Anda di halaman 1dari 21

TUGAS FISIKA

REMEDIAL

Nama : Muhammad Azkal Naufal

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/ Semester : XI MIPA 5 / I
Materi Pokok : Gejala Pemanasan Global
A.Kompetensi Inti (KI)
1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kraetif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
Domain Kompetensi Dasar
Spiritual 1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur
alam jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan
pengukurannya
Sikap 2 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
Kognitif 3.8 Menganalisis gejala pemanasan global, efek rumah kaca, dan
(Pengetahuan perubahan iklim serta dampaknya bagi kehidupan dan
) lingkungan

Keterampilan 4.8 Menyajikan ide/gagasan pemecahan masalah gejala


pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan dan
lingkungan

C. Indikator
Indikator Kognitif Produk
3.8.1 Mempresentasikan penyebab pemanasan global
3.8.2 Mengamati dampak pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari
3.8.3 Menjelaskan efek rumah kaca dan emisi karbon
3.8.4 Menjelaskan kesepakatan internasional tentang pemanasan global
3.8.5 Menjelaskan upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global

Indikator Kognitif Proses


3.8.1 Mendiskusikan penyebab pemanasan global
3.8.2 Mendiskusikan dampak pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari
3.8.3 Memahami efek rumah kaca dan emisi karbon
3.8.4 Mendiskusikan kesepakatan internasional tentang pemanasan global
3.8.5 Menganalisis upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global

Indikator Afektif

2.1.2 Menyadari kekuasaan Tuhan tentang Gejala Pemanasan Global yang ada di muka
bumi
1 Menunjukkan sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok
2 Bersikap aktif dan tanggung jawab selama pembelajaran mengenai materi Gejala
Pemanasan Global

A Materi Pembelajaran
GEJALA PEMANASAN GLOBAL
Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana
proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam
kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat membahayakan bagi
kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi.
Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata
pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.
Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan
peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6C yang terjadi dalam satu abad terakhir.
Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar
bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan
global dapat kita amati dan rasakan.
Gejala-gejala pemanasan global adalah pergantian musim yang sulit kita prediksi,
sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan
kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.
Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang
mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global.
Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah
kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya
pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal
tersebut.

Penipisan Lapisan Ozon

1. Lapisan Ozon

Pada gambar 9.1 ditumjukkan bahwa atmosfer terbagi atas empat lapisan berbeda,
yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer. Troposfer adalah lapisan yang paling
dekat dengan permukaan bumi. Lapisan ini mengandung udara yang kita hirup untuk
bernapas. Peristiwa- peristiwa cuaca seperti angin, awan, atau hujan juga terjadi disini. Di
atas ekuator ketebalannya mencapai 17 km. Lapisan berikutnya yaitu stratosfer yang
membentang 15 km sampai 50 km di atas permukaan bumi. Di lapisan inilah pesawat jet
terbang. Pada lapisan ini juga terdapat lapisan ozon.

Ozon adalah suatu lapisan oksigen yang tiap molekulnya terdiri atas tiga atom O (O3).
Pada suhu dan tekanan normal, ozon berbentuk gas biru. Ozon pertama kali ditemukan oleh
Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1840. Ozon merupakan gas beracun sehingga apabila
dekat dengan permukaan tanah akan berbahaya karena dapat merusak paru-paru jika terhisap.
Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi dari bahaya radiasi
ultraviolet (UV). Dalam industry, ozon digunakan untuk membunuh kuman, meniadakan
pencemaran dalam air (akibat besi, arsen, hydrogen sulfide, nitrit, dan bahan organic kompleks
yang dikenal sebagai warna), mencuci, dan memutihkan kain.
Ozon dapat kita temukan terutama di dua lapisan atmosfer. Sekitar 10% ditemukan di
troposfer, dan sekitar 90% menetap di stratosfer. Sebagian besar ozon yang berada dalam
lapisan statosfer inilah yang disebut dengan lapisan ozon. Engan demikian, lapisan ozon
berada pada stratosfer pada ketinggian 19 sampai 48 km.
Pengukuran menunjukkan bahwa ozon sangat sedikit terdapat di atmosfer, yaitu kira-
kira satu molekul per satu juta molekul dalam atmosfer bumi. Walaupun ozon yang
terdapat dalam stratosfer berjumlah sangat kecil, keberadaannya sangat vital untuk
keberlangsungan hidup makhluk hidup di permukaan bumi. Tanpa ozon di stratosfer akan
lebih banyak radiasi UV sampai ke permukaan bumi. Radiasi UV menyebabkan mutasi
pada hamper semua organisme. Terhadap manusia, radiasi UV berlebih dapat
menyebabkan kanker kulit.
Konsentrasi ozon di stratosfer tidaklah statis karena ada proses terus menerus
pembentukan dan pemusnahan ozon. Ozon terbentuk atas bantuan sinar UV yang
memiliki energy lebih besar daripada cahaya tampak. Pertama, radiasi UV gelombang
pendek diserap oleh oksigen diatomic yang berlimpah di atmosfer. Energi ini mampu
memecah ikatan kimia pada oksigen sehingga menjadi atom O bebas yang bersifat reaktif.
Reaksi tersebut penting karena :
Radiasi UV berenergi tinggi dari sinar mtahari telah disaring.
Atom O bebas yang reaktif tersebut akan bergabung dengan oksigen diatomic
untuk membentuk oksigen triatomic (ozon) yang akan menyerap radiasi UV berlebih.
Ketika O3 terpapar oleh radiasi UV, ozon akan menyerap radiasi UV dan ozon
terurai menjadi dua bentuk oksigen dalam reaksi :
Oksigen monoatomic yang dihasilkan bergabung lagi dengan satu molekul ozon untuk
menghasilkan dua molekul oksigen diatomic melalui reaksi :
Begitu seterusnya, proses pembentukan dan penghancuran ozon berulang kembali.

Proses penghancuran dan pembentukan ozon di stratosfer berlangsung terus, sehingga tanpa
adanya gangguan dari luar. Kadar ozon statisfer cenderung konstan. Jumlah ozon yang
terbentuk dan musnah setiap saatnya selalu sama. Mekanisme alamiah ciptaan Tuhan ini
sanggup mempertahankan kestabilan lapisan ozon di stratosfer bumi.

Dari sudut pandang pembentukan dan pemusnahan, ozon berfungsi sebagai katalisator yang
mengubah energy radisi dari sinar UV melalui penyerapan dalam pembentukan ozon menjadi
panas yang dilepaskan melalui pemusnahan ozon. Oleh karena itu, semakin naik ke
stratosfer, semakin tinggi suhunya. Hal ini disebabkan semakin banyaknya energy
radiasi UV yang diubah menjadi panas oleh ozon.
2. Lubang
Ozon
Pada tahun 1950, ilmuwan memperkenalkan senyawa baru bernama
Chlorofluorocarbon (CFC) dengan rumus kimia CF2Cl2 (dikenal dengan nama
dagang Freon). Senyawa ini mempunyai sifat fisis maupun kimia yang
menguntungkan dari aspek teknologi karena sangat stabil, tidak berbau, tidak mudah
terbakar, tidak beracun terhadap manusia, serta tidak korosif terhadap logam-logam di
sekitarnya. Dengan sifat-sifat yang menguntungkan dan harga yang tidak mahal, CFC
sering digunakan terutama untuk mengganiti senyawa- senyawa kimia seperti
ammonia dan sulfur dioksida yang mudah terbakar, beracun, dan berbau menyengat
sebagai bahan pendingin dalam mesin pendingin ruangna (AC) maupun lemari es.
Penggunaan lain yang banyak dijumpai dalam keseharian adalah pada pendorong
aerosol (hair spray).

Tidak seperti senyawa-senyawa kimi lain pada umumnya, gas CFC ini sangat stabil dan
secra kimia tidak reaktif, tidak bisa diuraikan pada ketinggian rendah dari permukaan
bumi. Diperlukan waktu 5 sampai 10 tahun untuk CFC sampai ke lapisan ozon. Setelah
sampai, CFC dapat bertahan di lapisan ozon selama 70 sampai dengan 400 tahun.
Pada pertengahan 1970, lubang ozon ditemukan oleh sekelompok peneliti. Mereka
menyadari bahwa CFC yang stabil ini dapat menyebabkan kerusakan ozon dalam atmosfer.
Di lapisan ozon, oleh pengaruh radiasi UV matahari berenergi tinggi, molekul-molekul
CFC terurai membebaskan atom-atom klorin (Cl). Atom-atom klorin ini bereksi dengan
ozon, dan mengubah ozon menjadi oksigen biasa dan klorin terbentuk kembali. Jadi, dalam
reaksi ini klorin bertindak sebagai katalis. Adapun reaksinya sebagai berikut :

Klorin yang terbentuk kembali selanjutnya dapat melakukan reaksi berantai untuk
memusnahkan ozon (O3). Hal itu menyebabkan satu atom klorin yang dibebaskan
dari CFC dan tinggal di lapisan ozon dapat memusnahkan 100.000 molekul ozon.
Walaupun oksigen oksigen yang terlepas dari ozon nantinya dapat bergabung kagi
membentuk ozon, proses ini memerlukan waktu cukup lama, lebih lambat
dibandingkan dengan pemusnahan ozon menjadi oksigen oleh klorin yang dibebaskan
oleh CFC. Akibatnya, penipisan lapisan ozon tetap berlangsung. Oleh karena itu,
kerusakan lapisan ozon yang teramati saat ini kemungkinan besar disebabkan oleh
CFC yang sebenarnya sudah terlepas ke atmosfer sejak 20-30 tahun sebelumnya.
Dugaan peneliti tersebut akhirnya terbukti ketika pada awal tahun 1980-an, para peneliti
yang bekerja di kutub selatan (Antartika) mendeteksi hilangnya ozon secara periodic di
atas benua tersebut. Keadaan ini dinamakan lubang ozon (ozon hole), yaitu suatu area
ozon tipis pada lapisan ozon yang terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut
selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan
balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon
secara keseluruhan di Antartika terus menurun.

Selama masa kegelapan di mana tidak ada sinar matahari jatuh di Antartika, timbul awan-
awan tinggi yang tersusun atas kristal-kristal es dalam awan-awan tinggi ini memberikan
tempat bagi molekul-molekul kimia sangat dingin yang terdiri atas Cl, Br, O3, dan Kristal-
kristal es. Ketika periode enam bulan kegelapan berakhir dengan datangnya musim semi di
Antariksa, sinar matahari mulai menyinari awan-awan yang berisi Cl, Br, O3, yang
sebelumnya berbentuk es batu. Radiai UV matahari berenergi tinggi memicu sebuah reaksi
berantai perusakan ozon oleh Cl, Br, dan polutan-polutan lain. Kerusakan lapisan ozon
berlangsung sangat cepat karena sejumlah besar ozon dimusnahkan oleh atom-atom klorin
pada waktu yang singkat. Ozon dimusnajkan hanya dalam hitungan harian atau mingguan,
sehingga lubang ozon pun terbentuk.

Dugaan penipisan ozon oleh CFC semakin diperkuat ketika pada tahun 1986, ilmuwan
menemukan daerah-daerah dalam stratosfer dengan jumlah ozon yang sangat rendah. Sebuah
lubang ozon besar ditemukan di atas Antartika. Lubang ozon yang lebih kecil ditemukan di
Kutub Utara. Gambar 9.2 menunjukkan bagaimana lapisan ozon menjadi lebih tipis dan
berkembang menjadi lubang ozon.
3. Penyebab Menipisnya Lapisan Ozon
Penyebab utama penipisan lapisan ozon adalah pelepasan gas CFC ke atmsosfer. Penyebab
lainnya adalah sebagai berikut :

a. Karbon monoksida (CO) sebagai gas buang hasil pembakaran bahan bakar fosil
dari kendaraan bermotor juga dapat merusak lapisan ozon.
b. Gas karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer juga merusak lapisan ozon.

c. Asap yang dihasilkan pabrik semakin memperparah kerusakan lapisan ozon.

Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut:

Efek Rumah Kaca: efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet.
efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi
terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar
angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca
memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun jika berlebihan berbahaya
kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim.

Meningkatnya Gas Rumah Kaca: Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas,
sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya
akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling
berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida
adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran
gas alam.

Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol: CFC atau Cloro Flour Carbon adalah
bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan,
terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC.

Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin: Kendaraan memberikan penyebab


terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan
bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil
pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon
dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon
dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke
angkasa.

Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan: Gas metana


menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas
metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil
pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus
hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas
metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.

Pengrusakan Hutan: Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan


mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran,
maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan
semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya
pemanasan global.
Pemboroson Energi Listrik: Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil
pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran
tersebut menghasilkan karbon dioksida

Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat: Meningkatnya jumlah kendaraan


maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah
banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global.

Pembakaran Sampah Secara Berlebihan: Pembakaran sampah berlebihan yang


dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari
hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap
panas.

Dampak Pemanasan Global


(Global Warming) - Pemanasan
global mempunyai dampak/ akibat
yang sangat luas yang tentunya
memberikan pengaruh bagi
kehidupan di bumi, terutama
kehidupan manusia.

Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut:

Gunung-gunung es akan mencair

Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi

Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan

Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat
membentuk angin puting beliung

Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau
kekeringan ekstrem
Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan
pulau-pulau akan tenggelam.

Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak

Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi
banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam

Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim

Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun

Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria.

Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung,
stroke, dehidrasi, dan stress.

Perhitungan Emisi Gas Emisi Rumah Kaca


dari IPPU
Untuk menyederhanakan dan mempermudah perhitungan gas emisi rumah kaca,
digunakan suatu faktor pengali yang disebut faktor emisi, yakni suatu nilai
representatif yang menghubungkan kuantitas emisi yang dilepas ke atmosfer dengan
aktivitas yang berkaitan dengan emisi tersebut. Perumusan emisi GRK dengan
menggunakan faktor emisi dalam IPCC Guidelines 2006 adalah sebagai berikut:

E = A EF

dengan:

E = jumlah emisi

A = data aktivitas (jumlah bahan-bahan penghasil


emisi) EF = faktor emisi

Prediksi Emisi CO2

Sebelum menghitung prediksi emisi CO2, sebelumnya perlu diketahui jumlah kendaraan dan
jumlah bahan bakar pada tahun yang diinginkan. Dengan diketahuinya jumlah kendaraan dan
jumlah bahan bakar pada tahun yang akan datang, maka baru dapat dihitung prediksi emisi
CO2 di suatu Kota.
Proyeksi jumlah kendaraan/bahan bakar yang akan digunakan adalah dengan menggunakan
metode regresi linier sederhana. Persamaan yang digunakan adalah :

(Draper and Smith, 1992)

Setelah diketahui proyeksi jumlah kendaraan dan proyeksi jumlah bahan bakar pada tahun
yang akan datang maka selanjutnya dapat dihitung emisi CO2 dengan menggunakan
persamaan

Faktor Konversi Kendaraan


Jumlah kendaraan yang akan dianalisis adalah total jumlah kendaraan tiap tahunnya
kemudian dikonversi ke smp dengan cara mengalikan jumlah kendaraan dengan faktor
konversi.
Perhitungan dilakukan dengan persamaan 4 berikut.
n = m x FK
Dimana :
n = jumlah kendaraan setelah dikonversi (smp)
m = jumlahkendaraan sebelum dikonversi (kendaraan)
FK = Faktor Konversi (smp/kendaraan)
Untuk memudahkan dalam analisis perhitungan dan keseragaman maka pengaruh tersebut
dikonversikan terhadap kendaraan ringan (Light Vehicle Unit/LVU), digantikan dengan
satuan
mobil penumpang (smp) sehingga timbul nilai faktor jenis kendaraan tersebut terhadap smp.
Dengan menggunakan ekivalensi, kita dapat menilai setiap jenis kendaraan ke dalam smp.
A.Pilihan Ganda

1. Radiasi panas matahari yang terkurung dalam atmosfir bumi, serta meningkatnya panas
oleh pengikatan CO2 dikenal sebagai ..
a. pemanasan global
b. gas rumah kaca
c. efek rumah kaca
d. polusi suara
e. daya lenting lingkungan
Pembahasan
Efek rumah kaca disebabkan oleh tingginya suhu dipermukaan Bumi karena kadar CO2 di
atmosfir meningkat. Mekanisme efek rumah kaca ini berasal dari panas matahari yang
menembus lapisan atmosfir dan dipantulkan ke Bumi. Oleh karena kadar CO2 yang tinggi
di atmosfir, panas matahari yang dipantulkan bumi terjebak di permukaan Bumi.
Akibatnya suhu dipermukaan bumi meningkat.
Jawaban: c

2. Berikut ini yang bukan termasuk akibat dari efek rumah kaca adalah ..
a. berkurangnya areal hutan
b. meningkatnya kematian manusia karena penyakit
c. naiknya suhu bumi
d. turunnya permukaan air laut
e. mencairnya es di daerah kutub
Pembahasan
Efek rumah kaca dapat berdampak pada pemanasan global yang menyebabkan suhu Bumi
menjadi panas sehingga makhluk hidup sulit untuk bertahan hidup. Selain itu daratan es di
kutub akan mencair dan menyebabkan naiknya permukaan laut.
Jawaban: d

3. Lapisan atmosfir yang melindungi bumi dari tembusnya sinar ultraviolet dari matahari
ialah ..
a. stratosfer
b. litosfer
c. ozon
d. ionosfer
e. troposfer
Pembahasan
Cukup jelas.
Jawaban: c
4.Mekanisme efek rumah kaca yang normal sebenarnya sangat diperlukan bagi kehidupan di
bumi karena ...
a.Mencegah lubang ozon
b.Mengurangi polusi udara
c.Menghambat radiasi untuk atsmosfer bumi
d.Menghangatkan suhu bumi sehingga nyamban untuk ditinggali
e.Menyerap gas rumah kaca sehingga tidak terjadi pemanasan berlebih

5.Keuntungan penghijauan di kota-kota antara lain karena tanaman dapat ...


a.Mengikatkan gas N2
b.Menjaga keseimbangan banyaknya gas CO2, N2, dan O2
c.Mengikat CO2 di udara dan membebaskan O2
d.Mengubah CO2 dan udara menjadi O2
e.Menyerap limbah-limbah industri

6.Komponen pada penggunaan alat transportasi yang mengakibatkan suhu udara mengalami
peningkatan adalah ....
a.Kecepatan transportasi
b.Banyaknya penggunaan transportasi
c.Emisi CO2 dari bahan bakar transportasi
d.Energi yang dihasilkan dari proses pemanasan
e.Pembakaran yang terjadi didalam mesin tidak sempurna

7.Dibawah ini yang tergolong gas rumah kaca adalah ...


a.Karbon dioksida, metana, CFC dan oksigen
b.Karbon dioksida, metana, CFC dan ozon
c.Karbon dioksida, metana, CFC dan nitrogen
d.Metana, CFC, oksigen dan uap air
e.Metana, CFC, uap air, dan helium

8.Upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalah ...


a.Program keluarga berencana
b.Penebaran benih ikan
c.Penanaman seribu pohon
d.Bantuan siswa miskin (BSM)
e.Rumah sehat

9.Upaya untuk mencegah terjadinya efek rumah kaca, diantaranya ...


a.Membakar sampah
b.Mendaur ulang sampah
c.Mengurangi tanama pohon
d.Mengurangi kendaran bermotor
e.Menanam pohon
10.Pada proses efek rumah kaca kalor akan terperangkap di bumi sehingga menyebabkan ...
a.Meningkatnya suhu rata-rata bumi
b.Meningkatnya pelembab udara
c.Menurunnya suhu rata-rata bumi
d.Menurunnya kelembapan udara
e.Suhu bumi mengalami perubahan tidak tentu
11.Adi menulis rancangan tugas proyeknya dibealik kertas bekas milik ayahnya kegiatan ini
menerapkan prinsip ...
a.Reuse
b.Reduce
c.Recycle
d.Replace
e.Composting

12.Perhatikan pernyataan berikut ini!


1.Hemat dalam memakai kertas
2.Menanam pohon dirumah dan disekolah
3.Memakai sepeda ke sekolah
4.Memakai motor ke sekolah
Pernyataan yang merupakan upaya-upaya siswa untuk mengurangi pemanasan global adalah
pernyataan nomor ...
a. 1, 3, dan 4
b.2, 3, dan 4
c.4 saja
d.1, 2, dan 3
e.1, 2, 3, dan 4

13. Perhatikan pernyataan berikut!


1. Es kutub mencair
2. Angin topan
3. Suhu rata-rata bumi meningkat
4. Perubahan cuaca yang tidak stabil
Pernyataan yang merupakan dampak pemanasan global terhadap lingkungan adalah nomor ...
a.2 dan 3
b.1 dan 2
c.2 dan 4
d.3 dan 4
e.1 dan 3

B.ESSAY

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemanasan global dan efek rumah kaca menurut
Soemarwoto (Prof. Dr. Ir. Oto Soemarwoto) !
2. Berikan penjelasan mengenai jenis kegiatan yang memberikan sumbangan terhadap
pemanasan global !
3. Jelaskan hubungan antara konversi hutan dengan pemansan global !
4. Jelaskan pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian !
5. Berikan penjelasan mengenai dampak pemanasan global bagi aktivitas social !
6. Bagaimana dampak kenaikan muka air laut ?
7. Sebutkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut !
8. Cermati studi kasus dengan judul Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki
(Kasus 1), tuliskan komentar anda !
9. Simak studi kasus dengan judul Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk
beradaptasi dengan dampak ekstrim pemanasan global ? (Kasus 2), berikan pendapat
saudara !
10. Buatlah lagu atau puisi mengenai Pemanasan Global !

Jawab :

1.Menurut Soemarwoto (1992) yang dimaksud dengan pemanasan global ialah naiknya suhu
permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). ERK sendiri sangatlah
berguna, karena tanpa adanya ERK rata-rata suhu permukaan bumi hanyalah -180C.
Dengan adanya ERK suhu rata rata permukaan bumi ialah 150C. ERK terjadi karena sinar
infra-merah yang dipancarkan kembali oleh bumi terserap oleh gas tertentu yang disebut gas
rumah kaca (GRK).

2.Jenis jenis kegiatan yang menyumbangkan pemanasan global antara lain :

a. Produksi dan konsumsi energy sebesar 57%

b. Penggunaan CFC sebesar 17%

c. Pertanian 14%

d. Penebangan hutan dan perubahan tata guna alam 9%

e. Industri 3%

3.Hubungan konversi hutan dengan pemanasan global, sebenarnya pembalakan hutan


terlanjutkan tidaklah merugikan pemanasan global. Karena terdapat bahan awet yang
dihasilkan dari kayu berupa karbon sehingga pembalakan yang menghasilkan bahan awet
berguna mengurangi kadar karbon dalam atmosfer. Apabila hutan alam dikonfersikan menjadi
hutan tanaman industry (HTI) dengan jenis pohon yang tumbuh cepat, karbon yang tersimpan
dalamHTI pada kondisi stedy state lebih kecil daripada karbon yang tersimpan dalam hutan.
Oleh karena itu cara ini merugikan dari segi pemanasan global. Akan tetapi jika HTI
dibangun dari hutan belukar dan dari padang rumput,kandungan karbon ari HTI pada
kondisi steadt stateakan lebih tinggi dari pada hutan belukar dan padang rumput sehingga
menguntungkan dari segi pemanasan global. Lebih menguntungkan lagi apabila reboisasi
dilakukan untuk merehabilitasi hutan alam yang telah rusak.

4. Pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian akibat cuaca yang kacau serta
sulit diprediksi dan dampak kenaikan suhu bumi yang menyebabkan menurunnya produksi
pada sector pertanian, fluktuasi dan distribusi ketersediaan air yang terganggu, hama dan
penyakit tanaman serta manusia merajalela. Tata ruang,daerah resapan air dan system irigasi
yang buruk memicu terjadinya banjir bahkan di area persawahan. Sehingga menyebabkan
tingkat produktivitas pertanian kita menurun
5. Dampak pemanasan global pada kehidupan aktivitas social ekonomi

Meliputi :

a.Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai

b.Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan
bandara.

c.Gangguan terhadap pemukiman penduduk.

d.Pengurangan produktivitas lahan pertanian

e.Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

6.Dampak kenaikan muka air laut :

a.Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir yang disebabkan oleh terjadinya pola hujan
yang acak dan musim hujan yang ppendek sementara curah hujan sangat tinggi.

b.Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove dan akan terjadi abrasi pantai
karena tidak ada penahan gelombang, pencemaran dari sungai dan laut akan meningkat
karena tidak adanya filter polutan dan zona budidaya aquaculturepun akan terancam dengan
sendirinya.

c.Meluasnya intrusi air laut disebabkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut dan dipicu
oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan ao=ir tanah secara berlebihan.

d.Ancaman terhadap kegiatan social-ekonomi masyarakat pesisir, dan

e.Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau pulau kecil.

7. Beberapa alternatif untuk mengantisipasi kenaikan muka air laut :

A. Antisipasi makro-strategis :

a. Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan lindung.

b. Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan budidaya.

c. Arahan pengembangan system pemukiman nasional

d. Pengembangan system prasarana wilayah nasional.

B. Antisipasi mikro-operasional :
a. Relokasi,dijauhkan dari garis pantai

b. Akomodasi, penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang


mungkin terjadi seperti reklamasi peninggian bangunan atau
perubahan agriculture menjadi aquaculture.

c. Proteksi, meliputi hard structure seperti pembangunan penahan gelombang


(breakwater) atau tanggul banjir (seawalls), dan soft structure seperti revegetasi
mangrove dan penimbunan pasir.

8.Komentar saya mengenai studi kasus dengan judul Dampak Pemanasan Global Tak Bisa
Diperbaiki sangat miris bila kita membaca dari judulnya saja, seperti tidak ada harapan lagi
bumi akan kembali menjadi bumi yang layak. Masalah ini timbul akibat manusia dan
merugikan manusia. Setidaknya apabila tidak bisa memperbaiki, kita bisa mengurangi
penyebab pemanasan global dan juga mengantisipasi kegiatan kegiatan yang
menyumbangkan polutan besar besaran.

9.Pendapat saya mengenai kasus Apa yang haarus dilakukan Indonesia dalam menghadapi
Pemanasan Global adalah ini merupakan saran saran yang bagus dan baik karena Indonesia
telah memikirkan bagaimana cara mencegah dampak yang akan terjadi. Indonesia sudah peka
dengan sulitnya mengobati dampak dari Pemanasan Global. Dan saran saran ini sebaiknya
disosialisasikan kepada masyarakat luas agar merekapun mengetahui apa yang harus mereka
lakukan untuk menjaga bumi khususnya tanah air Indonesia ini.

10.Puisi tentang Pemanasan Global

Perlukah aku ingatkan memori tentang indahnya diriku dulu ?

Entah dimulai darimana oleh siapa dan kapan

Mentari tak memancarkan hangat seperti biasanya

Andai aku bisa berteriak

Namun aku hanya bisa menunggu,menunggu kalian sadar

Angin sejukku menghilang

Selimut gas rumah kaca begitu tebal,bagai jelaga yang tak bisa hilang

Atas dasar kemajuan Negara kalian mengesampingkanku


Nafas tak pernah bebas dari gas gas

Gas gas itu melukaiku tapi mereka akan membunuh kalian

Lantas apa yang harus kalian lakukan ?

Omongan untuk memperbaiki diriku tidaklah cukup

Banyak orang yang ingin menghijaukan diriku

Akan tetapi lebih banyak yang menghaluskan lapisanku

Lantas pantaskah kalian berdiam diri ?

C. Soal Latihan

a Jelaskan penyebab dari pemanasan global


b Sebutkan dampak pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari
c Jelaskan efek rumah kaca dan emisi karbon
d Jelaskan kesepakatan internasional tentang pemanasan global
e Analisislah upaya-upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global

Jawaban
(Jawaban Terlampir)