Anda di halaman 1dari 12

Tujuan :

Mengenal dan menghayati proses-proses manufaktur (casting, forming, metal powder, machining) serta
perancangan proses manufaktur (alasan pemilihan alternatif proses, penentuan urutan proses, kelemahan dan
kelebihan proses alternatif).

Materi :
Alasan pemilihan proses, macam-macam proses manufaktur, proses pengecoran, perautan, pembentukan, teknologi
serbuk, pengenalan proses pengelasan.

Referensi :

1. Kalpakjian Seroke, "Manufacturing Engineering and Technology", Addison-Wesley Pub. Company, Last
Edition.

2. Schey, John A., "Introduction to Manufacturing Processes", Mc Graw Hill Book Co. , Last Edition

3. Amstead, B.M. P.F. Ostwald, M.l. Bagenan, "Manufacturing Processes", John Wiley & Sons., Last Edition

4. Hand-out dan lain-lain

DASAR-DASAR PROSES MANUFAKTUR

Perkembangan proses manufaktur modern dimulai sekitar tahun 1980-an. Terjadinya perang sipil membuat banyak
kemajuan proses manufaktur di Amerika. Eksperimen dan analisis pertama dalam proses manufaktur dibuat oleh
Fred W. Taylor ketika menerbitkan tulisan tentang pemotongan logam yang merupakan dasar-dasar dari proses
manufaktur. Kemudian diikuti oleh Myron L., Begemen sebagai pengembangan lanjutan proses manufaktur

Sejak pertama digunakannya mesin-mesin perkakas, secara perlahan berkecenderungan untuk menggunakan mesin
lebih efisien, yaitu dengan mengkombinasikan proses manufaktur dan semakin digunakannya mesin sebagai
pengganti manusia untuk menurunkan waktu pemrosesan dan jumlah tenaga kerja.

Sejalan dengan perkembangan mesin-mesin produksi, kualitas proses manufaktur menjadi tuntutan. Berkembangnya
pemahaman tentang inchangeable mengharuskan pengendalian dimensi produk secara ketat, sehingga proses
perakitan dapat berjalan cepat, biaya rendah khususnya pada produksi massal. Untuk menjaga agar dimensi produk
tetap terkendali, maka mengharuskan penyediaan fasilitas inspeksi yang memadahi.

Untuk menghasilkan produk yang kompetitif, maka menjadi penting untuk merancang produk yang lebih murah,
berkaitan dengan material, proses manufaktur atau pemindahan dan penyimpanannya. Suatu produk dirancang
mempunyai kekuatan yang tinggi, tahan korosi, mempunyai umur pakai yang panjang atau yang lain , namun
demikian criteria ekonomis tetap dipertimbangkan. Untuk komponen-komponen yang diproduksi secara masal,
perancangan disesuaikan denga mesin-mesin yang ada, yaitu untuk minimasi berbagai macam waktu set-.up.

Pemilihan mesin atau proses manufaktur untuk menghasilkan produk merupakan pengetahuan tentang metode
proses manufaktur. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan proses manufaktur meliputi jumlah produk,
kualitas akhir produk, dan keterbatasan dari peralatan yang ada. Kenyataanya, suatu produk dapat dibuat melalui
berbagai macam metode, tetapi secara ekonomis biasanya ada satu jalan yang dipilih.

PROSES PROSES MANUFAKTUR


Proses manufaktur merupakan suatu proses pembuatan benda kerja dari bahan baku sampai barang jadi atau
setengah jadi dengan atau tanpa proses tambahan. Suatu produk dapat dibuat dengan berbagai cara, di mana
pemilihan cara pembuatannya tergantung pada :
- Jumlah produk yang dibuat akan mempengaruhi pemilihan proses pembuatan sebelum produksi dijalankan. Hal
ini berkaitan dengan pertimbangan segi ekonomis.
- Kualitas produk yang ditentukan oleh fungsi dari komponen tersebut. Kualitas produk yang akan dibuat harus
mempertimbangkan kemampuan dari produksi yang tersedia.
- Fasilitas produksi yang dimiliki yang dapat digunakan sebagai pertimbangan segi kualitas dan kuantitas produksi
yang akan dibuat.
- Penyeragaman (standarisasi), terutama pada produk yang merupakan komponen atau elemen umum dari suatu
mesin, yaitu harus mempunyai sifat mampu tukar (interchangeable). Penyeragaman yang dimaksud meliputi bentuk
geometri dan keadaan fisik.

Pada dasarnya proses manufaktur benda kerja terutama yang berasal dari bahan logam dapat dikelompokkan
menjadi :
1. Proses pengecoran
2. Proses pembentukan
3. Proses pemotongan
4. Proses penyambungan
5. Proses perlakuan fisik
6. Proses pengerjaan akhir.

Proses Pemotongan
Proses pemotongan hingga saat ini masih tetap merupakan proses yang paling banyak digunakan (60% sampai
dengan 80%) di dalam membuat suatu komponen-komponen mesin yang lengkap. Dengan demikian tidak
mengherankan jika sampai kini berbagai penelitian mengenai proses pemotongan tetap dilakukan untuk berbagai
tujuan.
Proses pemotongan logam adalah merupakan suatu proses yang digunakan untuk menghilangkan sebagian dimensi
dari benda kerja dengan mempergunakan mesin perkakas potong dan pahat potong sehingga terbentuk komponen
seperti yang dikehendaki. Dalam istilah teknik, proses pemotongan ini sering disebut dengan nama metal cutting
process.

Klasifikasi Proses Pemotongan


Klasifikasi Proses Pemotongan Berdasarkan Jenis Pahat
Penggolongan dari proses pemotongan dapat ditinjau dari jenis pahat yang digunakan. Pahat yang bergerak relatif
terhadap benda kerja akan menghasilkan geram dan sementara itu permukaan benda kerja secara bertahap akan
terbentuk menjadi komponen yang dikehendaki. Pahat tersebut dipasangkan pada suatu jenis mesin perkakas dan
dapat merupakan salah satu dari berbagai jenis pahat/perkakas potong disesuaikan dengan cara pemotongan dan
bentuk akhir dari produk. Untuk itu, kita klasifikasikan dua jenis pahat yaitu :
1. Pahat bermata potong tunggal (single point cutting tools)
2. Pahat bermata potong jamak (multiple points cutting tools)

Klasifikasi Proses Pemotongan Berdasarkan Gerak Relatif dari Pahat terhadap Benda Kerja
Gerak relatif dari pahat terhadap benda kerja dapat dipisahkan menjadi dua macam gerakan yaitu gerak potong
(cutting movement) dan gerak makan (feeding movement). Menurut jenis kombinasi dari gerak potong dan gerak
makan, maka proses pemotongan dikelompokkan menjadi tujuh macam proses yang berlainan, yaitu :
1. Proses membubut (turning)
2. Proses menggurdi (drilling)
3. Proses mengefreis (milling)
4. Proses menggerinda rata (surface grinding)
5. Proses menggerinda silindris (cylindrical grinding)
6. Proses menyekrap (shaping, planing)
7. Proses menggergaji atau memarut (sawing, broaching)

Klasifikasi Proses Pemotongan Berdasarkan Proses Generasi Permukaan


Selain ditinjau dari segi gerakan dan segi mesin yang digunakan, proses pemotongan dapat diklasifikasikan
berdasarkan proses terbentuknya permukaan (proses generasi permukaan). Dalam hal ini proses tersebut
dikelompokkan dalam dua garis besar yaitu :
1. Generasi permukaan silindris atau konis
2. Generasi permukaan rata lurus dengan atau tanpa putaran benda kerja.

Elemen Dasar Proses Pemotongan


Berdasarkan gambar teknik, di mana dinyatakan spesifikasi geometris suatu produk komponen mesin, salah satu
atau beberapa jenis proses pemotongan yang telah disinggung di atas harus dipilih sebagai suatu proses atau urutan
proses yang digunakan untuk membuatnya. Bagi suatu tingkatan proses, ukuran obyektif ditentukan dan pahat harus
membuang sebagian material benda kerja sampai ukuran obyektif tersebut dicapai. Hal ini dapat dilaksanakan
dengan cara menentukan penampang geram (sebelum terpotong) dan selain itu setelah berbagai aspek teknologi
ditinjau, kecepatan pembuangan geram dapat dipilih supaya waktu pemotongan sesuai dengan yang dikehendaki.
Situasi seperti ini timbul pada setiap perencanaan proses pemotongan. Dengan demikian dapat dikemukakan lima
elemen dasar proses pemotongan, yaitu :
1. Kecepatan potong (cutting speed) : v (m / min)
2. Kecepatan makan (feeding speed) : vf (mm / min)
3. Kedalaman potong (depth of cut) : a (mm)
4. Waktu pemotongan (cutting time) : tc (min)
5. Kecepatan penghasilan geram (rate of metal removal) : Z (cm3 / min)

Elemen proses pemotongan tersebut (v, vf, a, tc, dan Z) dihitung berdasarkan dimensi benda kerja dan/atau pahat
serta besaran dari mesin perkakas. Besaran mesin perkakas yang dapat diatur bermacam-macam tergantung dari
jenis mesin perkakas. Oleh karena itu rumus yang dipakai untuk menghitung setiap elemen proses pemotongan
dapat berlainan.

http://slametbudiarto.weebly.com/proses-manufaktur.html

Teori Dasar Rem


Pada postingan kali ini akan dibahas teori dasar tentang rem. Rem merupakan salah satu komponen
mesin mekanik yang sangat vital keberadaannya. Adanya rem memberikan gaya gesek pada suatu
massa yang bergerak sehingga berkurang kecepatannya atau berhenti. Pemakaian rem banyak ditemui
pada sistem mekanik yang kecepatan geraknya berubah-ubah seperti pada roda kendaraan bermotor,
poros berputar, dan sebagainya. Berarti dapat disimpulkan bahwa fungsi utama rem adalah untuk
menghentikan putaran poros, mengatur putaran poros, dan juga mencegah putaran yang tidak
dikehendaki. Efek pengereman secara mekanis diperoleh dengan gesekan, dan secara listrik dengan
serbuk magnit, arus pusar, fasa yang dibalik atau penukaran kutup, dan lain-lain.
Pada umumnya sebuah rem mempunyai komponen komponen rem sebagai berikut :

Backing plate
Silinder penyetel sepatu rem
Sepatu rem
Pegas pembalik
Kanvas rem
Silinder roda
Drum rem

Dimana penjelasan masing-masing komponen rem tersebut diterangkan di bawah ini:

Backing plate

Terbuat dari plat baja yang dipress. Backing plate bagian belakang diikat dengan baut pada real axle
housing dan backing plate bagian depan diikat dengan baut pada steering knuckle. Sepatu rem
dipasangkan pada backing plate yang mana bila terjadi pengereman akan bekerja pada backing
plate. Selain sepatu rem juga silinder roda, anchorpin, mekanisme rem tangan dipasangkan
pada backing plate.

Silinder penyetel sepatu rem


Fungsi Silinder penyetel sepatu rem adalah menjamin ujung sepatu rem dan untuk penyetelan
renggang antara sepatu dengan drum. Pada beberapa macam rem, sebagai pengganti silinder penyetel
sepatu, anchor pin dan kam penyetel sepatu digunakan secara terpisah.

Sepatu rem

Sepatu rem berbentuk busur yang disesuaikan dengan lingkaran drum dan dilengkapi dengan kanvas
yang dikeling ataupun direkatkan pada bagian permukaan dalam sepatu rem. Salah satu ujung sepatu
rem dihubungkan pada anchor pin atau pada baut silinder penyetel sepatu rem. Ujung lainnya
dipasangkan pada roda silinder yang berfungsi untuk mendorong sepatu ke drum dan juga sepatu rem ini
berhubungan dengan mekanisme rem tangan.

Pegas pembalik

Pegas-pegas pembalik berfungsi untuk menarik kembali sepatu rem pada drum ketika pijakan rem
dibebaskan. Satu atau dua buah pegas pembalik biasanya dipasang dibagian sisi silinder roda.

Kanvas rem
Kanvas rem dipasangkan pada sepatu rem untuk menambah tenaga gesek pada drum. Bahan yang
digunakan adalah asbes dengan tembaga atau campuran plastik untuk untuk memperoleh tahan panas
yang tinggi dan tahan aus. Pada beberapa macam rem, terdapat perbedaan bahan kanvas rem yang
dipasangkan pada sepatu pertama dan sepatu kedua. Kanvas ini dapat diganti jika sudah mengalami
aus.

Silinder roda

Silinder roda yang terdiri dari body dan torak, berfungsi untuk mendorong sepatu rem ke drum dengan
adanya tekanan hidrolik yang dipindahkan dari master silinder. Satu atau dua silinder roda digunakan
pada tiap satu unit rem, tergantung dari modelnya. Ada dua macam silinder roda; yang satu bekerja pada
sepatu rem pada kedua arah, dan satunya lagi gerakannya hanya pada satu arah saja.

Drum rem

Drum rem pada umumnya dibuat dari besi tuang. Drum rem ini dipasangkan hanya diberi sedikit
renggang dengan sepatu rem dan drum yang berputar bersama roda. Bila rem ditekan maka kanvas rem
akan menekan terhadap permukaan dalam drum, mengakibatkan terjadinya gesekan dan menimbulkan
panas pada drum cukup tinggi (200C-300C). Karena itu, untuk mencegah drum ini menjadi terlalu panas
ada semacam drum yang di sekeliling bagian luarnya diberi sirip yang terbuat dari paduan alumunium
yang mempunyai daya hantar panas yang tinggi. Permukaan drum rem dapat menjadi tergores ataupun
cacat, tetapi hal ini dapat diperbaiki dengan jalan dibubut bila goresan itu tidak terlalu dalam

http://file-otomotif.blogspot.co.id/2012/09/teori-dasar-rem.html

BABIII
LANDASANTEORI

1. PengertianRem
Remberfungsiuntukmengurangikecepatan(memperlambat)danmenghentikankendaraan
sertamemberikankemungkinandapatmemparkirkendaraanditempatyangmenurun.Peranan
remsangatpentingdalamsistemmesin,misalnyapadamesinmobil,sepedamotor,mesincuci,
dansebagainya.Selainituremjugamempunyaikelemahanyaituremseringmengalamiblong,
halinidiakibatkankarenapemeliharaanyangkurangrutindanpenyebabterjadinyaremblong
yaitupadremhabis(aus),minyakremhabis,danterjadinyakebocoranpadasealpistonrem,
masterrem,ataupunpadaselangremnya,makadariitupemeliharaanremharussangat
diperhatikan.

2. Jenisjenisrem
Remdibagimenjadiduajenisyaitu:
A. Remcakram
Mobilmodernkebanyakantelahmenerapkanpirantiyangsatuini.Biasanyapirantiseperti
inidapatditemukanpadarodakendaraanbarusehinggadalamsetiappenggunaannyamenjadi
maksimaldanterarah.
Remcakrammenjadisalahsatusistempengeremanmodernterbaikpadamobildanideal
untukditerapkanpadasetiapmobil,terutamayangtelahmemakaimesinberkapasitasCCbesar.
Sistemkerjaremcakramadalahdenganmenjepitcakramyangbiasanyadipasangpadaroda
kendaraanmelaluicaliperyangdigerakkanolehpistonuntukmendorongsepaturem(brake
pads)kecakram.
1. Kelebihanremcakram
Remcakramdapatdigunakandariberbagaisuhu,sehinggahampirsemuakendaraan
menerapkansistemremcakramsebagaiandalanya.selainituremcakramtahanterhadap
genanganairsehinggapadakendaraanyangtelahmenggunakanremcakramdapatmenerjang
banjir.
Kemudianremcakrammemilikisistemremyangberpendingindiluar(terbuka)sehingga
pendinginandapatdilakukanpadasaatmobilmelaju,adabeberapacakramyangjugadilengkapi
olehventilasi(ventilatindisk)ataucakramyangmemilikilubangsehinggapendinginanrem
lebihmaksimaldigunakan.

Kegunaanremcakrambanyakdipergunakanpadarodadepankendaraankarenagayadorong
untukberhentipadabagiandepankendaraanlebihbesardibandingkandibelakangsehingga
membutuhkanpengeremanyanglebihpadabagiandepan.Namunsaatinitelahbanyakmobil
yangmenggunakanremcakrampadakeempatrodanya.
2. Kekuranganremcakram
Remcakramyangsifatnyaterbukamemudahkandebudanlumpurmenempel,lamakelamaan
lumpur(kotoran)tersebutdapatmenghambatkinerjapengeramansampaimerusakkomponen
padabagiancaliper,sepertipistonbiladibiarkanlama.Olehsebabituperludilakukan
pembersihanseseringmungkin.
B. Remtromol

1.Kelebihanremtromol
Remtromoldigunakanuntukkendaraanyangmemerlukankerjaekstradalampengeremancontoh:kendaraanoperasionalseperti
bis,truk,minibus,dansebagainya.Jadiremtromoldapatdigunakanpadabebanangkutyangberat(heavyduty)dengan
bekerjasecaramaksimal.

2.Kekuranganremtromol
Remtromolyangmasihmenerapkansistemtertutupdalamprosesnya.Dengansistemini
membuatpartikelkotoranpadaruangtromoltersebut.Jadiuntukperawatanmembersihkannya
harusmembukarodaagarrumahremdapatdibersihkandaridebuataukotoran.Padasaatbanjir
airakanmengumpulpadaruangtromolsehinggaairakanmenyulitkansistemremuntukbekerja,
jadisetelahremtromolmenerjangbanjir,makaharusmengeringkannyadenganmenginjak
setengahremsaatmelajusehinggabagiandalamremtromolkeringkarenapanasakibatgesekan,
setelahituremdapatdigunakankembali.

3.Namanamabagianrem

A.RemCakram

1Piringanrotor
2Selangrem
3Platpengaturpad
4Platmomen
5Platrem
6Pegaspenahanpad
7Pegasantiberisik
8Shimanticicit
9Silinderrem
10Karetpelindungutama
11Perapatpiston
12Piston
13Karetpelindungsilinder
14Ringset
15Bushinglucur
16Karetpelindung(Boot)

1. Fungsi-fungsi Bagian Rem Cakram


* Piringan rotor
Untuk menjamin pendiginan yang baik

* Selang rem
Untuk jalurnya fluida atau minyak rem

* Plat pengatur pad


Untuk menahan rem

* Plat momen
Penahan silinder agar tidak jatuh

* Pad rem
Untuk menghentikan piringn rotor yang sekaligus menghentikan kendaran

* Pegas penahan pad


Untuk menahan pad rem agar tidak goyang atau pad rem tidak lepas karena tergajal

* Pegas anti berisik


Agar pada saat pengereman berlangsung pad rem tidak berisik

* Shim Anti Cicit


Untuk menganjal pad rem pada silinder rem agar tidak lepas

* Silinder rem
Sebagai wadah dari pad rem

B. Chassis
Sistem chasis meliputi suspensi yang menopang axle, kemudian untuk mengatur arah kendaraan, roda, ban dan rem
untuk menghentikan jalanya kendaraan. Sistem-sistem berpengaruh langsung terhadap kenikmatan berkendaraan,
stabilitas, stabilitas dan lain sebagainya.

C. Sistem Rem
Sistem rem dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau
memungkinkan perkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan
juga dapat berhenti ditempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.

D. Prinsip Rem
Kendaran tidak dapat berhenti segera apabila mesin dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindah daya,
kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dapat di kurangin dengan maksud menurunkan
kecepatan gerakan hingga berhenti. Mesin merubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk
menggerakan kendaraan. Sebaiknya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan
system gerak putar. Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua
objek.
E. Type Rem
Rem yang dipergunakan pada kendaran bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa type tergantung pada
penggunaannya:
a. Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaran.
b. Rem parkir (parking break) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
c. Rem tanbahan (auluxialy brake) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel dan
kendaran berat.
d. Engines break digunakan ada kalanya untuk menurunkan kecepatan kendaraan, Beaking effect (reaksi
pengereman) ditimbulkan oleh tahanan putarn dari mesin itu sendiri, tidak ada khusus yang diperlukan, untuk
itu engine break tidak diterangkan Rem kaki Rem roda Rem pneumatik Center brake
e. Rem Rem parker Rem mekanik Rem roda belakang

F. Rem kaki
1. Rem kaki (foot break) di kelompokan menjadi dua tipe,yaituh:
2. Rem hidraulis (hydraulic break)
3. Rem pneumatik (peneumatic break)

Rem hidraulis lebih respond lebih cepat dibanding tipe lainnya, dan juga konstruksinya yang khusus dan handal
(superior design flexibility). Dengan adanya keuntungan tersebut, rem hidraulis banyak digunakan pada kendaran
penumpang truk ringan.
Sistem rem panematik termasuk kompresor atau jenis yang menghasilkan udara, udara yang bertekanan yang
digunakan untuk menambah daya pengereman. Tipe sistem rem ini banyak digunakan pada kendaran berat seperti
truk dan bus.
Cara kerja rem hidraulis sebagai berikut: rem hidraulis menekan mekanisme rem dan menyalurkan tenaga rem, dan
mekanisme pengereman akan menimbulkan daya pengereman.

G. Mekanisme kerja
1. Master Silinder
Master silinder mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hidraulis.
Master silinder terdiri dari reservoir tank yang berisi minyak rem, demikian juga master silinder yang membangkitkan
tekanan hidraulis. Ada dua tipe silinder: tipe tunggal dan tipe ganda. Master silinder tipe ganda banyak digunakan
dibandingkan tpe tunggal.
2. Boster Rem
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak cukup kuat untuk segerah menghentikan
kendaraan. Boster rem melipat gandakan daya pemekanan pedal, sehingga daya pengereman yang lebih besar di
perlukan.

Boster dapat dipasang menjadi satu dengan master silinder (type integral) atau dapat juga dipasang secara
terpisah dari master silinder itu sendiri.

Boster rem mempunyai diaphragma (memberan) yang bekerja dengan adanya perbedan tekanan antara
tekanan atmosfir dan kevakuman yang dihasilkan dari dalam intake manifold mesin. Master silinder di hubungkan
dengan pedal dan memberan untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari langkah pedal yang minimum.

Bila boster rem tidak dapat berfungsi dikarenakan satu dan lain hal, boster rem dirancang sedemikian rupa
sehingga hanya tenaga bosternya saja yang hilang dengan sendirinya rem akan memerlukan gaya penekanan pedal
yang lebih besar, tetapi kendaran dapat direm normal tanpa bantuan boster. Untuk kendaran yang digerakkan oleh
mesin diesel, boster remnya diganti dengan pompa vacum karena kevacuman yang terjadi pada intake
manifold pada mesin diesel tidak cukup kuat.
Boster body dibagi menjadi bagian depan (ruang tekan tenaga) dan bagian belakang (ruang tekan variasi), dan
masimg-masing ruang dibatasi dengan memberan dan piston boster.
Mekanisme katup pengontrol (control valve mechanis). Termasuk katup udara, katup vakum, katup pengontrol
dan sebagainya yang berhubungan dengan pedal rem melalui batang penggerak katup (valve operating road).
3. Katup Pengimbang
Kendaran dihentikan dengan adanya gesekan antara ban dan ditambah jalan. Gesekan ini akan sesuai adanya
pembagian beban pada roda. Biasanya kendaran yang mesinnya terletak didepan, bagian depannya lebih berat
dibandingkan dengan bagian belakangnya, bila kendaran direm, maka titik pusat gravitasi akan pindah kedepan
(bergerak maju) disebabkan adanya gaya intertia, dan karena adanya beban yang besar menyatu pada bagian
depan.

Bila daya cengkeram pengeremannya berlaku sama terhadap keempat rodanya, maka roda belakang akan terkunci
(menyebabkan slip antara ban dan permukan jalan) ini disebabkan oleh daya pengereman terlalu besar dengan
terkuncinya roda belakang gesekan akan menurun, dan roda belakang seperti ekor ikan (bergerak kekanan dan
kekiri dan sukar terkontrol) dan ini sangat berbahaya.

Dengan alasan tersebut, diperlukan alat pembagi tenaga sehingga dapat diberikan pengereman yang lebih besar
untuk roda depan dari pada roda belakang atas tersebut disebut katup pengembali (proportioning valve) atau bias
disebut katup P. Alat ini bekerja secara otomatis menurutkan tekanan hidraulis pada silinder roda belakang dengan
demikian daya pengereman (daya cengkeram) pada roda belakang akan berkurang.

Di samping katup P, efek yang sama akan diperoleh dari load silinder and proportioning valve (LSPV) yang
merubah tekanan awal split point dari roda-roda belakang sesuai dengan beban, proportioning and by pass valve (P
dan BV) yang meneruskan tekanan master silinder langsung ke silinder roda tanpa melalui katup P bila system rem
dapat tidak berfungsi, katup decelaration sensing proportioning valve (DSPV) yang membedakan tekanan awal split
point sesuai dengan,deselerasi selama pengereman dan perlengkapan lainnya.

4. Rem Cakram
Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri pada cakram yang terbuat dari besi tuang (disc rotor) yang berputar
dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman
dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self energizing action), daya pengreman itu
sedikit dipengaruhi oleh fluktualisi koefisien gesek yang manghasilkan kesetabil tinggi. Selain itu, karena permukaan
bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mempengaruhi dan menjamin dari
tekanan air.

Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukuranya. Ukuran disc tambahkan
tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien, juga pad akan lebih cepat
aus dari pada sepatu rem pada rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya
penggantian pad.

A. Komponen-komponen
1. Piringan (disc rotor)
2. Komponen Caliper Utama
3. Pad rem
Caliper akan diterangkan pada jenis-jenis caliper rem cakram
B. Piringan (disc)
Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) dan berlubang-lubang
untuk ventilasi.
Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik,kedua-duanya
untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang atau tahan lama.
C. Pad Rem
Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalikfiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengansemi
metalik disc pad.
Pada pad diberi garis celah untuk menunjukan tabel pad (batas yang diijinkan). Dengan dengan demikian
mempermudah pengecekan keausan pad.
Pada beberapa pad, penggunaan metalik plat (disebut dengan anti-sequal shim) dipasang pada sisi piston dari pad
untuk mencegah bunyi disaat pengereman berlangsung.
D. Jenis-jenis Kaliper
Kaliper juga disebut dengan cylinder body, memanggang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana
minyak rem disalurkan ke silinder. Kaliper dikelompokan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya:
1. Type Fixed Caliper (double piston)
2. Type Floating Caliper (single piston)

1. Type Fixed Caliper (double piston)


Kaliper dipasangkan tepat pada excel atau strut. Seperti digambarkan dibawah ini, pemasangan caliper dilengkapi
dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat apabila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung
piringan atau cakram.

Fixed Caliper adalah dasar desain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi
panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit tercapainya pendinginan.
Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis Caliper Fixed ini
sudah jarang digunakan.

2. Type Floating Caliper (single piston)


Seperti terlihat pada gambar piston banyak ditempatkan pada satu sisi caliper saja.
Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram).
Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (Reaksi b). Ini menyebabkan caliper bergeak kekanan dan
menjepit cakram dan terjadinya usaha tenaga pengereman.

http://agung-setya-budi.blogspot.co.id/2013/04/babiii-landasanteori-pengertian-
rem.html