Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAN 1 Bumiayu


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/ Semester : XII/ 1
Materi Pokok : Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya
Alokasi Wakut : 3 x 2 JP (Jam Pelajaran)

A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan dan perubahan
(seperti medan listrik dan medan magnit) yang saling berkaitan sehingga
memungkinkan manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah
kehidupan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
3.1 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi
4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan interferensi cahaya.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1. Menunjukan rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan YME atas adanya keteraturan
dalam gelombang bunyi dan cahaya sehingga terciptanya berbagai produk teknologi
yang bermanfaat bagi kehidupan manusia
2. Menunjukkan sikap rasa ingin tahu yang tinggi dalam mengumpulkan dan
menganalisis informasi gelombang bunyi dan cahaya
3. Menunjukkan sikap teliti dalam melakukan eksperimen (percobaan)
4. Menyebutkan karakteristik sifat gelombang bunyi.
5. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
6. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi.
7. Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
8. Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
9. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang
gelombang, dan intensitas bunyi) pada berbagai medium
10. Menjelaskan perbedaan frekuensi sumber bunyi dan frekuensi pengamat pada
peristiwa efek doppler.
11. Menunjukkan kemampuan menghitung besaran terkait pada peristiwa efek doppler
12. Menjelaskan terjadinya gelombang stasioner pada dawai dan pipa organa.
13. Menunjukkan kemampuan menghitung frekuensi gelombang bunyi yang dihasilkan
oleh dawai dan pipa organa.
14. Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup
15. Menunjukkan kemampuan menghitung intensitas dan taraf intensitas gelombang
bunyi pada berbagai peristiwa.
16. Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa
tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai.
17. Menjelaskan gejala pemantulan bunyi.
18. Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
19. Menjelaskan gejala pembiasan bunyi.
20. Mendifinisikan polarisasi
21. Menjelaskan penyebab terjadinya polarisasi
22. Menjelaskan penyebab terjadinya pembiasan ganda
23. Menjelaskan bagaimana cara menguji bahwa cahaya telah mengalami polarisasi
24. Menjelaskan syarat batas terjadinya polarisasi akibat pemantulan
25. Menyebutkan berbagai produk teknologi yang menggunakan prinsip polarisasi
26. Menghitung sudut polarisasi akibat pemantulan
27. Menghitung merubahan intensitas cahaya terpolarisasi pada peristiwa absobsi
28. Menggunakan teknologi LCD dan LED terkait karakteristik gelombang cahaya.

D. MATERI PEMBELAJARAN

CEPAT RAMBAT GELOMBANG

Pada dawai
Dengan menggunakan alat sonometer, dengan percobaan yang dilakukan oleh Melde
kecepatan rambat pada dawai :

F Fl F
v
m A

Dengan
F = gaya tegangan dawai
= m/l = massa dawai persatuan panjang = massa linier (kg/m)
= massa jenis = m/V
A = luas penampang dawai

Cepat rambat bunyi dalam zat cair :

B
v

dengan : B = modulus Bulk zat cair (N/m2)
Cepat rambat bunyi dalam zat padat :

E
v

dengan E = Modulus Young (N/m2)
Cepat rambat bunyi dalam gas

RT
v
M
dengan R = tetapan umum gas = 8,3 J/mol K
T = suhu gas (K)
M = massa molekul relatif
= konstanta laplace

Pola Gelombang pada senar :

Frekwensi yang dihasilkan pada setiap pola gelombang adalah :


v v
fo
o 2l
a. nada dasar :
v v v
f1 2
1 l 2l
b. nada atas pertama :
v v v
f2 2 3
2 3 l 2l
c. nada atas kedua :
v v v v
f3 1 2 4
3 2 l l 2l
d. nada atas ketiga :
Perbandingan frekwensi-frekwensi diatas dapat ditulis sebagai :

f o : f 1 : f 2 : ..... 1 : 2 : 3 : ...

Jika persamaan kecepatan dimasukkan dalam perhitungan frekwensi :

1 F 1 F
fo
2l 2l A

Pola gelombang pada senar :


perut = (n + 1) , simpul = (n + 2)
3
l (n 1) 12 o 1 2 23
2
= .....

f n (n 1) f o
dengan n = 0, 1, 2, ....= notasi untuk nada dasar, atas pertama, atas
kedua dst.

Pola Gelombang pada pipa Organa


a. Pipa Organa Terbuka :
f o : f 1 : f 2 : ..... 1 : 2 : 3 : ...
Perbandingan frekwensi :
Pola gelombang pada pipa organa terbuka :
simpul = n + 1 , perut = n + 2
1 1 3
l ( n 1) o o 1 2 ....
2 2 2

f n (n 1) f o
dengan n = 0, 1, 2, ....= notasi untuk nada dasar, atas pertama, atas
kedua dst.

b. Pipa Organa Tertutup :

Pola gelombang :
v v
fo
o 4l
a. nada dasar :

v v
f1 3
1 4l
b. nada atas pertama :

v v
f2 5
2 4l
c. nada atas kedua :

f o : f 1 : f 2 : ..... 1 : 3 : 5 : ...
Perbandingan frekwensinya :
Pola gelombang pada pipa organa terbuka :
simpul = perut = n + 1
1 1 3 5
l (2n 1) o o 1 2 ....
4 4 4 4

v
f n (2n 1) f o (2n 1)
4l
dengan n = 0, 1, 2, ....= notasi untuk nada dasar, atas
pertama, atas kedua dst.

ENERGI GELOMBANG
Gelombang merupakan rambatan energi energi yang dipindahkan gelombang adalah energi
getaran besarnya :
1 2 1
E kym m 2 y m2 2 2 mf 2 y m2
2 2

Dengan m = massa
f = frekwensi
ym= amplitudo
K = konstanta
Energi yang dipindahkan gelombang berbanding lurus dengan kuadrat frekwensi dan
kuadrat amplitudo

Bunyi adalah getaran yang dapat didengarkan


Gelombang bunyi berupa gelombang longitudinal
Cepat rambat gelombang dihitung dari besaran-besaran yang mempengaruhi :
F m
l
A. Pada senar : v= = ;m=.A.l

F
.A
v= F : gaya tegangan senar
: massa persatuan panjang
l : panjang senar
: massa jenis senar
A : luas penampang senar



B. Pada zat cair : v= B : modulus Bulk (N/m2)
: massa jenis zat cair

E

C. Pada zat padat : v= E : modulus Young (N/m2)
: massa jenis zat cair

RT

M
D. Pada Gas : v= R : tetapan umum gas
= 8,3 J/mol K
T : suhu mutlat (dalam Kelvin)
M : massa molekul relatif
: konstanta laplace

Intensitas Gelombang Bunyi


Adalah energi yang dipindahkan persatuan luas persatuan waktu atau daya persatuan luas
yang tegak lurus pada arah cepat rambat gelombang
P
I
A
P : daya, A : luas penampang
Pengurangan intensitas bunyi akibat penambahan jarak dari sumber bunyi adalah :
P P 1 1 I 2 r12
I1 : I 2 : 2 : 2 :
4r1 4r2
2 2
r1 r2 I 2 r22
atau
Intensitas total dari gabuangan n buah sumber bunyi yang identik adalah : Itot = nI
Taraf Intensitas Bunyi
Adalah logaritma perbandingan antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang
pendengaran
Intesitas ambang pendengaran (Io) adalah intensitas terkecil yang masih dapat
menimbulkan rangsangan pendengaran pada telinga manusia bernilai 10-12 W/m2.
I
TI 10 log
Io
dengan : TI : taraf intensitas (dB)
I : intensitas bunyi (W/m2)
Io : 10-12 W/m2
Taraf Intensitas yang dihasilkan dari beberapa sumber bunyi yang sama :

TI n TI 1 10 log n

Perubahan taraf intensitas bunyi karena perubahan jarak :

r2
TI n TI 1 20 log
r1

Resonansi
Adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar.
Resonansi dapat terjadi apabila kedua frekwensi sama atau frekwensi satu merupakan
kelipatan frekwensi lain.
Contoh udara di dalam kolom udara akan bergetar jika garpu tala di atasnya digetarkan
Hubungan panjang kolom udara (l) terhadap panjang gelombang () adalah
1
l n (2n 1)
4
dengan n = 0, 1, 2, ....

Pelayangan Bunyi
Interferensi yang terjadi akibat superposisi dua buah gelombang dengan frekwensi yang
sedikit berbeda dan merambat dalam arah yang sama. Ternyata kenyaringan bunyi yang
dihasilkan berubah-ubah secara periodik.
Frekwensi pelayangan : fp = | f1 f2 |

Efek Dopler
Terjadinya perubahan frekwensi dari sumber bunyi yang didengar karena adanya
pergerakan antara sumber punyi dengan pengamat.
v vp
fp fs
v vs
dengan fp : frekwensi yang didengar pengamat
fs frekwensi sumber bunyi
vp : kedepatan gerak pengamat
vs : kecepatan gerak sumber bunyi
v : kecepatan bunyi diudara
Keterangan :
Jika sumber bunyi mendekat nilai vs : negatif
Jika sumber bunyi menjauh nilai vs : positip
Jika pengamat mendekati sumber bunyi nilai vp positip
Jika pengamat menjauhi sumber bunyi nilai vp negatip
Jika gerak angin diperhitungkan maka : persamaan menjadi :
1. arah angin dari S ke P
(v v a ) v p
fp fs
(v v a ) v s

2. arah angin dari P ke S


(v v a ) v p
fp fs
(v v a ) v s

Sebagai gelombang transversal, cahaya dapat mengalami polarisasi. Polarisasi cahaya


dapat disebabkan oleh empat cara, yaitu refleksi (pemantulan), absorbsi (penyerapan),
pembiasan (refraksi) ganda dan hamburan.

1. Polarisasi karena refleksi

Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar biasnya
membentuk sudut 90o. Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang
pantul. Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias, berlaku ip + r = 90 atau r = 90
ip

Dengan demikian, berlaku pula

Jadi, diperoleh persamaan


Dengan n2 adalah indeks bias medium tempat cahaya datang n1 adalah medium tempat
cahaya terbiaskan, sedangkan ip adalah sudut pantul yang merupakan sudut terpolarisasi.
Persamaan di atas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster.

Gambar 1. Polarisasi karena refleksi

2. Polarisasi karena absorbsi selektif

Gambar 2. Skema polarisasi selektif menggunakan filter polaroid. Hanya cahaya dengan
orientasi sejajar sumbu polarisasi polaroid yang diteruskan.

Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Bahan polaroid bersifat
meneruskan cahaya dengan arah getar tertentu dan menyerap cahaya dengan arah getar
yang lain. Cahaya yang diteruskan adalah cahaya yang arah getarnya sejajar dengan
sumbu polarisasi polaroid.
Gambar 3. Dua buah polaroid, polaroid pertama disebut polarisator dan polaroid kedua
disebut analisator dengan sumbu transmisi membentuk sudut

Seberkas cahaya alami menuju ke polarisator. Di sini cahaya dipolarisasi secara vertikal
yaitu hanya komponen medan listrik E yang sejajar sumbu transmisi. Selanjutnya cahaya
terpolarisasi menuju analisator. Di analisator, semua komponen E yang tegak lurus sumbu
transmisi analisator diserap, hanya komponen E yang sejajar sumbu analisator diteruskan.
Sehingga kuat medan listrik yang diteruskan analisator menjadi:

E2 = E cos

Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator) memiliki
intensitas I0, maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah:

I1 = I 0

Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan
intensitas menjadi:

I2 = I1 cos2 = I0 cos2

3. Polarisasi karena pembiasan ganda

Jika berkas kaca dilewatkan pada kaca, kelajuan cahaya yang keluar akan sama ke segala
arah. Hal ini karena kaca bersifat homogen, indeks biasnya hanya memiliki satu nilai.
Namun, pada bahan-bahan kristal tertentu misalnya kalsit dan kuarsa, kelajuan cahaya di
dalamnya tidak seragam karena bahan-bahan itu memiliki dua nilai indeks bias
(birefringence).

Cahaya yang melalui bahan dengan indeks bias ganda akan mengalami pembiasan dalam
dua arah yang berbeda. Sebagian berkas akan memenuhi hukum Snellius (disebut berkas
sinar biasa), sedangkan sebagian yang lain tidak memenuhi hukum Snellius (disebut berkas
sinar istimewa).
Gambar 4. Skema polarisasi akibat pembiasan ganda.

4. Polarisasi karena hamburan

Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel-partikel medium akan menyerap dan
memancarkan kembali sebagian cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya
oleh partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan.

Pada peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung
mengalami hamburan dengan intensitas yang besar. Hamburan ini dapat diamati pada
warna biru yang ada di langit kita.

Gambar 5. Warna biru langit akibat fenomena polarisasi karena hamburan

Sebelum sampai ke bumi, cahaya matahari telah melalui partikel-partikel udara di atmosfer
sehingga mengalami hamburan oleh partikel-partikel di atmosfer itu. Oleh karena cahaya
biru memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah, maka cahaya itulah
yang lebih banyak dihamburkan dan warna itulah yang sampai ke mata kita.
Perbedaan LCD dan LED

TV LCD adalah televisi layar datar yang memanfaatkan teknologi Liquid Crystal Display.
Jenis ini memiliki dua lapisan kaca yang terpolarisasi dan saling menempel. Cairan
kristal terletak di salah satu lapisan. Kristal-kristal cair berfungsi melewatkan atau
memblokir cahaya, agar menghasilkan gambar pada layar saat arus listrik
melewatinya.Namun, kristal tersebut tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya berasal
dari serangkaian lampu neon di belakang layar. Dengan bantuan lampu neon (sebagai
back light), gambar yang dibuat oleh kristal menjadi terlihat.

Monitor LCD menghasilkan kualitas gambar yang tinggi. TV LCD dapat dibuat sangat
tipis, yang membuatnya hemat ruangan, dan pengguna dapat leluasa menempatkannya
dimana saja bahkan dengan cara menmpelkan di tembok. Hal ini membuat LCD menarik
bagi pembeli.
LED sebenarnya sangat mirip LCD bahkan cara kerjanya juga tidak jauh berbeda. LED
juga memiliki layar datar tipis yang memanfaatkan teknologi Liquid Crystal Display. Satu-
satunya perbedaan adalah sumber cahaya, yang berada di belakang layar. TV LCD
menggunakan lampu neon, dan TV LED menggunakan LED (Light Emitting Dioda).

Ada dua jenis pencahayaan LED. Yang pertama disebut sebagai pencahayaan Edge,
dan yang lainnya disebut pencahayaan Full-Array. Dengan pencahayaan Edge,
rangkaian dioda diatur sepanjang tepi luar layar. Ketika ada arus listrik, cahaya
didistribusikan di layar. Sedangkan untuk pencahayaan Full-Array, ada beberapa baris
dari dioda di belakang seluruh permukaan layar. Dioda sumber cahaya ini memberikan
lebih banyak kontrol atas kecerahan dan peredupan, karena dioda dapat dihidupkan dan
dimatikan secara independen.

Dengan kata lain LED adalah LCD dengan sistem backlight baru yang lebih maju. LED
dikembangkan, karena memberi keseimbangan lebih dalam saturasi warna, dan
menggunakan daya lebih sedikit dibanding lampu neon yang digunakan pada layar LCD.
Namun LED TV saat ini lebih mahal dari LCD TV

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Pertama: (2 Jam Pelajaran)

Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Kegiatan Stimulasi Guru memberikan salam
Pendahuluan (pemberian Guru meminta ketua kelas untuk memimpin
rangsangan) berdoa
Guru membawa siswa keluar kelas menuju
aula.
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
tentang : 10
o Mungkinkah kita mendengar bunyi petir
dan melihat cahaya kilat secara
bersamaan?
o Dapatkan bunyi merambat dalam ruang
hampa ?
o Dapatkah bunyi membelok ketika
menemui penghalang ?
Guru membagi siswa-siswi dalam beberapa
kelompok
Guru menyuruh satu orang anak untuk ke
tengah aula dan berteriak
Guru mengarahkan siswa/siswi dalam
kelompok untuk mengamati dan
mendengarkan dengan seksama dan
mencatat fenomena yang ad
Kemudian guru mrnyuruh seorang anak untuk
berteriak di tengah lapangan terbuka
Guru mengarahkan siswa/siswi dalam
kelompok untuk mengamati dan
mendengarkan dengan seksama dan
mencatat fenomena yang ada
Kegiatan Inti Problem Statement Mengapa terdengar bunyi yang menyusul 45
(pertanyaan / (bunyi pantul) ?
identifikasi
Mengapa telinga kita dapat mendengar bunyi ?
masalah)
Jika tidak terdengar bunyi pantul, apakah
sebabnya ?
Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi
Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
perambatan bunyi di udara ?
Faktor apakah yang mempengaruhi cepat
rambat bunyi?

Data Collection
(pengolahan data) Siswa mendiskusikan peristiwa yang diamati,
yaitu pemantulan bunyi di udara
Siswa mencari sebab-sebab terjadinya
perambatan bunyi dan pemantulan bunyi
Siswa mendiskusikan faktor-faktor yang
mempengaruhi perambatan bunyi di udara
Siswa menerima soal-soal yang berhubungan
dengan perambatan bunyi, pemantulan
bunyi, efek doppler, dan intensitas bunyi

Verification
(pembuktian) Siswa menganalisis berbagai informasi dari
sumber-sumber yang relevan berkaitan
dengan peristiwa perambatan bunyi di
udara dan pemantulan bunyi
Siswa memeriksa fenomena yang terjadi
dan membandingkan dengan teori dan
konsep dari literatur yang komprehensif
dibawah arahan guru
Siswa menyimpulkan faktor-faktor yang
mempengaruhi perambatan bunyi di udara
Siswa mengerjakan soal-soal yang telah
diberikan guru

Generalization Siswa mempresentasikan hasil diskusi


(menarik masing-masing kelompok
kesimpulan) Siswa menyampaikan pendapat dan
analisis masing-masing dan
membandingkan dengan hasil diskusi
kelompok lain
Siswa membahas hasil pekerjaan soal-soal
antar kelompok
Siswa melaporkan hasil diskusi kelompok
kepada guru
Guru dan siswa mereview kembali hasil
diskusi tentang fenomena pada gelombang
bunyi

Kegiatan Guru memberikan penghargaan kepada 35


Penutup kelompok dengan kinerja terbaik
Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Guru memberikan tugas mandiri kepada
siswa untuk dikerjakan di rumah
Guru menutup pelajaran dan
mengucapkan salam

Pertemuan kedua ( 2 Jam Pelajaran)

Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Guru memberi salam dilanjutkan dengan
Kegiatan menanyakan kabar siswa dan kesiapan
belajar 15
Pendahuluan
Guru memberikan apersepsi dan motivasi

Kegiatan Inti Orientasi peserta Mengamati Video yang menggambarkan 65


didik pada terjadinya peristiwa polarisasi (Altertnatif
masalah lain: demonstrasi menggunakan bahan
Polaroid)
Peristiwa apa saja yang dapat meenyebabkan
terjadinya polarisasi
Apa penyebab terjadinya pembiasan ganda
Bagaimana cara menguji bahwa cahaya telah
mengalami polarisasi
Pada peristiwa polarisasi akibat pemantulan
syarat apa saja yang membatasi
Bagaimana menghitung perubahan intensitas
cahaya terpolarisasi pada peristiwa absobsi
produk teknologi apa saja yang menggunakan
prinsip polarisasi

Guru membentuk kelompok (diharapkan


muncul pertanyaan cara membentuk
Mengorganisasika kelompok dan cara kerja kelompok)
n Peserta Didik Guru membagikan LKS

Guru membimbing siswa berdiskusi kelompok.


Membimbing Dalam diskusi kelompok dengan panduan
LKS:
penyelidikan
Siswa mencari dan mengumpulkan
individu dan
berbagai literature dan referensi yang
kelompok mendukung pemecahan masalah yang
mereka temukan setelah mengamati
video peristiwa polarisasi
Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Siswa menganalisis informasi dari
berbagai sumber data yang terkumpulkan
siswa menyimpulkan peristiwa apa saja
yang dapat menyebabkan terjadinya
polarisasi, penyebab terjadinya
pembiasan ganda, cara menguji bahwa
cahaya telah mengalami polarisasi, dan
syarat batas terjadinya polarisasi karena
pemantulan
Saat siswa melakukan diskusi kelolmpok guru
mekukan penilaian sikap melalui observasi

Masing-masing kelompok secara bergiliran


mepresentasikan hasil diskusi kelompok

Mengembangkan
dan menyajikan
hasil karya
Guru memandu diskusi kelas untuk
menganalisis hasil pemecahan masalah
dan menyamakan persepsi dan
Menganalisa dan
memberikan penekanan pada materi-
mengevaluasi materi esensial yang belum terselesaikan.
proses pemecahan
masalah
Kegiatan Siswa dan guru mereview hasil pembelajaran 10
Penutup tentang polarisasi
Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang berkinerja baik
Guru memberikan tugas pada siswa untuk
membuat artikel tentang peralatan yang
teknologi yang menggunakan konsep
polarisasi

Pertemuan ketiga ( 2 Jam Pelajaran)

Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Kegiatan Guru memberi salam dilanjutkan dengan
Pendahuluan menanyakan kabar siswa dan kesiapan
belajar
Guru memberikan apersepsi dan motivasi
tentang CRT, LCD, dan LED
Fase 1
Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Orientasi Peserta Guru menampilkan gambar CRT, LED, dan 10
didik kepada LED.
masalah

Guru menampilkan video tentang prinsip


kerja dari LED
Kegiatan Inti Fase 2 Setelah melakukan pengamatan peserta didik 45
Mengorganisasika diharapkan bertanya tentang:
n peserta didik Bagaimana prinsip kerja dari televisi
dengan polarisasi?
Sebutkan langkah-langkah untuk hemat
energi !
Sebutkan beberapa contoh dalam
melaksanakan program hemat energi !
Apa perbedaan televisi yang berbasis
CRT, LCD, dan LED?
Apa keunggulan dan kelemahan waktu
memakai televisi CRT ?
Apa keunggulan dan kelemahan waktu
memakai televisi LCD ?
Apa keunggulan dan kelemahan waktu
memakai televisi LED ?
Bagaimana prinsip kerja dari LCD dan
LED?
Fase 3 Guru mengarahkan peserta didik mencari
Langkah Alokas
Sintak Model
Pembelajara Deskripsi i
Pembelajaran
n Waktu
Membimbing dan mengumpulkan berbagai literatur dan
penyelidikan referensi dari perpustakaan dan internet
individu dan yang mendukung pemecahan
kelompok permasalahan yang mereka temukan
berdasarkan pengamatan pada TV dengan
tehnologi CRT, LCD, dan LED
Mencatat hasil referensi dari perpustakaan
dan broswing internet.
Fase 4 Siswa berdiskusi mengenai informasi dari
Mengembangkan berbagai sumber data yang didapatkan
dan menyajikan
hasil karya
Kegiatan Fase 5 Masing-masing kelompok secara bergiliran 35
Penutup Menganalisa dan mempresentasikan hasil dari literatur dan
mengevaluasi referensi
proses pemecahan Peserta didik membuat laporan
masalah pengamatan
Pada akhir proses pembelajaran, guru dan
peserta didik melakukan refleksi terhadap
aktivitas selama mencari dan
mengumpulkan berbagai literatur dan
referensi dari perpustakaan dan internet
yang mendukung pemecahan
permasalahan yang mereka temukan
berdasarkan pengamatan pada TV dengan
tehnologi CRT, LCD, dan LED
Guru dan mengembangkan diskusi untuk
memperbaiki kinerja selama proses
pembelajaran, sehingga pada akhirnya
ditemukan suatu temuan baru menjawab
pertanyaan yang diajukan pada tahap awal
pembelajaran.

F. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL, DAN PENGAYAAN


1. Teknik Penilaian
No Aspek Teknik Bentuk Instrumen

1 Sikap Observasi Kegiatan Diskusi Lembar Observasi


Penilaian Diri Format Penilaian
Penilaian Antar Peserta Format Penilaian
Didik Catatan
Jurnal
2 Pengetahuan Tes tertulis Soal Pilihan Ganda
Tes Lisan Soal Uraian
No Aspek Teknik Bentuk Instrumen

Penugasa Tugas
3 Keterampilan Penilaian Portofolio Format Penilaian
Laporan Portofolio

2. Instrumen Penilaian
a. Pertemuan Pertama
(1) Penilaian Sikap : Lembar observasi pada saat melakukan kegiatan
pengamatan animasi
(2) Penilaian Pengetahuan : Soal Pilihan Ganda, uraian, dan penugasan konsep
prinsip kerja
(3) Penilaian Keterampilan : Lembar penilaian portofolio
b. Pembelajaran remidial
(1) Pembelajaran dilaksanakan segera dilaksanakan segera setelah diadakan
penilaian bagi peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah 2,67.
(2) Strategi pembelajaran remedial dilaksankan dengan pembelajaran remedial,
penugasan dan tutor sebaya berdasarkan indikator pembelajaran yang belum
dicapai oleh masing-masing peserta didik.
c. Pengayaan
Peserta didik yang mendapatkan nilai diatas 2,67 diberikan tugas menkaji materi
penerapan prinsip kerja dalam kehidupan sehari-hari dan atau soal-soal higher
ordered thingking.
d. Kunci dan Pedoman Penskoran (pada lampiran)

G. MEDIA/ ALAT, BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR


1. Media/ Alat : Media animasi televisi berbasis CRT, LCD, dan
LED, serta laptop, proyektor, spidol, white board.
2. Bahan : bahan ajar gelombang bunyi
3. Sumber Belajar :
a. Fisika SMA Kelas XII, Pujianto dkk, 2015, Klaten : Penerbit Intan Pariwara
b. Kanginan. 2013. Fisika SMA kls XII kurikulum 2013. Erlangga. Jakarta
c. Tipler. 1998. Fisika Sains Sekolah Menengah. Erlangga. Jakarta
d. Zemansky, Sears. 2002. Fisika Universitas. Terjemahan. Jilid 3. Erlangga.
Jakarta
e. www.physic.edu

Mengetahui Bumiayu, 26 Juni 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
H. Samsul Maarif, S.Pd. Eko Puji Susanto, S.Pd.
NIP 19690126 199802 1 001 NIP 19741120 199903 1 005