Anda di halaman 1dari 11

DANIA P.

JASMINE

180610150012

SASTRA JEPANG / A

Sejarah dan Kebudayaan Manusia

Budaya Makanan Tiongkok di Indonesia (Bakmi Linggarjati / Mie Naripan - BDG)

S
ejarah Tiongkok adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia.
Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Tiongkok telah didiami
oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Tiongkok
berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning
pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Tiongkok dimulai sejak Dinasti Shang (k.
1750-1045 SM). Cangkang kura-kura dengan aksara Tionghoa kuno yang berasal
dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM. Budaya,
sastra, dan filsafat Tiongkok berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045-256
SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling
lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah aksara Tionghoa modern mulai
berkembang.
Dinasti Zhou terpecah menjadi beberapa negara kota, yang menciptakan Periode
Negara Perang.

Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan
mendirikan kekaisaran pertama Tiongkok. Pergantian dinasti dalam sejarah
Tiongkok telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan
Kaisar Tiongkok memiliki kendali langsung terhadap wilayah yang luas.
Pandangan konvensional terhadap sejarah Tiongkok adalah bahwa Tiongkok
merupakan suatu negara yang mengalami pergantian antara periode persatuan
dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai oleh suku bangsa asing
(non-Han), yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam populasi Suku Han.
Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia, yang dibawa oleh
gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian, menyatu untuk

1
membentuk budaya Tiongkok modern.

2
Tionghoa-Indonesia adalah salah
satu etnis di Indonesia yang asal
usul leluhur mereka berasal dari
Tiongkok (China). Biasanya mereka
menyebut dirinya dengan istilah
Tenglang (Hokkien), Tengnang
(Tiochiu), atau Thongnyin (Hakka).
Dalam bahasa Mandarin mereka
disebut Tangren (orang Tang) atau
lazim disebut Huaren. Disebut
Tangren dikarenakan sesuai
dengan kenyataan bahwa orang
Tionghoa-Indonesia mayoritas
berasal dari Tiongkok selatan yang
menyebut diri mereka sebagai
orang Tang, sementara orang
Tiongkok utara menyebut diri mereka sebagai orang Han (orang Han).
Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan
tahun
yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul

dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan


terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan
kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa
di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu
lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.

3
Masakan Tionghoa-Indonesia mempunyai ciri khas campuran antara masakan
Tionghoa dengan masakan tradisional Indonesia. Masakan ini biasanya mirip
dengan masakan Tionghoa yang dimodifikasi dengan cabai, santan dan bumbu-
bumbu dari masakan Indonesia. Beberapa masakan dan kue menyerupai
masakan di Malaysia.
Masakan Tionghoa-Indonesia juga dapat bervariasi tergantung dari tempat.
Sebagai contoh di berbagai tempat di pulau Jawa, masakan ini menjadi bagian
dari budaya setempat. Di Jawa masakan ini cenderung agak manis. Di Medan,
Sumatera Utara masakan tradisional Tionghoa masih lebih mudah ditemukan.

Ada beberapa jenis gaya masakan Tionghoa di Indonesia:


Masakan Tionghoa gaya baru dengan koki dari Republik Rakyat Tiongkok,
Hongkong atau Taiwan.
Masakan Tionghoa tradisional seperti masakan Tiochiu, Hokkian dan
Hakka.
Masakan Tionghoa-Indonesia dengan pengaruh barat (Belanda).
Masakan Tionghoa yang diadaptasi ke budaya setempat, seperti
menggantikan babi dengan ayam atau sapi untuk membuatnya halal.

Beberapa masakan Tionghoa-Indonesia yang terkenal:


Bakmi, mi yang diadaptasi ke beberapa macam jenis. Setiap kota memiliki
ciri khasnya tersendiri. Sebagai contoh Bakmi Bandung, Bakmi Medan,
Bakmi Makassar, Bakmi Bangka, dan lain-lain.
Nasi goreng, mi goreng, bihun goreng, kwetiau goreng - nasi atau mi yang
digoreng dengan bumbu, cabai dan kecap manis.
Cap cai, bahasa Hokkian yang artinya "sayur campur"
Tahu goreng, biasa disajikan dengan saus kacang dan cabai.
Mi masak, bihun masak
Lomie
Nasi tim
Telur tim
Ayam cah
Ifu mie
Bakkut Teh

4
Tentunya masyarakat kita tidak lagi mempermasalahkan atau memikirkan dari
mana asal makanan yang enak tersebut. Hal ini disebabkan sudah akrabnya
makanan-makanan tersebut di kalangan masyarakat Indonesia Tentu saja di
samping makanan juga minuman,seperti misalnya daun teh, di mana tanaman
ini dikenal berasal dari Cina Selatan. Budaya Betawi dan budaya suku-suku
lainnya di Indonesia seperti budaya Sunda, budaya Jawa, adalah sebagian dari
akar budaya Indonesia. Jadi budaya Cina yang berakulturasi dengan budaya
suku-suku di Indonesia juga merupakan budaya Indonesia.

Yamin merupakan penganan yang sangat populer di Bandung. Sajian ini biasa
ada di tempat makan bakso dan pedagangnya pun bertebaran di kota kembang
mulai dari ala resto hingga kaki lima. Bagi penggemar mie yang datang ke
Bandung dan mencari patokan yamin enak maka datanglah ke Mie Linggarjati.
(peta Bakmi Linggarjati)

5
Mie Linggarjati terletak di sebuah
jalan sempit, yaitu Jalan Balong
Gede, di depan alun-alun
Bandung. Bangunannya berada di
samping ex-Bioskop Dian yang
sekarang menjadi kantor notaris.
Bioskop Dian adalah salah satu
teater tua di Bandung, film-film
legendaris semacam Warkop DKI,
Si Kabayan, hingga film-film India
sering diputar di sana. Sebagai
daerah herritage, warung bakso
Linggarjati ini pun menempati
bangunan kuno. Didominasi warna
hijau dengan interior jadul ala
warung makan zaman dulu, dari
mulai counter kasir, meja dan
bangku pelanggan, dinding, serta
kipas anginnya. Di tahun 1950
Linggarjati berdiri sebagai warung
makan biasa hingga akhirnya
memutuskan untuk fokus pada kuliner mie bakso dan yamin. Dikelola oleh orang
dari etnis tionghoa dan sudah mencapai generasi kedua, mie Linggarjati
ukurannya tebal dan terasa lembut, baksonya kenyal juga padat meski tanpa isi,
serta rasa yang gurih mencirikan olahan mie jadul khas tangan engko dan cici.
Meski begitu tak perlu khawatir, mie Linggarjati ini halal. Yamin menjadi menu
andalan di Linggarjati dan bisa menjadi patokan untuk menu serupa lain di kota
Bandung karena selain lezat harganya pun lumayan mahal.

Kita bisa memilih berbagai jenis yamin, ada yang asin dan manis, beserta
pelengkapnya seperti bakso, pangsit, hingga babat. Taburan ayam yang
melimpah di atas mie begitu lembut bahkan kalau sekilas nampak seperti
parutan halus, kemudian ada bawang daun yang memberikan aroma khas dan
tekstur crunchy saat mengunyah mie. Kuah bakso nya bening dan tak kelebihan
minyak. Di meja tersedia botol-botol saos, sambal, cuka, kecap manis, dan kecap
asin untuk memperkaya cita rasa kuah yang gurih.

Satu porsi mie Linggarjati, baik yamin maupun mie bakso kuah, cukup untuk
dimakan 2 hingga 3 orang. Selain mie, Linggarjati
juga terkenal akan es alpukatnya. Ini adalah es
alpukat, bukan jus, sehingga daging buah alpukat
yang lembut itu tidaklah diblender namun
ditumbuk kasar dengan sendok, diberi es serut
diatasnya, dan susu kental manis cokelat. Rasanya
benar-benar lezat sehingga tak heran begitu
melegenda.
Makan di warung mie bakso Linggarjati Anda perlu
mergoh kocek sedalam Rp. 25.000 Rp. 50.000
untuk setiap menunya. Sesepuh yamin Bandung ini
beroperasi setiap hari pukul 10.00 21.00.

6
(ilustrasi restoran me naripan)

Dinamakan berdasarkan nama salah satu jalan di kota Bandung, Mie Naripan,
menjadi salah satu ikon kedai atau rumah makan yang menyediakan makanan
berbahan dasar mie.
Mie Naripan sudah dikenal oleh masyarakat Bandung dengan cita rasanya yang
khas dan mengena di hati para pecinta mie di Bandung. Dengan menu
andalannya mie babat pangsit, Mie Naripan dikenal sebagai salah satu kedai
penyedia mie yang paling laris di kota Bandung. Mie Naripan menjaga kualitas
dan rasa mie yang disajikannya.

7
Mie Naripan juga terkenal dengan mie babi-nya. Jika anda penikmat mie babi,
tempat ini wajib anda singgahi. Bakso goreng yang disediakan juga tak kalah

nikmatnya dengan mie.


Setiap harinya, Mie Naripan ini menjual lebih dari 300 mangkuk mie dengan jam
operasional yang cukup lama yaitu dari jam 7.30 sampai dengan 22.00, karena
lokasinya yang strategis
dan terletak di hook Jalan
Naripan yang dekat dengan
area Braga dan Asia-Afrika
yang merupakan daerah
perkantoran dan kota tua
Bandung.

(peta Mie Naripan)

8
DAFTAR PUSTAKA

https://www.wattpad.com/10847841-sejarah-kedatangan-orang-tionghoa-
di-indonesia
https://www.klikhotel.com/lokasi-peta/mie-naripan-bandung.html
https://singindo.com/2015/08/15/pernah-makan-mie-ayam-semangkok-rp-
52-500-kalau-belum-datang-saja-ke-rm-linggar-jati/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Tionghoa-Indonesia
https://humaspdg.wordpress.com/2010/05/20/akulturasi-budaya-tionghoa-
dengan-budaya-pribumi/

9
LAMPIRAN

10
11