Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


AUTISME
BY: HERMALINDA
Apakah AUTISME ?
Autism spectrum disorder (ASD) adalah
gangguan perkembangan komplek pada
fungsi otak yang ditandai dengan defisit
intelektual dan perilaku sosial.
ASD bisa terjadi pada awal masa kanak-
kanak terutama pada usia 24 sampai 48
bulan.
ASD terjadi pada 1: 166 anak dan lebih
sering terjadi pada anak laki-laki
Etiologi
Tidak ada penyebab tunggal autisme
ASD saat ini dikenal sebagai salah satu
kelainan genetik akibat gangguan
perkembangan otak pada masa
prenatal dan post natal.
Faktor imun dan lingkungan (seperti
infeksi virus) dapat berhubungan
dengan kelainan genetik yang
meningkatkan risiko terjadi autisme.
Terdapat korelasi genetik bahwa anak
kembar memiliki pola autoresesif secara
konsisten.
Keluarga yg mempunyai seorang anak
autistik berkesempatan mempunyai
1 dari 20 (5%) anak kedua dgn
gangguan ini.
Autisme disebabkan vaksin terutama
measles-mumps-rubella vaccine (MMR),
diduga vaksin mengandung thimerosal,
sebuah zat yg mengandung sedikit
mercury ttp studi menunjukkan tdk
ada hubungan antara vaksin & autisme.
Patogenesis
Berhubungan dengan abnormalitas pada
beberapa bagian otak.
Terjadi karena gangguan neurobiologis
dengan adanya hambatan fungsi syaraf
otak yang berhubungan dengan fungsi
komunikasi, motorik sosial dan perhatian.
Hambatan yang dialami anak autis
merupakan kombinasi dari beberapa
gangguan perkembangan syaraf otak
NIH Publication No.04-5511 April 2004
Author: Margaret Strock, Office of Communications, NIMH
Gejala dan Tanda
Tiga masalah utama gangguan
perkembangan:
1. Gangguan interaksi sosial
2. Keterlambatan komunikasi/ gangguan
bahasa
3. Pola perilaku, minat dan aktivitas yang
khas dan berulang.
Gejala dan Tanda
Tidak respon dengan
Gangguan interaksi namanya
Menghindari kontak mata
sosial
Terlihat seperti tidak
mendengarkanmu
Tetap bertekuk dan
memegang (cuddling &
holding).
Seperti tidak memperhatikan
lainnya
Terlihat lebih senang
bermain sendiri seperti
masuk kedalam dunianya
By Mayo Clinic Staff
Jun 2, 2006 Privacy policy updated Oct 4, 2006
Terms and conditions of use updated Jun 25, 2007 1998-2007 Mayo Foundation for Medical Education and Research. All rights reserved.
Bicara lebih lambat dibandingkan
Ketrampilan anak lainnya
Komunikasi/ Bahasa Ketidakmampuan untuk
mengatakan kata atau kalimat
Menggunakan tangan orang lain
untuk mendapatkan sesuatu
Menggunakan kata-kata yang tidak
masuk akal.
Bicara dengan suara yang
monoton seperti robot
Tidak dapat memulai pembicaraan
atau mempertahankannya
Sering mengulang kata-kata, tapi
tidak mengerti penggunaannya
Tanpak asyik dengan gerakan
berulang, seperti mondar-mandir,
menjetikkan jari, bergoyang-goyang,
memukul diri sendiri, kadang
menangis dan berguling tanpa sebab.
Mempunyai kebiasaan spesifik atau
ritual
Distress bila ada perubahan pada
rutinitas atau ritualnya
Gerakannya konstan
Tidak terbiasa atau sensitif terhadap
cahaya, suara dan sentuhan
Perilaku Dapat kagum pada suatu bagian
obyek, seperti roda yang berputar
By Mayo Clinic Staff pada mainan mobil.
Jun 2, 2006 Privacy policy updated Oct 4, 2006
Terms and conditions of use updated Jun 25, 2007 1998-2007 Mayo Foundation for Medical Education and Research. All rights reserved.
Diagnosis
Pendekatan multidisiplin seperti neurologist,
psychologist, developmental pediatrician,
speech/language therapist, learning
consultant, dan perawat anak.
Menggunakan anamnesis, observasi, dan
checklists spesifik terhadap perkembangan
termasuk riwayat keluarga, riwayat lahir dan
perkembangan awal.
Diagnosis
Pemeriksaan fisik termasuk
pemeriksaan neurologi.
Tes medis untuk menyingkirkan
keadaan lain.
Tidak ada Retardasi Mental, gangguan
pendengaran, gangguan perilaku atau
kebiasaan yang eksentrik/aneh, lesi
struktural otak.
CHAT (Checklist for Autism in
Toddlers)
American Academy of Pediatrics
Autistic Spectrum Disorder (ASD) > 18 bln
9 pertanyaan untuk orangtua
5 pengamatan oleh pemeriksa
Interpretasi :
1. Kemungkinan besar (severe risk) ASD
2. Kemungkinan (mild risk) ASD
3. Kemungkinan gangguan perkembangan lain
4. Dalam batas normal
Daftar Tilik Deteksi Dini Autis (CHAT)

Deteksi dini autis pada umur 18-36 bulan.


Bila ada keluhan / kecurigaan dari orang tua/
pengasuh / petugas karena ada 1 (satu) atau lebih
1. Keterlambatan bicara.
2. Gangguan komunikasi/ interaksi sosial.
3. Perilaku yang berulang-ulang.
Tanyakan dan amati perilaku anak
9 pertanyaan untuk ibu/pengasuh (A): ya/ tidak
5 perintah bagi anak (B) : ya / tidak
Interpretasi (penafsiran) CHAT
Risiko tinggi menderita Autis : tidak A5, A7,
B2-4 rujuk
Risiko rendah menderita Autis : tidak A7, B4
Kemungkinan ggn perkembangan lain : tidak
3 atau lebih A1-4, A6, A8-9, B1, B5
Normal
Penatalaksanaan
Tujuan : memaksimalka tingkat
kemandirian fungsional dan kualitas
hidup anak dengan meminimalkan
gejala, menfasilitasi perkembangan dan
proses belajar anak, mengembangka
sosialisasi, mengurangi perilaku
maladaptif serta mendidik dan
mendukung keluarga.
Beberapa program penanganan:
Intervensi pendidikan membantu
pencapaian ketrampilan dan
pengetahuan anak.
Applied Behavioral Analysis (ABA)
untuk memperhankan perilaku adaptif,
digunakan untuk memberntuk perilaku
positif pada anak
Terapi bahasa dan bicara melancarkan
otot mulut untuk dapat berbicara lebih baik.
Anak autism lebih mudah belajar dengan
melihat, sehingga dikembangkan metode
komunikasi PECS (picture exchange
communication system).
Terapi okupasi membantu menguatkan,
dan memperbaiki koordinasi dan ketrampilan
ototnya selain itu juga dapat meningkatkan
fungsi independent dan kemampuan dasar,
spt mandi, berpakaian
Terapi
Terapi fisik latihan untuk mengontrol
gerakan tubuh.
Terapi sosial memperkenalkan
perilaku sosial pada anak autism dan
membentuk ketrampilan perilaku yang
baru
Terapi integrasi sensori
meningkatkan kematangan susunan
saraf pusat, dengan aktivitas fisik yang
terarah.
Terapi bermain bermain dengan
teman sebaya berguna untuk belajar
bicara, komunikasi dan interaksi sosial.
Terapi
Modifikasi perilaku: beberapa metode
modifikasi perilaku digunakan untuk
terapi terhadap perilaku yang tdk
sesuai, repetitif, dan agresif serta agar
penderita mempunyai kemampuan
fungsional terhadap lingkungannya.
Terapi
Modifikasi perilaku

Terapi sensori integrasi Terapi bermain Cerita sosial

Untuk jenis modifikasi perilaku Untuk jenis modifikasi Digunakan juga untuk
yang berfokus membantu perilaku yang memperbaiki kemampuan
penderita mengenal stimulasi digunakan sosial. Cerita membantu
sensori; mengenal bentuk yang meningkatkan penderita mengerti
berbeda atau mendengar berbagai perkembangan emosi, perasaan, ide, pandangan
suara. memperbaiki lain, atau menyarankan
kemampuan belajar & respon partisipasi terhadap
sosial. situasi;tmsk musik.
Gambar

sing songs

He is holding two Picture Exchange Communication System (PECS) cards.


He is asking if he can go to the playground.
Gambar He is using his PECS card for Milk to request his milk cup.

PECS cards at school.


The horizontal stripe is for requests and the vertical is for his schedule.
Terapi
Obat-obatan:
Tidak mengobati masalah neurologi yang
mendasarinya yg berhubungan dg autisme.
Menolong mengatasi manifestasi gangguan
seperti hiperaktivitas, impulsif, gangguan
atensi dan kecemasan.
Mengurangi masalah pada penderita untuk
mencapai kemampuan perilaku dan edukasi
maksimal.
Terapi
Obat-obatan yg digunakan, al:
Antipsikotik risperidone.
Antidepresan fluoxetine, sertraline.
Stimulants metilfenidat, amfetamin.
Antikonvulsan asam valproat,
karbamazepin, lamotrigin, topiramat.
Asuhan Keperawatan
Pengkajian:
1. Kaji apakah anak mengalami masalah fisik atau
gangguan kognitif
2. Kaji tentang kemampuan interaksi sosial pada
anak (sesuai dengan tahapan usia).
3. Kaji apakah anak mengalami keterlambatan
bahasa dan kemampuan komunikasi.
4. Eksplorasi ketrampilan anak dan bandingkan dengan
tahapan perkembangan sesuai usia seperti makan,
menggunakan baju dan ke toilet.
5. Pengkajian juga mencakup pola interaktif anak, dan
ketrampilan verbal.
6. Catat kemampuan motorik anak karena berimplikasi
terhadap keamanan dan perawatan diri.
7. Penggunaan DDST II sangat membantu
8. Kaji riwayat keluarga dengan masalah autism, koping
keluarga dan support sosial yang ada pada keluarga.
Nursing care plan
By Mayo Clinic Staff
Jun 2, 2006 Privacy policy updated Oct 4, 2006
Terms and conditions of use updated Jun 25, 2007 1998-2007
Mayo Foundation for Medical Education and Research. All rights
reserved.
and NIH Publication No.04-5511 April 2004 Author: Margaret
Strock, Office of Communications, NIMH