Anda di halaman 1dari 5

TINJAUAN KEUANGAN

LAPORAN LABA-RUGI KONSOLIDASIAN


Penjualan
Penjualan Perseroan naik 15,5% dari Rp2,22 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp2,56 triliun.
Peningkatan pendapatan terutama berasal dari segmen Jamu Herbal dan Suplemen yang
tumbuh signifikan sebesar 32,6%, dari Rp1,14 triliun di tahun 2015 menjadi Rp1,52 triliun.
Kontribusi terbesar pada segmen ini disumbang oleh kelompok produk Tolak Angin Cair.

Beban Pokok Penjualan


Beban Pokok Penjualan naik 11,9% dari Rp1,34 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp1,49
triliun. Penggunaan bahan baku dan pembungkus merupakan komposisi biaya terbesar pada
beban pokok penjualan yang mencapai 78%. Beban tenaga kerja langsung juga mengalami
kenaikan dari Rp70,1 miliar di tahun 2015 menjadi Rp81,4 miliar. Beban produksi tidak
langsung relatif stabil.

Laba Kotor
Perseroan membukukan kenaikan laba kotor sebesar 20,9%, dari Rp883,36 miliar pada tahun
2015 menjadi Rp1,07 triliun. Pertumbuhan laba kotor diikuti oleh kenaikan pada marjin laba
kotor dari 39,8% di tahun 2015 menjadi 41,7% di tahun 2016. Kenaikan laba kotor dan
marjin laba kotor terjadi karena perubahan bauran penjualan Perseroan, dimana segmen Jamu
Herbal dan Suplemen dengan marjin laba kotor yang lebih tinggi yaitu 55,4%, memberikan
kontribusi yang lebih besar di tahun 2016

Beban Operasional
Beban operasional meningkat 25,5% dari Rp404,9 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp508,3
miliar. Beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar Rp67,16 miliar atau 22,2% dari
Rp303,03 miliar menjadi Rp370,19 miliar terutama disebabkan adanya kenaikan pada beban
gaji dan tunjangan, beban promosi dan iklan, serta beban bongkar muat.Beban umum dan
administrasi meningkat sebesar Rp36,14 miiliar atau 35,5% dari Rp101,89 miliar menjadi
Rp138,03 miliar terutama disebabkan oleh kenaikan pada beban gaji dan tunjangan.

Pendapatan dan Beban Keuangan


Pendapatan keuangan turun dari Rp70,82 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp50,94 miliar
disebabkan oleh penurunan pada pendapatan bunga deposito berjangka dan pendapatan bunga
dari pihak berelasi. Beban keuangan meningkat dari Rp51 juta di tahun 2015 menjadi Rp140
juta. Per 31 Desember 2016, Perseroan tidak memiliki pinjaman kepada bank ataupun
lembaga keuangan lainnya.

Pendapatan dan Beban Lainnya


Pendapatan lain-lain tahun 2016 meningkat 79,1% dari Rp13,05 miliar pada tahun 2015
menjadi Rp23,38 juta. Beban lain-lain meningkat 142,9% dari Rp1,87 miliar pada tahun 2015
menjadi Rp 4,55 miliar.

Laba Neto Tahun Berjalan


Perseroan membukukan laba neto tahun 2016 yang tumbuh 9,8% dari Rp437,47 miliar pada
tahun 2015 menjadi Rp480,52 miliar. Marjin laba neto turun dari 19,7% pada tahun 2015
menjadi 18,8% disebabkan oleh turunnya pendapatan keuangan.
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Aktivitas Operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp464,75 miliar di akhir tahun 2016.
Penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp2,47 triliun, sedangkan pembayaran kas kepada
pemasok sebesar Rp1,53 triliun.

Aktivitas Investasi
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) untuk aktivitas investasi sebesar Rp7,30
miliar. Kas yang digunakan untuk uang muka pembelian aset tetap dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp68,7 miliar dan Rp107 miliar.

Aktivitas Pendanaan
Total kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan di tahun 2016 adalah sebesar
Rp312,14 miliar.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN


Aset
Posisi aset Perseroan per tanggal 31 Desember 2016 mencapai Rp2,99 triliun, meningkat
6,8% dari Rp2,80 triliun pada periode yang sama tahun 2015. Komposisi aset terdiri dari 60%
aset lancar dan 40% aset tidak lancar. Aset lancar naik 5,1% dari Rp1,70 triliun pada 31
Desember 2015 menjadi Rp1,79 triliun. Aset tidak lancar naik 9,6% dari Rp1,09 triliun pada
akhir tahun 2015 menjadi Rp1,19 triliun. Kenaikan terutama terjadi pada aset tetap yang naik
9,3% dari Rp961,87 miliar menjadi Rp1,05 triliun per 31 Desember 2016.

Liabilitas
Liabilitas Perseroan per 31 Desember 2016 sebesar Rp229,73 miliar, naik 16,1%
dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp197,80 miliar. Liabilitas jangka pendek naik
17,2% dari Rp184,06 pada tahun 2015 menjadi Rp215,89 miliar. Perseroan mencatat
kenaikan utang usaha sebesar 20,4% dari Rp147,75 miliar di tahun 2015 menjadi Rp177,86
miliar. Liabilitas jangka panjang sedikit meningkat sebesar 2,2% dari Rp13,74 miliar di tahun
2015 menjadi Rp14,04 miliar.

Ekuitas
Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2016 sebesar Rp2,76 triliun, atau naik 6,1%
dibandingkan Rp2,60 triliun per 31 Desember 2015. Saham treasuri turun dari Rp104,76
miliar pada 31 Desember 2015 menjadi Rp 61,79 miliar.

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG DAN KOLEKTIBILITAS UTANG


Kemampuan Membayar Utang
Rasio utang terhadap jumlah aset menunjukkan posisi yang tetap di 0,1x pada tahun 2016 dan
2015 yang mengindikasikan kenaikan jumlah aset sebanding dengan kenaikan jumlah
kewajiban. Rasio utang terhadap ekuitas berada pada posisi 0,1x yang menunjukkan
kemampuan Perseroan dalam membayar kewajibannya yang hanya berkisar 10% dari jumlah
ekuitas.Dari sisi rasio kas dan rasio lancar, posisi kas dan setara kas serta jumlah aset lancar
menunjukkan bahwa Perseroan tidak memiliki masalah untuk memenuhi kewajiban keuangan
jangka pendek.
Kolektibilitas Piutang
Kolektabilitas piutang dipengaruhi oleh kemampuan Perseroan dalam menagih piutangnya.
Pada tahun 2016, kolektabilitas piutang adalah 52 hari dibandingkan tahun 2015 yang
mencapai 54 hari.

STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR


MODAL
Struktur Modal
Berdasarkan keputusan Direksi, Perseroan melakukan pembelian kembali saham yang
beredar dalam jangka waktu antara tanggal 1 September 2015 sampai dengan tanggal 30
November 2015, yang kemudian diperpanjang sampai dengan 29 Februari 2016, dengan
pembelian maksimum sejumlah 330.000.000 saham atau sekitar 2,2% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh sebagai saham treasuri.Selanjutnya, Perseroan memutuskan
untuk melaksanakan penjualan atas saham treasuri yang dimilki dari tanggal 25 Oktober 2016
sampai dengan tanggal 24 Oktober 2018. Saldo saham teasuri Perseroan pada 31 Desember
2016 adalah sebanyak 120.530.900 dengan nilai buku Rp61,79 miliar.

Kebijakan Manajemen Atas Struktur Modal


Perseroan secara berkala mengevaluasi dan mengelola struktur permodalan untuk
memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal,
dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Perseroan,
profitabilitas, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang
investasi yang strategis.

INVESTASI BARANG MODAL YANG DIREALISASIKAN DALAM TAHUN BUKU


TERAKHIR
Pada tahun 2016 Perseroan mengeluarkan belanja modal atau capital expendetures (capex)
sebesar
Rp175,71 miliar. Sebagian besar digunakan untuk pembelian aset tetap dalam rangka
penyelesaian pembangunan fasilitas produksi Tolak Angin/Tolak Linu cair dan jamu
sejenisnya yang merupakan produk baru.

PENGUNGKAPAN PENINGKATAN/PENURUNAN YANG MATERIAL DARI


PENJUALAN/PENDAPATAN BERSIH
Pada tahun 2016 Perseroan mencatat kenaikan penjualan sebesar Rp343,27 miliar atau 15,5%
dari Rp2,22 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp2,56 triliun. Peningkatan penjualan terutama
didorong oleh kenaikan penjualan segmen Jamu Herbal dan Suplemen sebesar 32,6% sebagai
respon dari pelanggan terhadap produk unggulan Perseroan yaitu Tolak Angin Cair. Tidak ada
faktor yang material yang menjadi penyebab peningkatan pendapatan tersebut.

PROSPEK USAHA
Tingkat pertumbuhan industri jamu dan obat tradisional yang signifikan dari tahun ke tahun
menunjukkan bahwa prospek industri jamu dan obat tradisional sangat menjanjikan
mengingat potensi pasar domestik yang belum tergarap masih sangat besar. Industri jamu dan
obat tradisional sebagai industri berbasis kearifan lokal bangsa Indonesia tidak akan
kekurangan bahan baku yang berasal dari keanekaragaman hayati Indonesia. Tantangannya
adalah bagaimana menguasai teknologi pengolahan bahan baku menjadi ekstraksi sehingga
menjamin ketersediaan bahan baku sepanjang musim. Pemerintah sangat mendukung
perkembangan industri jamu dan obat tradisional yang berpotensi menjadi salah satu
komoditas ekpor non-migas unggulan di tahun-tahun mendatang.Perseroan mencanangkan
target pertumbuhan pendapatan tahun 2017 sekitar 15% atau kurang lebih Rp2,7 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan terus berinovasi mengembangkan produk-
produk baru untuk meningkatkan penjualan.

ASPEK PEMASARAN
Perseroan menerapkan strategi pemasaran yang terintegrasi yang meliputi strategi produk,
strategi distribusi, strategi harga dan strategi promosi. Salah satu bentuk promosi tidak
langsung adalah kegiatan CSR yang telah menjadi ikon Perseroan seperti kegiatan mudik
gratis menjelang lebaran yang telah diadakan dalam 27 tahun terakhir sejak tahun 1991, dan
operasi katarak gratis untuk masyarakat tidak mampu yang telah berlangsung selama 6 tahun
sejak 2011. Perseroan selalu berinovasi meluncurkan produk baru atau menyempurnakan
produk yang telah ada berdasarkan sambutan pasar dan harapan masyarakat untuk
mengkonsumsi produk jamu dan obat tradisional yang berkualitas, praktis, tidak pahit dan
mempunyai cita rasa kaya. Strategi distribusi terutama adalah dengan melakukan distribusi
intensif agar produk Perseroan mudah diperoleh semua lapisan masyarakat.

Untuk itu, saluran distribusi terus ditambah baik melalui outlettradisional maupun
modern. Produk Perseroan tersedia di toko jamu, apotik, toko kelontong, dan toko retail
modern seperti minimarket dan supermarket.Salah satu inovasi terbaru untuk memperluas
distribusi pemasaran yang diperkenalkan pada tahun 2016 adalah konsep Caf Jamu
sebagai saluran distribusi terdepan produk Sido Muncul. Melalui Caf Jamu, Perseroan
menjalin kemitraan yang lebih erat dengan pedagang jamu eceran yang menjadi ujung
tombak penjualan.

KEBIJAKAN DIVIDEN
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tanggal 18 Mei 2016,
pemegang saham menyetujui untuk mendistibusikan dividen kas kepada pemegang saham
dari laba neto tahun 2015 sebesar Rp368,50 miliar atau Rp 25 per saham dengan dividend
payout 85,3%. Pembagian dividen tunai ini telah didistribusikan dan dibayarkan pada tanggal
17 Juni 2016.Berdasarkan RUPS Tahunan tanggal 13 Mei 2015, pemegang saham menyetujui
untuk mendistribusikan dividen kas kepada pemegang saham dari laba neto tahun 2014
sebesar Rp360 miliar atau Rp24 per saham dengan dividend payout 85,6%. Pembagian
dividen tunai ini telah didistribusikan dan dibayarkan pada tanggal 12 Juni 2015.

KELANGSUNGAN USAHA
Untuk menjamin kelangsungan usaha, Perseroan memberikan perhatian pada tiga aspek
utama yaitu teknologi, ketersediaan bahan baku dan strategi pemasaran. Untuk menghasilkan
produk yang berkualitas, pabrik Perseroan telah dilengkapi dengan peralatan dan teknologi
canggih untuk proses produksi yang cepat dan higienis didukung oleh keberadaan Divisi
Riset dan Pengembangan (R&D) yang telah menghasilkan pengembangan produk-produk
andalan.

Dilihat dari sisi tinjauan keuangan, MD&A sangat penting bagi investor, karena hanya
dengan melihat tinjauan keuangan, investor dapat dengan mudah mengestimasikan laba,
penjualan, investasi dan aktivitas arus kas. Investor juga dapat menerima informasi berupa
kebijakan pembagian, prospek perusahaan dan kelangsungan usaha dengan sangat jelas dan
mudah dipahami. Sehingga investor dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk
membeli atau menjual sekuritas.