Anda di halaman 1dari 2

Pasien Peserta BPJS Ditolak 8

Rumah Sakit
Diterbitkan Rabu, 30 / 03 / 2016 20:44

Reva, pasien BPJS yang ditolak di delapan rumah sakit. (eni)

Tangerang, PalapaNews Kasus penolakan pasien peserta Badan Penyelenggara


Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali terulang. Kali ini menimpa Reva
Wulandari (11) yang ditolak delapan rumah sakit.
Anak pertama pasangan Muhrowi dan Anita ini, diketahui menderita penyakit usus
buntu dan demam tinggi sejak Kamis (24/3/2016). Oleh orangtuanya, Reva dibawa
ke Klinik Istana Mahkota Intan Kabupaten Tangerang.

Lantaran panasnya tak kunjung turun, pihak klinik merujuk Reva ke Rumah Sakit
Keluarga Kita. Di rumah sakit itu, Reva mendapat perawatan dokter dan dinyatakan
mengidap usus buntu kronis dan harus segera dilakukan operasi.

Karena rumah sakit (Keluarga Kita-red) ICU nya penuh, kami pun dirujuk ke empat
rumah sakit, yakni Mulya Insani RSUD Tangerang, Arya Medika dan Annisa, kata
Muhrowi.
Celakanya, Reva yang menggunakan asuransi BPJS Kesehatan ditolak oleh empat
rumah sakit tadi. Beragam alasan penolakan yang disampaikan, mulai dari rumah
sakit penuh sampai tidak ada dokter untuk operasi.

Karena keluarga pasien merasa kecewa, pihak keluarga pun memutuskan untuk
kembali ke rumah. Keesokan harinya, pihak keluarga kembali mendatangi Klinik
meminta surat rujukan dengan rumah sakit yang baru.

Hal sama kembali berulang, dari beberapa rumah sakit yang direkomendasikan,
semuanya menolak. Saya datangi Siloam, Hermina, Awal Bross, RSUD Tangerang
dan Qodar. Semuanya sama, mereka beralasan tidak memiliki ruang ICU steril
anak, kata Muhrowi.

Hingga akhirnya, Muhrowi pun meminta bantuan oleh Sarikat Pekerja untuk
membantu mengurus anaknya karena sudah tidak sanggup. Oleh Sarikat Pekerja,
Reva segera di bawa ke Rumah Sakit Usada Insani tanpa menggunakan kartu BPJS
dan langsung diterima oleh pihak rumah sakit.

Kami pun berinisiatif untuk menjamin rumah sakit agar Reva segera dioperasi.
Ketika daftar kami tidak mengajukan BPJS. Dan buktinya langsung diterima dan
dioperasi, ujar Dwi Jatmiko yang juga menjabat Ketua DPD SPSI.

Diperkirakan, keseluruhan biaya pengobatan Reva mencapai Rp30 juta. Namun itu
pun belum pasti, sebab saat ini masih menjalani perawatan. Selanjutnya, teman-
teman Nahrowi pun mengumpulkan donasi sukarela untuk membantu meringankan
biaya pengobatan Reva.

Saat ini kondisi Reva pun sudah agak membaik setelah menjalani operasi dan
diharuskan menjalani perawatan intensif, pungkas Dwi. (eni)