsentrasi
A

KADAR IODIN

0 menit

No

A1

A2

Rata-rata

mikrogram/L

 

1

0.586

2.029

1.3075

1.394409938

24.79761642

2

0.258

0.513

0.3855

-0.395186335

0.402544284

3

0.4

1.284

0.842

0.490877329

3.096544526

4

0.418

0.364

0.391

-0.38451087

0.412561911

5

0.258

0.326

0.292

-0.576669255

0.265051792

6

0.481

0.312

0.3965

-0.373835404

0.422828835

7

0.343

0.484

0.4135

-0.340838509

0.456206523

8

0.347

2.207

1.277

1.335209627

21.63762687

9

0.462

0.463

0.4625

-0.245729814

0.5678978

10

0.271

0.268

0.2695

-0.620341615

0.239694675

11

0.448

0.406

0.427

-0.314635093

0.484579354

12

0.434

0.934

0.684

0.184200311

1.528270783

13

0.422

0.497

0.4595

-0.251552795

0.560334296

14

2.128

0.886

1.507

1.781638199

60.48367885

15

0.569

0.317

0.443

-0.283579193

0.520500088

16

0.196

0.343

0.2695

-0.620341615

0.239694675

17

1.301

1.233

1.267

1.315799689

20.69186753

18

0.405

0.981

0.693

0.201669255

1.590996611

19

1.032

1.131

1.0815

0.955745342

9.031197538

20

0.463

0.412

0.4375

-0.294254658

0.507861559

21

0.315

0.416

0.3655

-0.434006211

0.368123709

22

1.676

0.323

0.9995

0.796583851

6.260137192

23

0.793

0.183

0.488

-0.196234472

0.636451813

24

1.315

2.6

1.9575

2.656055901

452.9558788

25

2.361

2.154

2.2575

3.238354037

1731.227082

26

0.7

0.536

0.618

0.05609472

1.137875432

27

0.589

0.679

0.634

0.087150621

1.222223476

28

0.636

0.795

0.7155

0.245341615

1.759306936

29

0.569

0.612

0.5905

0.002717391

1.006276641

30

2.531

2.204

2.3675

3.451863354

2830.50127

31

0.059

0.057

0.058

-1.030861801

0.093140421

32

0.286

0.831

0.5585

-0.05939441

0.872178928

33

0.924

0.51

0.717

0.248253106

1.771140873

34

0.381

0.372

0.3765

-0.41265528

0.386673777

35

0.534

0.751

0.6425

0.103649068

1.269547832

 

36

0.311

0.359

0.335

-0.493206522

0.32121327

37

0.349

0.316

0.3325

-0.498059006

0.317644247

38

1.484

0.54

1.012

0.820846273

6.619821412

39

0.604

0.384

0.494

-0.184588509

0.653749682

30

menit

No

A1

A2

Rata-rata

Log C

C (mcg/L)

 

1

0.347

1.302

0.8245

0.48853211

3.079868047

2

0.269

0.535

0.402

-0.392410342

0.405125573

3

0.369

0.903

0.636

0.095496247

1.24593747

4

0.43

0.37

0.4

-0.396580484

0.401254131

5

0.266

0.299

0.2825

-0.641576314

0.22825678

6

0.49

0.32

0.405

-0.386155129

0.411002885

7

0.355

0.486

0.4205

-0.35383653

0.442754995

8

0.315

0.873

0.594

0.007923269

1.01841144

9

0.46

0.477

0.4685

-0.253753128

0.557502568

10

0.272

0.272

0.272

-0.663469558

0.217035333

11

0.445

0.409

0.427

-0.34028357

0.456789834

12

0.264

0.516

0.39

-0.417431193

0.382444841

13

0.325

0.508

0.4165

-0.362176814

0.434333358

14

1.099

0.472

0.7855

0.407214345

2.553961495

15

0.429

0.306

0.3675

-0.464345288

0.343284909

16

0.201

0.348

0.2745

-0.658256881

0.219656025

17

0.607

0.45

0.5285

-0.128648874

0.74362011

18

0.284

0.366

0.325

-0.552960801

0.279923397

19

0.455

0.511

0.483

-0.2235196

0.59769607

20

0.472

0.412

0.442

-0.309007506

0.490899391

21

0.328

0.423

0.3755

-0.447664721

0.356726423

22

0.711

0.326

0.5185

-0.149499583

0.708761987

23

0.797

0.185

0.491

-0.206839033

0.621099197

24

0.785

1.829

1.307

1.494578816

31.23049125

25

2.241

2.021

2.131

3.212677231

1631.83871

26

0.7

0.536

0.618

0.057964971

1.142786157

27

0.317

0.71

0.5135

-0.159924937

0.691950556

28

0.585

0.591

0.588

-0.004587156

0.989493268

29

0.41

0.381

0.3955

-0.405963303

0.392678115

30

2.193

1.177

1.685

2.282735613

191.7501061

31

0.058

0.055

0.0565

-1.112802335

0.077125442

32

0.276

0.482

0.379

-0.440366972

0.362771389

33

0.473

0.338

0.4055

-0.385112594

0.411990694

34

0.357

0.342

0.3495

-0.501876564

0.31486431

35

0.541

0.77

0.6555

0.136155129

1.368217463

36

0.284

0.357

0.3205

-0.56234362

0.273940586

37

0.36

0.32

0.34

-0.521684737

0.300825926

38

0.783

0.536

0.6595

0.144495413

1.394746926

39

0.601

0.394

0.4975

-0.193286072

0.640787348

- Perhitungan pada menit 0

 

Absorbansi 1

: 0.586

Absorbansi 2

: 2.029

Rata-rata

 

: 1.3075

Log C

: 1.394409938

Y = 0.5152x + 0.5891

1.3075 = 0.5152x + 0.5891

x = 1.39440994

konsentrasi = antilog x = 24.79761642 mcg/L

- Perhitungan pada menit 30

Absorbansi 1

: 0.347

Absorbansi 2

: 1.302

Rata-rata

: 0.8245

Log C

: 0.48853211

Y = 0.4796x + 0.5902

0.8245 = 0.4796x + 0.5902

x = 0.48853211

konsentrasi = antilog x= 3.079868047 mcg/L

rata-rata kadar iodin =

VII.

Simpulan

=13.9387422335 mcg/L

Dengan menggunakan metode microplate, kadar iodine dalam urin dapat diketahui dengan prinsip reaksi antara arsenik dan cerium yang dikatalis oleh iodin sehingga iodin dalam urin dapat diketahui kadarnya dengan pengukuran absorbansi. Konsentrasi yang diperoleh dalam sampel urin 1 yaitu 13.9387422335 mcg/L.

Daftar Pustaka

Corwin, E.J.2000.Buku Saku Patofisiologi.EGC: Jakarta.

Donny K, Mulyantoro, Ina Kusrini, dan Djoko Kartono. 2015. Estimation of iodine

contentin 24 hours urine sample from spot sample. Penelitian Gizi dan Makanan.

Vol. 38 (2): 87-94

Gardner DG, and Shoback D. 2011. Greenspan’s basic and clinical endocrinology, ninth ed. San Fransisco: Lange Clinical Medicine McGraw-Hill Medical.

Hedayati, M., Khazan, M., Yaghmaee, M. Z., Behdadfar, L., Daneshpur, M. S. Rapid Microwave Digestion and Microplate Reading Format Method for Urinary Iodine Determination. Clin Chem Lab Med 2011; 49(10): 1749-1751 IOM. 2001. Iodine. In: Dietary Reference Intakes for Vitamin A Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silico, Vanadium and Zinc. Food and Nutrition Board. Institute if Medicine> National Academy Press, Washington DC.

Marjan Khazan, Fereidoun Azizi, Mehdi Hedayati. 2013. A Review on Iodine

Determination Methods in Salt and Biological Samples. Scimetr.

2013;1(1):e14092

Ohashi T, Yamaki M, Pandav CS, Karmarkar MG, Irie M. Simple microplate method for determination of urinary iodine. Clin Chem: 46 (4); 529-36 Rachmawati B. 1997. Pengaruh waktu penyimpanan dalam suhu ruang (26-34 derajat celcius) terhadap kadar iodium dalam urin. Semarang: Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Salarkia N, Hedayati M, Mirmiran P, Kimiagar M, Azizi F. Evaluation of the impact of an iodine supplementation programme on severely iodine-deficient schoolchildren with hypothyroidism. Public Health Nutr. 2003;6 (6): 529-33

Sokolik, Charles W, Walker, Annie S, Nishiolaka, Gary M.2011. A Simple and Sensitive Assay for Measuring Very Small Volumes of Microprinted Solutions. Anal Chem Insights. Vol.6:61-66.