Anda di halaman 1dari 3

SURAT GUGATAN

HAL : GUGATAN PEMBERHENTIAN SECARA TIDAK HORMAT

Kepada Yang Terhormat,


Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar
Di Tempat.

Dengan hormat,
Yang bertandatangan di bawah ini, bertindak untuk dan atas nama:
Nama : POLAN
TTL : Solo, 10 April 1984
Pekerjaan : Mahasiswa Unsoed
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan IV No. 34 Solo
Dan untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT
Dalam hal ini telah memberikan kuasa dan memilih domisili dan kedudukan hukum di alamat kantor
kuasanya yaitu:
Erni Hapsari Bachtiar, S.H.,Advokat bertempat tinggal di Jl. Windu JayaNo. 70 Semarang, berdasarkan
surat kuasa khusus.
Dengan ini mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap:
Rektor Universitas Jendral Soedirmant beralamat di Jl. HR.Boenjamin Purwokerto, selanjutnya disebut
sebagai TERGUGAT.

Adapun hal-hal yang menjadi dasar-dasar dan alasan-alasan diajukannya gugatan ini adalah sebagai
berikut:
1. Bahwa PENGGUGAT adalah warga negara Republik Indonesia, berhak atas pemenuhan Hak
Asasi Manusia yang dijamin dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia tanpa diskriminasi
dalam bentuk apa pun.
2. Bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia, PENGGUGAT memiliki hak yang sama di
depan hukum untuk mendapatkan keadilan dan penjaminan kepentingan sebagai warga negara
seperti tercantum dalam pasal 28 D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 :
setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil
serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

FAKTA HUKUM
1. Bahwa TERGUGAT telah melakukan pemecatan secara tidak hormat kepada PENGGUGAT
tanpa disertai alasan yang jelas dan dinilai melakukan perbuatan sewenang-wenang.
2. Bahwa PENGGUGAT telah Menempuh pendidikan selama 5 tahun sebagai Mahasiswa Unsoed
tanpa cacat nama dan telah sesuai perosedur yang berlaku.

SIFAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM DARI TERGUGAT


- Bahwa menurut PENGGUGAT, KTUN tersebut dikeluarkan oleh TERGUGAT atas dasar
perbuatan sewenng-wenang sehingga merugikan pihak PENGGUGAT.
- Bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan hukum atas posisi dan kedudukannya
sebagai pihak yang paling dirugikan atas KTUN yang dikeluarkan TERGUGAT yakni Penecatan
secara tidak hormat tanpa disertai alasan yang jelas.
- Bahwa TERGUGAT telah melanggar ketentuan perundang-undangan sebagaimana berikut ini :
Pasal 53 ayat 2 UU No. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
- KTUN yang digugat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
KERUGIAN YANG DIALAMI PENGGUGAT AKIBAT PERBUATAN TERGUGAT
- Bahwa kerugian immateriil PENGGUGAT berasal dari penderitaan PENGGUGAT dan orang tua
PENGGUGAT yang mengalami trauma, rasa malu akibat perendahan martabat kemanusiaan
PENGGUGAT yang terlanggar;
- Bahwa dampak pemecatan secara tidak hormat, PENGGUGAT kehilangan ststusnya sebagai
mahasiswa dan kehilangan kesempatan untuk memperoleh kehidupan lebih baik dimasa
mendatang.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka PENGGUGAT memohon kepada Majelis Hakim yang
memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut:

Primair
- Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya ;
- Menyatakan TERGUGAT bersalah telah lalai dalam menjalankan kewajibannya untuk
menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak azasi manusia dan hak-hak warga negaranya
yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat secara sewenang-wenang.
- Menyatakan TERGUGAT bersalah telah mengakibatkan kerugian materiil dan immaterial warga
negara yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat yang dilakukan Rektor UNSOED;
- Memerintahkan TERGUGAT meminta maaf kepada PENGGUGAT untuk merehabilitasi nama
baik PENGGUGAT
Menghukum TERGUGAT untuk :
- Segera membatalkan atau meniadakan KTUN tersebut.
- Menghukum TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini
secara tanggung renteng;
- Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun ada upaya verzet,
banding, kasasi; perlawanan dan/atau peninjauan kembali (uitvoerbaar bij Voorraad).

Subsidair
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Semarang, 16 Oktober 2012


Hormat kami, Kuasa HUKUM PENGGUGAT

Erni Hapsari Bachtiar, S.H