Anda di halaman 1dari 5

DEFINISI MIGREN

Migren adalah migren adalah nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlansung 4 72
jam. Nyeri biasanya unilateral, sifatnya berdenyut, intensitas nyerinya sedang samapai berat dan
diperhebat oleh aktivitas, dan dapat disertai mual muntah, fotofobia dan fonofobia.
Migren juga merupakan suatu kelainan yang multikompleks dan memerlukan penelitian
dan analisa yang cermat. Gejala-gejala pada beberapa penderita kadang-kadang sukar sekali
untuk dikontrol, tetapi dengan pendekatan yang sistematik dan teliti, banyak penderitanya yang
dapat ditolong.

ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


Etiologi migren adalah sebagai berikut : (1) perubahan hormon (65,1%), penurunan
konsentrasi esterogen dan progesteron pada fase luteal siklus menstruasi, (2) makanan (26,9%),
vasodilator (histamin seperti pada anggur merah, natrium nitrat), vasokonstriktor (tiramin seperti
pada keju, coklat, kafein), zat tambahan pada makanan (MSG), (3) stress (79,7%), (4)
rangsangan sensorik seperti sinar yang terang menyilaukan(38,1%) dan bau yang menyengat
baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan, (5) faktor fisik seperti aktifitas fisik yang
berlebihan (aktifitas seksual) dan perubahan pola tidur, (6) perubahan lingkungan (53,2%), (7)
alkohol (37,8%), (7) merokok (35,7%).
Faktor risiko migren adalah adanya riwayat migren dalam keluarga, wanita, dan usia muda.

PATOGENESIS
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti faktor penyebab migren. Dari penyelidikan
yang sudah ada, diduga sebagai ganguan neurologis, perubahan sensitivitas system saraf dan
aktivasi system trigeminal vaskular.
1. Gangguan neurologis
Setiap orang mempunyai ambang migren yang berbeda-beda, sesuai dengan reaksi neurovaskular
terhadap perubahan mendadak dalam lingkungan. Dengan tingkat kerentanan yang berbeda-beda
maka akan ada sebuah ketergantungan keseimbangan antara eksitasi dan inhibisi pada berbagai
tingkat saraf.
2. Perubahan sensitivitas sistem saraf
Proyeksi difus locus ceruleus ke korteks sereri dapat mengalami terjadinya oligmia kortikal dan
mungkin pula terjadinya spreading depresision.
3. Aktivasi trigeminal vaskular
Mekanisme migren berwujud sebagai refeks trigeminal vaskular yang tidak stabil dengan cacat
segmental pada jalur nyeri. Cacat segmental ini yang memasukkan aferen secara berlebihan yang
kemudian akan terjadi dorongan pada kortibular yang berlebihan. Dengan adanya rangsangan
aferen pada pembuluh darah, maka menimbulkan nyeri berdenyut.
Kemungkinan lain terntang patogenesis migren didasarkan atas inflamasi neurogenik di
dalam jaringan intrakanal. Terdapat beberapa hal yang dapat memperberat keluhan migren.
Berikut ini adalah jenis keadaan yang dapat memperberat keluhan migren, diantaranya adalah:
1. Stress, diburu waktu, marah atau adanya konflik
2. Bau asap atau uap, asap rokok, perubahan udara dan cahaya yang menyilaukan
3. Menstruarsi, pil KB, pengobatan hormon estrogen
4. Kurang tidur atau terlalu lama tidur
5. Lapar dan minuman keras
6. Latihan fisik yang teralu banyak
7. Pemakaian obat-obatan tertentu

PATOFISIOLOGI
Pada umumnya migren diklasifikasikan menjadi dua, yaitu 3 :
1. Migren dengan aura
Dengan aura (gejala neurologik), tidak jelas penyebabnya (idiopatik), bentuk serangan gejala
neurologik berasal dari kors serebri dan batang otak. Manifestasi nyeri kepala biasanya tidak
lebih dari 60 menit yaitu sekitar 5-20 menit. Nyeri kepala biasa disertai mual dengan atau tanpa
fotofobia yang lansung menyusul pada gejala aura.
2. Migren tanpa aura
Migren ini tanpa aura. Sakit kepalanya hampir sama dengan migren dengan aura tetapi lebih
banyak ketidak jelasan penyebabnya dan banyak menggabungkan ketegangan sakit kepala.
Nyerinya dapat digambarkan dan diprediksi dengan denyutan-denyutan pada salah satu bagian
sisi kepala Berdenyut-denyut, intensitas nyerinya sedang sampai berat disertai mual, fotofobia
dan fonofobia. Bersifa kronis dengan manifestasi nyeri kepala 4-72 jam.
Dari penjumlahan tipe migren di atas ditemukan beberapa varian migren yang berbeda yaitu:
1. Asephalic migren, tipe migren dengan aura tanpa disertai sakit kepala yang berikutnya.
2. Basilar migren, migren aura dengan dysarthria, vertigo, diplopia dan penurunan
kesadaran disertai dengan mati rasa pada kedua sisi.
3. Migrenkronis, migren tanpa aura dengan sakita paling sedkitnya setengah hari.
4. Hemiplegic migren, familial dan terjadi pada sesuatu yang irregular kasus dengan
kemungkinan aura dari hemiplegia
5. Status migrainosus, serangan miraine lebih dari 72 jam.
6. Childhood periodic symptoms, disertai paroxysmal vertigo, nyeri perut yang teratur dan
muntah.
Beberapa pengalaman migren disebabkan pula oleh adanya komplikasi, salah satunya adalah
infrak migren, serangan migrennya sama tetapi deficit neurologiknya tetap ada setelah tiga
minggu dan pemeriksaan CT Scan menunjukkan hipodensitas.

MANIFESTASI KLINIS
Gambaran klinis yang sering ditemui antara lain :
1) Nyeri kepala : bersifat unilateral (pada salah satu sisi), bentuknya berdenyut
menandakan adanya rangsangan aferean pada pembuluh darah.
2) Mual : mual adalah gejala yang paling sering dikemukakan oleh penderita,
menunjukkan adanya ekstravasasi protein.
3) Aura : aura yang timbul biasanya berupa gangguan penglihatan (fotofobia atau
fonofobia), bunyi atau bebauan tertentu, menandakan adanya proyeksi difus locus
ceruleus ke korteks serebri, adanya gejala produksi monocular pada retina dan
produksi bilateral yang tidak normal.
4) Rasa kebal / baal
5) Vertigo : pusing, karena gerakan otot yang tidak terkontrol,menandakan adanya
gejala neurologic yang berasal dari korteks serebri dan batang otak.
6) Rasa lemas waktu berdiri : disebabkan oleh turunnya tekanan darah waktu
berdiri (postural hypotension).
7) Kontraksi otot-otot : disekitar dahi, pipi, leher, dan bahu, menandakan adanya
ganguan mekanisme internal tubuh yang disebut jam biologis (biological clock).

DIAGNOSIS
Criteria diagnosis
a. Migraine tanpa aura
a) Sekurang-kurangnya 10 kali serangan
b) Serangan nyeri kepala berlangsung antara 4-72 jam dan diantara serangan tidak
ada nyeri kepala
c) Nyri kepala sekurang-kurangnya 2 dari karateristik berikut
- Lokasi nyeri
- Sifatnya mendenyut
- Intensitas sedang sampai membaik
- Diperberat oleh kegiatan fisik
d) Selama serangan sekurangnya ada 1 dari karateristik
- Mual atau dengan muntah
- Fotofobia atau denagn fonofobia
b. Migraine dengan aura
e) Sekurang kurangnya terjadi 2 serangan nyeri kepala berulang yang didahului
gejala neurologi fokal yang reversible secsara bertahap 5-20 menit dan
berlangsung kurang dari 60 menit
f) Terdapat sedikitnya satu aura berikut ini yang reversible seperti gangguan visual
gangguan sensoris, gangguan bicara disfasia
g) Baling sedikit 2 dari karateristik
- Gejala visual homonym dan atau gejala sensoris unilateral
- Paling tidak timbul satu macam aura secara gradual > 5 menit
- Tiap gejala berlangsungan >5 menit dan <60 menit
h) Tidak berkaitan dengan kelainan lain
Status migrainosus
- Serangan migraine dengan intensitas berat yang berlangsung >72 jam (tidak hilang
dalam 72 jam)
- Tidak berkaitan dengan gangguan lain
PEMERIKSAAN
Laboratorium: darah rutin, elektrolit, kadar gula darah, (atas indikasi untuk menyingkirkan
penyebab skunder)
Radiologi: atas indikasi untuk menyingkirkan penyebab sekunder

DIAGNOSA BANDING
1. Nyeri kepala penyakit lain: tht, gigi mulut, mata, hipertensi, infeksi toksik, gangguan
metabolic/elektrolit,anemia , gagal ginjal, gagal hati
2. Sol( space occupying lesion) missal subdural hematom, neuplasma
3. Temporal arteritis
TATALAKSANA
1) Hindarifaktor pencetus
2) Terapi khusus
- Non spesifik: analgetik/ NSAIDS:
Aspirin 900-1000 mg, diulang dengan dosis yang sama detelah 1-2 jam bila
perlu.
Ibuprofen 400-1200 mg/serangan, dapat diulang 400-800 mg dalam 1-2 jam,
maksimal 3200 mg/hari
Naproxen sodium 825 mg oral dapat diberikan 550 mg setelah 1-2 jam bila
perlu
Ketorolac 10 mg po setiap 4 jam
- Antimetik
Domperidon 10-30 mg diberikan secara im dan iv pelan
Metoklorpramid 10-20 mg po/ im
- Obat spesifik
Sumatriptans dan naproxen 1 tab po saat onset migraine jangan melebihi 2
tab/ 24 jam
Butalbital 1-2 tab po tiap 4 jam