Anda di halaman 1dari 13

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................1
KATA PENGANTAR...............................................................................................2
BAB 1......................................................................................................................3
PENDAHULUAN...................................................................................................3
1. Overview Treasury........................................................................................3
BAB II......................................................................................................................5
PEMBAHASAN......................................................................................................5
2.1 Pengelola Aset & Konsep Dasar Pengelolaan Aset....................................5
2.2 Fungsi dan Peranan Bidang Treasury Bank................................................7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................13

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Treasury Bank

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah Treasury Bank ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Surabaya, 17 November 2016

Penyusun

2
BAB 1

PENDAHULUAN

1. Overview Treasury

Treasury kurang dikenal pada masa lalu dan hanya dikenal sebagai kegiatan dana
yang dilihat secara sepintas yang berfungsi sangat apatis terhadap gejolak bunga
ataupun nilai tukar yang terjadi

Di Indonesia, pada umumnya istilah Treasury seringkali hanya dihubungkan


dengan perusahaan yang bergerak dalam industri perbankan. Padahal penggunaan
istilah Treasury sebenarnya bukan monopoli dari industri perbankan saja.
Treasury sebenarnya adalah nama dari suatu unit kerja di dalam suatu organisasi
atau perusahaan yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dana dari
organisasi atau perusahaan tersebut.

Dalam sejarah bank-bank yang dimiliki oleh pemerintah, pernah dikenal nama
Biro Dana yang tugasnya masih terbatas pada mengelola arus dana masuk (cash
inflow) dan arus dana keluar (cash outflow).

Baru setelah deregulasi perbankan tahun 1983, dan terlebih lagi setelah Pakto
(Paket Kebijakan Oktober) tahun 1988, manajemen perbankan pada umumnya
merasakan perlunya suatu unit kerja yang mampu membaca situasi pasar uang
dikaitkan dengan kebutuhan bank untuk menjaga keseimbangan dalam
pengendalian likuiditas dan perolehan spread margin.

Sejak saat itu banyak bank yang mengubah Biro Dana menjadi Biro Treasury
dengan maksud mengaktifkan fungsi biro ini khususnya menghadapi risiko-risiko
likuiditas, risiko kredit, risiko nilai tukar, risiko tingkat bunga, risiko kecukupan
modal, disamping tugas biro ini mengendalikan arus kas masuk dan keluar agar
bank berada pada posisi yang optimal. Sejak saat itu nama treasury mulai banyak
dipergunakan dengan maksud memperluas fungsinya dari sekedar mengendalikan

3
arus dana masuk dan keluar menjadi pengelola berbagai risiko seperti antara lain
risiko likuiditas, risiko kredit, risiko nilai tukar dan risiko tingkat suku bunga.

Treasury adalah salah satu aktifitas finansial di perusahaan, perbankan dan non
perbankan yang berkaitan dengan 3 (tiga) aktifitas utama yaitu

a. Manajemen kas.

b. Investasi, dan

c. Transaksi pembayaran

Ketiga aktifitas treasury tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda.
Namun, pada umumnya para praktisi non treasury lebih mengenal aktivitas ini
khusus terkait dengan optimalisasi penggunaan dana kas perusahaan dalam bentuk
instrumen investasi jangka pendek, seperti saham, deposito, dan surat berharga
lainnya.

Aktivitas treasury membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan akurasi perhitungan.


Seorang treasurer (istilah untuk pelaku treasury) harus menguasai ilmu
management treasury. Dalam prakteknya seorang treasurer tidak boleh hanya
mengejar keuntungan semata, namun harus pula memperhatikan aspek-aspek
penilaian risiko finansialnya dan prinsip kehati-hatian. Di sisi lain, unit atau divisi
kerja di luar treasury, dapat bekerja sama dengan treasury dalam hal melakukan
efisiensi penggunaan keuangan perusahaan agar posisi kas stabil dan dapat
digunakan untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan keuangan (financial
resistance).

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengelola Aset & Konsep Dasar Pengelolaan Aset

Aset bagi bank adalah kekayaan bank yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya.
Bila dikaitkan dengan perbankan, maka pengelolaan aset sebuah bank dilakukan
oleh unit kerja khusus yang dikenal luas dengan unit kerja treasury, yang akan
melakukan pengelolaan aset bank dalam bentuk penanaman dana dengan
memperhitungkan sumber dana (liability/kewajiban). Artikel ini akan
menerangkan mengenai arti penting pengelolaan aset bank lengkap dengan konsep
dasarnya hingga menggambarkan fungsi dan peranan bidang treasury pada suatu
bank.

Treasury berasal dari kata "trasure" atau harta/kekayaan/aset. Sedangkan, treasury


management berarti pengelolaan aset. Treasuri is the name for center of financial
operations within a company of the funds or revenue or a government, corporation
or institution. Bila diakitkan dengan dengan perbankan, maka treasury dalam
aktifitas bank adalah tempat pengelolaan aset bank dalam bentuk penanaman dana
dengan memperhitungkan sumber dana (liabilitas/kewajiban)

Penempatan
Sumber Dana(Passiva/Liabilitas
Dana(Aktiva/Aset)

- Kas (uang tunai)- Giro- Simpanan Pihak ketiga(giro,


pada bank Indonesia-tabungan , deposito)- Pinjaman
Giro pada bank lain-dari bank lain- Surat berharga
Sertifikat bankyang diterbitkan
Indonesia (SBI)
- Modal
- Penempatan pada bank
lain

5
- Surat berharga
(Obligasi)

- Kredit yang diberikan)

- Aktiva tetap

- Aktiva lain lain

Aset bagi sebuah bank adalah kekayaan berupa penempatan dana dalam bentuk
kas/uang tunai, giro pada bank Indonesia, giro pada bank lain, pembelian sertifikat
bank Indonesia (SBI), Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Surat Berharga
(Obligasi Pemerintah, swasta), kredit, aktiva tetap (tanah, gedung, furniture, mobil
dan lain sebagainya), serta aktiva lainnya. Aset tersebut dimiliki dengan sumber
dana dari modal dan hutang atau libilitas/kewajiban. Kewajiban/liability tersebut
dapat bersumber dari simpanan dana pihak ketiga (giro, tabungan, deposito),
pinjaman dari bank lain, surat berharga atau obligasi yang diterbitkan oleh bank
serta pinjaman dari pemegang saham dan lembaga lainnya. Penempatan dana dan
sumber dana sebuah bank dapat dilihat pada gambar diatas.

Kata likuiditas berasal dari kata "likuid" artinya cair sehingga likuidas berarti
tingkat kecairan. Dalam terminologi bank, khususnya dalam hal treasury adalah
tingkat kecairan/kemudahan dari aset yang dimiliki bank (kas, SBI, surat
berharga, kredit, aset lainnya) dan/atau kemampuan menghimpun dana untuk
memenuhi kebutuhan bisnis dan kewajiban kepada pihak ketiga yang jatuh tempo.

6
Tingkat kemudahan untuk mencairkan atau menjual atau menguangkan aset
tergantung dari jenis aset nya. Tingkat likuiditas dari sisi aset bank yang paling
likuid adalah uang tunai diikuti oleh surat berharga seperti SBI dan Surat
Perbendaharaan Negara (SPN), obligasi negara dan perusahaan swasta yang
umumnya dapat dijual walaupun jatuh tempo. Penempatan dana kepada bank lain
umumnya berjangka waktu pendek (dibawah 1 tahun) sehingga lebih mudah
pengembaliannya dibandingkan dengan aset bank dalam bentuk kredit yang
diberikan. Kredit yang diberikan oleh bank umumnyaberjangka waktu lebih
panjang dan tidak mudah untuk dijual atau dialihkan kepada pihak lain. Aktiva
tetap dan tagihan lainya adalah aset bank yang tidak mudah untuk dijual atau
dijadikan uang.

Tingkat likuiditas dari sisi liabilitas/kewajiban bank adalah kemampuan bank


untuk memperoleh dana adalah berupa meningkatkan simpanan dana pihak ketiga
(giro, tabungan, deposito), pinjaman dari bank lain, menerbitkan surat berharga
(obligasi) atau pinjaman dari lembaga pihak ketiga lainnya atau menambah modal
bank.

2.2 Fungsi dan Peranan Bidang Treasury Bank

Fungsi unit kerja bidang treasury adalah bertanggung jawab dalam pengelolaan
likuiditas bank, manajemen aset, liabilitas dan sekaligus sebagai unit yang
mencari keuntungan (profit center). Adapun penjelasannya, dapat diuraikan,
sebagai berikut:

1. Manajemen likuiditas yaitu bertanggung jawab dalam memastikan bahwa bank


selalu dalam kondisi likuid dimana dana selalu tersedia untuk:

Membayar kewajiban yang jatuh tempo kepada pihak ketiga


Memenuhi kebutuhan bisnis termasuk pencairan kredit dan atau membayar
biaya operasional
Memenuhi ketentuan Bank Indonesia, perihal kewajiban rasio Giro Wajib
Minimum, yaitu rasio simpanan minimum yang harus dipelihara oleh sebuah

7
bank dalam bentuk giro bank di bank Indonesia dibagi dengan simpanan dana
pihak ketiga.

Likuiditas adalah hal yang sangat penting bagi sebuah bank, bagaikan cairan
darah dalam tubuh manusia. Darah yang membeku membuat manusia tidak hidup,
sebuah bank yang beku likuiditasnya berarti aktivitas bank berhenti beroperasi.
Aliran dana bagi sebuah bank harus seimbang bagi aliran dana masuk maupun
dana keluar. oleh karena itu, sebagian orang mengatakan bahwa trasury adalah
jantung bagi sebuah bank.

Mengingat aliran dana harus lancar dan seimbang, disamping fungsinya sebagai
jantung, maka unit kerja treasury hanya ada di kantor pusat (centralized), tidak
ada dikantor cabang agar likuiditas terkontrol dengan baik. Jika terdapat kantor
cabang yang kelebihan dana tidak menyerahkan kepada treasury maka dana
tersebut menjadi menganggur (idle) dan menjadi beban biaya. Sebaliknya, jika
terdapat cabang yang kekurangan dana dan unit treasury tidak memberikan dana
maka cabang tersebut akan mengalami kesulitan. Lembaga keuangan bank adalah
sebuah lembaga usaha jasa yang sangat tergantung dengan kepercayaan
masyarakat, karena itu treasury harus dapat memastikan bahwa likuiditas bank
terjaga dengan baik.

fungsi yang lain dari unit kerja treasury, sebagai berikut:

1. Manajemen Aset Liability, sebagai mana diketahui bahwa bank berfungsi


menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit.
Bank memperoleh keuntungan dari selisih pendapatan bunga dari penempatan
dana (aset) dan biaya bunga atas liability/kewajiban bank. Dalam
melaksanakan aktivitas tersebut maka terdapat kemungkinan gap/mismatch
(perbedaan) yang dapat dikelompokan sebagai berikut:

Gap Likuiditas (liquidity gap): yaitu perbedaan anatara jumlah aset dan
liability yang jatuh tempo dalam suatu waktu periode waktu tertentu. Jatuh
tempo antara aset dan liability umumnya tidak mungkin sama persis, jatuh

8
tempo aset umumnya lebih lama dibandingkan dengan liability. Gap ini
mengandung risiko likuiditas atau ketidakmampuan bank untuk memenuhi
kewajiban yang jatuh tempo. Dalam aktivitas penghimpunan dana dan
penyaluran dana tersebut juga terdapat perbedaan (gap) jatuh tempu sumber
dana dengan penyaluran dana baik kredit maupun investasi dalam bentuk
pasar uang dan pasar modal. Misalkan bank menyalurkan kredit pemilikan
rumah (KPR) Rp 100 juta dengan jangka waktu 5 tahun (panjang), sumber
dana bank diperoleh dari deposito jangka pendek 1 bulan. Setelah deposito
jatuh tempo 1 bulan maka bank harus mencari alternative pendanaan jika
nasabah tidak memperpanjang depositonya. Jumlah dana yang dihimpun
belum tentu memenuhi kebutuhan penyaluran kredit sehingga bank perlu
mencari alternative pendanaan seperti pinjaman dari bank lain, penerbitan
obligasi, pinjaman dari lembaga lainnya. Atau sebaliknya, bank memiliki
kelebihan dana karena dana yang dihimpun lebih banyak dari kredit yang
disalurkan sehingga kelebihan dana tersebut dapat ditempatkan atau
diinvestasikan dalam bentuk instrument pasar uang seperti Sertifikat Bank
Indonesia (SBI), Surat Perbendaharaan Negara, penempatan dana kepada
bank lain, surat berharga seperti obligasi baik yang diterbitkan oleh negara,
maupun oleh pihak swasta.

Gap Suku Bunga (Repricing Gap): yaitu perbedaan anatara aset dan
liabilitas berdasarkan kelompok jatuh tempo peninjauan kembali suku bunga
aset/liability tersebut. Unit kerja bidang treasury pada suatu bank akan
menyesuaikan suku bunga deposito jika nasabah mau memperpanjang
depositonya ataupun jika diganti oleh nasabah yang baru.Suku bunga yang
baru tersebut dapat tetap, lebih tinggi atau lebih rendah dari suku bunga
sebelumnya tergantung dari kondisi pasar. Hal ini akan menimbulkan risiko
pasar berupa risiko suku bunga yang dapat mengakibatkan keuntungan bank
berubah.

Gap Valuta Asing (Foreign Exchange Gap) : yaitu perbedaan/gap antara


nominal aset dan liability dalam valuta asing. Perubahan kurs valuta asing

9
terhadap valuta asal (rupiah) akan mengakibatkan risiko pasar berupa
perubahan kurs yang dapat mengakibatkan perubahan keuntungan bank.

Assets Liability Management menjadi tanggung jawab Asset and Liability


Commitee Atau disingkat (ALCO ) yang biasanya melakukan rapat minimal 1
bulan sekali atau disesuaikan dengan kebutuhan/situasi bank. Materi yang dibahas
dalam ALCO umumnya adalah:

Perkembangan ekonomi, suku bunga dan kurs untuk mengantisipasi


pengaruh eksternal terhadap kondisi bank

Manajemen Gap : likuiditas dan suku bunga

Manajemen valuta asing

Manajemen portfolio investasi

Penetapan suku bunga kredit dan simpanan

2. Komersial atau profit center, yaitu: sebagai unit bisnis yang mencari
keuntungan berupa:

Fee based dari transaksi jual beli valuta asing

Pendapatan bunga (interest income) dari transaksi pinjam meminjam uang


dengan pelaku pasar uang lainnya.

Aktivitas treasury sebagai profit center dapat digolongkan dalam 2 aktivitas,


sebagai berikut:

Trading (perdagangan), yaitu transaksi valuta asing dan suku bunga atau
turunannya dengan Bank/Lembaga keuangan yang bertujuan untuk
memperoleh keuntungan dalam jangka pendek

Sales (penjualan), yaitu transaksi valuta asing dan suku bunga atau turunannya
dengan nasabah perorangan, badan usaha ataupun lembaga keuangan non

10
bank yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan berupa selisih (spread)
antara nilai penjualan dan nilai pembelian. Perlu dicatat bahwa bank hanya
diperkenankan melakukan kegiatan usaha dalam pasar uang (termasuk pasar
valas), pasar modal khusus fixed income (obligasi). Bank dilarang melakukan
transaksi jual beli di pasar saham dan bursa komoditas.

konidisi dealing room dimana terjadi transaksi dibidang treasury Secara umum,
dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, unit kerja treasury melakukan berbagai
aktivitas, sebagai berikut:

Monitoring poisisi likuiditas awal

Memperkirakan kebutuhan likuiditas (potential outflow/inflow) dari transaksi


pasar uang perkreditan, dan dana pihak ketiga.

Melakukan transaksi meminjam dana atau menempatkan dana sesuai dengan


strategi dan limit yang telah ditentukan (likuiditas dan profit)

Monitoring perkembangan suku bunga dan pasar uang serta mengusulkan


langkah-langkah yang diperlukan.

Sedangkan proses kegiatan treasury/dealing room, antara lain melakukan:

Transaksi dengan pihak lawan (counter party), seperti bank sentral (Bank
Indonesia), bank lain, lembaga keuangan bukan bank, perusahaan
multinasional atau perusahaan besar dan broker komunikasi biasanya
dilakukan melalui telepon, surat, faximili ataupun online dengan
menggunakan suatu sistem, seperti: Reuters Management Dealing System

Transaksi tersebut dilakukan secara system atau secara manual melalui slip
dealing.

Berdasarkan system tersebut atau slip dealing tersebut maka unit treasury
operation melakukan validasi, konfirmasi sebelum dilakukan pembayaran
sekaligus pembukuan (biasanya secara system)

11
Unit treasury operation kemudian melakukan rekonsiliasi antara pembukuan
dan realisasi pembayaran/penerimaan pembayaran.

Pelaporan sesuai dengan system.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://bankernote.com/unit-kerja-treasury-perbankan/

https://dhycana.wordpress.com/2010/11/10/treasury/

http://bankernote.com/struktur-organisasi-treasury/

13

Anda mungkin juga menyukai