Anda di halaman 1dari 1

ANALISA JURNAL

1. JUDUL : Pre-Eklampsia Meningkatkan Resiko Postpartum Perdarahan: Studi Kohort


Nasional di The Belanda

2. PENULIS : Joost F. von Schmidt auf Altenstadt1, Chantal W. P. M. Hukkelhoven2, Jos


van Roosmalen1,3, Kitty W. M. Bloemenkamp

3. TAHUN TERBIT : October 2013

4. KOTA TERBIT : Belanda

5. ABSTRAK : Perdarahan pascapersalinan merupakan penyebab utama morbiditas dan


mortalitas ibu di seluruh dunia. Mengidentifikasi indikator risiko perdarahan pascapartum
sangat penting untuk memprediksi kondisi yang mengancam jiwa ini. Penyumbang utama
lain terhadap morbiditas dan mortalitas ibu adalah pre-eklampsia. Penelitian sebelumnya
menunjukkan hasil yang bertentangan dalam hubungan antara preeklamsia dan
perdarahan pasca melahirkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara preeklampsia dan perdarahan postpartum. Tujuan sekunder kami adalah
untuk mengidentifikasi indikator risiko lain untuk perdarahan pascapersalinan di Belanda.

6. METODE : Sebuah kohort nasional digunakan, berisi data yang dikumpulkan secara
prospektif dari wanita yang melahirkan setelah 19 minggu kehamilan yang telah selesai
dari Januari 2000 sampai Januari 2008 (n = 1 457 576). Data diambil dari Netherlands
Perinatal Registry, yang mencakup 96% dari seluruh pengiriman di Belanda. Ukuran
hasil utama, perdarahan pascamelahirkan, didefinisikan sebagai kehilangan darah sebesar
$ 1000 ml dalam 24 jam setelah persalinan. Hubungan antara preeklamsia dan perdarahan
postpartum diselidiki dengan analisis regresi logistik yang tidak ada dan multivariabel.

7. HASIL : Prevalensi perdarahan postpartum secara keseluruhan adalah 4,3% dan


preeklampsia 2,2%. Dari 31.560 wanita dengan preeklampsia 2 347 (7,4%) mengalami
perdarahan postpartum, dibandingkan dengan 60 517 (4,2%) dari 1.426.016 wanita tanpa
preeklampsia (rasio odds 1,81; 95% CI 1,74 sampai 1,89). Risiko perdarahan
pascamelahirkan pada wanita dengan pre-eklampsia tetap meningkat setelah
menyesuaikan diri dengan pembaur (rasio odds yang disesuaikan 1,53; 95% CI 1,46-
1,60).

8. KESIMPULAN : Wanita dengan pre-eklampsia memiliki peningkatan risiko perdarahan


postpartum sebesar 1,53 kali lipat. Dokter seharusnya Sadar akan hal ini dan gunakan
pengetahuan ini dalam pengelolaan preeklampsia dan tahap ketiga persalinan untuk
mencapainya Tujuan Pembangunan Milenium kelima untuk mengurangi rasio kematian
ibu melahirkan dengan 75% pada tahun 2015.