Anda di halaman 1dari 8

RESENSI FILM

SLEEPING WITH THE ENEMY

Audra Firthi Dea Noorafiatty

030.08.046

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA 2012
KETERANGAN FILM

Judul film : Sleeping with The Enemy

Sutradara : Joseph Ruben

Produser : Leonard Goldberg

Penulis Naskah : Nancy Price

Pemain : Julia Roberts sebagai Laura Burney

Patrick Bergin sebagai Martin Burney

Kevin Anderson sebagai Ben Woodward

Elizabeth Lawrence sebagai Chloe Williams


Kyle Secor sebagai John Fleishman

Durasi : 97 menit

Distributor : 20th Century Fox

Rilis : 8 Februari 1991

Negara : Amerika

DESKRIPSI TOKOH

1. Laura Burney adalah tokoh utama yang merupakan istri dari Martin Burney. Ia adalah
wanita yang terlihat sudah memiliki segalanya tetapi dibalik semua itu dia sangat
menderita karena dia sudah muak menghadapi tingkah aneh suaminya yang terlihat
setelah mereka berbulan madu dan suaminya yang suka memukuli dia sampai akhirnya
dia memutuskan untuk kabur dari suaminya dengan memalsukan kematiannya.

2. Martin Burney yang merupakan suami dari Laura Burney, adalah seorang yang sangat
menyukai keteraturan. Dia selalu menginginkan semuanya serba teratur dan sesuai
dengan keinginannya, dia sangat mengatur hidup Laura sesuai dengan kemauannya dan
sangat pencemburu hingga dia tega memukul istrinya, dia berusaha mencari dan
mendapatkan istrinya kembali
3. Ben Woodward adalah seorang guru drama di collage local Cedar Falls, Iowa. Dia
pribadi yang ceria dan baik hati yang ditemui sebagai tetangga dirumah barunya laura.
Ben menyukai Laura dan dapat mengembalikan laura menjadi wanita yang ceria
kembali.

4. Chloe Williams (Elizabeth Lawrence) adalah ibu Laura Burney yang mengalami stroke
sehingga menjadi buta. Secara rahasia Laura memindahkan ibunya ke Iowa, dan
memberitahu kepada suaminya bahwa ibunya telah meninggal.
5. Fleishman adalah tetangga dari keluarga burney yang mempunyai kapal feri dan
menepi di dekat rumah keluarga burney, ia mengajak martin dan laura berlayar sesaat.

GEJALA PASIEN
Laura Burney:
1. Sering melamun, selalu terlihat murung dan sedih, tetapi terlihat pura-pura bahagia
didepan suaminya
2. Stressor mental dan fisik luar biasa
3. Mengalami perasaan terancam kronis
4. Adanya rasa marah dan kecemasan terhadap suaminya dengan onset segera dan
menetap setelah selang berapa waktu walau setelah meninggalkan suaminya
5. Ganguan interpersonal dengan ibunya oleh karena takut akan membuat ibunya
terlibat dengan onset segera setelah meningalkan suami
6. Selalu teringat kejadian di rumahnya dulu setelah beberapa hari setelah
meningalkan suami
7. Menghindari menceritakan tentang pengalamannya yang traumatis

Martin Burney:
1. Preokupasi dengan hal yang rinci dan jadwal. Sangat menyukai keteraturan,
misalnya handuk atau serbet dalam kamar mandi harus tertata sejajar dan rapi
tergantung, kaleng-kaleng makanan harus tersusun rapi dalam lemari dengan label
menghadap ke depan semua, dan jika hal-hal seperti ini tidak sesuai seperti yang ia
inginkan dai akan memarahi istrinya Laura.
2. Pemaksaan tak beralasan agar isterinya mengikuti cara dia menata rumah sehingga
sangat rapih dan bersih serta selalu memaksa istrinya untuk berpakaian seperti
yang ia inginkan.
3. Kaku, selalu serius, tidak mempunyai rasa humor dan keras kepala serta selalu
berpenampilan rapi walaupun hanya berada dirumah dia tetap mengenakan pakaian
resmi.
4. Kecenderungan menyimpan dendam terhadap masalah kecil
5. Kecurigaan berulang (tanpa dasar) terhadap kesetiaan pasangan, Martin memiliki
sifat pencemburu yang berlebihan dan menganggap Laura telah berkhianat lalu
selingkuh dengan tetangganya. Martin menjadi sangat marah dan mulai menyiksa
istrinya dengan memukul Laura tetapi setelah itu martin akan minta maaf dan
pergi seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
6. Perasaan mengotot terhadap hak pribadi tanpa memperhatikan situasi

DIAGNOSIS GANGGUAN
1. Laura Burney:
Axis I : berdasarkan PPDGJ III pasien ini menderita ganguan depresi
ditandai dengan Kejadian traumatik secara menetap dialami kembali
sekurangnya satu cara berikut: bayangan, pikiran, mimpi, ilusi, episode kilas
balik yang rekuren, atau suatu perasaan hidupnya kembali pengalaman atau
penderitaan saat terpapar dengan pengingat kejadian traumatic.
Axis II : tidak ada kelainan
Axis III : tidak ada kelainan
Axis IV : tidak ada
Axis V : GAF= 71 (sebelum pindah, GAF=81(setelah pindah)
Prognosis: Bonam

2. Martin Burney:
Axis I : tidak ada
Axis II : pasien ini berdasarkan PPDGJ-III menderita ganguan
kepribadian paranoid dan ganguan kepribadian anankastik. gejala yang
terdapat pada pasien; kecurigaan yang tidak beralasan, bertambahnya
sensitivitas emosi dan keras kepala. Pasien juga berperilaku perfeksionistik
dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, preokupasi terhadap hal-hal detail
(patuh terhadap jadwal atau perintah secara berlebihan)
Axis III : tidak ada
Axis IV : tidak ada
Axis V : GAF=51
Prognosis : malam

PENATALAKSANAAN
Laura Burney
Terdapat tiga pendekatan terapeutik untuk mengatasi gejala berhubungan dengan
gangguan stress akut atau kecemasan :
1. Manajemen krisis
Tujuan utama dari Manajemen Krisis adalah :
Peredaan gejala
pencegahan konsekuensi yang merugikan dari gangguan tersebut untuk
jangka pendek
Suportif (dukungan)
2. Psikoterapi
Psikoterapi harus dilakukan secara individual
Intervensi psikodinamika untuk gangguan stres akut adalah terapi
perilaku, terapi kognitif dan hypnosis. Dukungan dari lingkungan
(seperti teman-teman dan sanak saudara) harus disediakan.
Pasien harus didorong untuk mengingat dan melepaskan perasaan
emosional yang berhubungan dengan peristiwa traumatic dan
merencanakan pemulihan di masa depan.
Dua pendekatan psikoterapetik utama dapat diambil. Pertama adalah
pemaparan dengan peristiwa traumatic melalui teknik pembayangan
(imaginal technique) atau pemaparan in vivo. Pemaparan dapat kuat,
seperti pada terapi implosif, atau bertahap. Seperti pada desensitisasi
sitematik. Pendekatan kedua adalah mengajarkan pasien metoda
penatalaksanaan kognitif untuk mengatasi stress.
Terapi kelompok dan terapi keluarga telah dilaporkan efektif pada
kasus gangguan stress pascatraumatik. Keuntungannya adalah berbagi
berbagai pengalaman traumatik dan mendapatkan dukungan dari
anggota kelompok lain.
3. Farmakoterapi
SSRi = untuk meredakan rasa ansietas, sangat efektif terhadap wanita yang
mengalami kekerasan fisik

Martin Burney
1. Psychodynamic psychotherapy = untuk mengetahui sumber permasalahan
pasien dari perkembangan mental pasien
2. Cognitive behavioral therapy = untuk merubah sikap pasien yang obsesive

MANFAAT
Memberi pengetahuan untuk mengetahui suatu kasus ganguan jiwa dan melihat gejala-
gejala dari gangguan jiwa yang ada walaupun tidak secara langsung sehingga memberikan
gambaran dab melatih ketrampilan kita untuk mendiagnosis.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari kasus di film ini adalah bahwa Martin Burney mengalami ganguan
kepribadian Anankastik dan paranoid sehingga merusak hubungan dengan isterinya .Martin
tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai gangguan sehingga tilikan Martin Burney buruk.
Apabila terapi dapat dilakukan pada Martin maka prognosisnya kurang baik.
Laura Burney memiliki ganguan depresi yang disebabkan karena perilaku dan
kepribadian suaminya. Laura Burney tidak punya kesulitan dalam mencari pekerjaan,
berinteraksi dengan orang di sekitarnya, tidak ada gangguan afek dan hanya memperlihatkan
gejala minimal. Sehingga dapat disimpulkan prognosis Laura burney adalah baik.

SARAN
CD yang digunakan untuk menonton film sebaiknya diperbahatui, karena ada beberapa
yang rusak dan agak macet ketika diputar.

SINOPSIS FILM
Laura burney, seorang wanita yang sudah menikah dan belum mempunyai anak, ini
pernikahan pertama baginya dan dia seorang wanita yang mempunyai segalanya seperti
rumah yang mewah tepat dipinggir pantai dengan pemandangan yang indah di Cape Cod,
ekonomi yang sangat memadai dan mempunyai suami yang sangat menyayanginya. Akan
tetapi suami laura Martin burney yang sangat perfectionist dan menyukai keteraturan mulai
suka bersikap kasar sesaat selesai berbulan madu, bahkan martin tega memukuli Laura ketika
martin cemburu tak beralasan kepada John fisherman tetangga barunya dan mengira laura
berselingkuh dengannya. Mereka telah menikah selama 3 tahun namun sifat Martin yang
makin lama makin membuat laura tersiksa membuat laura sangat sedih dan tertekan sehingga
ia berencana untuk pergi meninggalkan suamiya.
Laura merencanakan dari jauh-jauh hari mengenai rencananya itu. Pertama-tama ia
memindahkan ibunya ke panti jompo di Iowa, dan mengatakan kepada Martin bahwa ibunya
telah meninggal. Selain itu ia memalsukan kematian dirinya juga dengan berpura-pura hilang
dan mati tenggelam saat ada badai yang menerjang perahu mereka ketika sedang melakukan
pelayaran bersama dengan tetangga barunya. Ia memastikan bahwa ia hilang tenggelam
karena Martin hanya mengetahui bahwa Laura tidak dapat berenang padahal sebelumnya
Laura telah belajar berenang tanpa sepengetahuan Martin.
Setelah berpura-pura meninggal, Laura kembali ke rumahnya untuk membuang cincin
pernikahannya ke toilet dan mengambil uang dan baju yang telah dia persiapkan sebelumnya.
Lalu Laura pergi meninggalkan rumahnya. Laura pindah ke Cedar Falls, Iowa dimana tempat
ibunya berada. Kemudian ia menyewa rumah dan mengganti namanya menjadi Sara waters.
Beberapa hari kemudian Laura bertemu dengan seorang pria bernama Ben Woodward yang
merupakan tetangga dirumah barunya. Lalu mereka berkenalan. Meskipun awalnya khawatir,
namun Laura akhirnya memulai hubungan dengan Ben, seorang guru drama di perguruan
tinggi Cedar Falls.
Sementara itu, Martin mulai merasa curiga saat dia menerima telepon dari teman
Laura di YWCA yang mengutarakan belasungkawanya dan menjelaskan bahwa Laura
mengambil kursus renang di YWCA dan menjadi perenang yang cukup mahir. Tetapi Martin
tidak percaya sampai temannya itu mengatakan bekas luka yang dimiliki Laura yang
dikatakan Laura bahwa luka itu didapatnya saat latihan senam, Martin kembali ke rumahnya,
ia mencari informasi tentang laura di box Laura namun tidak menemukan apa-apa sampai
akhirnya Martin menemukan cincin perkawinan yang dibuang oleh Laura di toilet.
Martin mendatangi tempat panti jompo dimana dulu ibu Laura dirawat, dan ia
mendapatkan bahwa ibu laura ternyata dipindahkan bukan meninggal seperti yang dibilang
laura kepada martin bahwa ibunya meninggal di panti jompo tersebut. Kemudian ia menyewa
jasa detektif untuk mencari keberadaan laura dan ibunya dimanapun ia berada. Martin pun
berhasil menemukan dimana ibu Laura dirawat.
Akhirnya Laura mengatakan bahwa dirinya sudah mempunyai suami dan kabur
karena suaminya yang selalu menyakitinya. Ben membantu laura untuk menyamar dan
menemui ibunya di panti jompo. Pada saat Laura yang sedang menyamar datang menemui
ibunya di panti jompo, ternyata bersamaan dengan datangnya Martin yang telah menemukan
dimana ibu Laura dirawat. Tetapi mereka tidak bertemu. Dari perawat Martin mengetahui
bahwa ibu laura telah dikunjungi seseorang tetapi dia gagal bertemu dengan orang tersebut.
Martin menyamar menjadi polisi untuk bertemu Chloe (ibu laura yang buta) dan
memperingatkan dia bahwa laura sedang terancam oleh Martin, pria berbahaya. Dari Chloe ia
mendapatkan informasi bahwa Laura sedang dekat dengan seorang pengajar drama di suatu
universitas di Cedar Falls. Martin berencana mau membekap Chloe, tapi usahanya digagalkan
oleh perawat yang datang untuk memberikan obat untuk Chloe.
Martin mulai mencari Ben di universitas tempat Ben mengajar dan mengikutinya
sampai ke taman ria dimana Ben dan Laura bertemu. Martin mengikuti Ben dan Laura
sampai ke tempat tinggalnya dan terus memantau aktifitas yang dilakukan oleh Laura dan
Ben. Ketika Laura sedang sendiri, Martin masuk kerumah Laura. Sebelum itu Laura sudah
menyadari kedatangan Martin saat melihat handuk yang berjejer rapih dan isi lemari yang
begitu tertata sehingga Laura coba berlari ke pintu keluar dan pada saat itu, Laura mendengar
Ben mengetuk pintu. Ketika Laura akan membukakan pintu, tiba-tiba Martin menunjukan
dirinya dan mengancam Laura untuk tidak membukakan pintu untuk Ben. Laura pun
berbicara kepada Ben untuk pergi, Ben pun menyetujuinya tetapi tiba-tiba Ben mendobrak
pintu rumah Laura dan terjadi perkelahian antara Martin dan Ben. Saat itu Ben pingsan
karena dipukul kepalanya oleh Martin dengan pistol yang dipegangnya. Martin pun
menghampiri Laura yang sangat ketakutan dan memintanya untuk kembali.
Tiba-tiba Laura menendang alat vital Martin kemudian Martin pun jatuh dan pistolnya
terlepas. Laura mengambil pistolnya lalu Laura menelepon polisi. Laura melaporkan bahwa
dia telah membunuh seseorang dan meminta polisi segera datang. Kemudian Laura
menembak 3 kali kearah dada Martin. Laura mengira Martin telah meninggal, akan tetapi
Martin masih hidup dan berniat menembak laura, tetapi peluru dipistol telah habis. Dan
akhirnya Martin meninggal.