Anda di halaman 1dari 11

Teori keperawatan menurut Virginia Henderson dan aplikasinya

DI SUSUN OLEH :

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH


GOMBONG

A. Latar Belakang
Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep
dalam keperawatan, sehingga model keperawatan tersebut mengandung
arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan
perawat untuk mengaplikasikan ilmu yang pernah didapat di tempat
mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Konsep
merupakan suatu ide di mana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir menjadi simbul-simbul yang nyata, sedangkan konsep
keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual
atau model keperawatan.
Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model
praktek keperawatan yang akan diterapkan sesuai kondisi dan situasi
tempat perawat tersebut bekerja. Mengingat dalam model praktek
keperawatan mengandung komponen dasar seperti: adanya keyakinan dan
nilai yang mendasari sebuah model, adanya tujuan praktek yang ingin
dicapai dalam memberikan pelayanan ataupun asuhan keperawatan
terhadap kebutuhan semua pasien, serta adanya pengetahuan dan
ketrampilan yang dibutuhkan oleh perawat dalam mencapai tujuan yang
ditetapkan sesuai kebutuhan pasien.
Virginia Henderson memperkenalkan definition of nursing (definisi
keperawatan). Definisinya mengenai keperawatan dipengaruhi oleh latar
belakang pendidikannya. Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus
menyertakan prinsip keseimbangan fisiologis. Definisi ini dipengaruhi
oleh persahabatan Henderson dengan seorang ahli fisiologis bernama
Stackpole. Henderson sendiri kemudian mengemukakan sebuah definisi
keperawatan yang ditinjau dari sisi fungsional. Menurutnya, tugas unik
perawat adalah membantu individu, baik dalam keadaan sakit maupun
sehat, melalui upayanya melaksanakan berbagai aktifitas guna mendukung
kesehatan dan penyembuhan individu atau proses meninggal dengan
damai, yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia memiliki
kekuatan, kemampuan, kemauan, atau pengetahuan untuk itu. Di samping
itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan yang
dikenal dengan The Actifities of Living. Model tersebut menjelaskan
bahwa tugas perawat adalah membantu individu dalam meningkatkan
kemandiriannya secepat mungkin. Perawat menjalankan tugasnya secara
mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tetapi, perawat tetap
menyampaikan rencananya pada dokter sewaktu mengunjungi pasien.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlunya mempelajari Teori dan
Model Konsep Keperawatan yang telah ada sebagai salah satu kunci dalam
mengembangkan ilmu dan praktek, serta profesi keperawatan di Indonesia.
Pada kesempatan kali ini kelompok mencoba memaparkan Teori dan
Model Konsep Keperawatan Virginia Henderson.

B. Konsep Teori
1) Definisi Konsep Teori
Virginia Henderson adalah ahli teori keperawatan yang penting
yang telah memberi pengaruh besar pada keperawatan sebagai profesi
yang mendunia.Ia membuat model konseptualnya pada awal 1960-an,
ketika profesi keperawatan mulai mencari identitasnya sendiri.
Masalah intinya adalah apakah perawat cukup berbeda dari profesi lain
dalam layanan kesehatan dalam hal kinerja.
Perkembangan definisi keperawatan yang dikembangkan oleh Virginia
Henderson didasari oleh 2 (dua) hal, yaitu :
1. Sering ikut serta di dalam merevisi buku-buku keperawatan
2. Ditemukannya kasus tentang tidak adanya izin yang memenuhi
syarat untuk memberikan kenyamanan dalam bentuk pelayanan /
asuhan keperawatan yang berkompeten bagi konsumen di beberapa
negara.
Henderson meyakini bahwa seharusnya sebuah teks yang menjadi
sumber bagi praktek keperawatan juga menggambarkan tentang
definisi keperawatan. Selanjutnya prinsip-prinsip dan praktek
keperawata harus dibangun atas dasar kaidah-kaidah keprofesian, serta
berasal dari definisi profesi keperawatan itu sendiri.

2) Konsep Teori
Henderson melakukan suatu proses untuk mengatur praktek
keperawatan melalui proses perizinan dari setiap negara. Untuk
menyempurnakan hal tersebut dia yakin bahwa keperawatan secara
eksplisit harus didefinisikan dalam artian sebagai tindakan dari para
perawat. Tindakan - tindakan tersebut digaris bawahi dengan
parameter legal dari fungsi perawat dalam merawat klien / pasien dan
memberikan perlindunga bagi masyarakat umum dari praktek-praktek
yang tidak berkompeten, ataupun tidak sempurna. Pernyataan
pernyataan dari pihak yang berwenang tentang fungsi keperawatan
pada tahun 1932 dan 1937 telah dipublikasikan oleh Asosiasi Perawat
Amerika (ANA / American Nurse Association), namun menurut
Henderson pernyataan-pernyataan tersebut belum spesifik dan tidak
memuaskan; sehingga pada tahun 1955 munculah definisi tentang
profesi keperawatan dari ANA sebagai berikut Profesi keperawatan
diartikan sebagai suatu tindakan untuk melengkapi beberapa tindakan
dari tim kesehatan, antara lain: dalam mengobservasi, melakukan
perawatan, memberikan nasehat/anjuran bagi yang sakit, terluka atau
yang lemah, mencegah dari tertularnya penyakit lain, serta membantu
dalam pemeliharaan status kesehatannya.
Disamping itu profesi ini juga bertugas membina dan membimbing
petugas lainnya, termasuk dalam pemberian pengobatan kepada pasien
(sebagai tugas kolaboratif/limpahan). Oleh karena itu dalam bekerja
diperlukan keahlian khusus yang termasuk di dalamnya adalah ilmu
biologi, fisika, dan ilmu sosial; serta aplikasinya yang juga perlu digali
lebih dalam untuk menambah wawasan dalam menegakan diagnosa
keperawatan atau membantu dalam pemberian terapi atau ukuran-
ukuran lain yang perlu koreksi.
Pernyataan tersebut di atas dipandang sebagai sebuah pernyataan
tambahan saja, karena fungsi keperawatan teridentifikasi, tetapi
definisinya masih sangat umum dan kurang jelas. Dalam pernyataan
yang baru, perawat bisa mengamati, merawat, dan memberikan nasehat
/ anjuran bagi pasien dan bisa membina pegawai lain tanpa dibina oleh
dokter, tetapi dilarang untuk mendiagnosa, memberikan resep, atau
mengoreksi masalah keperawatan. Pada tahun 1995, definisi
keperawatan yang pertama dari Henderson dipublikasikan dalam revisi
buku keperawatan Bertha Harmer, sebagai berikut Keperawatan yang
utamanya adalah membantu individu baik sakit ataupun sehat dengan
tindakan - tindakan yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau
kesembuhan, atau bahkan suatu kematian Yang didorong dengan
kekuatan, keinginan, dan pengetahuan. Keperawatan merupakan
kontribusi yang bersifat unik untuk membantu individu agar mandiri
dengan memberikan bantuan seperlunya..
Fokus Henderson terhadap perawatan individu lebih ditekankan
pada komponen-komponen dalam keperawatan, sebagai berikut:
1. Bernafas secara normal
2. Tercukupinya kebutuhan makan dan minum
3. Mengurangi zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh
4. Mengubah dan memelihara bentuk tubuh yang diinginkan
5. Tercukupinya kebutuhan tidur dan istirahat
6. Memilih pakaian yang tepat/sesuai
7. Menjaga suhu tubuh dalam rentang yang normal dengan
menyesuaikan pakaian dan memodifikasi terhadap kondisi
lingkungan
8. Menjaga kebersihan tubuh dan kerapihan
9. Menghindari bahaya terhadap kondisi lingkungan dan
menghindari jatuhnya korban lain
10. Berkomunikasi dengan orang lain untuk menyalurkan emosi,
kebutuhan, ketakutan, dan berpendapat
11. Beribadah sesuai dengan satu kepercayaan
12. Bekerja dengan semangat untuk mencapai keberhasilan
13. Berperan atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
14. Belajar menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk
menemukan atau memuaskan rasa ingin tahu yang akan
membantu meningkatkan kondisi kesehatan.
Pada tahun 1966, Henderson menyatakan pendapatnya mengenai
definisi keperawatan yang dipublikasikan oleh The Nature of
Nursing, dan pendapatnya tersebut dipandang sebagai kristalisasi dari
ide-idenya, yaitu sebagai berikut Fungsi unik perawat adalah
membantu individu baik sehat, maupun sakit dengan tindakan -
tindakan yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau
penyembuhan, atau untuk memperoleh kematian dengan damai, dan
harus dilakukannya tanpa bantuan, sehingga sangat membutuhkan
kekuatan, kemauan, serta pengetahuan. Untuk dapat melakukan hal
tersebut, maka dapat dilakukan berbagai cara agar dapat mempercepat
kemandirian pasien sesegera mungkin.
Situasi yang ideal bagi seorang perawat adalah berpartisipasi penuh
dalam bekerja secara tim dengan kelompoknya tanpa campur tangan
pihak lain, dan mendayagunakan kekuatan fisik yang dimiliki,
keinginan, serta pengetahuannya untuk mencapai deraja kesehatan
secara optimal.
Pada kenyataannya saat itu tugas-tugas perawat sangat dibatasi,
peran profesinya juga dalam pembatasan, serta kebutuhan untuk
memberikan prioritas keperawatan yang unik sesuai
kondisi.Bagaimanapun Henderson menganjurkan kepada perawat, agar
berperan-serta aktif dalam menunjukan fungsi-fungsinya terhadap
tenaga kesehatan lainnya yang mungkin peran tersebut dapat
membantu dan meningkatkan keahliannya. Didasari oleh berbagai
keadaan secara luas, fungsi keperawatan tersebut akan berbeda antara
daerah yang satu dengan daerah lainnya, walaupun berada dalam satu
negara. Jumlah perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya akan
berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh perawat.
Konsekuensinya, hal ini akan menimbulkan kebingungan terhadap
berbagai peran perawat, terutama sejak adanya praktek keperawatan.

C. Asumsi Teori
Klien/pasien
1) Pasien harus memelihara keseimbangan fisiologis dan emosional
2) Pikiran dan tubuh pasien tidak terpisahkan
3) Pasien perlu bantuan untuk meraih kemandirian
4) Pasien dan keluarganya merupakan satu kesatuan
5) Kebutuhan pasien meliputi 14 komponen penanganan keperawatan
6) Klien sebagai individu mempunyai pengetahuan, kemampuan dan
keinginan bertindak sebagai cara meningkatkan kesehatannya.
Perawat dan klien memiliki nilai-nilai kemandirian
Sehat dan kesehatan
1) Sehat adalah suatu kualitas hidup dan kehidupan
2) Sehat merupakan dasar bagi tugas kemanusiaan
3) Sehat memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan
4) Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit
5) Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka
memiliki kekuatan, kehendak dan pengetahuan yang cukup
Perawat/keperawatan
1) Perawat mempunyai tugas yangg unik (membantu individu sehat
dan sakit)
2) Perawat sebagai anggota tim kesehatan.
3) Tidak bergantung pada dokter. Mandiri, sesuai dengan kompetensi
dan standar.
4) Mempunyai pengetahuan, sehingga mempunyai kompetensi yangg
komprehensif.
5) Menilai kebutuhan dasar manusia.
6) Perawat menangani 14 komponen penanganan keperawatan.
Lingkungan
1) Individu sehat mampu mengontrol lingkungan.
2) Perawat memperoleh pendidikan, penyelamatan.
3) Perawat melindungi klien dari luka mekanis.
4) Perawat meminimalisir peluang terjadinya luka, melalui saran yang
membangun.
5) Dokter memanfaatkan hasil obs perawat untuk perlindungan terhad
klien.
6) Perawat mengetahui kebiasaan sosial, ritual, keagamaan untuk
memprediksi bahaya.
D. Kelebihan dan Kelemahan Teori
1. Kelebihan
a. Henderson adalah ahli teori keperawatan yang memberi pengaruh
besar pada keperawatan sebagai profesi yang mendunia.
b. Henderson adalah orang pertama yang mencari fungsi unik dari
profesi perawat.
c. Teori Henderson didasari oleh keanekaragaman pengalaman yang
ia miliki selama karir keperawatannya, bukan teori / model yang
abstrak semata.
d. Henderson mendefinisika profesi keperawatan: bahwa profesi
keperawatan adalah profesi yang mandiri yang tidak hanya
tergantung pada instruksi dokter.
e. Asumsi Henderson mempunyai validitas karena mempunyai
keserasian dengan riset ilmuan dibidang yang lain seperti konsep
Maslow.
2. Kelemahan
a. Pandangan dan pendapatnya hanya berfokus pada satu pihak yaitu
pada penyembuhan fisik semata atau pada upaya memandirikan
pasien.
b. Teori kurang pragmatis.

E. Analisis Teori
Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan
oleh Handerson adalah untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga
pemberi pelayanan kesehatan dan membantu klien untuk mendapatkan
kembali kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pasien merupakan
mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural,
dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar. (Aplikasi
model konseptual keperawatan, Meidiana D). Menurut Handerson peran
perawat adalah menyempurnakan dan membantu mencapai kemampuan
untuk mempertahankan atau memperoleh kemandirian dalam memenuhi
empat belas kebutuhan dasar pasien.

F. Aplikasi Teori pada Proses keperawatan


1) Pengkajian Keperawatan pada kasus berdasarkan 14 komponen
Henderson
a. Bernafas dengan normal :
Klien mengalami mengalami kesulitan bernafas
b. Makan dan minum dengan cukup :
Klien terpasang foley kateter untuk memantau output harian secara
akurat
c. Eliminasi
Diharapkan klien dapat BAB dan BAK dalam batas normal
d. Bergerak dan olahraga untuk menjaga postur tubuh
Diharapkan klien dapat bergerak secara mandiri
e. Tidur dan istirahat
Klien mengeluh kesulitan tidur saat malam hari
f. Memilih pakaian yang cocok
Klien menggunakan pakaian yang seadanya dan kotor
g. Menjaga suhu tubuh
Suhu tubuh klien dalam batas normal
h. Berkomunikasi dengan orang lain dalam ungkapan emosi,
kebutuhan rasa takut atau pendapat
Klien terlihat kurang mampu menanggapi dan mengungkapkan
pendapatnya
i. Beribadah
Klien beragama islam
j. Bekerja dengan baik sehingga dapat melakukan pencapaian
tertentu
Klien tidak mampu bekerja

k. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan


melindungi integumen
Klien tidak mengalami demam dan menggigil, kebersihan tubuh
klien kotor
l. Bermain dan berpartisipasi
Klien tidak mampu bersosialisasi dan kurang mampu menanggapi
stimulus
m. Menghindari bahaya dan menyakiti orang lain
Klien mencoba untuk bunuh diri dan terkadang menjadi pendiam
n. Belajar
Klien berobat dirumah sakit atas dorongan keluarga
2) Kemungkinan Diagnosa Keperawatan yang muncul pada kasus
a. Ketidakmampuan klien dalam bernafas normal
b. Ketidakmampuan klien untuk makan dan minum
c. Ketidakmampuan klien untuk tidur nyaman
3) Perencanaan/planning
a. Klien kesulitan bernafas teratasi
b. Klien menunjukkan respon tidak suka dan makan
c. Klien kurang menanggapi stimulus dari lingkungan karena suasana
hati berubah muncul insomnia
4) Intervensi
a. Masalah keperawatan kebutuhan bernafas
1. Monitor tanda dan sesak nafas (frekuensi dan retraksi dada)
2. Evaluasi bunyi paru
3. Pantau warna mukosa dan daerah akral
4. Bantu pernafasan dengan oksigen
5. Berikan posisi yang nyaman
b. Masalah keperawatan makan dan minum
1. Kaji riwayat pengeluaran berlebih: poliuri, muntah.
2. Pantau TTV
3. Ukur BB tiap hari
4. Pantau masukan dan keluaran urin
5. Libatkan pasien dan keluarga dalam pencernaan makanan
c. Masalah keperawatan pola tidur
1. Kaji pola tidur
2. Kaji fungsi pernapasan: bunyi napas, kecepatan dan irama
3. Kaji faktor yang menyebabkan gangguan tidur
4. Catat tindakan kemampuan untuk mengurangi kegelisahan
5. Ciptakan suasana nyaman dan Kurangi atau hilangkan
gangguan tidur

5) Analisis kasus dihubungkan dengan teori


Klien/pasien
1) Pasien harus tidak mampu memelihara keseimbangan fisiologis
dan emosional karena klien mengatakan stres mengalami gangguan
gangguan emosiaonal, dan klien kurang mampu menanggapi
stimulus dari lingkungan, sehingga klien perlu bantuan untuk
meraih kemandirian dalam masalah diri sendiri
2) Pasien dan keluarganya merupakan satu kesatuan jadi perlu
dukungan dari pihak leuarga
3) Kebutuhan pasien perlu meliputi 14 komponen penanganan
keperawatan yang mengalami kelainan karena Klien sebagai
individu perlu mempunyai pengetahuan, kemampuan dan
keinginan bertindak sebagai cara meningkatkan kesehatannya.
Perawat dan klien memiliki nilai-nilai kemandirian

6) Kesimpulan
Kesimpulan, pendekatan henderson dalam perawatan pasien sangat
berhati-hati terutama terkait dengan pengambilan keputusan. Meski ia
tidak menjelaskan secara spesifik langkah-langkah dalam proses
perawatan, seseorang dapat melihat bagaimana konsep tersebut saling
berhubungan. Henderson meyakini proses perawatan merupakan
proses problem solving dan tidak hanya khusus masalah keperawatan.
G. Aplikasi Teori pada Penelitian
1) Judul Penelitian
2) Nama Peneliti
3) Tujuan
4) Sampel
5) Hasil
6) Implikasi Keperawatan
Daftar Pustaka