Anda di halaman 1dari 14
Nenimbang Mengingat a GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 9 TAHUN 2015, TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTA PROVINSI JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUMAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, 8 bahwa dalam rangka mengoptimalkan akuntabilitas dan fwansparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar berjalan secara efektif dan cfisien, telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2011 jo. Nomor 51 Tahun 2012 tentang Unit Layenan Pengacaan Barang/Jasa Pemerintah Provins: Jawa Barats . bahwa dengin berlakunya Peraturan Presiden Nomor 4 Taian 2015 tentang Perubahan Keempet ata Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintal, perlu dilakukan peninjauan kembali Peraturan Gubernur Jaws Barat Nomor 1 Tahun 2011 jo. Nomer 51 Tahun 2012 tentang Unit Layanan Pengadaaa Barang/.Jasa Pemerintah Provins| Jawa Barat, yang ditetapkan dengan Peraturan Gubemur Jawa Barat, 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia wangual 4 Juli 1050) jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1980 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 15)’ sebagaimana telah diubah bebcrapa kali, terekhir dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemeriniahan Proviaei Daerah Khusts thukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republi Indonexis, {lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2607 Nomor 93, ‘fambahan Lembaran Neyara Republik Indonesia Nomor 4744) an Undang-Undang Noor 23 Tahun 2000 tentang, Pembentukan Provinsi Banten (Lemburan Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tamluhan Lembaran Nears Republik Indonesia Nomar 4010); 2, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktele Nonopoli Gan Persaingan Usaha Tidak Schat (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Repubtik indonesia Numor 3817); 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelengyara Negara yang Bersih dan Betas dari Korupsi, Kolus dan Nepotame (Lemberan Negara Republik Indancsie Tahun 1998 Nomor 75, Tambahan Lensbaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 6, 10. 11 2, . Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor $2, Tabanan Lembaran Heyare Republik Indonesia Nomor 80) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor: 5, Tambshan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355), Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan ‘Transeksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Inconesia ‘Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843), + Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebazaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nemor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penggenti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubehan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintshan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 56571; Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik. indonesia Nomor 8601}; . Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Dacrah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 “Nemor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 4574); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antars Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737), Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Millie Negara/Decrah (Lembaran Negara Republile Indonesia Tehun 2014 Nomor 02, Tambahan Lemberan Newirs Republik Indonesia Nomor 3523); Peroturan Presiden Nomor 106 Tahtn 2007 tentang Lembagu Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebegaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 157 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 106 tentang Lembays Kebijakan Pengadaan Barang/ Jase Pemeriniah Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/sJasa Pemerintah schagaimans telah diubah belerapa kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubshan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemeriniah (lembaran Negara Resublik Indonesia Tahun 2015 Nome 5); 314. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana. telah ddiubah beberapa kali, tcrakhir dengan Peraturan Menteri Delam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2005 tentang Pecoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republi Indonesia Tahun 2011 Womor 310}; 15, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Tenis Pengelolaan Barang Milik Daerah, 16, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Unit Layanan Pengadaan Borang/Jasa Femerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota (Berita Negara Republils Indonesia ‘Tahun 2014 Nomer 2003); 17, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomer 6 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Daerah (Lembaran Daerah Provins: vawa Barat Tahun 2008 Nomor 5 Seri E, Tambshan Lembaran Dacrah Provinsi Jawa Barat Nomor 42), sebagaimana telah iubah dengan Peraturan Dasrah Provinsi Jawa Barat Nemor 8 ‘Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengslolaan Barang Daerah (Lemberan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahwn 2008 Nomor 8 Serif, Tumbahan Lembaran Daerah Provinsi Jaws Barat Nomor 74); 46, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tabun 2008 tentang Urusan Permerintahan Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahan 2008 Nomor 9 Seri D, ‘Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 49); 19, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahin 2008 tentang Pokok-ookok Pengsiolaan Keuangan Daerah {Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 11 Seri E, ‘Tambahan Lembaran Decreh Provinst Jawa Barat Nomor 47); 20. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 35 Tahun 2008 tentang Fedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemecintah Secarn Blekironik (Berita Doerch Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 35 Seri E}; 21, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomar 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Berat Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Daerch (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 Nomor 14 Seri E), sebogaimana (club diubab dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomer 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanean Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Berita Daerah Provinsi awa Barat Tahun 2011 Nowor 63 Seri B), 22, Persturan Gubernur Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pengadaan Barang/.Jasa Pemerintah Secara Elektronik (Berita Dacrah Provinsi Jawa Barat ‘Tahun 2013 Nomar 60 Seri E); 29, Peraturan Gubermur Jawa Barat Nomor 81 Tahun 2014 tentang Perencancan Umum Pengadaan Barang/Jass di Linglcungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Provinsi awa Barat Tahun 2014 Nontor 81 Seri B); Menetapkan 4 -Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupst, 2 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang).Jasa Pemetintah, MEMUTUSKAN : BRATURAN GUBERNUR TENTANG UNIT LAVANAN PENGADAAN " BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT. BABI KETENTUAN UNUM, Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang, 1. Daerah Provinsi adalah Daerah Prov 2. Pemerintah Daerah Provins! adalah Guberaur sebagai unsur penyelenggara Pemerintakan Daerah Provinai yang imemimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangat Daerah ctonom, 3. Gubemur adalah Gubemur Jawa Barat 4. Sekretaris Daerah adalah Seleetaris Daerah Provinsi Jawa Barat. 5. Asioten Administrasi adalah Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Provinsi Jates Barat, 6. Biro Pongelolasn Darang Dacrah adalah Biro Pengelolaan Barang Dacrah Sekretarist Daerah Provinsi Jawa Barat 7. Organisasi Porangkst Daerah yang sclanjutnya disingkat OPD adalah Organisasi Perangkat Daerah ili lingkungan Pemeriniah Provinsi Jawa Barat, 8, Pengadasn Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutaya disebuit Pengadasn Barang/Jasa adalah keglatan untuk memperoich barang/jasa oleh OPD yang prosesnya dimulal dari pereneanaan kebutuben sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuke -memperoleh berung/jas. 9. Penggune Anggaran yang sclenjutnya disebut PA adalan pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaranwrtuke ‘melaksanakan tugas pokok dan fungsi OPD yang éipimpinnya 10. Kuuasa Pengguna Anggaran yang selanjutaya disebut KPA adalah pejabat yang diberi kussa untuk melaksanakan sebagian ‘kewenangan PA dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungs! OPD seria menggunaken anggaran OPD yang ditetapkan oleh Kepala Daerah, 11, Pejabat Pembuat Komitmen yung selanjutnya disebut PPK edalab pejabat yang bertanggung jawab alas peleksansan Pengadaan Barang/ Juss 12. Unit Layanan Pengadasn Barang/Jasa Pemerinteh yang. selanjutnya disebur ULP adalah unit organisasi Pemerintah Daerah yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang bersifat permanen dan melekat pada Biro Pengeloleant ‘Barang Dacran- 13. Kelompok Kena Unit Layanan Pengadaan adalah Kelompok Kerja yang berjumlah gasal, beranggotakan paling Kurang 3. (lige) orang dan dapat ditambah scsuai “dengan kompleksitas pekerjaan, yang bertugas untuk melaksanakan pemilinan penyedia Barang/Jasa, 24, Sertiffkat Keablian Barang/Jasa Pemerintah adalah tanda bukti pengekuan dari Pemerintah atas kompetensi dan kemampuan profest di bidang Pengadaan Barang/Jasa. 15.Penyedia Barang/Jass adalah badan usaha atau orang perscorangan yang menyediakaa ~barang/ pekerjaan konstruksi/jasa konmukansi/jaen lainnya. 16. Barang adalah setiap benda balk berwujud maupun tidak berwujud, bergerak “maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunaken atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang, 17.Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang bethubungen dengan pelaksanaan Konstruksi bangunan atau pembustan wujue fist lainnya. 18.Jasa Konsultansi adalah jasa_layanan profesional yang membutuhkan Keablian ertentu diberoagal bidang kelmuan yang mengutamakan adanya lah pilkir (brainware). 19. Jasa Iainnya adalah jasa yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamalin Keterampilen (skillwars) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usahe Untuk menyelessiken suatu pekerjaan atau segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultanst, pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan pengadaan Darang 20, E-Tendering adalah uta care pemniliban Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat dilkuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang terdaftar pada sistem pengadean secara clektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali penawaran dalam walctu yang telah ditentukan, 21. Penunjukican Jangsung adalah metode pemilihan penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/sJasa. BABII PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, DAN ‘SUSUNAN ORGANISAST Baylan Kesatu Pembentukan Pasal 2 Dalam rangka meningkatkan efisiensi, efeltifitas, transparansi, terbuka, persaingan’ sehal, acil/tidak diskriminatif dan akuntbilitas dalam pelaksanaan pengadsan —barang/jasa pemerintah, dibentule Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (ULP| yang ditetapian oleh Gubernur Jawa Barat, Bagian Kedua Kedudukan. Pasal ULP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, berkeduduican di Biro Pengelolaan Barang Deereh secara teknis fungsional dan administrasi serta bertanggungjawab kepada Sekretaris Dacrah imelalii Asisten Adupinistras, Bagian Ketiga Tages Pasal 4 ULP sebagaimane dimaksud dalam Pasal 2 mempunyai tugas, smeliputi = b. ay meryusun rumusan bahan kebljakan di bidang pengadsan barang/jass; enyelenggarakan proses pengadaan barang/jasa_yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat, dengan cara E-Tendering atau: Penunjukan langsung untu seluruh OPD, dengan nila 1) pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, diatas Rp 200.000.060,00 (dua ratus juta rupiah) dan 2) pengadaan jasa konsultansi, diatas Rp 50.000.000,00 (sna putuh juta rupiahy ‘memfasilitasi pelayanan/pembinaan di bideng pengadaan bareny/jasay; dan ‘mengkoordinasikan seluruh kegiatan di bidang pengadasn bareng/jasa, Bagian Keempat Sustinan Organisasi Paragraf | Umum Pasal 5 Susunan Organisaal ULP, terri tas: a Repala: b. Sekrotariat, cere dar: 1) Seksi Pelayanan; 2) Seksi Umum, Kepegawaian dan Keuangan;, 3) Seksi Informasi dan Pengaduan; dan 4) Stal Pendukung © Relompok Kerja, teri dari 1) Ketua: 2) Sekvetaris; dan 9) angi, 2) a @ i) a Bagan Struktur Organisasi ULP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran 1, sebagai bagian ang tidale terpisahkon dari Peraturan Gubemut int. Paragraf2 Kepala Pasel 6 Kepala sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1) huruf &, seeara ex-officio dijebat oleh Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah dan bertanggungiawab —terhadap pelaksanaan kegistan teknis dan adminisirasi ULP Kepala sebagaimana dimaksud pada ayst (1), mempunyal tuges: ® memimpin dan mengkoordinasikan aeluruh kegictan ULF; '. menyusun program kerja dan anggaran ULP; © mengawasi seluruh kegiatan pengadaan barana/iasa di ULP dan melaporkan apabila ada penyimpangan ddan/atau indikesi penyimpangan; d. membuat — laporan —_pertanggungjawaban atas Felaksansan kegiatan pergadaon barang/jase kepada Gubernur, © melaksanaken — pengembangan dan pembinaan sumberdaya manysia ULP; © menugaskan/menempatkan/tmemindahkan —anggota Kelompok Kerja sesiial dengan beban kerja masing masing Kelompok Kerja ULP: dan & mengusulkan pemberhentian anggota Kelompole Kerja yang ditugaskan di ULP kepada Gubernur, apabila terbukti melakuken pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau melakukan kerupsi, kkolusi dan nepotiome. Paragrat 3 Sekretariat Pasal 7 Sekretariat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dipimpin oleh Sekretaris yang secara exoyrcie dijabat oleh Kepala Bayian Pengedaan dan Distribus: peda Biro Pengelolaan Barang Daerah, Selretaris sebagaimana dimakesud pada ayat (1) mempunysi tugas untuk memimpin dan mengkoordinssikan seluruh kegiatan Seksi Pasal 8 Seksi Pelayansn sebazsimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (1) hurufb angia 1, mempunyai tugas: 4 menyiapkan dokcimen penctiaing dan informasi yen dibutuhkan Kelompok Kerja ULP, dan bigs b. memfasilitasi pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa yang dilaksanakan olch Kelompok Kerja ULP, Pasel 9 Seksi_ Umum, Kepegawaian dan Keuangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1) nururb angka 2, mempunyal gas 9. molakssinakan pengelolaan urussin keuangan, kepegawaian, Ketatausahaan, perlengkapan, dan nisnah tangea ULP, dan D, menyigplan dan mengkoordinasiken Tim Tekais dan Sta Pendukung ULP dalam proses pengadiaan barang/jaxa Pesal 10 Scksi Informasi dan Fengaduan scbagaimana dimuksud pada Pasal 5 ayat (1) huruf bangke 3, mempuaysi tugs a. mengagendakan dan mengkoordinasikan sanggahan yang sisampaikan oleh penvedia barang/jaisa: can b, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengadasn dan ‘menyusun laporan. Pasa 11 Staf Pendukung sebagsimana dimaksud pada Pasol § ayat (1) huruf b angka 4, mempunyai tugas a) mengelola sistem pengadaan dan sistem informasi data ‘manajemen pengadaan untuk mendukung pelaksanaan Pengadaan barang/jasa; ‘menginventarisasi paket-paket yang akan di lelang/di seleksi; dan © mengelola dokumen pengadaan barang/jasa. Paragraf $ Kelompok Kerja Pasal 12 (1) Kelompok kerja sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 avat (1) huruf e, mempunyai tugas: . melakukan pergkajian ulang terhadap spesifikasi dan Harga Perkiraan Sendiri paket-paket yang akan dilelang/ciseleksi berdasarkan undangan dari PPK; 'b, dapat mengusulkan perubshan Harga Perkiraan Senditi, Kerangka Acuan Kerja/spesificast teknis pekerjaan dani rancangan kentrak kepada PPK; © menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jase dan menetaplan Dokumen Pengedaan; “ 4. melakukan pemilihan Penyedia Barang/Jasa mulai dari Pengumuman kuslifikasi atau pelelangan sampai dengan menjawab sangeals; © mengusulkan penetapan pemenang kepada PA, dengan ketentuans 1) pelslangan atau penyedia pada Penunjukin Langsung luntuk paket Pengadaan — Borang/Pekerjaas Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai datas Rp 100.000.000.000,- fseratus miliar rupiahi; atau: selekesi atau penyedia pada Penunjukan Langsung untuk paket Pengadasn Jasa Kensultans) dengan nillai diatas Rp 10,000,000.000,- (sepuluh mliar rupiab) melalui Kepala UL; £ menetapkan pemenang untule 4) Polelangan atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaon —Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa_ Lainnya yang bemilai paling Rp 100.000,000.000,00 (xeratus miliar rupiat}: 2) Seleksi atau Penunjukan Langusng untuk Palet Pengudaan Jasa Konsultansi yang bemilai paling tinggi Rp 10,000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiat); ® menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan /Berita ‘Acara Hail Seleks: Kepada PPK melalui Kepala ULP: h, membuat laporan mengenai proses dan hasil Pengadaan Barang/Jase kepada Kepala ULP, 4}, memberikan data dan informasi kepada Kepala ULP mengenai Penyedia Barang/Jasa yang melalcukan Ferbustan seperti penipuan, —pemalsuian dan elanggaran lainnya; dan J. mengustlkian bancwan Tim Teknis dan/atau Tim Ahti kepada Kepala ULP; dan Kk melaksanakcan cugas lainya sebagaimans diatur dalam ketentuan peraturan perandang-undangan, 2 ARI KEPEGAWAIAN DAN KEUANGAN Dogian Kesatu Kepegawaian Pasal 13 Kelompok Kerja ULP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut @, memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam smelaksanakal tages; b, memanami pekerjann yang akan diadakan; © memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tugas Kelompok Kerja yang bersangkutan; 4 memahami isi dokumen, metode, dan prosedur Pengadaan; © memiliki Sertitkat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa sesuall dengan kompetensi yang dipersyaratkan; dan f menardaangani Pakta integritas, (2) Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan peda ULP diberikan honorarium sesual” ketentuan peraturan perundang- undangan. (9) Pengongkaten dan pembethentian pegawal pada ULP itetapkan oleh Gubemur, sesuat Ketentuan peraturan perundang-undangan. agian Kedua Kewangan Peal 14 Pembiayaan pelaksanaan Kegiatan pengadaan barang/Jass oleh ULP dibebankan paca Anggaran Peadapatan dan Belanja Dacrah Provinsi Jawa Barat, BAB IV PELAKSANAAM Bagian Kesatu Hubungan Kerja Pasal 15, (1) Dalam pelaksanaan tugas ULP dapat berkoordinasi dan ‘enjalin hubungan kerja dengan: 4. Biro/OPD yang melaksanakan pengedzan barang/jass; b. Lembaga Kebijekan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (UKPP}; dan ©. Instansi lainnya. (2) Alur kerja ULP dengan Biro/OPD. sebagaimana yang Gimaksud dalam ayat (1) huruf a, tercantum dalam Lampiran sebagai bogion yang tidak terpisahkan dari Peratuiran Gubernur ini (9) Koordinasi dan hubungan kerja Unit Layanan Pengadsan dengan LAPP selagsimana yang dimaksud dalam ayat (1) hurufb, meliputi: ‘4 mengadakan korultansi sesuai Kebutuhan dalam penyelessian persoalan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan pengadsan barang/jasa; b. melaksanakan pedoman dan petunjuk LKPP dalam hal proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa; dan © memberikan masulan kepada LKPP untuk perumusan kkebyjakan pengadaan barang/ jas (4) Koorainasi dan hubungan kerja ULP dengan Instansi Lsinnya sebagsimana yang dimaksad dalam ayat (1) hurut ¢, yaitu memasiitasi dan koordinasi proses pengadaan Barang/Jasa. Bagian Kedue Mekanisme dan Prosedur Pasal 16 Prosespelaksanagn Pengadaan Barang/Jasa oleh ULP, berpedoman pada keteniuen peraturan perundang-undangan Pengudaan Rarang/Jasa Pemerintah beverta perubahannya Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, ULP_menerapkcan Prinsip Koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi di dalam dan di luar Unit Layanan Pengadaan, BABY PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Pasal 18 (2) Pembinan teknis dan administrasi ULP dilalkukan oleh Sekretaris Daerah, (2) Pengawasan dan pengendalian terhadap proses pelukstnanaan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan oleh PA/KPA/PPK pada OPD tert, yang dilakeanalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. BABVI EVALUASI Posal 19 (2) Bvaluasi terhadap ULP dilakukan oleh Sekretaris Daerah setiap satu tahun satu kali dan/atan sewaktuwaktu spabila dipertukan, (2) ULP melaksanakan pelaporan setiap triwulan kepada Seleetaris Dacrah BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Dengan ditetapkannya Peraturan Gubsrnur ini, dieabut dan dinyatakan tidak bezlakus 1, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Taun 2011 tentang Unit Layanan Pengadsan Barsng/Jesa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Tahun 2011 Nomor I Ses: Bj; dan 2, Peraturan Gubemur Jawa Borat Nomer 51 Tabun 2012 tentang Perubahan Aus Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomer 1 Tahun 2011 tentang Unit Layanan’ Pengadaan Barang/Jasa Pemerintan Provinsi Jawa Barat (Berita Dacral, ‘Tahun 2012 Nomor S1 Seri E). Pasal 21 Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Gubernur ini Sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya, ditetapkan ole ‘Sckretaris Daerah, Pasal 22 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang dapat _mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provins| Jawa Barat Ditetapkan di Bandung Diundangkan di Bandung Pada tanggal 2 weet 2015 BERITA DAERAH PROVINS! JAWA BARAT TAHUN 2015 NOMOR 9 SERIB LAMPIRANI ; PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT Nomor 9 maw 2015 TANGGAL 2 yamen 2015 TENTANG —: UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG /JASA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT, BAGAN STRUKTUR ORGANISASI BIRO/OPD. |. KELOMPOK KERJA SEKRETARIAT SEKSI SEKSI SEKSI " > STAF UMUM/KEPEG/ INFORMAS! DAN si | =a KEUANGAN PENGADUAN PRNDSOEUNG: Keterangan ars Komando Garis Fungsional LAMPIRAN Il: PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 9 ARM 2015, TANGGAL : 2 samp 2015 TENTANG : UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DAERAH PROVINS! JAWA BARAT. ALUR KERJA Merman “tan 1 Menerims afar 1 Melaka proses | smenvampaikan daftar Dake! pekeraaa vane penilihae baker pekeraan “Sang ‘kan dpeoses teal penyedia | ‘kan. diproaes elata Btendenng ai Beae/tosa Btenderig "tau penuajulan benlasaran enuciah ans, feng Ferre 34 thn penadaar Fnencist-buslars Derubahaaya Caran paket pekeroan vorstraes jaca Keepoaa Ketone lay ata eta bentasarian Rp 200,000,000," jens engadean, (dua “rane st Be lana ‘ay | 3. Member layanian be pemgaaai asa ‘minis dan Korat, lata fata sac Bp 30.000.000,- ddperikan dalam (uma purun jute menaukung ‘ns poicarent Denki Decumen Demian penyedia 1 Menyanpaiken ‘Aalsrntran Kepact Melange Pas proses Peralta star lin iene pemnan fa) Surat Pengantar dart 4 Menvampaiian asi penvectia oro. pemllian peayedia Bamng/}asa da DL KAK dan Sinton Berara/ jouer one Reneana Umma Kelompok Kerja da hepade Pengedaan “(RUF data lainnya Repada ‘eal UL paket yang. ‘akan Aieangkan seeks yang. tandarangsnd ‘et KPA Seana iow yang Spesiikash Tenia, Margi Petra Bendis ‘aan Rancaean Kontaie Yang ditendatargat 4) Dokumen Pelakesan Anggaran Menerina Besiua Acura Hast Peleangan Besta ‘Acora Hast Seles,

Anda mungkin juga menyukai