Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian.
Hernia adalah suatu penyakit sebagai akibat dari suatu penonjolan pada
organ bagian dalam abdomen yang membentuk lubang akibat melemahnya otot
abdomen
Hernia umbilikalis adalah penonjolan pada usus dan omentum sampai melewati
cincin/ lingkaran umbilicus yang disebabkan oleh kegagalan setelah lahir.
Hernia inguinalis merupakan penonjolan usus melalui lingkaran inguinal
yang disebabkan oleh kegagalan proses vaginalis untuk mengecil sampai menutupi
sebelum kelahiran yang memungkinkan terbentuknya kantong hernia sepanjang
kanalis inguinalis.
Hernia umbilikalis sering kali dapat sembuh 4 tahun dan pada usia sekolah
harus di operasi. Hernia inguinalis menjadi nyata pada bayi berumur 2 3 bulan saat
tekanan saat tekanan intrakranial meningkat (cukup untuk membuka kantong hernia)
ini sering diasosiasikan dengan hidrocek. Kedua jenis hernia ini disembuhkan dengan
pembedahan (hernior raphy) untuk mencegah obstruksi dan berakhirnya putaran
bowel.
Jenis-jenis hernia:
1. Menurut letak dan lokasi.
>. Hernia Inguinalis
>. Hernia umbilikalis
>. Hernia femoralis
2. Menurut isinya
>. Hernia usus halus
>. Hernia omentum
3. Menurut penyebabnya
4. Menurut keadaan / sifat
>. Hernia reponebilis: bila isi hernia dapat dimasukkan kembali.
>. Hernia irreponibilis: bila isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali.
>. Hernia inkoserata: bila isi hernia tidak dimasukkan lagi dan ada gangguan jalan
nya isi usus.

B. Etiologi.
Hernia inguinalis disebabkan oleh tidak komplitnya lumen atas skrotum
untuk mengecil dan menutupi sempurna.

C. Tanda Dan Gejala.


Warna kulit berubah pada daerah hernia dan teraba panas.
Nyeri hebat.
Konstipasi, palpasi teraba masa, saat auskultasi bising meningkat.
Mual-mual.

D. Pathofisiologi.
Hernia inguinal dan hidrokel adalah kerusakan pada penutupan lumen
prosesus vaginalis selama 8 bulan masa kehamilan. Kantong parinkim keluar ke arah
saluran inguinal pada cincin eksternal dan melampaui testis dalam skrotum.
Normalnya lumen bagian atas mengalami atropidan lumen bagian bawah (tumika
vaginalis) berada dekat testis. Saat lumen bagian gagal menutupi cairan peritoneal
atau intestinal masuk ke saluran inguinal melewati cincin eksternal dan akhirnya
masuk ke skrotum.
Ada beberapa tingkat kerusakan penutupan lumen antara :
1. kerusakan tingkat tinggi : menyebabkan segmen pada usus halus ikut masuk ke
kanal.
2. kerusakan tingkat rendah : hanya cairan peritoneal yang masuk kedalam kanal.
Adanya usus halus yang masuk ke kanal meng9indikasikan terjadinya hernia dan
masuk cairan ke dalam kanal atau skrotum mengindikasikan terjadinya hidrokel.
Hernia kongenital ini lebih sering terjadi pada laki laki dan 10 % pada wanita.
PATHWAY

Area umbilikal Area inguinal

Kegagalan umbilical Kegagalan pada proses


untuk menutup vaginalis untuk atropi dan
untuk menutup sebelum
kelahiran.
Ketegangan yang
persisten
Terbentuk sebuah tonjolan / hernia
disekitar inguinal canal.
Area umbilical
membengkak

tekanan intra
abdomen.

Dapat Lokasi hernia luas


berkurang. dan menetap
Cairan abdominal dan struktur /
sebagian isi abdomen masuk
kedalam kantong inguinal.
Terjadi penutupan
spontan.

Daerah inguinal
bengkak saat palpasi
Penahanan bowel Penyembuhan dan ada massa yang
& suplay vaskuler dengan keras.
pembedahan

Nekrosis bowel.

Dapat berkurang Tidak dapat


berkurang.

Obstruksi pada intestinal


ketika masuk ke dalam Melemahnya
kantong inguinal peristaltic usus.

Obstruksi lengkap,
sempurna.
Diperbaiki dengan
E. Manifestasi Klinik. pembedahan
Pembengkakan inguinal tidak menyebabkan nyeri kecuali kalau usus halus
Gangren
terjepit. masa dapat dikurangi dengan memberi tekanan yang lembut atau dapat pula
Di beri makanan yang tepat. kegagalan penutupan ini lebih nampak saat bayi batuk,
menangis atau ketegangan.
Pada balita hernia lebih nampak pada sore hari penjepitan (hernia yang terkurung),
terjadi saat hernia pada usus halus menghilang disertai dengan kerusakan pasda usus
halus dan tidak dapat dikurangi di dalam abdomen.
Gejala ; obstruksi intestinal akan tampak nyata dan areanya tampak bengkak, merah
dan hangat, bila hernia ini tidak dapat diatasi maka akan terjadi gangrene intestinal.
Pada hidrokel tidak tampak tonjolan pada area inguinal dan scrotal tetapi tidak
seperti hernia. Hernia tidak dapat diatasi dan tidak muncul oleh batu/ menangis.
Edema scrotal nampak jelas pada sore hari karena kegagalan pengisian yang gawat
total kejadian hidro kepada bayi mudah diatasi secara spontan. Bila cairan yang
terhalang direabsorbsi oleh tubuh kelanjutan dari hidrokel adalah timbulnya hernia.

F. Penatalaksanaan.
Manajemen medik.
1. Analgesic : acetaminophen (Tylenol elixir, liguiprin solution drops)
peroral untuk menurunkan nyeri post operasi.
2. Herniogram : memberi gambaran tentang kantong hernia setelah injeksi
dan radio paque kedalam abdomen
3. Pembedahan yang dilakukan untuk mengobati / untuk mengatasi hidrokel
mencakup memperbaiki kerusakan penutupan lumen untuk mencegah
penumpukan cairan pada skrotum pilihan pembedahan pada hernia non
mearceration dilakukan untuk mencegah terjadinya mearceratipn telah.
Pertam,a tama lakukan penurunan / reduksi, dan bila cara ini berhasil,
maka tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mencegah kerusakan lain
pada jaringan intestinal. Pada bayi dengan pembedahan hernia incarceration.
Berikan posisi trendelenberg untuk mencegah edema dan mencegah
kerusakan intestinal.
ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian.
a. Data subyektif.
Sebelum operasi ; adanya benjolan di kemaluan, nyeri di daerah
benjolan mual, muntah. konstipasi tidak ada nafsu makan pada bayi bila
menangis atau batuk yang kuat timbul benjolan.
b. Data obyektif.
Sebelum operasi ; nyeri bila benjolan tersebut pecah gelisah,
demam dehidrasi, terdengar bising usus pada benjolan.
Sesudah operasi ; terluka pada kemaluan selaput mukosa, mulut
kering, anak bayi rewel.
c. Data laboratorium.
Data leukosit >1000-18000/mm serum elektrolit meningkat.
Hernionhaphies (pembedahan untuk mengatasi hernia) yang dilakukan. tidak dapat
menimbulkan komplikasi perawat yang perlu mengkaji kesadaran klien dari anastesis
dan adanya nyeri. Perawat juga perlu mengkaji pengertian/pemahaman orang tua
terhadap kondisi klien dan saat itu kemampuan mereka untuk memberikan perawatan
dirumah.

2. Diagnosa Keperawatan.
Diagnosa keperawatan yang sering terjadi adalah.
1. Tidak efektif nya pola napas b. d. nyeri penurunan ekspansi
paru yang ditandai dengan adanya dispnea, takipnea perubahan kedalam
pernapasan dan perubahan eksklusi dada.
2. Resiko tinggi fluit volume deficit b. d. penyimpangan intake
cairan (status post operasi) yang ditandai dengan status NPO tanda dan gejala
dehidrasi intake dan output tidak seimbang.
3. Resiko tinggi kerusakan kulit b. d. pembedahan yang ditandai
dengan gangguan pada permukaan kulit invasi pada struktur tubuh.

3. Diagnosa spesifik dan rencana keperawatan.


1. Resiko tinggi injuri b. d. faktor internal pada obstruksi usus yang ditandai dengan
putaran bowel yang tidak kurang..
Kriteria hasil : tidak adanya komplikasi yang di sosialisasikan dengan obstruksi
sebagian dan melaporkan tanda tanda dan gejala.
Intervensi dan rasional :
Kaji dan palpasi terhadap pembengkakan umbilical atau inguinalis yang di
tunjukkan saat bayi menangis atau batuk, dan kemampuan untuk
menurunkan pembengkakan dengan penekanan halus jika bowel masuk ke
dalam kantong hernia dengan terpaksa.
R/ Hal ini dapat merangsang terjadinya hernia yang reducible.
Kaji kelunakan pada area hernia dengan distensi abdomen, anoreksia,
kemerahan dan putaran defekasi.
R/ Mengindikasikan adanya obstruksi sebagian atau menyeluruh yang
disebabkan oleh penahanan dan macetnya putaran bowel.
Informasikan keluarga mengenai prosedur bedah untuk memperbaiki
hernia dan hidrokel.
R/ Memperbaiki hernia dan hidrokel jika ada sebelum timbul komplikasi.
Informasikan kepada keluarga untuk mencegah bayi menangis.
R/ Untuk mencegah bowel masuk kedalam kantong hernia.
Instruksikan mengenai intake diet dan pembatasan makanan.
R/ Modifikasi diet untuk mencegah konstipasi, menurunkan ketegangan
dan meningkatkan tekanan intra abdomen.
Informasikan kepada keluarga bahwa hernia dapat sembuh dengan sendiri
nya dan jika tidak maka tindakan bedah dilakukan untuk menyembuhkan
kelainan ini.
R/ Memberikan informasi8 mengenai proses penyakit.
Evaluasi :
Perbaikan tekanan abdominal.
Verbalisasi tanda dan gejala untuk melaporkan ke dokter.
Tidak adanya tanda dan gejala hernia.
2. Nyeri b. d. agen injuri biologi (bedah) yang ditandai dengan kegelisahan dan
menangis pada bayi, pasien menangis. Tindakan yang hati hati deskripsi verbal
dari nyeri, menolak untuk bergerak, perubahan ekspresi wajah. Pada anak anak
perubahan tanda - tanda vital.
Kriteria hasil : nyeri post operasi berkurang / hilang.
Intervensi dan rasional :
Beri analgesic (sesuai dengan berat nya nyeri dan keadaan umum klien).
R/ Menurunkan nyeri.
Pertahankan posisi yang nyaman.
R/ Meningkatkan kenyamanan dan menurunkan nyeri karena insisi.
Angkat panggul saat mengubah posisi.
R/ Mencegah ketegangan dan tertarik nya area insisi.
Berikan kantong es pada area skrotum jika tidak terdapat hidrokel.
R/ Meningkatkan kenyamanan dan menurunkan edema.
Beri permainan ringan.
R/ Mengalihkan perhatian klien dari rasa nyeri yang dirasakan.
Informasikan keluarga untuk mencegah bayi menangis.
R/ Menurunkan ketegangan pada area insisi dan meningkatkan
kenyamanan.
Informasikan keluarga untuk memperhatikan popok anak sesering
mungkin.
R/ Mencegah iritasi dan nyeri pada area insisi.
Jelaskan penyebab nyeri dan apa yang harus dilakukan untuk
menghilangkan nyeri.
Evaluasi :
Nyeri post operasi berkurang atau terkontrol.
Keluarga dan klien dapat melakukan tindakan untuk mencegah nyeri post
operasi.
Bayi atau anak dapat beristirahat dengan nyaman tanpa menunjukkan
respon nyeri.
Terapi analgesic diberikan berdasarkan berat nya masalah dan umur klien.
3. Deficit pengetahuan keluarga b. d. kurang pengetahuan tentang perawatan post
operasi yang ditandai dengan permintaan informasi tentang aktifitas diet,
kebersihan dan kenyamanan.
Kriteria hasil : pengetahuan keluarga adekuat tentang pemenuhan kebutuhan
kebutuhan post operasi.
Intervensi dan rasional :
Kaji pengetahuan tentang penyembuhan hernia, prosedur bedah yang
dilakukan, kemampuan dan ketertarikan dalam implementasi pengobatan.
R/ Meningkatkan keefektifan perencanaan.
Berikan informasi pada keluarga dan anak dengan bahasa yang mudah
dimengerti termasuk penjelasan tujuan dan memberikan pertanyaan.
R/ Meningkatkan pemahaman sesuai dengan kemampuan belajar dan umur.
Informasikan kepada keluarga untuk menjaga area insisi sampai
mengelupas dan menggantikan popok sesering mungkin.
R/ Mempertahankan area insisi untuk tetap bersih dan kering.
Informasikan untuk menggunakan spon mandi sampai insisi sembuh.
R/ Mempertahankan integritas insisi.
Anjurkan keluarga untuk mencegah bahaya menangis.
R/ Menurunkan ketegangan pada area insisi dan kemungkinan kambuhnya
hernia.
Anjurkan keluarga untuk meningkatkan diet dan cairan.
R/ Meningkatkan status nutrisi.
Informasikan keluarga bahwa anak yang mendapat prosedur bedah akan
sembuh.
R/ Memberikan jaminan dan keamanan pada keluarga dan memberikan
pelayanan keperawatan.
Evaluasi :
Verbalisasi dan demonstrasikan perawatan post operasi.
Insisi sembuh, status nutrisi dan cairan di pertahankan, aktifitas dimonitor
sesuai umur.
Verbalisasikan pada bayi dan anak anak.
Tidak adanya komplikasi post operasi atau kambuhnya hernia.

4. Pendidikan Pasien.
1. Segera ke rumah sakit bila ada benjolan pada pangkal paha atau
perut.
2. Anjurkan untuk banyak makan buah dan minum air bila konstipasi.
3. Anjurkan untuk merawat luka secara steril.
4. Anjurkan agar segera ke rumah sakit bila luka ada tanda tanda
radang.
BAB III
PENUTUP

Hernia disebabkan oleh keluar nya atau tonjolan isi abdomen melalui otot yang
terbuka.
Hernia umbilical merupakan penonjolan dari usus dan omentum melalui
lingkaran umbilicus yang disebabkan oleh kegagalan penutupan setelah lahir.
Hernia inguinalis merupakan penonjolan usus melalui lingkaran inguinal yang
disebabkan oleh kegagalan proses vaginalis untuk mengecil sampai menutup sebelum
kelainan yang memungkinkan terbentuknya kantong hernia sepanjang kanalis inguinalis.
Hernia umbilikalis sering kali dapat sembuh pada usia 14 tahun dan pada usia
sekolah harus di operasi.
Hernia inguinalis menjadi nyata pada bayi berumur 2 3 bulan saat tekanan
intra abdominal meningkat (cukup untuk membuat kantong hernia) ini sering
diasosiasikan dengan hidrokel. Kedua jenis hernia ini disembuhkan dengan pembedahan.
DAFTAR PUSTAKA

Marie. 1993 Pediatric Nursing Care Plans Skid More Roth : Publishing. Texas.

Sandra. dkk. 1990 Nursing Care Of Children And Families 2ad Edition California.

Silvia and Wilson, Lorraine. 1994 Pathofisiologi Konsep Klinis, Proses Proses
Penyakit Edition 4 EGC< Jakarta.
MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN


DENGAN HERNIA

O LE H

NAMA : MARSELINUS KLETUS LEKI


NIM : PO.0320103024
TK / SMT : II REGULER / IV
M. A. : KEPERAWATAN ANAK.
DOSEN M. A. : ROHANA MOCHSEN Skp. MKes.

POLITEKNIK KESEHATAN KUPANG


JURUSAN KEPERAWATAN
2004 / 2005