Anda di halaman 1dari 27

STANDARD

PROSEDUR
OPERASIONAL
SPBU WONOKOYO

Tahun 2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Siapa yang tidak mengenal Pertamina. Ia merupakan perusahaan minyak dalam negri yang terus

berusaha untuk meningkatkan kualitasnya. Banyak sekali perbaikan yang dilakukan oleh

Pertamina jingga akhirnya Pertamina menjadi perusahaan dalam negri yang mampu menembus

pasar dunia dan tak boleh diremehkan.

Sejarah berdirinya.

..

SPBU Wonokoyo Adalah SPBU yang bekerjasama secara resmi dengan Pertamina. Adanya

kerjasama yang resmi ini diharapkan SPBU dapat memberikan pelayanan terbaik kepada

masyarakat. Diharapkan konsumen akan mendapatkan BBM yang berkualitas dengan takaran

yang pas..

Jaminan Kualitas Pelayanan

SPBU Pertamina (distributor Pertamina) yang telah bekerjasamasecara resmi dapat

memberikan pelayanan terbaik dengan standart yang telah ditentukan. Konsumen akan

mendapatkan kualitas dan kuantitas BBM yang teerjamin dengan pelayanan yang ramah dan

fasilitas yang nyaman.

SPBU Wonokoyo menggunakan alat pengukur kualitas dan kuantitas lebih akurat, sehingga

kualitas dan kuantitasnya lebih terjamin. SPBU Wonokoyo juga menerapkan monitoring yang

ketat. SPBU Wonokoyo selalu melakukan test kecepatan berkala dengan batas toleransi akurasi
yang lebih ketat daripada SPBU lainnya. Tes ini dilakukan untuk menjamin ketepatan takaran.

Pompa yang telah melewati batas toleransi akan dilakukan kalibrasi ulang oleh Dinas Metrologi.

Agar kualitas bahan bakar tetap terjamin, SPBU akan melakukan pengujian kualitas 3 kali lebih

banyak dengan batas toleransi yang lebih ketat..

SPBU Wonokoyo adalah sebuah badan usaha yang menyelenggarakan pelayanan penjualan

Bahan Bakar Minyak secara professional yang menyediakan penjualan produk utamanya

diantaranya adalah :

1. Premium
2. Solar
3. Pertamax
4. Pertalite

SPBU Wonokoyo juga menyediakan produk pendamping yang mampu berkompetisi dengan

SPBU lainnya diantaranya adalah Oli , Nitrogen Gas dan Elpiji.

Dalam melakukan pelayanan, SPBU Wonokoyo didukung oleh Sumber Daya Manusia yang

mumpuni dalam melakukan pelayanan, tenaga yang bekerja harus memiliki standart kompetensi.

B. Tujuan

Dengan dibuatnya Standard Prosedur Operasional Organisasi SPBU Wonokoyo adalah,

bertujuan sebagai dan untuk :

1. Sebagai pegangan dalam menggerakkan organisasi Organisasi SPBU Wonokoyo dalam

rangka mengembangkan SPBU Wonokoyo agar lebih baik dan memiliki pelayanan yang

profesional.

2. Sebagai acuan untuk melaksanakan pelayanan dan kegiatan administrasi yang baik dalam

Organisasi SPBU Wonokoyo.


3.

C. Ruang Lingkup

Standard Prosedur Operasional Organisasi SPBU Wonokoyo meliputi penataan organisasi,

jabatan, ketenagaan, mekanisme kerja dan penataan administrasi bagi unit yang berada di

jajaran struktur organisasi.

Selain itu, sebagai pelimpahan kewenangan dan kemandirian maka pedoman ini juga

diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghormati kewenangan dan kemandirian

masing-masing bagian dengan interaksi, komunikasi dan integrasi dalam setiap kegiatan

yang berhubungan dengan pelayanan dan kegiatan administrasi..

BAB II

GAMBARAN UMUM
SPBU WONOKOYO

UD. WONOKOYO adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang SPBU (Stasiun

Pengisian Bahan Bakar Umum). Pengawasan kualitas menyangkut kesesuaian mutu

produk BBM terhadap standar yang diserahkan kepada konsumen sesuai dengan badan

metrologi. Tujuannya adalah untuk menjamin mutu dan jumlah BBM di SPBU

WONOKOYO mulai dari penerimaan, penimbunan, dan penyaluran agar tetap baik

dan memenuhi spesifikasi.

Perusahaan ini berdiri pada tanggal 20 Agustus 2004 dengan akta Notaris tanggal 09

September 2003 No 2 dihadapan Notaris Laura Elisabeth Palilingan, SH. Dengan

Nomor NPWP: 02. 127. 394. 1. 002. 000, dan Nomor SIUP: 00611/13-1. 824. 51.

Perusahaan ini berlokasi di Jl Hj Naman no 29 pondok kelapa Jakarta Timur. UD.

WONOKOYO mempunyai pegawai tetap sebanyak 22 orang, yang terdiri dari 11

orang operator SPBU, 3 orang security, 1 orang teknisi, 1 orang office boy, 1 orang

supervisor, manajer operasional, direktur,dan direktur utama. UD. WONOKOYO

Utama bekerja sama dengan PERTAMINA (persero).

UD. WONOKOYO memiliki 4 tangki pendam yang terdiri dari 2 tangki pendam

Premium yang berkapasitas 30.000 litter, 1 tangki pendam Pertamax

berkapasitas 20.000 litter, 1 tangki pendam Biosolar yang berkapasitas 20.000 litter.

Visi dan Misi Perusahaan


Visi UD. WONOKOYO adalah menjadi perusahaan distributor bahan bakar minyak yang
selalu terdepan dalam melayani, memahami, dan memenuhi kebutuhan atau keinginan
konsumen khususnya di dunia industri Indonesia.
Misi UD. WONOKOYO adalah sebagai perusahaan distributor bahan bakar minyak
yang berkualitas dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dan
menjaga kualitas barang yang dijual kepada konsumen.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI SPBU WONOKOYO
Berikut adalah struktur organisasi yang ada di SPBU Wonokoyo :

BAB V

STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN JABATAN

BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA


Berikut adalah tugas dan wewenang organisasi yang ada di SPBU.

A. Direktur
Merupakan pimpinan dalam perusahaan ini, tugas dan wewenangnya adalah sebagai
berikut:

a. Bertanggung jawab untuk merumuskan tujuan, rencana, dan kebijakan umum


perusahaan.

b. Memimpin dan bertanggung jawab secara operasional dari seluruh kegiatan

perusahaan.

c. Memberikan tugas kepada masing-masing manager untuk disalurkan kepada

masing-masing bawahannya.

d. Mengawasi dan memberikan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan


perusahaan.

B. Manajer Operasional
a. Mengawasi dan memimpin seluruh kegiatan operasional dan administrasi
penerimaan, penimbunan dan penjualan BBM di SPBU
b. Mengawasi dan mengecek persediaan BBM pada monitor tangki pendam

c. Membina hubungan baik dengan PT. PERTAMINA (persero), aparat

pemerintahan dan tokoh masyarakat di sekitar SPBU

d. Membuat laporan penerimaan mingguan dan bulanan, stok, penjualan BBM


dan

non BBM dan bisnis lainnya secara keseluruhan kepada manajer

e. Mengusulkan penilaian kinerja foreman (reward, punishment, dan training)


C. Supervisor
Tugas dan wewenangnya adalah sebagai berikut:

a. Mengawasi seluruh kegiatan operasional pada setiap operator di SPBU

b. Melaksanakan kegiatan penerimaan SPBU, dengan didampingi oleh sekuriti

c. Melakukan kontrol keuangan dilingkungan SPBU

d. Mengelola bisnis BBM, non BBM dan bisnis lainnya di SPBU sesuai dengan
target

yang ditentukan

e. Bertanggung jawab terhadap pengamanan sarana dan fasilitas SPBU,

keselamatan kesehatan kerja dan lindungan lingkungan, serta mengelola


Sumber Daya Manusia di SPBU

D. Staff Administri / Kasir / Bagian Akuntansi


Tugas dan wewenang antara lain:
a. Melaksanakan administrasi keuangan operasional BBM, non BBM dan bisnis

lainnya di SPBU

b. Melakukan pencatatan dan pembukuan seluruh transaksi keuangan harian

c. Membuat laporan penjualan dan keuangan bulanan (arus kas, ikhtisar


rugi/laba)

serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik

d. Melakukan kegiatan penebusan BBM dan non BBM dan penagihan piutang
pihak ketiga (pelanggan)
e. Menerima, mengklasifikasi, mencatat dan menatata surat-menyurat serta
administrasi perusahaan

f. Melaksanakan pembayaran listrik, telepon, air dan biaya umum lainnya

g. Melaksanakan pembayaran gaji pekerja di SPBU

h. Melakukan pencatatan administrasi data personalia

i. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan cleaning service

E. Operator SPBU
Tugas dan wewenangnya antara lain:

a. Mengoperasikan dispensing pump untuk melayani penjualan kepada


konsumen

berdasarkan standar operasi pelayanan konsumen yang diberlakukan

b. Mampu menngoperasikan alat pemadam api, bila diperlukan

c. Mencatat setiap jumlah transaksi, sesuai dengan data totalisator dispensing


pum dengan jumlah uang hasil penjualan dan membuat laporan penjualan
harian sesuai shift, selanjutnya dilaporkan kepada foreman BBM
d. Menerima pembayaran dan memberikan uang kembalian sesuai dengan
jumlah

transaksi

e. Membuat bon dan kuitansi atas permintaan konsumen

f. Menjaga keselamatan dan keamanan kerja

g. Mengatur antrian kendaraan konsumen disekitar dispenser

h. Berperan aktif dalam menjaga kebersihan peralatan dan lingkungan SPBU

i. Sigap dalam mengambil tindakan dalam keadaan darurat


F. Sekuriti
Tugas dan wewenangnya antara lain:

a. Melakukan pengamanan sarana dan fasilitas, pekerja dan konsumen di area

SPBU

b. Mengatur ketertiban arus lalu lintas kendaraan konsumen di area SPBU

c. Melakukan koordinasi dengan aparat dan tokoh masyarakat setempat

d. Mengisi log book situasi dan kondisi keamanan di area SPBU dan sekitarnya

e. Mengaktifkan dan memutuskan aliran listrik sesuai kebutuhan

f. Memeriksa untuk memastikan bahwa alat pengamanan peralatan berfungsi


dan

dalam keadaan terkunci/aman

g. Menutup jalur masuk dan keluar bila SPBU tidak beroperasi.

G. Teknisi
Tugas dan wewenangnya antara lain:

a. Melakukan perbaikan pada mesin operator, mesin tangki pendam, mesin


pompa,

komputer pada monitoring penjualan BBM, komputer pada monitoring

persediaan BBM pada tangki pendam, dan sebagainya.

b. Melakukan maintenance atau perawatan pada mesin-mesin di SPBU,


termasuk

pada komputer-komputer di SPBU.


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL SPBU WONOKOYO

Sistem akuntansi pembelian hendaknya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah
ditetapkan perusahaan dimana yang tujuannya adalah untuk menetapkan
pertanggungjawaban serta untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai barang
yang diterima dan dipesan karena kecermatan dalam pencatatan akuntansi akan membantu
terwujudnya efisiensi dan efektifitas kerja, oleh karena itu dirasa sangat perlu untuk
mengetahui bagaimana sistem akuntansi pembelian dari suatu kegiatan usaha.

Sistem yang ada dan prosedur pembelian yang baku sangat penting dalam pelaksanaan
kegiatan pembelian, agar ke depannya kegiatan pembelian dapat dipertanggungjawabkan
dengan benar. Memiliki sistem yang baik agar prosedur dan aturan yang ada dapat berjalan
dengan baik sesuai kebutuhan yang diperlukan oleh bagian yang terkait. Pembelian
merupakan suatu pengadaan barang yang dapat digunakan untuk kebutuhan perusahaan atau
dapat dijual kembali kepada pihak lain. setiap perusahaan baik perusahaan dagang,
perusahaan manufaktur, maupun perusahaan jasa didalam menjalankan kegiatan
operasionalnya selalu memerlukan barang-barang yang pengadaannya harus dibeli dari
pihak lain (pemasok) dan itu semua dilaksanakan untuk berjalannya kegiatan normal
perusahaan.

Untuk melaksanakan sistem akuntansi pembelian yang baik, maka diperlukan adanya
pengawasan yang ketat terhadap fungsi-fungsi penerimaan dan pembelian pada perusahaan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kekayaan perusahaan dan dipatuhinya kebijakan
manajemen. Maka lajunya proses pembelian akan ditangani secara baik.

Secara singkat masalah pembelian merupakan elemen yang penting dan perlu mendapat
penanganan serius oleh perusahaan. Mengingat pentingnya pembelian barang dagangan
dalam hal ini yaitu stock bahan bakar minyak (BBM) serta pentingnya pengendalian intern
yang berhubungan dengan sistem akuntansi pembelian bahan bakar minyak agar terhindar
dari kesalahan dan penyelewengan, serta untuk menjaga asset

SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN DI SPBU WONOKOYO

Sistem Akuntansi pembelian bertujuan untuk mencatat mutasi tiap jenis pembelian
Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disimpan di dalam tanki pendam, seperti :Premium, Premium
Pertamax, dan Solar.
1. Bahan Bakar Minyak Premium Yaitu: Bahan Bakar Minyak yang digunakan untuk kendaraan
bermesin bensin baik itu mobil maupun sepeda motor.
2. Bahan Bakar Minyak Pertamax , Pertalite yaitu: Bahan Bakar Minyak yang mempunyai sistem
pembakaran lebih sempurna jika dibandingkan dari bahan bakar minyak premium biasa,
sehingga dapat membuat mesin kendaraan lebih bertenaga dan awet.
3. Bahan Bakar Minyak Solar yaitu: Bahan Bakar Minyak yang digunakan untuk kendaraan
bermesin tenaga diesel, biasanya yang menggunakan bahan bakar ini mobil berat.

Bagian-Bagian Yang Terkait Dalam Alur Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pada
SPBU WONOKOYO

1. Bagian Persediaan Bahan Bakar Minyak (Supervisor)


Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi persediaan bertanggung jawab untuk mengajukan
permintaan pembelian kembali apabila persediaan telah mencapai titik minimum persediaan
yang harus diadakan kembali untuk menjalankan kegiatan normal SPBU yaitu
pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen. Dalam hal ini dilakukan oleh
supervisor SPBU.

2. Bagian Administrasi / Kasir / Akuntansi, Bagian ini bertanggung jawab untuk memperoleh
informasi mengenai jenis, kuantitas, harga bahan bakar minyak, menentukan pemasok yang
dipilih dalam penggadaan bahan dan menggeluarkan order pembelian kepada pemasok yang
dipilih. 3.Bagian Bendahara Bagian ini bertanggung jawab untuk pembiayaan purchase order
pembelian kepada pemasok melalui jasa transfer bank serta bertanggung jawab untuk mencatat
transaksi pembelian kedalam registrasi kas keluar untuk menyelenggarakan arsip dokumen.

ALUR PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK PADA SPBU WONOKOYO

1. Proses Pada Saat Pemesanan dan Pembelian Bahan Bakar Minyak


A. Dimulai dari bagian persediaan membuat surat permohonan permintaan pembelian
bahan bakar minyak (BBM) yang disesuaikan dengan kebutuhan SPBU .
B. Surat permintaan pembelian tersebut dibuat 2 rangkap. Rangkap 1 untuk dikirim
kepada Bagian Administrasi dan Rangkap 2 untuk arsip yang digunakan untuk
perbandingan pada saat pendistribusian persediaan dari pemasok.
C. Bagian administrasi umum menerima surat permintaan pembelian dari bagian
persediaan dan bagian umum membuat purchase order sebanyak 5 rangkap yaitu:
- Purchase order rangkap 1 diserahkan ke kepala SPBU
- Purchase order rangkap 1 dikirim ke kepala SPBU sebagai

sarana pemberitahuan bahwa perusahaan akan melakukan pembelian persediaan dan


untuk dimintai persetujuan.

a. Purchase order rangkap 2 diserahkan ke manajer.


Purchase order rangkap 2 dikirim ke manajer agar segera melakukan perencanaan
penebusan BBM dan menyusun planning kedatangan BBM.

b. Purchase order rangkap 3 diserahkan ke pemasok


Purchase order rangkap 3 dikirim kepada pemasok untuk permintaan pembelian bahan
bakar minyak yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kemudian perusahaan
menunggu keputusan dari pemasok serta pengiriman bahan bakar minyak dari pemasok
ke SPBU akan dilakukan jika pembelian telah dilunasi terlebih dahulu melalui tranfer
uang dengan menggunakan jasa bank yang telah ditunjuk sebagai tempat pembayaran.

c. Purchase order rangkap 4 diserahkan ke bendahara


Purchase order rangkap 4 digunakan bendahara untuk mengetahui seberapa besar
keuangan untuk pembelian persediaan yang akan dibayar SPBU kepada pemasok melalui
pembayaran transfer bank.

d. Purchase order rangkap 5 untuk diarsipkan


Purchase order rangkap 5 diarsipkan bagian administrasi umum sebagai sarana bukti dan
pertanggung jawaban kepada pimpinan atas transaksi yang telah dibuat.

2. Proses Pada Saat Distribusi Bahan Baku yang Dikirim Oleh Pemasok ke SPBU
A. Setelah proses pemesanan dan pembelian kepada pemasok. Kemudian SPBU Menerima
bahan bakar minyak dari pemasok dengan disertai surat pengantar
berupa:
- Rangkap 1 yaitu Delivery Note Customer
- Rangkap 2 yaitu Delivery Note Invoice
B. Sebelum pihak pertamina melakukan bongkar muat Bahan Bakar Minyak dari mobil
pertamina terlebaih dahulu
- Bagian persediaan menerima delivery note customer dan delivery note Invoice.
- Delivery customer digunakan untuk melakukan pemeriksaan antara rangkap 1
purchase order yang dibawa pihak pertamina/pemasok dengan surat permintaan
pembelian yang diarsipkan bagian persediaan SPBU.
- setelah pemeriksaan dilakukan jumlah bahan bakar minyak yang diterima sesuai
dengan pesanan kemudian melakukan pengecekan secara fisik terhadap jumlah
minyak yang ada didalam mobil tanki PT. Pertamina dengan mengunakan stick
ukur untuk mengetahui jumlah minyak apakah telah sesuai dengan (PO) yang
dibawa sopir mobil PT. Pertamina
- kemudian (PO) ditandatanggani setelah disetujui pihak SPBU dan diarsipkan
sedangkan Invoce dikirim kebendahara untuk melakukan pencatatan laporan
keuangan serta pengarsipan nya.

FLOWCHART PEMBELIAN BBM PADA SPBU WONOKOYO

Bagian Persediaan (Supervisor) Dari Pemasok (PT. Pertamina)


Mulai

Membua 2
t SPP DN
1
Diotoris
asi
kepala Membanding
SPBU kan DNdan
2 SPP Setelah
SPP 1 disetujui
pihak
SPBU
2 barulah
bongkar
DN muat
1 1 BBM

N
N
8

Keterangan Istilah :

SPP : Surat Permintaan Pembelian PO : Purchase Order


DN 1 : Delevery Note Customer SP : Slip Penyetoran
DN 2 : Delevery Note Invoice BBM : Bahan Bakar Minyak

Keterangan Flowchart :
: Simbol dokumen
: Simbol terminal, Permulaan/akhir
suatu program. : Simbol connector, Sambungan
dari proses ke proses lainnya
: Simbol arus, jalan nya arus dalam halaman yang sama.
Suatu proses : Off page connector, Penghubung
pada halaman berbeda.
: Simbol manual, Suatu tindakan : Arsip, penyimpanan dokumen (proses)
yang tidak dilakukan : Kegiatan manual, membandingkan
Komputer. dan memeriksa jenis kegiatan.
: Keterangan komentar memperjelas
pesan yang disampaikan.

Bagian Administrasi Umum Supervisor SPBU


1
2

SPP 1
PO 1

Membuat
purchase Diotorisasi
order spv
Diotorisasi
spv
SPBU
SPBU

5 PO 1
4
3
2 N
PO 1 Memberikan
persetujuan
dengan
komunikasi
N via hp.
4
2
5
3

Manajer

MANAJER SPBU
5 8

PO 4
DN 2

Transfer
N
pembayaran ke
pemasok
melalui
Rek. bank

ALUR PENJUALAN BBM


(BAHAN BAKAR MINYAK)
PADA SPBU WONOKOYO
MASANGAN
2

Bagian-Bagian Yang Terkait


Dalam Alur Pembelian Bahan
SP 1
Bakar Minyak (BBM) Pada
N SPBU WONOKOYO
1. Bagian Operator :
- Pada awal shift
:
Diserahkan pada 1. Mengecek kondisi
saat pemasok mesin bbm apakah
datang mengirim
dalam keadaan kondisi
BBM
6 standard pemakaian.
PO
2
2. Siap menerima pelanggan.
- Pada saat menerima pelanggan :
1. Menerima pelanggan sesuai dengan antrian, dengan ramah dan senyum, serta
Memeriksa
mengucapkan salam. PO
2. Menanyakan kepada pelanggan produk apakah yang akan dipilih sebagai bahan
Melakukan
perencanaan
bakarnya, memberikan opsi pilihan yakni apakah premium,
penebusan BBM pertamax ataukah solar.
3. PO dan menyusun
Menanyakan berapakah satuan liter atau satuanplanning
harga yang diinginkan.
4. Menunjukkan kepada2 pelanggan posisi layarkedatangan
hitung dalam
BBM keadaan 0
5. Mengisi BBM sesuai dengan satuan hitung yang diinginkan pelanggan.
6. Menanyakan kepada pelanggan apakah ia meminta struk penjualan.
7. Apabila ya : N
- Maka petugas mencetakkan struk penjualan kemudian diserahkan kepada
pelanggan, setelah itu meminta pembayaran sesuai dengan satuan hitung yang
telah dilayani.
Apabila tidak :

- Maka petugas langsung meminta pembayaran sesuai dengan satuan hitung yang
telah dilayani.
8. Melayani pelanggan berikutnya dengan langkah 1 7.
- Pada saat akhir shift :
1. Mencetak penjualan per shift.
2. Menghitung hasil penjualan dan mencocokkan dengan print out per shift.
3. Setelah itu laporan print out dan setoran uang disusun rapi kemudian disetorkan
kepada kasir.
4. Serah terima setoran antara operator dengan kasir melalui buku setoran yang
ditandatangani oleh kedua belah pihak.

2. Bagian Kasir:
- Pada saat menerima setoran operator :
1. Mengucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
2. Menerima laporan ganti shift operator beserta uang setoran.
3. Menghitung dan memeriksa nominal setoran apakah sudah sesuai dengan laporan
ganti shift.
4. Menandatangani buku setoran sebagai tanda uang yang diterima telah sesuai
dengan laporan ganti shift.
5. Melakukan prosedur yang sama dengan semua operator dari mulai langkah 1 4
- Pada saat melakukan pencatatan kedalam sistem billing penjualan :
1. Merekap seluruh setoran penjualan BBM kedalam buku rekap penerimaan
penjualan.
2. Menghitung dan mencocokkan seluruh laporan ganti shift. apabila dalam laporan
ganti shift masih terdapat kesalahan hitung atau transaksi, maka meminta operator
untuk merevisi sampai laporan benar dan sesuai. Apabila keseluruhan laporan
ganti shift sudah benar dan tidak ada kesalahan, maka kasir membuat laporan kas
harian.
3. Membuat laporan kas harian :
- Menginput laporan penerimaan operator ke dalam sistem komputer (laporan
kas harian)
- Menginput mutasi kas harian.
- Menyimpan laporan kas harian ke dalam data base computer.
- Mencetak laporan kas harian dan diserahkan ke bagian akuntansi untuk dicatat
sebagai transaksi laporan keuangan.
- Mencetak laporan bukti kas masuk paada setiap setoran operator.
- Melekatkan / menggabungkan laporan kas masuk dengan bukti setor ganti
shift dari operator.
- Mengurutkan sesuai tanggal laporan lkh dan laporan kas masuk.
- Melaporkan laporan kas harian setiap hari kepada bagian akuntansi.

- Pada saat membuat laporan penerimaan dan pengeluaran mingguan :


- Kasir membuat laporan pengeluaran dan penerimaan kas mingguan.
- Membuat bukti setor bank agar kas harian dapat disetorkan ke bank dan
dimasukkan kedalam pencatatan bank masuk.
- Laporan yang telah dibuat, diserahkan kepada bagian akuntansi untuk
diperiksa dan dicatat kedalam laporan keuangan.

3. Bagian Akuntansi :
Pada saat menerima laporan kas masuk :

1. Menerima satu bendel rekapitulasi laporan penerimaan kas dan pengeluaran kas dari
kasir.
2. Mengecek satu per satru transaksi apakah sudah sesuai antara pencatatan dengan
bukti transaksi.
3. Mengecek satu persatu pencatatan data base pada komputer apakah sudah sesuai
dengan fisik laporan / berkas.
4. Mencentang satu persatu transaksi yang sudah diperiksa untuk diinput kedalam
transaksi jurnal laporan keuangan.
5. Membuat laporan keuangan bulanan.
Pada saat menerima laporan bank masuk :
1. Menerima satu bendel rekapitulasi laporan penerimaan bank dan pengeluaran bank
dari kasir.
2. Mengecek satu per satru transaksi apakah sudah sesuai antara pencatatan dengan
bukti transaksi.
3. Mengecek satu persatu pencatatan data base pada komputer apakah sudah sesuai
dengan fisik laporan / berkas.
4. Mencentang satu persatu transaksi yang sudah diperiksa untuk diinput kedalam
transaksi jurnal laporan keuangan.
5. Membuat laporan keuangan bulanan

FLOWCHART PENJUALAN BBM PADA SPBU WONOKOYO


Bagian operator :

Awal Shift :

start

Cek kondisi
mesin BBM

Report kondisi mesin sesuai


standard

selesai
Menerima pelanggan :

start

Menerima
pelanggan
sesuai antrian

Menanyakan
produk BBM yang
dipilih

Menunjuk angka
0 pada monitor

Mengisi BBM sesuai


Pandom liter
permintaan
berjalan

Opsi cetak struk

struk
cetak

Menerima pembayaran customer


tidak cetak

Laporan ganti shift :

Mencetak laporan ganti


shift

simpan 2
Lap. Ganti
shift

Setor laporan

Menulis di buku
setoran

3
kasir pada saat menerima setoran dan membuat laporan :
3

Lap. Ganti
shift

Memeriksa laporan

Laporan kas masuk

2 Slip kas Lap. Ganti


masuk shift

Lap. Mutasi kas

Membuat Lap. Penerimaan


dan pengeluaran kas

simpan
Lap. Penerimaan
dan pengeluaran
kas
ALUR PENCATATAN KEUANGAN SPBU WONOKOYO

A. PROSES PENCATATAN BANK

Bagian Kasir

Pada saat membuat laporan bank :

6. Mengucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
7. Membuat slip bank masuk dengan nominal tertera sesuai dengan laporan kas
harian.
8. Menginput laporan kas harian bank keluar sesuai nominal.
9. Menyiapkan uang setoran bank sesuai dengan nominal tertera pada slip setoran
bank masuk.
10. Menulis slip setoran bank yang telah disediakan oleh bank yang bersangkutan.
11. Membuat laporan setoran bank yang terdiri dari :
- Bukti bank masuk, direkap bersama slip setoran bank yang sudah divalidasi.
- Melaporkannya kepada bagian akuntansi.
Pada saat ke bank :

1. Berangkat menyetor ke bank.


2. Melakukan setoran ke bank sampai dengan divalidasi oleh pihak bank dan memastikan
bahwa setoran tersebut telah diterima oleh pihak bank.