Anda di halaman 1dari 3

Sumber Muatan koloid (beberapa contoh)

1. Adsorpsi ion secara selektif dari larutan


Terutama kalau sol dibuat dari larutan dan membentuk garam sulit larut
a. Sol AgCl dibuat dari larutan AgNO3 dan NaCl

Sebelum terbentuk endapan (sebelum melampaui Ksp, AgCl sulit larut tapi akan
berbentuk sol AgCl.
Jika dibuat dengan NaCl berlebih
AgNO3 + NaCl (excess) [AgCl]Cl- + Na+
Cl Cl
Cl - Cl -
- Ag - Ag
Cl Cl
Cl Cl
- -

Maka muatannya akan negatif sehingga koloid akan stabil karena muatan sama
tolak menolak. Kecenderungan sol akan menarik ion negatif karena supaya stabil
(secara permukaan) tapi kalau secara termodinamika malah tidak stabil, akan lebih
stabil kalau membentuk endapan.

Muatan sol akan positif kalau yang berlebihnya AgNO 3

Yang ini tambahan saja:

Tapi kalau AgNO3 nya ditambah dan hasil kali konsentrasinya melampaui Ksp ya
AgCl akan mengendap. Atau kalau di gambar bawah ini partikel semakin besar
karena akan ada ion muatan positif yang menjadi jembatan menarik sol negatif,
kemudian mengalahkan berat jenis medium dan akan mengendap. Bisa juga karena
proses post-presipitasi atau co-presipitasi (mudah-mudahan masih ingat). Mungkin
ingat pengaruh ion sejenis ?

b. Sol Fe(OH)3 dibuat dari larutan FeCl3

FeCl3(aq) + H2O Fe(OH)3 + HCl


Larutan FeCl3 encer kalau dihidrolisis dengan bantuan pemanasan akan
menghasilkan Fe(OH)3 dan kelebihan HCl dihilangkan dengan pemanasan. kalau pH
campuran sudah lebih dari 3 maka akan Fe(OH) 3 akan mengendap. Penambahan
FeCl3 encer (atau bisa juga sebagai ion Fe 3+ tersisa dalam larutan) akan
menyebabkan terbentuk sol bermuatan positif karena ion teradsorpsi pada
permukaan (seperti untuk AgCl)

Fe3
Fe3 +
+ Fe(OH)
3

Fe(OH)3 + Fe3+ Fe(OH)3/Fe3+

c. Sol As2S3 dibuat dari oksida As2O3

Cara sama seperti sol Fe(OH)3 tetapi oksida As, As2O3 encer dialiri gas H2S
dan dipanaskan maka akan terbentuk As 2S3.

As2O3 + H2S As2S3 + H2O


H 2S H + S2- (ion ini teradsorpsi pada permukaan sol)
+

As2S3 + S
2-
As2S3 / S2-

S2-
S2-
As2S3

2. Disosiasi molekul dilanjutkan dengan agregasi ion


Yang ini umumnya terjadi untuk molekul surfaktan ionik. Misalnya sabun atau
zat warna ionik

3. Disosiasi molekul elektrolit kemudian teradsorpsi pada permukaan partikel


Contoh ini adalah untuk sol Fe(OH)3 dan As2S3, jika muatan ditinjau dari sisi lain.
Sol Fe(OH)3 akan mengalami disosiasi (istilahnya self disosiasi) sehingga
kehilangan ion hidroksida (tertarik ke dalam larutan), mengakibatkan sol
menjadi bermuatan positif.
Sol As2S3: adanya gas H2S teradsorpsi pada permukaan sulfide (sol) kemudian
gas mengalami disosiasi dan kehilangan ion hydronium dan menyebabkan
terjadinya sol bermuatan negatif
Menentukan muatan koloid (teoritis)

1. Kerapatan muatan pada permukaan


Bisa diperkirakan dari persamaan Nerst terutama kalau pembentukan sol
melibatkan reaksi redoks
2. Dihubungkan pH dengan pzc (point of zero charge) atau zpc (zero point charge),
biasanya data yang ada untuk senyawa oksida. Kalau pH > pzc muatan
permukaan oksida negatif karena permukaan tertutup oleh ion hidroksida dan
sebaliknya.

Menentukan muatan koloid (teknis)

1. Melalui pengamatan pembentukan endapan kalau ke dalam sistem sol


ditambahkan elektrolit dengan muatan berlawanan. (ingat saya di waktu di ITB
kita pernah praktikum KF dengan materi sol hdrofob)
2. Cara moving boundary (batas gerak), percobaannya pernah kita lakukan waktu
praktikum Kimia permukaan.