Anda di halaman 1dari 13

Standar Auditing

A. Standar Umum
1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan
teknis yang cukup sebagai auditor.
2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental
harus dipertahankan oleh auditor.
3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
B. Standar Pekerjaan
1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi
dengan semestinya.
2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit
dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan
keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan yang diaudit.
C. Standar Pelaporan
1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
2. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan
penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali
dinyatakan lain dalam laporan auditor.
4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara
keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika
pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam
hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat
petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat
tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.
Laporan Auditor Independen
[pihak yang dituju]
Kami telah mengaudit neraca perusahaan XYZ tanggal 31 Desember 2xx1 serta laporan laba
rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab
kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Iondonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan
audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah
saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian. Audit juga meliputi
penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami
yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut diatas menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, posisi keuangan perushaan XYZ tanggal 31 Desember 2xx1,
dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, no izin KAP)
[tanggal]
Manfaat Audit Laporan Keuangan
Keterlibatan audit yang independen akan memberikan manfaat-manfaat antara lain,
menambah kredibilitas laporan keuangan, mengurangi kecurangan perusahaan, dan
memberikan dasar yang lebih dipercaya untuk pelaporan pajak dan laporan keuangan lain
yang harus diserahkan kepada pemerintah.

Kondisi yang menyebabkan perlunya auditing:


a) Ada potensi konflik antara penyedia informasi dan pemakai informasi.
b) Informasi kemungkinan mempunyai konsekuensi ekonomi yang substansial bagi pengambil
keputusan.
c) Para ahli sering diminta untuk menyiapkan dan mengklarifikasi informasi.
d) Para pengguna informasi sering mempertanyakan kualitas informasi.

Batasan Suatu Audit


1. Beberapa kesimpulan audit dibuat atas pemeriksaan atas contoh dari bukti yang ada.
Biasanya laporan keuangan didukung oleh ribuan bahkan jutaan dokumen. Proses audit
biasanya terbentur dengan biaya dan waktu dan membutuhkan sebuah pemeriksaan yang
mendukung pengungkapan laporan keuangan. Beberapa contoh dapat memberikan
keterbatasan untuk dipertimbangkan, meskipun demikian, kesimpulan dapat ditarik dari
pemeriksaan contoh bukti yang ada sebagai subjek ketidakpastian.
2. Beberapa bukti yang mendukung laporan keuangan harus didapatkan dari perwakilan
manajemen meskipun auditor dapat memperoleh bukti yang menguatkan atau bahkan tidak
menguatkan. Oleh sebab itu dibutuhkan kepercayaan penuh kepada perwakilan manajemen.
Jika integritas manajemen kurang, maka auditor dapat memberikan pendapat yang tidak
benar atas laporan keuangan
Kelemahan manusia seperti halnya kelelahan & kecerobohan dapat menyebabkan
auditor tidak melihat bukti-bukti yang berhubungan, memeriksa jenis bukti yang salah
atau menarik kesimpulan yang salah atas laporan keuangan yang diaudit.

ETIKA PROFESIONAL
Etika dan Moralitas
Ethos (Yunani) = Karakter
Mores (Latin) = Kebiasaan
Seperangkat prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang berhubungan bagaimana seseorang bertindak
terhadap orang lain. Fokus kepada perilaku yang benar dan salah.

Perlunya Etika Profesional


Kebutuhan Etika dalam Profesi :
1. Kepentingan terhadap kepercayaan masyarakat
2. Eksistensi profesi sangat bergantung kepada kepercayaan publik terhadap mutu pekerjaan
profesi Akuntan Publik
3. Persaingan yang sangat ketat dapat mendorong seorang profesional berperilaku tidak etis dan
tidak profesional.

AKUNTAN PUBLIK DAN AUDITOR INDEPENDEN


Akuntan Publik
Akuntan yang berpraktik di KAP, yang menyediakan berbagai jasa yang diatur dalam SPAP
(auditing,atestasi ,akuntansi dan review , dan jasa konsultasi).
Auditor Independen
Akuntan publik yang menerima penugasan audit atas lap. Keuangan historis, yang
menyediakan jasa audit atas dasar Standar auditing yang tercantum dalam SPAP.

Kerangka Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia


1. Prinsip Etika
2. Aturan Etika
3. Interpretasi aturan etika
4. Tanya dan jawab

Prinsip etika mengikat seluruh anggota IAI, dan merupakan produk kongres.

Aturan etika mengikat kepada anggota kompatemen dan merupakan produk


rapat anggota kompartemen. Aturan Etika tidak boleh bertentangan dengan
prinsip etika.

Interpretasi aturan etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh badan


yang dibentuk oleh kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari
anggota dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam
penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan
penerapannya.

Pernyataan etika profesi yang berlaku saat itu dapat dipakai sebagai
interpretasi dan atau aturan etika sampai dikeluarkannya aturan dan
interpretasi baru untuk menggantikannya.
Kode Etik Akuntan
PRINSIP ETIKA
a. Tanggung jawab profesi
b. Kepentingan umum (Publik)
c. Integritas
d. Objektifitas
e. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
f. Kerahasiaan
g. Perilaku profesional
h. Standar teknis
Tanggung jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang
dilakukannya.
Anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.
Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota
untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan
menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.
Kepentingan umum (Publik)
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada
publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham
bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan
etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat
dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik
kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk
mencapai profesionalisme yang tinggi.
Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.
Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan
(benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus
terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan
publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan
yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan
atau peniadaan prinsip.
Objektivitas
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan
anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur
secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau
dibawah pengaruh pihak lain.
Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas
mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi,
perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan
sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas
keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik
dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya,
anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
Kompetensi dan kehati-hatian profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi
dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan
ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau
pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat
pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa
dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi
anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien
kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk
menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan
pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.
Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan
jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa
persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan
kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban
kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. Anggota mempunyai kewajiban
untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh
melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah
hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir
Perilaku profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan
menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi
oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga,
anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
Standar teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan
standar profesional yang relevan.
Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan
prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati
anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional
Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang
relevan.
ATURAN ETIKA
1. Independensi, Integritas, Objektivitas
2. Standar Umum Prinsip Akuntansi
3. Tanggung Jawab Kepada Klien
4. Tanggung Jawab Kepada Rekan
5. Tanggung Jawab dan Praktik Lain
Independensi : cara pandang tidak memihak dalam pelaksanaan pengujian evaluasi hasil dan
penyusunan laporan audit , meliputi : independent in fact (dalam fakta) , independent in
appearance (dalam penampilan).
Integritas : bersikap jujur dan terbuka
Objektivitas : bebas dari conflict of interest
Standar Umum : Kompetensi Profesional, Kecermatan dan keseksamaan Propfesional,
Perencanaan dan Supervisi, Data relevan yang memadai.
Kapatuhan terhadap standar : Wajib mematuhi standar standar yang telah ditetapkan.
Prinsip-Prinsip Akuntansi : Tidak diperkenankan menyatakan pendapat atau memberikan
penegasan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau menyatakan bahwa tidak ditemukan
perlunya modifikasi material terhadap laporan tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat penyimpangan material dari prinsip akuntansi.
Tanggung Jawab Kepada klien : Kerahasiaan Informasi Klien ; tidak diperkenankan
mengungkapkan rahasia klien, kecuali atas ijin klien untuk mematuhi pereturan dan
keperluan review mutu atau penyidikan/penegakan disiplin oleh anggota IAI. Fee Profesional
: Besaran fee, ditentukan berdasarkan tingkat risiko,kompleksitas jasa,tingkat keahlian,
struktur biaya KAP dan lainnya serta tidak diperkenankanmendapatkan klien dengan cara
menawarkan fee yang dapat merusak citra profesi. Fee Kontinjen (yang ditetapkan): tidak
diperkenankan bila dapat mengganggu independensi.
Tanggung Jawab Kepada Rekan : Tanggung Jawab Kepada Rekan Seprofesi; memelihara
citra Profesi, Tidak merusak reputasi rekan seprofesi. Komunikasi Antar Akuntan Publik ;
wajib komunikasi dengan profesi dan auditor, Profesi wajib menanggapi secara tertulis
perikatan (penugasan) atestasi. Perikatan Atestasi ; tidak diperkenankan mengadakan
perikatan atestasi yang atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh
akuntan yang lebih dahulu ditunjuk oleh klien, kecuali karena peraturan.
Tanggung Jawab dan Praktik Lain : Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan sesama
profesi. Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya.Komisi dan Fee Refeal. Bentuk
Organisasi dan KAP.

TANGGUNG JAWAB HUKUM AUDITOR


A. Pelaporan Pelanggaran Kode Etik Sangsi yang diberikan atas pelanggaran kode etik oleh
Akuntan, berupa :

1. Peringatan tertulis

2. Teguran tertulis

3. Skorsing sementara waktu

4. Pemecatan.
B. Kegiatan Melanggar Hukum

1. Penyuapan kepada pejabat kantor Pajak

2. Dengan sengaja tidak menyerahkan SPT

3. Penentuan besarnya honorarium berdasarkan pada hasil audit (Contingent fee).


C. Publisitas dan Advertensi
Akuntan publik tidak diperkenankan dalam menjalankan profesisamengusahakan reklame
atau sengaja membiarkan reklame diusahakan untuk kepentingannya. Publisitas individual
bisa diterima selama tidak menyesatkan,disajikan dengan wajar, menjungjung tinggi nilai
profesinalisme, dan tidak dilakukan berulang-ulang.
D. Honorarium dan Renumerasi
Honorarium profesi harus mencerminkan nilai yang wajar, yang mencakup :

1. Keahlian dan pengetahuan

2. Pendidikan dan pengalaman

3. Waktu yang dibutuhkan


4. Tanggung jawab yang dipikul masing-masing anggota
International Standards on Auditing amat terkait dengan International Standard on Quality
Control. International Standards on Auditing ini mempunyai 5 bagian, yaitu Introduction
mencakup tujuan, ruang lingkup, dan subjek materi; Objective menjelaskan kepentingan
auditor; Definitions yang menjelaskan pengertian yang dibakukan ISA; Requirements dalah
bagian yang menjelaskan bagaimana auditor seharusnya..; dan Application and Other
Explanatory Material menjelaskan bagaimana pelaksanaan berikut prosedur serta penjelasan
hal lain yang masih terkait. Secara garis besar, ISA terdiri dari beberapa hal pokok, yaitu:

Tanggungjawab (responsibilities)

ISA 200 Overall Objectives of the Independent Auditor and the Conduct of an Audit
in Accordance with International Standards on Auditing

ISA 210 Agreeing the Terms of Audit Engagements

ISA 220 Quality Control for an Audit of Financial Statements

ISA 230 Audit Documentation

ISA 240 The Auditor's Responsibilities Relating to Fraud in an Audit of Financial


Statements

ISA 250 Consideration of Laws and Regulations in an Audit of Financial Statements

ISA 260 Communication with Those Charged with Governance

ISA 265 Communicating Deficiencies in Internal Control to Those Charged with


Governance and Management

Perencanaan Audit (Audit planning)

ISA 300 Planning an Audit of Financial Statements

ISA 315 Identifying and assessing the risks of material misstatement through
understanding the entity and its environment

ISA 320 Materiality in planning and performing an audit

ISA 330 The auditor's responses to assessed risks

Pengendalian Internal (Internal Control)

ISA 402 Audit Considerations Relating to an Entity Using a Service Organization

ISA 450 Evaluation of Misstatements Identified during the Audit


Bukti Audit (Audit evidence)

ISA 500 Audit Evidence

ISA 501 Audit Evidence Additional Considerations for Specific Items

ISA 505 External Confirmations

ISA 510 Initial Engagements - Opening Balances

ISA 520 Analytical Procedures

ISA 530 Audit Sampling and Other Means of Testing

ISA 540 Auditing Accounting Estimates, Including Fair Value Accounting Estimates,
and Related Disclosures

ISA 550 Related Parties

ISA 560 Subsequent Events

ISA 570 Going Concern

ISA 580 Written Representations

Penggunaan oleh Ahli (Using work of other experts)

ISA 600 Special Considerations - Audits of Group Financial Statements (Including the
Work of Component Auditors)

ISA 610 Using the Work of Internal Auditors

ISA 620 Using the Work of an Auditor's Expert

Kesimpulan Audit dan Laporan Audit (Audit conclusions and Audit report)

ISA 700 Forming an Opinion and Reporting on Financial Statements

ISA 705 Modifications to the Opinion in the Independent Auditor's Report

ISA 706 Emphasis of Matter Paragraphs and Other Matter Paragraphs in the
Independent Auditor's Report

ISA 710 Comparative Information - Corresponding Figures and Comparative


Financial Statements
ISA 720 The Auditor's Responsibilities Relating to Other Information in Documents
Containing Audited Financial Statements

Bidang Khusus (Specialized Areas)

ISA 800 Special Considerations-Audits of Financial Statements Prepared in


Accordance with Special Purpose Frameworks

ISA 805 Special Considerations-Audits of Single Financial Statements and Specific


Elements, Accounts or Items of a Financial Statement

ISA 810 Engagements to Report on Summary Financial Statements

International Standard on Quality Control (ISQC) 1, Quality Controls for Firms that
Perform Audits and Reviews of Financial Statements, and Other Assurance and
Related Services Engagements

Terus diperbarui hingga 2013:

IAPS 1000 Inter-bank confirmation procedures

IAPS 1004 The relationship between banking supervisors and banks external auditors

IAPS 1006 Audits of the financial statements of banks

IAPS 1010 The consideration of environmental matters in the audit of financial statements

IAPS 1012 Auditing derivative financial instruments

IAPS 1013 Electronic commerce-Effect on the audit of financial statements

IAPS 1014 Reporting by Auditors on Compliance with International Financial Reporting


Standards

ISRE 2400 Engagements to review financial statements

ISRE 2410 Review of interim financial information performed by the independent auditor
of the entity

ISAE 3000 Assurance engagements other than audits or reviews of historical financial
information

ISAE 3400 The examination of prospective financial information

ISAE 3402 Assurance reports on controls at a service organization


ISRS 4400 Engagements to perform agreed-upon procedures regarding financial
information

ISRS 4410 Engagements to compile financial statements

International Standards on Auditing (ISA) diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan


hasil audit melalui peningkatan individu auditor itu sendiri. Sebagai standar yang telah
dibakukan, ISA telah banyak diterapkan oleh negara negara di dunia terutama di Eropa.