Anda di halaman 1dari 1

A.

Contoh Perhitungan Nilai Tambah

Berikut adalah contoh perhitungan nilai tambah yang sangat sederhana


Misalnya, seorang petani mengolah sebidang tanah seluas 1 hektar yang
ditanam jagung. Untuk memproduksi jagung, petani tersebut
mengeluarkan biaya sebagai berikut:
1. Membeli bibit 25 kg @Rp. 8.000,00 =Rp. 200.000,00
2. Menyewa traktor untuk lahan 1 ha =Rp. 300.000,00
3. Tenaga kerja yang digaji 50 hk @Rp.8.000,00 =Rp. 400.000,00
4. Pupuk 250 kg @Rp. 2.000,00 =Rp. 500.000,00
5. Pestisida 10 liter @Rp. 50.000,00 =Rp. 500.000,00
6. Sewa mesin pipil =Rp. 500.000,00
Total pengeluaran Rp.2.400.000,00
Hasil produksi 5.000 kg @Rp. 1000,00 Rp.5.000.000,00
Keuntungan Rp.2.600.000,00

Dari contoh diatas biaya antaranya adalah bibit, pupuk, dan pestisida
sebesar Rp.1.200.000,00 sehingga nilai tambah dari kegiatan tersebut
adalah Rp. 5.000.000,00- Rp.1.200.000,00 = Rp. 3.800.000,00. Ini adalah
bagian yang bisa dinikmati masyarakat setempat seandainya seluruh
faktor-faktor produksi itu dimiliki oleh masyarakat setempat dengan catatan
dari penghasilan tersebut masih perlu dikurangkan biaya penyusutan dan
pajak yang mungkin ditagih pemerintah.1

1 Ibid, hal.16