Anda di halaman 1dari 1

PENGADAAN OBAT DILUAR FORMULARIUM

No. Dokumen : No. revisi : Halaman :


1/1
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur Utama

BRSU TABANAN
PROSEDUR dr. I Nyoman Susila, M.Kes
TETAP NIP.196302221989031008.

PENGERTIAN Pengadaan obat baru yang diperlukan oleh rumah sakit tapi
obat tersebut belum masuk dalam formularium BRSU Tabanan

TUJUAN Selalu tersedianya obat yang dibutuhkan rumah sakit dan dunia
kedokteran

KEBIJAKAN 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun.2009


tentang Kesehatan
2 Undang-Undang Republik Indonesia No.44 Tahun.2009
tentang Rumah Sakit
3 Keputusun Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.1197/MENKES/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan
Farmasi.
4 PerMenKes RI No. 755 Tahun 2001 tentang
Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit.
5 SK Direktur No. 106/SK/BRSU/2013 Tentang Pengelolaan
Perbekalan Farmasi dan Supervisinya.
PROSEDUR 1. Dokter yang memerlukan obat baru tersebut mengisi
blangko pengajuan obat baru ,kemudian diserahkan ke PFT.

2. PFT mengadakan rapat untuk membahas pengajuan obat


baru tersebut.

3. Bila pengajuan tersebut disetujui maka anggota PFT


mengisi blangko persetujuan.

4. Ketua PFT berkoordinasi dengan kepala instasi farmasi


untuk pengadaan obat tersebut.

5. Kepala Instalasi melakukan koordinasi dengan petugas


pengadaan untuk mengadakan obat tersebut.

UNIT TERKAIT 1. PFT,


2. Dokter,
3. Ka. Instalasi Farmasi,
4. Petugas pengadaan.